Arsip Tag: #tanah longsor

Bhabinkamtibmas Bersama Warga Bergotong Royong Membuat Talut

Tribratanews.jateng.polri.co.id, Jepara – Pasca kejadian Tanah Longsor  yang diakibatkan hujan deras yang mengguyur desa Damarwulan yang mengakibatkan tanah di tebing longsor.yang terjadi senin 05/02/2018 lalu,di dk.Medono desa Damarwulan kec Keling, kab. Jepara, Bhabinkamtibmas beserta warga desa Damarwulan bersama warga  bergotongroyong mebuat Talut (07/02/2018)

Menggunakan peralatan tradisional seperti sekop dan cangkul serta linggis ,mereka menyingkirkan material tanah longsor yang menutup sebagian akses jalan,disamping itu mereka juga bergotong royong membangun talud/plengsengan, Brig M Heru Lesmono sebagai Bhabinkamtibmas Desa Damarwulan mengatakan atas kejadian longsor ini  dapat bantuan dari BPBD berupa kawat Bronjong sebanyak 36 buah

Diharapkan dengan pembuatan talut dapat sedikitnnya mengurangi kejadian tanah longsor yang sering terjadi di wilayah tebing keling,dan masyarakat yang melintasi daerah tersebut lebih merasa aman ,ucap Bhabinkamtibmas polsek keling

(HumasPolresJepara)

Patroli Daerah Potensi Rawan Bencana Alam diKecamatan Kembang

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – guna mengantisipasi bencana alam di saat musim hujan seperti saat ini, kapolsek kembang AKP Budi Wiyono beserta anggota Bhabinkamtibmas polsek kembang melaksanakan giat patroli pada hari Kamis tanggal 18 Januari 2018 pukul 10.00 wib.

Sasaran patroli di daerah pegunungan ataupun sungai di wilayah kec. Kembang. Terutama daerah dataran tinggi seperti di desa bucu, desa Sumanding ataupun desa Dudakawu yang akan rawan bencana tanah longsor.

Selanjutnya mengecek debit air yang berada di daerah desa balong, di sungai tersebut debit air cukup meningkat karena habis di guyur hujan yang cukup deras. Akan tetapi aliran arus sungai cukup dalam masih tahap aman.

Kegiatan Patroli semacam ini akan selalu dilaksanakan pengecekan guna mengantisipasi datangnya bencana alam disaat musim hujan saat ini.
(Humas Polres Jepara)

 

Tanggap Bencana Alam Jadi Fokus Utama Rakor Bulanan Muspika Pakis Aji

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kapolsek Pakis Aji, Iptu Sumardi menghadiri Rapat Koordinasi Bulanan Petinggi, Carik dan Dinas / Instansi se-Kecamatan (Muspika) Pakis Aji di Pendopo Balai Desa Lebak, kemarin Rabu (17/01/2018).

Dalam kesempatan tersebut Iptu Sumardi menekankan dan menghimbau kepada para Petinggi / Kepala Desa agar lebih peduli terhadap kondisi lingkungannya. Mengingat curah hujan yang mulai meningkat seminggu terakhir di wilayah Pakis Aji dapat meningkatkan kerawanan terjadinya bencana alam terutama potensi tanah longsor

Oleh karena itu diperlukan upaya cepat tanggap lingkungan dimulai dengan memperhatikan kebersihan saluran air maupun sungai. Beri himbauan kepada seluruh warga agar tidak membuang sampah di saluran air maupun sungai yang dapat menyebabkan aliran air tersumbat yang pada akhirnya dapat menyebabkan banjir maupun longsor.

Bagi petinggi Desa yang berada di lereng pegunungan Muria agar lebih waspada bila hujan lebat berangin, amati dan awasi tanda-tanda alam. Bila mulai muncul tanda retakan tanah maupun suara gemuruh agar segera mengarahkan warganya menuju tanah lapang, menjauh dari wilayah tebing untuk mencegah maupun meminimalisir timbulnya korban akibat bencana alam.

Segera koordinasi dengan instansi terkait bila terjadi bencana sehingga dapat segera dilakukan evakuasi dan pertolongan terhadap korban bencana. Selain itu para Petinggi juga diharapkan dapat mengkondisikan Balai Desa sebagai tempat penampungan sementara dan dapur umum bagi korban bencana alam.
(HumasPolresJepara)

 

Kesigapan Bhabinkamtibmas Tangani Bencana Tanah Longsor


Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Curah hujan yang cukup tinggi sepekan ini di sekitar pegunungan Tempur mengakibatkan tanah longsor,peristiwa tersebut selain menutup akses Jalan Utama juga menimpa rumah ibu Sagirah,55 th alamat Dk Pekoso Desa Tempur RT 01 RW 03 Kec Keling Kab Jepara

Dengan Sigapnya Bhabinkamtibmas Desa Kunir Brigadir M Dwika Heru Lesmono membantu membersihkan material longsoran secara bergotong royong bersama relawan Destana dan warga setempat,Jum’at(29/12/2017)

Hal demikian ini dinilai sebagai wujud implementasi Pelayanan Polri terhadap masyarakat guna memupuk rasa kebersamaan serta menjaga kerukunan. Adapun material yang longsor berupa tanah dan bebatuan dengan diameter 10 – 20 cm , Tinggi 10 m, lebar 5 m. Material longsoran menutupi sebagian jalan utama dk.Pekoso – dk.Glagah Desa Tempur tetapi akses jalan masih bisa dilewati oleh kendaraan roda 2 dan untuk kendaraan roda 4 memutar jalan depan kantor balai desa.

“sudah menjadi tugas dan kewajiban kami sebagai anggota Polri khususnya Polsek Keling untuk menolong warga masyarakat yang sedang kena bencana ataupun musibah”tegas Brigadir Heru

Pada kesempatan itu pula Kapolsek Keling AKP I D.G. Mahendra melalui Bhabinkamtibmas Desa Tempur juga berpesan kepada “masyarakat untuk waspada dalam menghadapi musim penghujan ini,selain itu ia juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Desa Tempur untuk menjaga kelestarian hutan maupun lingkungan.”

“Bantuan yang datang berupa semen dan pasir berasal dari pemdes dan para donatur.”pungkas Petinggi Desa Tempur
(HumasPolresJepara)

 

Bhabinkamtibmas Desa Tunahan mengecek Bencana Alam (Tanah Longsor)

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Jepara – Bhabinkamtibmas Desa Tunahan Bripka Siswanto mendatangi bangunan bekas tanah longsor TK. Permata dk. Karong bodean Rt.17/05 Ds.Tunahan,kecamatan Keling Jepara ,Rabu(20/12/2017).

“Dalam bencana alam tersebut tidak terdapat korban jiwa namun kerugian materiil diperkirakan sekitar Rp. 15.000.000,- (lima belas juta rupiah)” kata salah satu Guru TK.

“Bangunan tersebut dibangun di atas tebing /3 meter diatas bangunan penduduk, Longsor tersebut mengakibatkan bangunan TK yg berada di tebing pd bangunan belakang (amblas) dan bangunan samping (TK) rusak retak .” Imbuhnya.

Saksi awal yang mengetahui kejadian longsor ibu Edy, 38 th, swasta, Islam, ds. Tunahan RT. 17/05 mengatakan bahwa kejadian longsor pada hari Rabu,20-12-2017 jam 05:00 dini hari.

Dengan adanya peristiwa tersebut kemudian Bhabinkamtibmas melakukan pengecekan ke lokasi bencana, mendata kerugian baik Jiwa/materiil, berkoordinasi dengan kepala sekolah ,agar menangani longsoran tersebut dan meliburkan sekolah ,agar tidak terjadi hal hal yg tak diinginkan serta berkoordinasi dengan petinggi utk kebijakan lebih lanjut.

“terjadinya longsor diakibatkan oleh intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan tanah penopang bangunan tersebut longsor, karena pada tahun lalu pondasi bangunan tersebut sudah longsor namun tidak diperbaiki.” Bripka Siswanto menambahkan.
(HumasPolresJepara)