Arsip Tag: Ngaji

Binrohtal Polres Jepara “Mari Berzakat”

SONY DSC

SONY DSC

TRIBRATANEWSJEPARA – Pembinaan Rohani dan Mental Polres Jepara hari ini Kamis (11/08/16) pagi dilaksanakan di Masjid Kholilurrahman Polres Jepara, dan diikuti segenap personil Polres Jepara baik Polri maupun PNS. Pada kesempatan kali ini kegiatan diawali dengan kultum yang kemudian dilanjutkan dengan pembacaan Yasin dan Tahlil yang dipimpin oleh Briptu Eli Ismail.

Dalam kultumnya, Ustadz Widodo menyampaikan bahwa yang dimaksud dengan zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang islam baik laki laki maupun perempuan, besar maupun  kecil, merdeka maupun hamba sahaya. Yang mana bertujuan untuk membersihkan jiwa / diri seseorang yang sudah melaksanakan puasa.

Sedangkan zakat maal atau zakat harta menurut bahasa adalah berasal dari kata tazkiyah yang artinya adalah menyucikan harta benda, sedangkan menurut istilah kadar harta benda tertentu yang wajib dikeluarkan oleh umat islam yang memenuhi syarat kepada orang yang berhak menerima. Yang mana harta tersebut telah mencukupi haul atau mencapai satu tahun.

Semoga kita termasuk golongan orang-orang yang tersucikan dengan berzakat. Aaamiiin…….

Binrohtal Polres Jepara “Bersegeralah Meminta Maaf”

DSC_0002

DSC_0011

DSC_0013

TRIBRATANEWSJEPARA – Kamis (04/08/16) pagi, dalam menjaga serta membina rohani dan mental personilnya,  Polres Jepara secara rutin menggelar pembacaan Yasin dan Tahlil bersama di Masjid Kholilurrahman Polres Jepara. Dalam pelaksanaannya dipimpin oleh Aiptu Budiyantoro serta Ustad Widodo sebagai pembicara.

Ustad Widodo menyampaikan bahwa jika kita telah belajar memaafkan orang lain, maka kita pun harus belajar untuk meminta maaf atas kesalahan dan kekeliruan kita. Banyak orang lebih rela melakukan apa saja yang lebih sulit daripada harus meminta maaf. Inilah bentuk-bentuk kesombongan di mana seseorang merasa dirinya sedemikian besar sehingga malu dan tidak bersedia meminta maaf.

Dalam interaksi suami istri tak jarang hal tersebut juga sering terjadi. Dalam rumah tangga tentu terkadang ada perselisihan, perbedaan pendapat, atau hal-hal yang tidak disukai dilakukan oleh seseorang kepada pasangannya. Yang paling berbahaya adalah jika salah satu diantara mereka tidak ada yang berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu. Memilih jalan ishlah daripada mempertahankan ego dan perselisihan. Situasi seperti ini sangat berbahaya karena setan akan menghembuskan benih-benih pertentangan yang lebih besar lagi ketika pasangan suami istri masing-masing enggan meminta maaf kepada pasangannya.

Agama mengajarkan kita untuk segera meminta maaf ketika menyadari kesalahan. Kita beristighfar mohon ampun kepada Allah segera setelah menyadari adanya perbuatan dosa, kekeliruan, niat yang buruk yang sempat muncul dan kita lakukan. Kita juga bersegera mendatangi orang yang terlanjur tersakiti akibat perbuatan kita dan meminta maaf darinya. Dengan meminta maaf, kita sebenarnya sedang menyelamatkan diri kita dan berusaha menghapus kesalahan yang telah terjadi.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil. Semoga Allah membimbing kita agar senantiasa bersegera meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain. Amin…

Polres Jepara Peringati Nuzulul Qur’an

DSC_0141

DSC_0135

Tribratanewsjepara.com – Secara harfiah, pengertian dari Nuzulul Qur’an adalah turunnya Al Qur’an sebagai istilah yang merujuk terhadap betapa peristiwa penting terkait dengan turunnya wahyu dari Allah SWT pertama kepada nabi dan rasul paling akhir, Muhammad SAW. Sebagai salah satu bentuk pembinaan rohani dan mental, Polres Jepara melaksanakan kegiatan peringatan Nuzulul Qur’an di Masjid Kholilurraohman Polres Jepara, Kamis (23/06/16) pagi. Kegiatan kali ini diikuti sebagian anggota Polres Jepara, Perwakilan Polsek Jajaran Polres Jepara serta Taruna Akpol yang kebetulan sedang latihan kerja di Polres Jepara.

Dalam sambutannya, Kapolres Jepara yang diwakili oleh Kasat Binmas AKP Hadi Suprastowo menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Qur’an ini diharapkan sebagai ajang koreksi diri, memperbaiki diri dalam Hubungan vertikal kita kepada Allah ( Hablumminallah) dan hubungan horizontal kita kepada sesama makhluk Allah (Hablumminannas), sebagai tempat silaturrahmi dengan sesama muslim, saling memahami, saling tolong menolong dan selalu bersinergi dengan sesama rekan kerja dalam pelaksanaan tugas sehingga mendapat hasil yang lebih baik.

Ustad Badrodin, S.Ag., M.Ag.  dalam tausiyahnya mengatakan bahwa wahyu pertama yang turun adalah perintah untuk ” Iqro’ ” atau “Bacalah”, maka dari itu kita sebagai muslim hendaknya sering membaca terutama membaca Al Qur’an. Namun perkembangan tehnologi sekarang sangatlah pesat, hendaknya kita bisa memanfaatkan media yang ada dengan sebaik – baiknya untuk hal yang positif. Masyarakat kita sekarang ini sangat mengidolakan tokoh – tokoh pemimpin Eropa, mereka mungkin belum mengetahui bahwa para pemimpin Eropa tersebut mengakumulasi dari pengetahuan Al Qur’an yang berhasil dirampas setelah masa perang salib. Pada Masa jayanya para pemimpin muslim dunia menerapkan pengetahuan Al Qur’an dalam pemerintahannya sehingga Islam Jaya pada saat itu. Sebenarnya banyak para tokoh muslim seperti Ibnu Sina, Al Jabar dan yang lainnya, namun dalam perkembangannya karya mereka banyak disamarkan. Pada Zaman sekarang ini Al Qur’an banyak digunakan sebagai penghias ruangan, pengusir hantu dan sebagai pemanis dalam acara sumpah jabatan. Namun tidak ada kata terlambat untuk kita, mari kita bersama – sama untuk rajin membaca Al Qur’an dan mengakumulasi dalam perbuatan kita.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan Do’a. Semoga kita semua selalu dalam lindungan Allah SWT. Amin.

Polres Jepara dan Kemenag Jepara Ngaji Bareng “Bahaya Riya”

SONY DSC

SONY DSC

SONY DSC

Tribratanewsjepara.com – Kamis (16/06/16) pagi, dalam menjaga serta membina rohani dan mental personil, Polres Jepara bersama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar pembacaan Yasin dan Tahlil bersama di Masjid Kholilurrahman Polres Jepara. Dalam Binrohtal kali ini dihadiri sebagian anggota Polres Jepara dan Perwakilan dari Kemenag Jepara.

Bapak KH.Ahmad Yasin dari Kemenag Jepara dalam tausiyahnya menyampaikan bahwa diantara rahasia dan hikmah puasa adalah mendidik dan melatih kita ikhlas dalam beribadah. Bahkan ada yang mengatakan, puasa merupakan amal yang paling sulit dimasuki oleh riya, kecuali jika orang yang sedang shiyam menyampaikan bahwa ia sedang puasa. Sebab inti dari ibadah puasa adalah menahan (al-imsak). Bukan melakukan sesuatu, tapi meninggalkan sesuatu. Yakni menahan diri atau meninggalkan segala hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar sampai terbenam matahari dengan niat ibadah. Sekali lagi, puasa mendidik dan melatih untuk ikhlas dan tidak riya. Ini penting, sebab riya merupakan perkara yang sangat berbahaya. Ia termasuk dosa besar yang sangat samar, bahkan sesamar atau sehalus langkah kaki semut hitam di atas batu hitam yang licin di tengah kegelapan malam. Artinya sangat halus. Sehingga dibutuhkan upaya yang sungguh-sungguh untuk menghindari dan mengatasinya.

Amalan yang dicampuri oleh riya akan hilang berkah dan pahalanya. Sebab riya termasuk kesirikan sementara kesyirikan menghapuskan pahalan amalan, sebagaimana ditegaskan oleh Allah dalam surat Az-Zumar ayat 65. Menurut penjelasan para Ulama, yang menghapuskan seluruh amalan adalah syirik besar. Sedangkan syirik kecil (riya &sum’ah) hanya menghapuskan amalan yang dicampuri syirik kecil tersebut. Dalam surah al-Baqarah ayat 264 Allah menerangkan bahwa orang yang riya dalam sedekahnya, maka pahalanya akn hilang. Allah mempermisalkannya sebagai batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadi bersih (tidak bertanah).

Semoga Allah melindungi dan menyelamatkan kita riya, baik yang kita sadari maupun yang tidak.

Polres Jepara Ngaji Bersama Kemenag Jepara

DSC_0011

DSC_0012

DSC_0018

TRIBRATANEWSJEPARA – Kamis (24/03/16) pagi, dalam menjaga serta membina rohani dan mental personil, Polres Jepara bersama dengan Kementerian Agama Kabupaten Jepara menggelar pembacaan Yasin dan Tahlil bersama di Masjid Kholilurrahman Polres Jepara. Dalam Binrohtal kali ini dihadiri sebagian anggota Polres Jepara dan Perwakilan dari Kemenag Jepara.

Pada Tausiahnya Bapak KH. Ahmad Yasin dari Kemenag Jepara menyampaikan bahwa kita sebagai umat Islam harus selalu bersyukur kepada Allah S.W.T. dikarenakan nikmat yang kita terima tidak terhitung jumlahnya. Sebagai contoh kecil adalah nikmat untuk menghirup udara secara gratis, bisa dibayangkan apabila udara yang kita hirup itu berbayar, dalam sehari kita menghirup udara berapa liter?, lalu bagaimana seminggu?, setahun dan seterusnya.

Di akhir tausiahnya Bapak KH. Ahmad Yasin menyebutkan hendaknya kita harus selalu bersyukur, dan salah satu wujud syukur adalah melaksanakan Sholat lima waktu. Jadi jangan ditunda – tunda lagi apabila Adzan panggilan Sholat sudah berkumandang segeralah melaksanakan Sholat.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil. Semoga kita semua termasuk golongan orang – orang yang bersyukur dan selalu diingatkan untuk bersyukur. Amin.