Pengamanan Natal Polsek Kembang di Rumah Ibadah Desa Cepogo

IMG-20151206-WA015Tribratanewsjepara.com – Untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi Umat Nasrani dalam kegiatan ibadah di Gereja, pada hari Sabtu tanggal 06 Desember 2015 mulai Pk 18.00 Wib, Polsek Kembang bersama petugas Pam Swakarsa melaksanakan pengamanan Natal di rumah ibadah bapak Jumari desa Cepogo Rt 01/01 Kembang.

Ibadah yang dipimpin oleh pendeta Hernia Kusmiardi tersebut dihadiri oleh kurang lebih 300 jemaat dengan mengangkat tema “Hidup Penuh Kedamaian Dari Tuhan”.

Sebelum kegiatan dilaksanakan, Brigadir Kotim dan Brigadir Aris Kristanto di pintu masuk Gereja bersama dengan Pam Swakarsa dan Pengurus Gereja melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan jemaat yang akan memasuki rumah ibadah. Selain itu pada sore harinya juga sudah dilakukan pemeriksaan/sweeping di dalam rumah ibadah untuk mengantisipasi kejadian tidak diinginkan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab.

Tim Futsal Polres Jepara, Melaju ke Perempatfinal Turnamen Futsal Bupati Cup 2015

foto 2
TIM BASETA FC
foto 1
Tim Baseta FC Junjung tinggi Suportifitas

JEPARA -Tim futsal salah satu wakil dari Polres Jepara, Baseta FC memastikan diri melaju ke perempatfinal Bupati Cup 2015 setelah pada laga 16 Besar kemarin menundukkan Tim Setda B dengan skor tipis 3-2 pada laga sebelumnya tim Baseta FC yang di Manageri Andhika Wiratama secara berturut turut menang melawan Tim Rumah Sakit Islam 2-0 dan menang 4-0 lawan Tim BPR Jepara, minggu (06/12/2015).

Pada babak penyisihan group, Baseta FC wakil Polres Jepara berhak mewakili Grup dengan raihan nilai sempurna 6 poin unggul atas RSI (3 poin) dan BPR (0 poin).

Laga antara Baseta FC melawan Tim Setda B kemarin memang berlangsung cukup keras. Terutama saat Baseta FC tertinggal gol terlebih dahulu lewat serangan cepat pada menit menit awal. Gol tersebut membuat laga berjalan dengan tensi tinggi.

Tertinggal satu gol, Tim asuhan Coach IPTU Suyitno Baseta FC di instruksikan agar lebih menekan. Akibatnya, kedua tim memperagakan permainan keras dan cepat. Tercatat delapan pelanggaran terjadi di babak pertama.

Kemudian, Baseta FC melalui serangan Counter Atack berhasil menyamakan kedudukan lewat sepakan Kapten Tim Bripka Sarmo yang gagal dihalau kiper tim Setda B di menit 18. Bahkan, tim Baseta FC mampu berbalik unggul lewat gol Brigadir Yosha 21.

Pertandingan semakin seru ketika Kiper Baseta FC Brigadir Coye bermain cukup gemilang dibawah mistar gawang Baseta FC berulang ulang kali berhasil menepis tendangan dari pemain lawan. Namun, pada menit menit akhir pertandingan, pemain Baseta FC mendapat kartu merah yang diterima Brigadir Nerry, sampai dengan berakhirnya pertandingan BASETA FC berhasil mengungguli tim Setda B dengan skor 3-2.

Tim Bharakuda;
Di pertandingan lainnya, tim Bharakuda yang merupakan wakil kedua dari Polres Jepara terhenti di babak penyisihan Group dimana memang group tersebut merupakan group Neraka yang terdiri dari tim kuat sebagian besar dihuni dari pemain ex Persijap.

Sementara itu pelatih tim Bharakuda IPTU M. Syaifudin mengatakan Siapa yang menang bukanlah yang utama, namun pertandingan futsal ini digelar agar silaturahmi yang telah terjalin dengan baik antara Polres Jepara dengan Komunitas antar instansi pemerintahan di Kab. Jepara terjalin tetap harmonis” Selain sehat dan mencari keringat, kegiatan semacam ini membuat keharmonisan terjaga.

Sementara itu disela sela tugas kedinasan pelatih Baseta FC IPTU Suyitno saat ditemui tribratanewsjepara siang ini mengatakan bahwa dalam kegiatan turnamen futsal Bupati Cup 2015 kali ini tim Baseta FC yang sebagian besar terdiri dari personil lalu lintas selain untuk menjalin tali silahturahmi dengan instansi pemerintahan juga sebagai ajang sosialisasi tentang tertib berlalu lintas.

Tatap Muka Kapolsek Keling Dengan Pendeta Dan Majelis Gereja Se-Kec. Keling

IMG-20151204-WA028Tribratanewsjepara.com – Jum’at (04/12) pagi, Kapolsek Keling AKP I Dewa Gede Mahendra mengadakan pertemuan / tatap muka dengan perwakilan majelis gereja dan Pendeta Se-Kec. Keling di aula Polsek Keling.

Pertemuan tersebut diselenggarakan dengan masksud untuk memberikan gambaran umum tentang realita keberadaan kelompok ISIS dan kelompok teroris Santoso yang dimungkinkan sudah memasuki wilayah Jawa Tengah, dengan demikian para pengurus geraja/pendeta dapat mendeteksi setiap jemaat asing yang mengikuti kegiatan ibadah di gerajanya masing-masing serta keberadaan orang-orang baru yang tinggal / berada di lingkungannya, sehingga diharapkan dapat memberikan informasi kepada kami (Polri), terang Kapolsek.

IMG-20151204-WA030

Pada pertemuan yang dihadiri oleh 21 orang pendeta dan pengurus gereja tersebut, Kapolsek meyampaikan beberapa hal diantaranya agar pada saat pelaksanaan kegiatan ibadah diharapkan pengurus geraja menempatkan tenaga pengamanan swakarsa (Pam Swakarsa) yang diperkuat oleh Polri, melakukan pengawasan terhadap jemaat yang tidak dikenal dan melakukan pemeriksaan terhadap jemaat serta barang-barang bawannya.

IMG-20151204-WA026

Polsek Kedung Bina Kebersamaan Dengan Stake Holder

IMG-20151204-WA009Tribratanewsjepara.com – Jumat (04/12) pagi, Kapolsek Kedung AKP Hendrik Irawan, SH bersama seluruh personel Polsek, mengelar olahraga bersama dengan Puskesmas kecamatan Kedung yang sebelumnya diawali Apel bersama di halaman Puskesmas Kedung.

Kapolsek menyampaikan, selain untuk menjaga kebugaran tubuh tetap prima, olahraga bersama juga merupakan salah satu sarana untuk membangun dan memelihara serta menjalin komunikasi yang harmonis dan positif sesama keluarga besar Polsek dan Puskesmas Kedung.

Bukan itu saja kegiatan lintas sektoral baik itu dengan kecamatan, Koramil dan Puskesmas akan terus kami laksankan seperti patroli bersama, latihan bersama, berkunjung bersama, sosialisasi bersama dan olahraga bersama terang Kapolsek.

Harapan kami kegiatan seperti ini bisa membina rasa kekeluargaan, solidaritas dan soliditas serta menghilangkan rasa ego sektoral dalam bekerja, tutup Kapolsek.

IMG-20151204-WA010

Bhakti Sosial Polsek Tahunan di GITJ Desa Sukodono

IMG-20151204-WA018Tribratanewsjepara.com – Jum’at (04/12) pagi Kapolsek Tahunan AKP Budi Santoso, SH mempimpin anggotanya melaksanakan kegiatan bakti sosial di GITJ desa Sukodono kecamatan Tahunan, Jepara.

Kegiatan ini dilaksanakan bersama-sama dengan para Jemaat gereja tersebut untuk membersihkan lingkungan sekitar Gereja. Ujar Kapolsek.

Kapolsek juga menerangkan kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka menjelang perayaan Natal tahun 2015 selain itu juga untuk membangun kemitraan dengan masyarakat.

IMG-20151204-WA066Selain itu dalam kesempatan tersebut Kapolsek juga menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas berkaitan dengan perkembangan situasi nasional untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan memberikan informasi kepada Polsek Tahunan secepatnya apa bila dtemukan hal-hal yang mencurigakan. tutup Kapolsek Tahunan.

Jepara, Raih Gelar Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2015

Penganugerahan Indonesia Road Safety Award (IRSA).
Penganugerahan Indonesia Road Safety Award (IRSA).
IRSA-2015-JEPARA
Bupati Jepara H. Ahmad Marzuqi, SE bersama Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin SiK, MH Menerima penganugerahan IRSA 2015 di Jakarta

JAKARTA – Keselamatan transportasi adalah impian bagi semua pengguna jalan, pemerintah pun diharapkan dapat membuat tingkat fatalitas terus menurun. Tapi diantara sekian banyak kota dan kabupaten yang ada di Indonesia, mana yang merupakan kota dan kabupaten teraman bagi pengendara di Indonesia?

Untuk mencari jawabannya PT Asuransi Adira Dinamika (Adira Insurance) menggelar kampanye ‘I Wanna Get Home Safely’ yang berbuah pada pelaksanaan Indonesia Road Safety Award (IRSA).

IRSA menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintahan hingga lembaga swadaya masyarakat untuk bersama-sama memberikan dukungan penuh kepada pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia dalam menerapkan tata kelola keselamatan jalan raya yang baik.

Kegiatan IRSA ini bukan hanya sebuah penghargaan belaka, namun juga terdapat hal penting di dalamnya yaitu evaluasi penerapan tata kelola keselamatan di jalan bagi seluruh finalis IRSA terpilih.

Hasil evaluasi tersebut meliputi program berjalan dari masing-masing kota atau kabupaten yang perlu terus ditingkatkan serta program-program prioritas ke depan.

Penilaian pemenang IRSA mengacu pada atribut lima pilar yang terdapat dalamm Rancangan Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK):
Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan
Pilar 3 Kendaraan yang berkeselamatan
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan

Evaluasi itu penting karena menurut data dari WHO, kecelakaan lalulintas merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi ketiga di dunia pada usia 5-44 tahun.
Sementara itu setelah melewati beberapa tahapan penjurian yang sangat ketat, Kabupaten Jepara akhirnya meraih Juara pada lomba Indonesia Road Safety Award (IRSA). Ini adalah ajang penghargaan bagi pemerintah kota dan kabupaten di Indonesia, dalam keselamatan berkendara yang diselenggarakan salah satu majalah terkemuka di Indonesia bekerjasama dengan Adira Insurance.

Piala dan penghargaan diserahkan Menteri Perhubungan Ignatius Jonan kepada Bupati Jepara Ahmad Marzuqi, pada Kamis (3/12/2015), di Hotel Borobudur Jakarta.

Turut mendampingi Bupati Jepara adalah Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin SIK MH, Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama, Kepala Dishubkominfo Basuki Wijayanto, dan Kabag Humas Setda Hadi Priyanto.

Dalam penghargaan kali ini, ada empat kategorisasi kota atau kabupaten dalam lomba ini. Yaitu kota dengan penduduk di atas 1 juta jiwa, kota dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa, kabupaten dengan penduduk di atas 1 juta jiwa, dan kabupaten dengan penduduk di bawah 1 juta jiwa.

”Dan Kabupaten Jepara termasuk kabupaten dengan penduduk di atas satu juta jiwa. Penjuriannya memang sangat ketat, karena meliputi lima bidang yang berbeda. Dan kita semua patut bersyukur akhirnya bisa mendapatkan anugerah ini,”

Untuk mendapatkan penghargaan IRSA, Kabupaten Jepara harus bersaing dengan 76 kabupaten atau kota di Indonesia. Menurut Adira, terdapat 61 kota dan kabupaten yang ikut serta dan 15 kota dan kabupaten yang direkomendasikan. Sehingga total ada 76 kota dan kabupaten yang ikut serta di IRSA 2015 ini.

Dari 76 peserta itu, IRSA kemudian mencari 16 finalis diantaranya yang kemudian disurvei dan diobservasi lebih lanjut untuk mencari 12 finalis,Tahapan selanjutnya terpilih empat kabupaten, yaitu Kabupaten Tasikmalaya, Klaten, Tangerang dan Jepara. Dari keempat ini keluar sebagai juara adalah Jepara.

”Ada tiga tahapan penjurian, yaitu verifikasi data, survei, lapangan, dan presentasi di hadapan panelis. Sedang 5 pilar yang dinilai adalah manajemen keselamatan jalan, jalan yang berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang berkeselamatan, serta penanganan pra dan pascakecelakaan. Alhamdulillah, dari 5 pilar tersebut Jepara keluar sebagai pemenang, sehingga ditetapkan sebagai pemenang utama,”.

Bupati: Penghargaan Ini Bukti Sinergitas Semua Pihak

IRSA 2015 2Sementara itu, Bupati Jepara H. Ahmad Marzuqi, SE bersyukur, karena meski baru pertama kali mengikuti ajang IRSA yang sudah diselenggarakan 3 tahun ini, Jepara bisa meraih penghargaan utama.

Menurut bupati, penghargaan ini merupakan bentuk sinergi antara pemerintah kabupaten, Polres Jepara, dan masyarakat. ”Saya berterima kasih karena Polres Jepara telah banyak melakukan terobosan untuk mengurangi angka kecelakaan di Jepara. Di antaranya pembuatan game Petualangan BASETA, dan kerja sama dengan pemkab melalui MoU penanganan korban kecelakaan dengan ambulans milik puskesmas se-Jepara,” terangnya.

Selain itu, perbaikan infrastruktur jalan juga dilakukan secara bersama. Termasuk membenahi fasilitas-fasilitas atau rambu-rambu jalan. Di antara yang sangat menonjol, menurut bupati, adalah pemasangan karpet merah di perempatan lalu lintas untuk pengguna roda dua.

”Game BASETA, penyiapan ambulans, dan pemasangan karpet merah merupakan terobosan-terobosan yang tidak dimiliki daerah lain di Indonesia. Mudah-mudahan penghargaan ini bisa menjadi tuas pengungkit untuk meningkatan kesadaran masyarakat, akan pentingnya kedisiplinan berlalu lintas,” kata bupati.

Menurut bupati, lima pilar keselamatan di jalan raya tetap menjadi komitmen pemkab dan polres untuk mengurangi angka kecelakaan di jalan raya, dan untuk memperkecil terjadinya korban meninggal. Hal itu akan diteruskan guna memberdayakan potensi yang dimiliki oleh puskesmas-puskemas di seluruh Jepara, dengan berpedoman pada golden periode.

Golden periode yang dimaksudkan bupati adalah penanganan 10 menit setelah kejadian kecelakaan, korban harus mendapatkan pertolongan di puskesmas terdekat. Termasuk peningkatan kualitas jalan dan perbaikan jalan dan jembata yang rusak juga terus kami upayakan.

”Bahkan, akan ada peningkatan status jalan dari jalan provinsi menjadi jalan nasional. Namun, mengingat faktor utama terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia, kami meminta agar masyarakat selalu berhati-hati dan berdisiplin di jalan raya,” kata bupati.

Senada dengan Bupati Jepara, Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin SIK MH mengatakan, penghargaan ini berkat kerja keras stakeholder di Jepara. Baik polres, Dishubkominfo, PT Jasa Raharja, maupun Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Jepara, dalam mendukung program keselamatan lalu lintas.

”Tentu hasil ini akan menjadi motivasi bagi kita semua untuk meningkatkan kinerja, dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Jepara. Sehingga tujuan berkeselamatan di jalan raya dapat dicapai,” kata kapolres Jepara kepada tribratanewsjepara.com via WA kemarin.

 

Foto bersama penerima penghargaan IRSA 2015
Foto bersama penerima penghargaan IRSA 2015

Berikut daftar kota dan kabupaten yang mendapat penghargaan IRSA 2015:

Kota dengan penduduk di atas 1 juta
Pemenang utama: Surabaya

Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan: Surabaya
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan: Surabaya
Pilar 3 Kendaraan yang berkeselamatan: Surabaya
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan: Surabaya
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan: Surabaya

Kota dengan penduduk di bawah 1 juta
Pemenang utama: Balikpapan

Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan: Balikpapan
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan: Balikpapan
Pilar 3 Kendaraan yang berkeselamatan: Balikpapan
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan: Balikpapan
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan: Balikpapan

Kabupaten dengan penduduk di atas 1 juta
Pemenang utama: Jepara

Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan: Jepara
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan: Jepara
Pilar 3 Kendaraan yang berkeselamatan: Jepara
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan: Jepara
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan: Jepara

Kabupaten dengan penduduk di bawah 1 juta
Pemenang utama: Hulu Sungai Selatan

Pilar 1 Manajemen Keselamatan Jalan: Hulu Sungai Selatan
Pilar 2 Jalan yang Berkeselamatan: Kudus
Pilar 3 Kendaraan yang berkeselamatan: Hulu Sungai Selatan
Pilar 4 Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan: Hulu Sungai Selatan
Pilar 5 Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan: Kudus

Kategori Khusus
– Kota atau kabupaten dengan inovasi terbaik dalam program tata kelola keselamatan jalan: Kabupaten Kudus
– Kota atau kabupaten dengan peningkatan indeks total keselamatan jalan terbaik: Kota Tangerang

Siapkan Personil Bantu Amankan Pilkada

DSC_0442Tribratanewsjepara.com – Sejumlah Personil Polres Jepara mengikuti Latihan Dalmas di halaman Mapolres Jepara, pagi kemarin (2/12). Tak hanya anggota Sat Sabhara, dalam latihan tersebut juga diikuti oleh personil dari gabungan staf Polres Jepara.

Berdasarkan Surat Perintah Kapolres Jepara, sebanyak 40 ( empat puluh ) personil tersebut akan dikirimkan ke Polres Demak pada tanggal 9 Desember 2015 dalam rangka mendukung kegiatan pengamanan Pilkada serentak khususnya di Kabupaten Demak.

Kapolres Jepara melalui Kasat Sabhara AKP M. Junaidi menuturkan bahwa selama rangkaian kegiatan Pilkada serentak, Polres Jepara akan menyiagakan seluruh personil sehingga lebih siap mendukung apabila dibutuhkan tambahan kekuatan.

Polres Jepara Persempit Ruang Gerak Pelaku Terorisme

IMG-20151202-WA062Tribratanewsjepara.com – Rabu (02/12) pukul 21.30 s/d 23.00 Wib di jalan Jepara – Bangsri KM 3 depan gudang Kota Jati Ds. Mulyoharjo Kota Jepara, Polres Jepara gelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dalam rangka mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak para pelaku teror termasuk masuknya paham radikalisme di wilayah Jepara.

IMG-20151202-WA060Personil Polres Jepara yang dipimpin oleh AKP Karman, SH menghentikan dan memeriksa secara ketat kendaraan yang akan masuk ke wilayah Jepara Kota. Kegiatan ini melibatkan siaga personel bila ada yang mencoba kabur untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

IMG-20151202-WA056Dalam razia tersebut sedikitnya memeriksa 40 kendaraan pribadi, 25 sepeda motor, 2 bus, 15 monil boks dan 3 truk. Hingga selesai kegiatan petugas tidak menemukan barang-barang yang menjadi sasaran seperti Sajam, Senpi, Handak dan pelaku teror.

IMG-20151202-WA059Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap hari oleh Polres Jepara beserta jajarannya dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan. Selain itu kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini merupakan bentuk Operasi Imbangan dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas sebelum, pada saat dan paska Pemilukada Serentak 2015. (AS/MAR)

Polres Jepara Amankan Pemakai Narkoba

Picturew1JEPARA– Sat Resnarkoba Polres Jepara melaksanakan penangkapan terhadap tersangka tindak pidana Narkoba di kamar kost dengan tersangka “FH”, Rabu 25 November 2015.

Berbekal informasi dari masyarakat adanya pesta narkoba, Kasat Resnarkoba AKP Supardiyono S.Pd beserta anggota segera menuju ke tempat Kost yang lokasinya berada di belakang Salon “Yanti” turut Kel.Bulu, Kec. Jepara Kota, Kab.Jepara.

Sesampainya di kamar kost, petugas kepolisian tidak menemukan adanya pesta narkoba, namun didapati seseorang yang duduk di lantai kamar dan seseorang lainnya sedang ada di kamar mandi. Setelah melakukan penggeledahan di dalam kamar kost ditemukan 2 (dua) bungkus paket narkotika golongan I jenis sabu-sabu, yang disembunyikan di lubang ventilasi dan di atas ternit kamar mandi.

Atas ditemukannya barang bukti tersebut, tersangka dibawa ke Polres Jepara untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan petugas pelaku terancam pidana penjara paling singkat 4 ( empat ) tahun dan paling lama 12 ( duabelas ) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,- ( delapan ratus juta rupiah ) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,- ( delapan milyar rupiah ) berdasarkan Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu Kasat Resnarkoba Polres Jepara AKP Supardiyono S.Pd menerangkan bahwa Polres Jepara selama periode Januari s/d November 2015 telah mengungkap sebanyak 16 kasus penyalahgunaan Narkoba dengan jumlah total 21 orang tersangka dan barang bukti total 3,3411gram, tuturnya.

Latihan Bersama, Penanganan Laka Lantas Terpadu Guna Mencapai “Golden Periode” Sebagai Upaya Mencegah Fatalitas Korban Laka Lantas di Wilayah Kab. Jepara

foto 2(3) foto 3(3)Image-1Image-1(2)JEPARA – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jepara belum genap setahun dari data yang diperoleh dari Unit Laka Sat Lantas Polres Jepara meningkat dari tahun 2014 lalu. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama. Menurut dia, laka lantas terjadi karena beberapa faktor, termasuk human error maupun infrastruktur yang tidak memadai.

“Dari data yang ada, sejak 1 Januari sampai 1 Desember 2015, sudah ada 291 kejadian lakalantas. Dengan korban meninggal dunia 92 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 317 orang. Selain itu, kerugian materiil mencapai Rp 300 jutaan,” ujar Andhika kepada Tribratanewsjepara.com, Selasa (1/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika dibanding tahun 2014 lalu cukup meningkat. Sebab, di tahun 2014 lalu ada 240 kejadian dengan korban meninggal dunia 78 orang dan kerugian materiil sekitar Rp 186 jutaan. Dari data tersebut,nampak jelas bahwa laka lantas di tahun 2015 ini meningkat meski baru memasuki bulan Desember.

“Melalui berbagai kegiatan termasuk simulasi penanganan lakalantas, diharapkan peran semua pihak terutama Satlantas Polres Jepara, polsek dan Puskesmas dapat selalu kompak memanfaatkan GOLDEN PERIODE atau Periode Emas dalam penanganan kecelakaan lalu lintas adalah waktu terbaik dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas yaitu selama 10 menit pertama sejak terjadi kecelakaan lalu lintas. Sehingga apabila korban mendapatkan pertolongan dengan baik dalam waktu kurang dari 10 menit sejak terjadinya kecelakaan maka peluang untuk tidak terjadi fatalitas atau dapat terselamatkan menjadi lebih besar namun sebaliknya, jika korban baru mendapatkan pertolongan diatas dari 10 menit maka peluang untuk terjadi fatalitas atau tidak terselamatkan menjadi lebih besar.,” ungkapnya.

Sementara itu kegiatan simulasi dilaksanakan di kawasan Pasar Ngabul Baru, Tahunan, Jepara, pada Selasa (1/12/2015). Satu korban tewas dan satu terluka parah hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara.

Peristiwa bermula, ketika korban diketahui mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan kemudian menyalip kendaraan didepannya, namun dari arah berlawanan ada mobil yang melintas hingga korban terserempet dan terjatuh.

Setelah terjatuh, salah seorang saksi menghubungi Polsek Tahunan. Kemudian, anggota Poslek Tahunan menuju ke tempat kejadian perkara. Selain itu, mereka berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk meminta bantuan, karena diketahui korban ada yang meninggal dan terluka parah. Tak berselang lama, dari Puskesmas Tahunan langsung datang ke lokasi menggunakan mobil ambulan. Tak hanya itu, petugas dari unit Lakalantas Polres Jepara juga mendatangi lokasi lengkap dengan mobil yang digunakan untuk mengevakuasi.

Tak berselang lama petugas dari PT Jasa Raharja mendatangi lokasi untuk mengecek kejadian laka lantas. Korban yang terluka parah telah dirujuk ke RSUD RA Kartini dan berhasil diselamatkan. Sementara korban tewas di lokasi langsung di bawa ke rumah duka.

Namun peristiwa ini hanyalah rentetan simulasi penanganan Laka lantas Terpadu. foto 2(4) foto 3(4)Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin dalam Sambutannya mengatakan, simulasi tersebut digelar dengan tujuan Mencegah fatalitas korban dengan percepatan penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas dengan memanfaatkan ambulance beserta tenaga medis dari puskesmas tiap kecamatan serta peran Polsek; Mempermudah dan mempercepat proses penyidikan/ mengungkap penyebab kecelakaan, untuk kepastian hukum dalam proses penyelesaian perkara; Memperlancar proses pelayanan hak korban atau ahli waris yang benar-benar berhak atas santunan kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara; Serta adanya suatu wadah koordinasi yang mengintegrasikan mekanisme pelaksanaan fungsi teknis instansi pemerintah yang mempunyai kepentingan yang saling berkaitan dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara; Kemudian meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah atas kepastian, keadilan, dan kemanfaatan penerapan hukum dan sebagai sarana pemerintah dalam mewujudkan tanggung jawab serta perlindungan bagi warga negaranya; Serta agar korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara segera mendapat pertolongan/ perawatan dan dibebaskan dari urusan pembayaran biaya rawatan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan jumlah sesuai dengan ketentuan yang berlaku..

“Seperti data yang ada, kasus kecelakaan lalu lintas di Jepara masih cukup tinggi, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Harapannya dengan simulasi ini dapat meningkatkan kualitas penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara melalui pengintegrasian kegiatan yang bersifat teknis antara fungsi-fungsi pemerintahan yang mempunyai kepentingan yang saling berkaitan dan saling membutuhkan yaitu melalui pemanfaatan ambulance puskesmas beserta tenaga medisnya serta peran Polsek sebagai percepatan mendatangi TKP serta penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas guna mencapai GOLDEN PERIODE sebagai upaya untuk mencegah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas oleh karena itu diharapkan terjadi sinkronisasi tindakan dan terwujudnya efisiensi dan efektivitas kinerja secara sinergistik antar fungsi-fungsi pemerintah yang terkait.