Bhabinkamtibmas Polsek Mayong Terapkan Door To Door System

IMG-20160804-WA0234
Brigadir Arif sedang DDS ke warga desa Sengon Bugel 3/3

Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas (Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) Polsek Mayong Brigadir Arif melaksanakan kegiatan rutin berupa kegiatan DDS (Door To Door System) di Desa Sengon Bugel Kecamatan Mayong, Kamis (04-08-2016) malam. Kegiatan Door To Door System sendiri merupakan kegiatan sambang yang dilakukan oleh Bhabinkamtibmas dari satu rumah ke rumah yang lain dan hal ini dilakukan secara rutin setiap hari.

Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Jepara AKP Hadi Suprastowo saat diwawancarai melalui telepon selulernya menjelaskan selain berupa kegiatan sambang dan silaturahmi, kegiatan DDS juga merupakan salah satu wujud keaktifan Bhabinkamtibmas dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di desa binaannya. Lewat kegiatan ini, Bhabinkamtibmas menyampaikan pesan-pesan Kamtibmas agar masyarakat turut serta dalam menjaga situasi Kamtibmas yang telah kondusif. DDS juga bertujuan untuk menyerap informasi yang ada di masyarakat sehingga bila ada permasalahan sekecil apapun dapat segera untuk di cari jalan keluarnya sehingga tidak menjadi besar.

“DDS merupakan kewajiban yang harus dilaksanakan oleh para Bhabinkamtibmas demi terpeliharanya keamanan dan ketertiban masyarakat dan dapat merangkul semua elemen masyarakat agar dapat bersama-sama dengan Kepolisian untuk mencegah dan tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum sehingga keamanan dan ketertiban masyarakat dapat tetap kondusif,” tuturnya, Jum’at (05-08-2016). (AS)

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kriminalitas, Polsek Mayong Gelar Razia Gabungan

IMG-20160805-WA0008 IMG-20160805-WA0007Tribratanewsjepara.com – Belasan personil gabungan Polsek rayon selatan (Polsek Pecangaan, Nalumsari, Kalinyamatan, Welahan dan Mayong) melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan di jalan raya Mayong-Pancur turut Desa Datar, Kamis (04-08-2016) malam. Razia gabungan Polsek Rayon selatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan dengan sasaran balapa liar, Handak, Sajam Miras, Narkoba, dan barang berbahaya lainnya bertujuan untuk meminimalisir ruang gerak para pelaku kejahatan.

Kapolsek Mayong AKP Sutono SH menjelaskan kegiatan rayonisasi kali ini dilaksanakan di jalan raya Mayong-Pancur tepatnya di jalan umum Desa Datar, petugas menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor yang melintas.

Selama pelaksanaan kegiatan razia kali ini, kami tidak menemukan barang-barang berbahaya seperti Handak, Sajam, Senpi, Narkoba, Miras. Selama kegiatan tidak ditemukan adanya kegiatan balap liar maupun anak-anak muda yang sedang nongkrong dan pesta miras, arus lalin sepi.

“Dengan adanya kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini diharapkan bisa mengurangi atau mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang akan melancarkan aksinya utamanya di wilayah hukum Polres Jepara,” tuturnya. (AS)

Minimalisir Ganguan Kamtibmas, Polsek Mayong Gelar Blue Light Patrol

IMG-20160805-WA0006 IMG-20160805-WA0004 IMG-20160805-WA0005Tribratanewsjepara.com – Dua Personil Piket Jaga Polsek Mayong melaksanakan blue light patrol di wilayah hukum Polsek Mayong pada hari Kamis (04-08-2016) malam. Patroli yang menggunakan mobil Police Backbone menyasar pada lokasi obyek vital dan pemukiman warga pada jam-jam rawan gangguan Kamtibmas.

Kapolsek Mayong menjelaskan kegiatan patroli rutin dilaksanakan Polsek Mayong setiap hari baik siang maupun malam hari sesuai dengan jadwal dan rute yang telah ditentukan. Dengan kehadiran polisi ditengah-tengah masyarakat diharapkan masyarakat merasa aman dan tentunya bisa menekan gangguan Kamtibmas maupun tindak terorisme.

“Anggota Patroli sudah saya arahkan untuk berhenti bila ada kerumunan warga yang sedang nongkrong di pinggir jalan dan juga untuk singgah di pos Kamling yang dilewati pada jalur patroli. Berhenti dan berikan himbauan Kamtibmas kepada mereka untuk turut serta dalam menjaga Kamtibmas yang kondusif di wilayah Kecamatan Mayong, warga yang sedang jaga di Pos Kamling juga jangan lupa diberikan pembinaan Kamtibmas,” tuturnya. (AS)

Forkopinda Jepara Mediasi Permasalahan Kompensasi Dan Ganti Rugi Tanaman Dibawah Jalur SUTT 150 Kv

IMG-20160804-WA0202 IMG-20160804-WA0182 IMG-20160804-WA0183Tribratanewsjepara.com – Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Jepara menggelar mediasi permasalahan kompensasi dan ganti rugi tanaman dibawah jalur SUTT 150 KV PLTU Tanjung Jati-GI Sayung di Kabupaten Jepara di Balai Desa Jenggotan Kecamatan Kembang, Kamis (04-08-2016) siang. Kegiatan mediasi sekaligus koordinasi antara Pemda Kabupaten Jepara, PLN dan warga Desa Tubanan, Kancilan, Kaliaman yang berada dibawah jaringan SUTT 150 Kv.

Kepala Bagian Operasi polres Jepara Kompol Slamet Riyadi SS MH (mewakili Kapolres Jepara) menerangkan kegiatan ini selain Forkopinda atau yang mewakili juga di hadiri oleh Muspika Kecamatan Kembang, PLN Jateng UIP 7, Tim Jaksa pengacara negara dari Kejati Jateng, Petinggi dan Perangkat Desa Tubanan, Kancilan, Kaliaman, Korlap dan perwakilan warga korban SUTT sekitar 10 orang. Kegiatan dibuka oleh Camat Kembang sekaligus sebagai mediator dalam acara tersebut. (AS)

Kapolres Jepara Bagikan Rompi Pengaman Kepada Security

IMG-20160804-WA0199 IMG-20160804-WA0194 IMG-20160804-WA0196 IMG-20160804-WA0197Tribratanewsjepara.com -Kepala Kepolisian Resor Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH beberapa minggu terakhir melaksanakan pengawasan dan pengendalain terhadap anggota Polres Jepara yang melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di wilayah Jepara Kota. Selain melaksanakan Wasdal, Kapolres Jepara juga melaksanakan pemantauan terhadap security yang melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di depan kantor atau sekolahan.

Dari Hasil pemantauan tersebut Kapolres Jepara melihat banyak petugas security yang tidak menggunakan rompi pengaman. Atas dasar tersebut, Kamis (04-08-2016), AKBP M Samsu Arifin SIK MH dengan berpatroli sepeda membagikan rompi pengaman kepada para security yang ikut membantu penyeberangan para pelajar dan karyawan atau masyarakat di depan sekolah maupun di depan perkantoran yang ada di wilayah Kota Jepara. Diharapkan dengan pembagian rompi ini dapat meningkatkan keamanan security karena mudah terlihat oleh pengguna jalan, sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keamanan diri para security. (AS/YAW)

Ini Sosmed Privasiku! Kenapa Negara Ikut Campur?

Tribratanewsjepara.com – Negara mengatur penggunaan sosial media agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Aturan ini dibuat untuk melindungi pengguna sosmed dari kejahatan orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini memberi pesan, bijaklah dalam menggunakan sosmed.

Sayangnya, bagi sebagian besar pengguna sosmed merasa risih. Jengkel pasti terjadi ketika dibenturkan dengan pembatasan penggunaan sosial media. Kemudian bagi yang tidak bijak, pengguna sosmed diancam hukuman, oleh UU ITE maupun SE Kapolri tentang hate speech.

Sebaliknya, pengguna sosial media menganggap jika sosial media yang kita punya adalah hak privasi kita sendiri. Ibaratnya akun sosial media itu adalah rumah kita, dan kita bebas melakukan apapun di rumah kita itu.

Pada batas yang paling kongkrit, pengguna medsos perlu memahami segala kebebasan yang kita miliki, mempunyai batas dengan adanya kebebasan orang lain. Bahkan hak azasi yang kita miliki juga akan terbentur dengan hak azasi orang lain. Dimana saat memanfaatkan hak azasi, kita juga harus memperhatikan hak azasi orang lain di sekitar.

Pemanfaatan hak azasi juga perlu toleransi dengan hak orang lain. Sebagai contoh adalah saat kita berada di dalam rumah dan ingin mendengarkan musik dengan keras. Kita harus memperhatikan waktunya. Apakah pada saat tengah malam dikala orang lain sedang lelap tidur? Jika masih nekat melakukannya, pasti Pak RT akan datang dan memperingatkan kita.

Kasus di atas, Sama halnya dengan gambaran saat kita bermain sosial media. Adakah user lain yang terganggu dengan status kita? Itu yang perlu kita pikirkan. Hal ini terutama berkaitan dengan kodrat manusia yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Setiap orang pasti akan saling bergantung dan berhubungan dengan orang lain.

Sejauh ini semua akan baik-baik saja. Tapi mengapa negara malah mengatur Sosmedku? Pertanyaan itu dengan gusar terlontar. Sebagai pengguna medsos yang bijak, aku menjawabnya sendiri. Pada dasarnya, di mana pun kita berada setiap perilaku manusia di kehidupan terikat dengan norma-norma yang ada pada masyarakat. Salah satunya adalah norma hukum yang diatur oleh negara. Bahkan hak yang paling azasi sekalipun juga diatur oleh negara. Kebebasan beragama juga diatur dalam Pasal 29 batang tubuh UUD 1945.

Hal ini menegaskan bahwa setiap perilaku kita (bahkan membuat status di sosmed) juga memiliki konsekuensi hukum. Contoh membuat status “Lagi di Masjid Nich”. Konsekuensinya adalah orang lain tahu keberadaan kita. Dalam hal ini termasuk sahabat, rekan dan bahkan penjahat maupun musuh kita (jika punya).

Konsekuensinya akan bertambah jika menambahkan unsur SARA. “Lagi di Masjid yang kemarin dirusak orang Nich”. Selain akan menimbulkan rasa penasaran terhadap orang yang membaca, bisa jadi tulisan ini juga menimbulkan kontroversi yang kemungkinannya bisa menimbulkan isu maupun kabar yang bisa menimbulkan permasalahan. Dan jika itu terjadi, bukan tidak mungkin negara (dalam hal ini dilaksanakan oleh Polisi) akan menghadiahi kita dengan pasal ITE dan hate speech. Atau yang paling ringan dengan pasal pencemaran nama baik (Pasal 310 KUHP) maupun perbuatan tidak menyenangkan (335 KUHP).

Untuk itulah kenapa kita harus bijak memanfaatkan sosial media agar tidak ada orang lain yang tersinggung maupun mempermasalahkan tulisan kita. Seperti pepatah “Sosmedmu Harimaumu”. Bijaklah dan senantiasa berpikir dua kali sebelum membuat status.

Ada beberapa saran yang dapat digunakan untuk pertimbangan penggunaan sosial media.
1. Atur privasimu. Dalam setiap akun sosial media, terdapat pengaturan untuk menyetel siapa saja yang dapat melihat tulisan kita. Pastikan terkunci dan hanya orang yang sudah berteman maupun yang mengikuti kita saja yang bisa melihat tulisan kita.
2. Lebih hati-hati dalam menerima pertemanan maupun pengikut. Pastikan kita benar-benar mengenal orang yang menambahkan kita sebagai temannya.
3. Jangan mudah terpancing untuk share maupun meneruskan berita yang tidak kita ketahui kebenarannya secara akurat. Di sosial media, terkadang banyak yang memberikan “broadcast message” untuk kemudian meminta kita meneruskan lagi. Jangan mudah percaya. Pastikan dulu kebenarannya. Karena tidak menutup kemungkinan, berita itu hanya merupakan hoax (berita bohong) semata untuk meningkatkan rating sebuah situs.
4. Jangan mudah terpancing dengan apa yang orang lain tuliskan. Alangkah lebih baik jika kita benar-benar menyaring apa yang kita baca. Pelajari dan pastikan kebenarannya. INGAT !!! tidak semua berita yang ada di sosial media dipastikan kebenarannya. Ada yang berupa isu atau bahkan fitnah untuk menjatuhkan seseorang.
5. Jangan pernah memposting foto atau gambar yang bersifat pribadi (atau fulgar). Karena kita tidak bisa mengetahui siapa saja yang kemudian mengambil foto tersebut dan menyimpannya. Bisa jadi pula akan dimanfaatkan untuk menyerang kita dikemudian hari.
6. Poin pentingnya, bijaksanalah sebelum menuliskan sesuatu. Pikirkanlah berulang kali sebelum menulis. Hati-hati. Karena sosial media bisa menjadi piasu bermata dua yang juga dapat melukai diri kita sendiri.

Penulis : Nanang Wonosobo

Bhabinkamtibmas Polsek Kalinyamatan Berkicau Di MTs Al Hikmah Pendosawalan

IMG-20160804-WA0142 IMG-20160804-WA0143Tribratanewsjepara.com – Kanit Binmas Polsek Kalinyamatan Bripka Sutejo bersama Bhabinkamtibmas Brigadir Jaka Priyana berkicau memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar MTs Al Hikmah Desa Pendosawalan Kecamatan kalinyamatan, Kamis (04-08-2016) pagi. Bhabinkamtibmas memberikan penyuluhan tentang kenakalan remaja dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba kepada siswa siswi MTs Al Hikmah Desa Pendosawalan.

Puncak Peringatan Hari Anak & Keluarga Nasional “Keluarga Berkarakter, Indonesia Jaya Akhiri Kekerasan Terhadap Anak“

IMG-20160804-WA0098
AKP Sutikno memberikan hadiah kepada anak-anak

IMG-20160804-WA0095Tribratanewsjepara.com – Perwira Urusan Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Jepara AKP Sutikno mewakili Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke XXXII dan Hari Keluraga Nasional ke XXIII di Kabupaten Jepara Tahun 2016, di Gedung Wanita Jepara, Rabu (03-08-2016) pagi. Peringatan Hari Anak dan keluar Nasional tahun ini dengan tema Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional Merupakan Momentum Upaya Membentuk Karakter Bangsa, Mewujudkan Indonesia Sejahtera “Keluarga Berkarakter, Indonesia Jaya Akhiri Kekerasan Terhadap Anak”.

Paur Humas AKP Sutikno menjelaskan kegiatan peringatan hari anak dan keluarga nasional ini di hadiri oleh Bupati Jepara KH A Marzuki SE, Kasubdit Bidang perlindungan anak Kabupaten Jepara Muji Susanto, Wakil ketua pengadilan Agama Kabupaten Jepara, Kepala BP2KB Kabupaten Jepara, Kepala SKPD Kabupaten Jepara, Ketua Organisasi Wanita se Kabupaten Jepara dan Forum Anak.

“Sebagai orang tua kita harus jaga anak yang dianugerahkan kepada kita, beri pendidikan, beri ilmu yang nantinya untuk masa depan dan sebagai penerus bangsa. Dengan hari anak nasional jadi momentum kita untuk melindungi anak dari kekerasan, sebagai orang tua wajib mendidik, memberitahu anak dengan cara yang halus jangan disamakan dengan orang yang sudah dewasa. Keluarga adalah organisasi yang sangat kecil, seperti organisasi dalam pemerintahan, dari tingkat kecil sampai kabupaten, serta ada kepala keluarga dimana saling menghargai satu sama lain (Suami/isteri dan anak). Keluarga yang terbina akan menjadi keluarga yang baik dan sejahtera punya pendidikan baik Ahlak baik. Mari kita akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, semoga anak anak punya masa depan sebagai penerus bangsa, serta menjadi kebahagiaan orang tua dan keluarga,” ucap AKP Sutikno menirukan sambutan Bupati Jepara Ahmad Marzuki SE. (AS)

Waka Polres Jepara Hadiri Panen Raya Padi Di Ujungpandan Welahan

IMG-20160804-WA0166 IMG-20160804-WA0133Tribratanewsjepara.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor Jepara Kompol Juara Sialalahi SIK MH menghadiri acara Panen Raya Padi oleh Danrem 073 Makutarama di Desa Ujungpandan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Kamis (04-08-2016) pagi. Panen Raya dihadiri oleh segenap kelompok tani di wilayah kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.

Dalam acara panen raya tersebut, Waka Polres Jepara bersama dengan Brigjend TNI Sudarto ( Pusterad, Buser Padi Wilayah Jateng ), Danrem 073 Makutarama Kolonel Yosep Robert Giri, Wakil Bupati Jepara dan Dandim 0719 Jepara melakukan panen padi secara simbolis. Selain itu panen raya juga dihadiri jajaran Musoika Welahan, Petinggi dan segenap perangkat Desa Ujungpandan. (AS)

Antisipasi Tindak kejahatan Sat Reskrim Galakkan Kring Serse

IMG-20160803-WA0134
Anggota Reskrim Melaksanakan Apel konsolidadi di Pujasera Ngabul

IMG-20160804-WA0001 IMG-20160804-WA0012 Tribratanewsjepara.com – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jepara melakukan langkah antisipasif dengan cara meningkatkan kegiatan ‘Kring Serse’ dalam rangka mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jepara AKP Suwasana MH menggalakkan kembali Kring Serse di daerah rawan kriminalitas.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana MH menerangkan ini sebagai bentuk revitalisasi kepada jajaran reserse kriminal (Reskrim) yang selama ini masih harus lebih sigap dalam menangani kasus kriminalitas. Karena Kring Serse sudah ada sejak 1970-an, tapi akan direvitalisasi tahun ini agar berjalan lebih efektif.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana membagi habis anggotanya untuk melaksanakan kring serse di tujuh belas titik rawan Kamtibmas yang ada di wilayah Jepara, Rabu (03-08-2016) malam. Hal ini juga sebagai bentuk implementasi program ‘Quick Wins’ Polri yang ke-3, yaitu penanggulangan dan pemberantasan premanisme, dan tindak kejahatan lainnya. (AS)