Arsip Kategori: SPKT

Ijin Bermain Bersama Temannya, Seorang Pelajar Dilaporkan Hilang.

 Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Seorang Pelajar bernama Alfiana Rizkal Mahramdwi Rosid (15) warga Kel. Demaan Rt 01/03 Kec. Jepara Kab. Jepara, dilaporkan oleh keluarganya, telah meninggalkan rumah sejak hari Sabtu (29/04/2017).

Bermula saat sekitar pukul 19.00 Wib Sdri. Alfiana ijin kepada pelapor  (orangtua Alfiana) untuk keluar bermain bersama Sdri Kintan.

Ditunggu hingga larut malam tak kunjung pulang, pelapor tidak lain adalah orangtua Alfiana bernama Muh Rosid Mulyadi (43) melakukan upaya pencarian namun sampai dengan saat ini (Jumat, 03/05/18) belum diketahui keberadaannya.

Menurut keterangan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. melalui Kanit SPKT Aiptu Purnomo, ciri-ciri orang yang dilaporkan hilang tersebut adalah saat keluar rumah mengenakan kaos lengan  panjang warna biru tua, celana jeans warna biru dan menggunakan jilbab warna biru.

Kepada warga masyarakat apabila menjumpai atau menemukan orang tersebut diatas, segera menghubungi Kantor SPKT Polres Jepara  nomor (0291) 592110 / 081225333036  atau dapat juga melaporkan ke Kantor Kepolisian terdekat.

(Humas Polres Jepara)

MEKANISME PENERIMAAN LAPORAN POLISI DAN PERSYARATAN LAPORAN SURAT KETERANGAN TANDA LAPORAN KEHILANGAN (SKTLK)

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)

SPKT bertugas memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan, pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian, bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

SPKT dapat melayani :
• Laporan Polisi ( LP )
• Surat Tanda Terima Laporan Polisi ( STTPLP )
• Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan ( SP2HP )
• Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan ( SKTLK )
• Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK )
• Surat Tanda Terima Pemberitahuan ( STTP )
• Surat Keterangan Lapor Diri ( SKLD )
• Surat Ijin Keramaian
• Surat Rekomendasi Ijin Usaha Jasa Pengamatan
• Surat Ijin Mengemudi ( SIM )
• Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( STNK )

Fungsi SPKT lainnya :

  • Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan, anatara laian penanganan tempat kejadian perkara ( TKP ) meliputi tindakan pertama di TKP ( TPTKP ) dan pengolahan TKP, turjawali (pengaturan jalan dan pengawalan lalu-lintas), dan pengamanan;
  • Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet ( jejaring sosial ), dan surat;
  • Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk memudahkan masyarakat memahami proses/mekanisme “Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu”, silahkan lihat dalam gambar berikut.

SATUAN LALU LINTAS POLRES JEPARA GELAR FGD DENGAN AKADEMISI DAN FORUM PEMERHATI LALU LINTAS

UNDANG – UNDANG NO. 22 TAHUN 2009
TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
TAK PERLU DI REVISI

 

Kasat Lantas Polres Jepara bersama Wakil 3 Dekan UNISNU Jepara

JEPARA –Reaksi akan adanya revisi terhadap undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang meminta agar sepeda motor masuk sebagai transportasi umum mulai muncul di masyarakat, hal ini turut mendapat sorotan dari wakil 3 dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam NU Jepara (UNISNU) Ariyanto,S.T.,M.T.,I.A.I.

Kita tau bahwa masyarakat kini dimudahkan dalam angkutan berbasis online. Seperti grab car, go car sudah menjadi salah satu primadona bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak pendek maupun jarak jauh. Harga yang lebih murah dan kemudahan dalam penggunaan konsumen sangatlah efektif pada kalangan masyarat. Keberadaan angkutan online menjadi favorite masyarakat yang mempunyai dampak positif bagi keseharian mereka.

Yang menjadikan persoalan saat ini yaitu saat keberadaan angkutan on line khususnya yang menggunakan kendaraan R2 belum terakomodir dalam UU 22 tahun 2009, apalagi menggunakan IT sebagai basis pelayanannya, “Kami merasa bahwa regulasi tentang peraturan yang sudah ada saat ini dirasa sudah sejalan dengan perubahan dan perkembangan akan transportasi, karena aturan yang ada baik UU No. 22 tahun 2009 maupun Permen nomor 108 tahun 2017 yang bekaitan dengan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan serta penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek sudah ada dalam perspektif undang – undang sehingga tidak diperlukan adanya perubahan atau revisi terhadap undang – undang lalu lintas , mengingat hakikat dan cita – cita dari penyusunan UU 22/2009, adalah Keamanan, Ketertiban, Kelancaran Dan Keselamatan,” kata Ariyanto yang termasuk salah satu Akademisi Kab. Jepara yang termasuk dalam pemerhati lalu lintas Kab. Jepara.

Menurutnya jika tetap akan dilaksanakan revisi bisa menimbulkan kerisauan serta dikhawatirkan dan akan menimbulkan permasalahan baru, karena pada hakikatnya keberadaan sepeda motor hanya digunakan sebagai alat transportasi manusia dan perorangan, bukan angkutan barang apalagi angkutan umum. Pertimbangan lain, selain keamanan dan keselamatan, adalah terkait dengan daya angkut yang tebatas, bayangkan, ketika angkutan R2 dilegalkan, dipastikan peningkatan volume kendaraan dijalan akan meningkat pesat, tentu ini berpengaruh terhadap kelancaran, ketertiban dan keteraturan lalu lintas di jalan, sejauh ini berbagai upaya serta inovasi yang bersifat prefentif dan preemtif yang dilaksanakan oleh Kepolisian khususnya Lalu Lintas sudah mampu meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas namun apabila angkutan on line sepeda motor dilegalkan dipastikan kejadian Laka Lantas akan meningkat karena keberadaan sepeda motor melebihi kapasitas jalan.

Sesungguhnya solusi dari permasalahan ini adalah dengan segera cara menyiapkan dan membangun moda transportasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagaimana cita-cita atau amanat undang-undang 22 th 2009 sehingga tidak perlu dilakukan adanya revisi namun yang dibutuhkan peraturan dalam bentuk Peraturan Menteri, Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden.

Dalam hal untuk memperoleh masukan berkaitan dengan adanya revisi UU lalu lintas, Satlantas Polres Jepara bersama dengan Akademisi dan pemerhati lalu lintas di Kab. Jepara berdiskusi untuk membahas permasalahan dan penanganan berkembangnya angkutan on line di wilayah Kab. Jepara, besar harapan kami dengan adanya FGD ini permasalahan yang ada dimasyarakat dapat di petakan sehingga akan diperoleh solusi pemecahan masalah yang terbaik, ungkap Kasat Lantas .

Dari seluruh pembahasan yang diberikan oleh narasumber dan peserta diskusi memperoleh hasil bahwa dari analisa permasalahan berkaitan dengan angkutan on line R2 khususnya yang ada di wilayah Kab. Jepara tidak memerlukan akan adanya revisi atas undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan karena adanya UU dan Permen dirasa masih relevan untuk mengatasi permasalahan transportasi on line yang berkembang saat ini.

Nilai Lebih dari Seorang Polwan dan Binmas.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dalam rangka peningkatan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kab. Jepara. PLN terus lakukan proyek pemasangan jaringan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) di wilayah Kab. Jepara.
 
Dan sebagai pihak keamanan, Polres Jepara mengajak TNI dan Satpol PP ikut dilibatkan dalam pelaksanaan pemasangan jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) di wilayah Kab. Jepara tersebut.

Pengamanan yang dilakukan, ada kalanya berjalan dengan lancar dan aman, juga ada kalanya masyarakat yang terkena jalur yang telah menerima ganti rugi masih belum puas dengan apa yang diterima, seperti yang terjadi pada Kamis (25/01/18) siang kemarin.

Di lokasi hutan Ds. Kaliaman Kec. Kembang Kab. Jepara dilakukan pemasangan jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Namun saat pelaksanaan kegiatan,Mbah Marsinah bersama anaknya bersikukuh untuk menuntut PLN untuk meminta tambahan ganti rugi atas pohon miliknya yang telah diganti oleh PLN.

Dengan adanya kejadian tersebut, negosiator Polres Jepara Aiptu Rofikoh dan Anggota Sat Binmas Polres Jepara melakukan perannya untuk memberikan mendinginkan amarah dan penjelasan dari Mbah Marsinah dan anaknya.

“Alhamdulillah atas kerja sama semua pihak, kami berhasil mendinginkan amarah dari Mbah Marinah dan anaknya, sehingga tahapan dari pemasangan jalur SUTT berlangsung dengan aman dan lancar” Aiptu Rofikoh.

(Humas Polres Jepara)

 

Polwan Polres Jepara Siap Berikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Tribratanews.jateng.polri.co.id, Nuansa baru tercipta saat Kepolisian Resor Jepara menempatkan sejumlah Anggota Polisi wanita (Polwan) di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Jepara.

 

Saat memasuki ruang SPKT Mapolres Jepara terlihat dua Polwan cantik dan murah senyum menyambut Tribrata News Jepara, dimana saat itu (Kamis, 18/01/2018) yang sedang melaksanakan yaitu Bripda Cahyania Herbintarum dan Bripda Geanidya Cahya.

 

Dengan adanya sosok Polwan di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolres Jepara tersebut diharapkan mampu merubah maindset dari masyarakat awam yang sungkan masuk ke Kantor Polisi karena yang dahulunya disambut dengan sosok Polisi laki – laki, sekarang digantikan dengan Polisi Wanita.

Selain murah senyum dan humanis terhadap para pelapor, Polwan yang melaksanakan piket juga terlihat sangat ramah. Sehingga membuat warga yang membutuhkan pelayanan tidak lagi merasa ketakutan berhadapan dengan polisi, bahkan sangat nyaman. Hal ini terlihat ketika Bripda Geanidya sedang melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang saat itu melaporkan kehilangan Buku Tabungan Bank BRI.

 

Menurut Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. menjelaskan bahwa setiap hari kita akan menempatkan Polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian di Ruang SPKT Mapolres Jepara dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kepolisian.

 

“Dengan motto pelayanan secara humanis, selektif dan waspada, diharapkan dapat menjadi nuansa baru di Mapolres Jepara khususnya di Ruang SPKT sehingga dapat menghilangkan rasa takut warga terhadap sosok Polisi,” ujar Kapolres Jepara.

 

(Humas Polres Jepara)

Berikan Pelayanan Terbaik, Polres Jepara Tempatkan Polwan di Ruang SPKT

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta menghilangkan rasa takut dan antipati warga terhadap pihak kepolisian, Polres Jepara berinisiatif menempatkan sejumlah anggota Polisi wanita (Polwan) diruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Tak hanya itu, penempatan polwan yang memberikan pelayanan di ruang SPKT ternyata memiliki nuansa baru.

Selain murah senyum dan humanis terhadap para pelapor, juga sangat ramah. Sehingga membuat warga yang membutuhkan pelayanan tidak lagi merasa ketakutan berhadapan dengan polisi, bahkan sangat senang. Menurut Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K menjelaskan, bahwa setiap hari akan menempatkan para polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian untuk memberikan pelayanan optimal di ruang SPKT. Tujuannya agar masyarakat yang datang untuk melapor dan pengaduan, bahkan yang membutuhkan informasi tidak lagi mempunyai perasaan takut atau sungkan untuk datang ke kantor Polisi. “Setiap hari, kami akan menempatkan polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian di ruang SPKT. Tujuannya, untuk memberikan rasa nyaman kepada warga yang mau melapor. Sebab seperti diketahui, polwan-polwan di Polres Jepara itu ramah-ramah dan murah senyum. Jadi bisa menghilangkan rasa takut warga pada polisi,” katanya.

Sementara itu, Mariska Herdianti (25), salah satu warga asal Kel. Potroyudan, Kecamatan Jepara mengatakan, bahwa pelayanan para polwan di ruang SPKT bisa diandalkan, selain humanis dan ramah, pelayanan yang diberikan terhadap para pelapor sangat cepat. “Pelayanan yang diberikan oleh polisi sudah lebih baik, apalagi polwannya sangat ramah hingga kami sudah tidak takut dan sungkan lagi untuk melapor. Pelayanannya juga cepat,”ujar Mariska, usai mengurus surat kehilangan di Mapolres, Selasa (16/01/18).

(HumasPolresJepara)

Quick Response SPKT Polres Jepara, Cepat Tangani Laporan Laka-Lantas

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kanit SPKT Polres Jepara bersama Anggota Sabhara, mendatangi dan mengevakuasi kecelakaan Lalu-Lintas di Jalan Rukmini Jepara, Ds Mulyoharjo Kec. Jepara Kab. Jepara Minggu (14/01/18) Pukul 13.30 Wib

KA SPKT Polres Jepara Ipda Sri Retno Biyanti, S.H. melalui Kanit SPKT II Aiptu Eko Setyo Budi mengatakan, pihaknya menindak lanjuti laporan dari warga masyarakat pengguna jalan raya yang melaporkan tentang adanya kecelakaan lalu lintas di Jalan Rukmini Jepara, tepatnya dijalan sekitar rumah Sdr. Yateno, Ds. Mulyoharjo Kec. Jepara Kab. Jepara.

“Kurang lebih pukul 13.30 Wib petugas jaga mendapat laporan memalui via telpon adanya kecelakaan lalu lintas. Setelah petugas mendatangi TKP benar adanya telah terjadi kecelakaan tunggal ,KBM Truck Tronton No.Pol H 1899 CE , dan setibanya di TKP terlihat kendaraan Truck Tronton dalam keadaan terbalik dan Petugas menghubungi Unit Laka lantas Polres Jepara. Semula kbm truck tronton No.pol H 1899 CE dari arah jalan RA Rukmini (Tahunan – Mulyoharjo) dengan kecepatan sedang sesampainya di TKP jalan menurun dan rem blong sehingga tidak mampu menguasai kendaraanya oleng kekanan dan menyenggol Kbm Mitsubishi No.pol K 1615 AF (parkir di pinggir jalan) kemudian oleng ke kiri dan menabrak pembatas jalan dan pohon hingga roboh sehingga mengenai rumah milik pak Yateno dan rumah milik pak Saman kemudian kbm truck tronton No.pol H 1899 CE terguling, maka terjadilah laka lantas dan mengakibatkan kerugian materil kurang lebih Rp. 10.000.000,-

Petugas Unit laka lantas dibantu oleh warga sekitar mengevakuasi korban dan kendaraan Truck Tronton yang dalam posisi terbalik , sedangkan beberapa anggota yang lain melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak mengganggu para pengguna jalan yang lain.

Kemudian kejadian ini dilaporkan kepada Unit Laka Sat Lantas Jepara untuk penanganan lebih lanjut.
(HumasPolresJepara)

Tingkatkan Keamanan Mapolres Jepara, Kabag Ops Pimpin Pemeriksaan Tamu yang Berkunjung

Tribratanews.jateng.polri.co.id,Jepara – Polres Jepara Polda Jawa Tengah melakukan pemeriksaan terhadap tamu yang datang ke Mapolres Jepara, Selasa (9/1/2018).

Dalam rangka mengantispasi ancaman teroris Kabag Ops Polres Jepara Kompol Jodi Setyo Margono,S.T.,M.Sc. di dampingi Kanit SPKT Aiptu Purnomo dan anggota sabhara melakukan pemeriksaan atau pengecekan barang bawaan masyarakat yang masuk ada kepentingan atau melapor ke Polres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K melalui Kabag Ops Kompol Jodi Setyo Margono,S.T.,M.Sc. menyampaikan setiap anggota harus respon terhadap situasi yang berkembang saat ini dan selalu waspada serta mawas diri dan setiap tamu yang datang wajib di lakukan pemeriksaan barang bawaan untuk mengantisipasi hal yang tidak di inginkan.

“Kami akan terus meningkatkan keamanan dan waspada terhadap para pelaku kejahatan. Sebelum masuk ke Mako Polres Jepara, tas yang dibawa tamu atau mau melapor dan kepentingan lain aķan kami diperiksa isinya. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.” tegasnya.
(HumasResJepara)

Sempat Dilaporkan Hilang, Reza Akhirnya Kembali ke Pelukan Keluarganya

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Reza Nur Arifin (13) sempat dilaporkan hilang, https://tribratanews.jateng.polri.go.id/2018/01/04/3-hari-tidak-pulang-kerumah-keluarga-melapor-ke-kantor-polisi/ ,namun sekarang sudah kembali ke pelukan keluarganya. Reza (13), Pelajar warga Ds. Pulodarat Rt 15/02 Kec. Pecangaan Kab. Jepara yang sempat dilaporkan hilang selama 3 Hari di Polres Jepara, akhirnya ditemukan.

Hal ini disampaikan KA SPKT Polres Jepara Ipda Sri Retno Biyanti, S.H melalui Banit SPKT Bripka Eko Sidik pada Kamis (04/1/2018). Di mana anak tersebut pulang kerumah dengan sendiri setelah pergi ke solo bersama temannya yang bernama Sahrul Firdaus.

Berdasarkan pengakuan Reza, kata Bripka Eko Sidik Anggota SPKT Res Jepara, saat dia meninggalkan rumah pada Minggu 31 Desember 2017, dia pergi ke Solo bersama temannya Sahrul Firdaus dan pada saat ingin pulang tidak mempunyai uang sehingga nebeng Truk untuk sampai ke Jepara, Kamis (04/1/2018) sekira pukul 12.00 Wib Siang tadi.

Saat dihubungi terpisah, Kakak Kandung Reza, Sholikhatun (34), membenarkan bahwa adiknya itu sudah kembali ke rumah. Sholikhatun berterima kasih atas banyaknya perhatian dari berbagai pihak yang telah memberikan bantuan mencari adiknya.

“Iya Reza sudah di rumah. Alhamdulillah saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu keluarga saya. Saat ini adik saya sedang istirahat,” ujar Sholikhatun
(HumasPolresJepara)

Kanit SPKT Res Jepara Cek TKP Kebakaran Gudang Meubel

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Sebuah gudang meubel di Kelurahan Karang kebagusan, Kecamatan Jepara Kota, Kab. Jepara, Jawa Tengah, Jumat (30/12/2017), sekira pukul 01.15 WIB,dini hari

Gudang meubel milik Isnuryanti (51) yang di kontrakan kepada sdr Whallie warga negara Turki itu pertama kali diketahui terbakar setelah seorang warga yang bernama Sulaiman (52) melihat adanya asap yang mengepul di gudang mebel tersebut.

Sekita itu Saksi langsung mendekat ke dalam gudang mebel dan mendapati api sudah membakar kayu (grajen) kering,melihat hal tersebut saksi meminta tolong warga setempat dan menghubungi pemadam kebakaran dan melaporkan kejadian tersebut ke kepolisian terdekat untuk meminta bantuan, akibat Peristiwa kebakaran tersebut total kerugiannya kurang lebih Rp 5 juta

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K, membenarkan peristiwa kebakaran gudang mebel di wilayah hukumnya. Dan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran, sejumlah anggota SPKT dan Polsek Jepara turun ke lokasi untuk mencari tahu penyebab pasti kebakaran tersebut,“Anggota tengah melakukan penyelidikan ke TKP untuk mengetahui motif kebakaran,” Ungkap Kapolres
(HumasPolresJepara)