Arsip Kategori: SPKT

Piket Fungsi, Gelar Personil Untuk Wilayah Kab. Jepara Yang Aman.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Aparat Keamanan selalu berupaya untuk menciptakan situasi agar tetap dan selalu kondusif. Kegiatan tersebut tak hanya dilakukan oleh personil Polsek maupun Sat Sabhara Polres Jepara namun juga oleh seluruh Personil Polres Jepara dan Jajaran untuk terus ciptakan situasi Kab. Jepara tetap aman serta kondusif.

Dan malam tadi (22/11/2019) kegiatan patroli malam dilaksanakan oleh personil masing – masing piket fungsi masing – masing satuan dan SPKT Polres Jepara Polda Jawa Tengah, dimana kegiatan patroli kali ini dipimpin oleh Ka SPKT Polres Jepara Ipda Ahmad Bujana.

Diawali dengan pelaksanaan apel yang dilanjutkan dengan arahan, Personil Piket Fungsi Polres Jepara kemudian menuju ke lokasi – lokasi rawan kejahatan dan yang telah ditentukan saat pelaksanaan apel.

“Selain tugas utama Polri dalam menjaga sitkamtibmas (situasi keamanan dan ketertiban masyarakat) juga dapat memberikan efek yang positif bagi masyarakat yaitu masyarakat akan merasa nyaman dan tenang sehingga dapat beristirahat dengan nyenyak” terang Ka SPKT Ipda Ahmad Bujana.

Ipda Ahmad Bujana menambahkan bahwa dengan kegiatan patroli secara langsung turun ke lapangan juga dapat mengetahui secara langsung situasi terkini di Wilayah Kab. Jepara melalui masyarakat. Dan dalam setiap pelaksanaan patroli, saat bertemu dengan warga kami selalu menghimbau untuk terus bersama Polri menjaga situasi lingkungan agar tetap aman dan selalu menginformasikan situasi keamanan terkini kepada kami selaku pihak Kepolisian melalui Bhabinkamtibmas, melaporkan ke Kantor Polisi atau dapat melalui Call Center Polisi di 110.

(Humas Polres Jepara)

 

Mantapkan Pelayanan Berbasis Teknologi Kabid TI Polda Jateng Datangi Polres Jepara

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kabid TI Polda Jateng Kombes A B.Kawedar,SH.,M.Si secara langsung mensosialikan kembali sarana layanan 110 dan Aplikasi PolisiKu kepada Personel Polres Jepara. Sosialisasi tahap Dua ini untuk memantapkan lagi pelayanan berbasis Teknologi kepada setiap Anggota agar lebih paham  dan siap dalam memberikan pelayanan Kepolisian. Senin,11/02/2019

Aplikasi tentang sarana layanan 110 dan PolisiKu sedianya telah dilaunching oleh Kapolri sejak 2016 silam dimana layanan kepolisian berbasis teknologi tersebut  telah memudahkan dan mempercepat Masyarakat dalam mendapatkan layanan kepolisian sehingga meningkatkan kepercayaan public pada institusi POLRI.

Aplikasi Polisiku yaitu aplikasi perantara bantuan polisi kepada masyarakat yang dapat didownload di android play store dan apple app store. Aplikasi PolisiKu memiliki fitur utama yaitu untuk mencari pos polisi terdekat dari posisi masyarakat. Selain itu terdapat fitur lain antara lain :

Mencari pos polisi dan teleponnya di seluruh Indonesia, Melakukan pengaduan masyarakat, Memberikan aspirasi melalui fitur Halo Polisi, terdapat Fitur samsat online  Serta sebagai sarana penyaluran informasi dari Humas Polri kepada Masyarakat.

Aplikasi PolisiKu telah Merubah  paradigma bagaimana sulitnya mendapatkan pelayanan Polri menjadi lebih mudah dan cepat karena system pelaporan yang berjenjang dari tingkat bawah kini berbalik langsung di awasi dari tingkat atas untuk langsung ditindak lanjuti Anggota Kepolisian. Masyarakat kini tidak perlu ragu lagi untuk melapor dan mendapat pelayanan Kepolisian

(Humas Polres Jepara)

Pawas Pimpin Serah Terima Rutin Tugas Jaga dan Piket Fungsi Polres Jepara.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kepolisian Resor Jepara melaksanakan kegiatan serah terima jaga piket fungsi dalam rangka cek kesiapsiagaan personil sebelum pelaksanaan tugas, Rabu(19/12/2018)

Pelaksanaan apel serah terima tugas jaga merupakan Standar Operasional Prosedur (SOP) Polri baik di Polres maupun di Polsek jajaran. Peserta apel serah terima adalah petugas jaga lama dan  petugas jaga baru yang terdiri dari Kanit SPKT beserta personil dari Fungsi Sabhara, Intelkam, Lalu Lintas dan Reserse. Dalam serah terima jaga di Polres Jepara dipimpin langsung Perwira Pengawas Ipda Dasiyo

Dalam apel serah terima selain guna mengecek keberadaan dan kesiapan anggota, juga penting untuk menyampaikan informasi serta arahan analisa dan evaluasi terhadap pelaksanaan tugas anggota yang selesai melaksanakan piket, serta memberikan arahan dan petunjuk untuk anggota yang akan melaksanakan tugas.

Selain itu, dalam apel ini diserahkan juga informasi tentang kejadian pidana maupun non pidana, jumlah barang inventaris dan jumlah tahanan yang menjadi tanggung jawabnya, sehingga petugas jaga baru paham dan mengerti situasi kamtibmas wilayah dan tugas pokok yang menjadi tanggung jawabnya sesuai dengan fungsi masing masing.

Dalam kesempatan ini, Perwira Pengawas (Pawas) juga memberi penekanan kepada anggota jaga mako agar memperkuat pengamanan dan penjagaan sebagai antisipasi terjadinya penyerangan terhadap Markas Kepolisian dari kelompok teroris.

”Dengan dilaksanakan serah terima tugas penjagaan ini tentunya anggota akan selalu siap baik sarana prasarana maupun kelengkapan individu untuk dapat melaksanakan tugas secara maksimal dalam memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terhadap masyarakat,” jelas Ipda Dasiyo

(Humas Polres Jepara)

Ijin Bermain Bersama Temannya, Seorang Pelajar Dilaporkan Hilang.

 Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Seorang Pelajar bernama Alfiana Rizkal Mahramdwi Rosid (15) warga Kel. Demaan Rt 01/03 Kec. Jepara Kab. Jepara, dilaporkan oleh keluarganya, telah meninggalkan rumah sejak hari Sabtu (29/04/2017).

Bermula saat sekitar pukul 19.00 Wib Sdri. Alfiana ijin kepada pelapor  (orangtua Alfiana) untuk keluar bermain bersama Sdri Kintan.

Ditunggu hingga larut malam tak kunjung pulang, pelapor tidak lain adalah orangtua Alfiana bernama Muh Rosid Mulyadi (43) melakukan upaya pencarian namun sampai dengan saat ini (Jumat, 03/05/18) belum diketahui keberadaannya.

Menurut keterangan Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. melalui Kanit SPKT Aiptu Purnomo, ciri-ciri orang yang dilaporkan hilang tersebut adalah saat keluar rumah mengenakan kaos lengan  panjang warna biru tua, celana jeans warna biru dan menggunakan jilbab warna biru.

Kepada warga masyarakat apabila menjumpai atau menemukan orang tersebut diatas, segera menghubungi Kantor SPKT Polres Jepara  nomor (0291) 592110 / 081225333036  atau dapat juga melaporkan ke Kantor Kepolisian terdekat.

(Humas Polres Jepara)

MEKANISME PENERIMAAN LAPORAN POLISI DAN PERSYARATAN LAPORAN SURAT KETERANGAN TANDA LAPORAN KEHILANGAN (SKTLK)

Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT)

SPKT bertugas memberikan pelayanan kepolisian kepada masyarakat, dalam bentuk penerimaan dan penanganan pertama laporan/pengaduan, pelayanan bantuan/pertolongan kepolisian, bersama fungsi terkait mendatangi TKP untuk melaksanakan kegiatan pengamanan dan olah TKP sesuai ketentuan hukum dan peraturan yang berlaku.

SPKT dapat melayani :
• Laporan Polisi ( LP )
• Surat Tanda Terima Laporan Polisi ( STTPLP )
• Surat Pemberitahuan Perkembangan Hasil Penyidikan ( SP2HP )
• Surat Keterangan Tanda Lapor Kehilangan ( SKTLK )
• Surat Keterangan Catatan Kepolisian ( SKCK )
• Surat Tanda Terima Pemberitahuan ( STTP )
• Surat Keterangan Lapor Diri ( SKLD )
• Surat Ijin Keramaian
• Surat Rekomendasi Ijin Usaha Jasa Pengamatan
• Surat Ijin Mengemudi ( SIM )
• Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor ( STNK )

Fungsi SPKT lainnya :

  • Pengkoordinasian dan pemberian bantuan serta pertolongan, anatara laian penanganan tempat kejadian perkara ( TKP ) meliputi tindakan pertama di TKP ( TPTKP ) dan pengolahan TKP, turjawali (pengaturan jalan dan pengawalan lalu-lintas), dan pengamanan;
  • Pelayanan masyarakat antara lain melalui telepon, pesan singkat, faksimili, internet ( jejaring sosial ), dan surat;
  • Penyajian informasi umum yang berkaitan dengan kepentingan masyarakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Untuk memudahkan masyarakat memahami proses/mekanisme “Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu”, silahkan lihat dalam gambar berikut.

SATUAN LALU LINTAS POLRES JEPARA GELAR FGD DENGAN AKADEMISI DAN FORUM PEMERHATI LALU LINTAS

UNDANG – UNDANG NO. 22 TAHUN 2009
TENTANG LALU LINTAS DAN ANGKUTAN JALAN
TAK PERLU DI REVISI

 

Kasat Lantas Polres Jepara bersama Wakil 3 Dekan UNISNU Jepara

JEPARA –Reaksi akan adanya revisi terhadap undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan yang meminta agar sepeda motor masuk sebagai transportasi umum mulai muncul di masyarakat, hal ini turut mendapat sorotan dari wakil 3 dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Islam NU Jepara (UNISNU) Ariyanto,S.T.,M.T.,I.A.I.

Kita tau bahwa masyarakat kini dimudahkan dalam angkutan berbasis online. Seperti grab car, go car sudah menjadi salah satu primadona bagi masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak pendek maupun jarak jauh. Harga yang lebih murah dan kemudahan dalam penggunaan konsumen sangatlah efektif pada kalangan masyarat. Keberadaan angkutan online menjadi favorite masyarakat yang mempunyai dampak positif bagi keseharian mereka.

Yang menjadikan persoalan saat ini yaitu saat keberadaan angkutan on line khususnya yang menggunakan kendaraan R2 belum terakomodir dalam UU 22 tahun 2009, apalagi menggunakan IT sebagai basis pelayanannya, “Kami merasa bahwa regulasi tentang peraturan yang sudah ada saat ini dirasa sudah sejalan dengan perubahan dan perkembangan akan transportasi, karena aturan yang ada baik UU No. 22 tahun 2009 maupun Permen nomor 108 tahun 2017 yang bekaitan dengan penyelenggaraan lalu lintas dan angkutan jalan serta penyelenggaraan angkutan orang dengan kendaraan bermotor umum tidak dalam trayek sudah ada dalam perspektif undang – undang sehingga tidak diperlukan adanya perubahan atau revisi terhadap undang – undang lalu lintas , mengingat hakikat dan cita – cita dari penyusunan UU 22/2009, adalah Keamanan, Ketertiban, Kelancaran Dan Keselamatan,” kata Ariyanto yang termasuk salah satu Akademisi Kab. Jepara yang termasuk dalam pemerhati lalu lintas Kab. Jepara.

Menurutnya jika tetap akan dilaksanakan revisi bisa menimbulkan kerisauan serta dikhawatirkan dan akan menimbulkan permasalahan baru, karena pada hakikatnya keberadaan sepeda motor hanya digunakan sebagai alat transportasi manusia dan perorangan, bukan angkutan barang apalagi angkutan umum. Pertimbangan lain, selain keamanan dan keselamatan, adalah terkait dengan daya angkut yang tebatas, bayangkan, ketika angkutan R2 dilegalkan, dipastikan peningkatan volume kendaraan dijalan akan meningkat pesat, tentu ini berpengaruh terhadap kelancaran, ketertiban dan keteraturan lalu lintas di jalan, sejauh ini berbagai upaya serta inovasi yang bersifat prefentif dan preemtif yang dilaksanakan oleh Kepolisian khususnya Lalu Lintas sudah mampu meminimalisir terjadinya kecelakaan lalu lintas namun apabila angkutan on line sepeda motor dilegalkan dipastikan kejadian Laka Lantas akan meningkat karena keberadaan sepeda motor melebihi kapasitas jalan.

Sesungguhnya solusi dari permasalahan ini adalah dengan segera cara menyiapkan dan membangun moda transportasi yang mampu memenuhi kebutuhan masyarakat, sebagaimana cita-cita atau amanat undang-undang 22 th 2009 sehingga tidak perlu dilakukan adanya revisi namun yang dibutuhkan peraturan dalam bentuk Peraturan Menteri, Peraturan Pemerintah dan Keputusan Presiden.

Dalam hal untuk memperoleh masukan berkaitan dengan adanya revisi UU lalu lintas, Satlantas Polres Jepara bersama dengan Akademisi dan pemerhati lalu lintas di Kab. Jepara berdiskusi untuk membahas permasalahan dan penanganan berkembangnya angkutan on line di wilayah Kab. Jepara, besar harapan kami dengan adanya FGD ini permasalahan yang ada dimasyarakat dapat di petakan sehingga akan diperoleh solusi pemecahan masalah yang terbaik, ungkap Kasat Lantas .

Dari seluruh pembahasan yang diberikan oleh narasumber dan peserta diskusi memperoleh hasil bahwa dari analisa permasalahan berkaitan dengan angkutan on line R2 khususnya yang ada di wilayah Kab. Jepara tidak memerlukan akan adanya revisi atas undang – undang nomor 22 tahun 2009 tentang lalu lintas dan angkutan jalan karena adanya UU dan Permen dirasa masih relevan untuk mengatasi permasalahan transportasi on line yang berkembang saat ini.

Nilai Lebih dari Seorang Polwan dan Binmas.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dalam rangka peningkatan infrastruktur kelistrikan di wilayah Kab. Jepara. PLN terus lakukan proyek pemasangan jaringan SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) di wilayah Kab. Jepara.
 
Dan sebagai pihak keamanan, Polres Jepara mengajak TNI dan Satpol PP ikut dilibatkan dalam pelaksanaan pemasangan jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi) di wilayah Kab. Jepara tersebut.

Pengamanan yang dilakukan, ada kalanya berjalan dengan lancar dan aman, juga ada kalanya masyarakat yang terkena jalur yang telah menerima ganti rugi masih belum puas dengan apa yang diterima, seperti yang terjadi pada Kamis (25/01/18) siang kemarin.

Di lokasi hutan Ds. Kaliaman Kec. Kembang Kab. Jepara dilakukan pemasangan jalur SUTT (Saluran Udara Tegangan Tinggi). Namun saat pelaksanaan kegiatan,Mbah Marsinah bersama anaknya bersikukuh untuk menuntut PLN untuk meminta tambahan ganti rugi atas pohon miliknya yang telah diganti oleh PLN.

Dengan adanya kejadian tersebut, negosiator Polres Jepara Aiptu Rofikoh dan Anggota Sat Binmas Polres Jepara melakukan perannya untuk memberikan mendinginkan amarah dan penjelasan dari Mbah Marsinah dan anaknya.

“Alhamdulillah atas kerja sama semua pihak, kami berhasil mendinginkan amarah dari Mbah Marinah dan anaknya, sehingga tahapan dari pemasangan jalur SUTT berlangsung dengan aman dan lancar” Aiptu Rofikoh.

(Humas Polres Jepara)

 

Polwan Polres Jepara Siap Berikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Tribratanews.jateng.polri.co.id, Nuansa baru tercipta saat Kepolisian Resor Jepara menempatkan sejumlah Anggota Polisi wanita (Polwan) di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Jepara.

 

Saat memasuki ruang SPKT Mapolres Jepara terlihat dua Polwan cantik dan murah senyum menyambut Tribrata News Jepara, dimana saat itu (Kamis, 18/01/2018) yang sedang melaksanakan yaitu Bripda Cahyania Herbintarum dan Bripda Geanidya Cahya.

 

Dengan adanya sosok Polwan di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolres Jepara tersebut diharapkan mampu merubah maindset dari masyarakat awam yang sungkan masuk ke Kantor Polisi karena yang dahulunya disambut dengan sosok Polisi laki – laki, sekarang digantikan dengan Polisi Wanita.

Selain murah senyum dan humanis terhadap para pelapor, Polwan yang melaksanakan piket juga terlihat sangat ramah. Sehingga membuat warga yang membutuhkan pelayanan tidak lagi merasa ketakutan berhadapan dengan polisi, bahkan sangat nyaman. Hal ini terlihat ketika Bripda Geanidya sedang melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang saat itu melaporkan kehilangan Buku Tabungan Bank BRI.

 

Menurut Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. menjelaskan bahwa setiap hari kita akan menempatkan Polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian di Ruang SPKT Mapolres Jepara dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kepolisian.

 

“Dengan motto pelayanan secara humanis, selektif dan waspada, diharapkan dapat menjadi nuansa baru di Mapolres Jepara khususnya di Ruang SPKT sehingga dapat menghilangkan rasa takut warga terhadap sosok Polisi,” ujar Kapolres Jepara.

 

(Humas Polres Jepara)

Berikan Pelayanan Terbaik, Polres Jepara Tempatkan Polwan di Ruang SPKT

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta menghilangkan rasa takut dan antipati warga terhadap pihak kepolisian, Polres Jepara berinisiatif menempatkan sejumlah anggota Polisi wanita (Polwan) diruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT). Tak hanya itu, penempatan polwan yang memberikan pelayanan di ruang SPKT ternyata memiliki nuansa baru.

Selain murah senyum dan humanis terhadap para pelapor, juga sangat ramah. Sehingga membuat warga yang membutuhkan pelayanan tidak lagi merasa ketakutan berhadapan dengan polisi, bahkan sangat senang. Menurut Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K menjelaskan, bahwa setiap hari akan menempatkan para polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian untuk memberikan pelayanan optimal di ruang SPKT. Tujuannya agar masyarakat yang datang untuk melapor dan pengaduan, bahkan yang membutuhkan informasi tidak lagi mempunyai perasaan takut atau sungkan untuk datang ke kantor Polisi. “Setiap hari, kami akan menempatkan polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian di ruang SPKT. Tujuannya, untuk memberikan rasa nyaman kepada warga yang mau melapor. Sebab seperti diketahui, polwan-polwan di Polres Jepara itu ramah-ramah dan murah senyum. Jadi bisa menghilangkan rasa takut warga pada polisi,” katanya.

Sementara itu, Mariska Herdianti (25), salah satu warga asal Kel. Potroyudan, Kecamatan Jepara mengatakan, bahwa pelayanan para polwan di ruang SPKT bisa diandalkan, selain humanis dan ramah, pelayanan yang diberikan terhadap para pelapor sangat cepat. “Pelayanan yang diberikan oleh polisi sudah lebih baik, apalagi polwannya sangat ramah hingga kami sudah tidak takut dan sungkan lagi untuk melapor. Pelayanannya juga cepat,”ujar Mariska, usai mengurus surat kehilangan di Mapolres, Selasa (16/01/18).

(HumasPolresJepara)

Quick Response SPKT Polres Jepara, Cepat Tangani Laporan Laka-Lantas

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kanit SPKT Polres Jepara bersama Anggota Sabhara, mendatangi dan mengevakuasi kecelakaan Lalu-Lintas di Jalan Rukmini Jepara, Ds Mulyoharjo Kec. Jepara Kab. Jepara Minggu (14/01/18) Pukul 13.30 Wib

KA SPKT Polres Jepara Ipda Sri Retno Biyanti, S.H. melalui Kanit SPKT II Aiptu Eko Setyo Budi mengatakan, pihaknya menindak lanjuti laporan dari warga masyarakat pengguna jalan raya yang melaporkan tentang adanya kecelakaan lalu lintas di Jalan Rukmini Jepara, tepatnya dijalan sekitar rumah Sdr. Yateno, Ds. Mulyoharjo Kec. Jepara Kab. Jepara.

“Kurang lebih pukul 13.30 Wib petugas jaga mendapat laporan memalui via telpon adanya kecelakaan lalu lintas. Setelah petugas mendatangi TKP benar adanya telah terjadi kecelakaan tunggal ,KBM Truck Tronton No.Pol H 1899 CE , dan setibanya di TKP terlihat kendaraan Truck Tronton dalam keadaan terbalik dan Petugas menghubungi Unit Laka lantas Polres Jepara. Semula kbm truck tronton No.pol H 1899 CE dari arah jalan RA Rukmini (Tahunan – Mulyoharjo) dengan kecepatan sedang sesampainya di TKP jalan menurun dan rem blong sehingga tidak mampu menguasai kendaraanya oleng kekanan dan menyenggol Kbm Mitsubishi No.pol K 1615 AF (parkir di pinggir jalan) kemudian oleng ke kiri dan menabrak pembatas jalan dan pohon hingga roboh sehingga mengenai rumah milik pak Yateno dan rumah milik pak Saman kemudian kbm truck tronton No.pol H 1899 CE terguling, maka terjadilah laka lantas dan mengakibatkan kerugian materil kurang lebih Rp. 10.000.000,-

Petugas Unit laka lantas dibantu oleh warga sekitar mengevakuasi korban dan kendaraan Truck Tronton yang dalam posisi terbalik , sedangkan beberapa anggota yang lain melakukan pengaturan lalu lintas agar tidak mengganggu para pengguna jalan yang lain.

Kemudian kejadian ini dilaporkan kepada Unit Laka Sat Lantas Jepara untuk penanganan lebih lanjut.
(HumasPolresJepara)