Category Archives: Satreskrim

Polres Jepara Gelar Pelatihan Penanganan Unjuk Rasa.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Polres Jepara selalu siap siaga dalam setiap kegiatan apapun yang ada di masyarakat, salah satu contoh yaitu penyampaian pendapat/aspirasi (unjuk rasa) yang ada di wilayah hukum Polres Jepara. Dan untuk kali ini Polres Jepara menggelar Pelatihan Dalmas untuk menangani unjuk rasa yang melibatkan kekuatan dari Anggota Polres Jepara bersama Anggota Polsek Jajaran Polres Jepara yang berjumlah sekitar 250 personil, Rabu (08/11/2017).

Kegiatan pelatihan dengan mengambil lokasi di Pantai Kartini Kab. Jepara kali ini dilaksanakan dengan tujuan, untuk meningkatkan kemampuan dan kesiapan dalam melaksanakan tugas-tugas pokok Kepolisian serta untuk melatih kekompakan gerakan-gerakan, teknik dorongan, cara membentuk formasi-formasi pertahanan dalmas agar dalam pelaksanaannya nanti di lapangan Pasukan Dalmas sudah menguasai dan lancar dalam melakukan gerakan-gerakan atau formasi yang sudah diajarkan tersebut.

Pelatihan Dalmas ini dilakukan untuk mempersiapkan pasukan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan masyarakat atau pun Pemerintah Daerah untuk dapat membantu kegiatan yang diselenggarakan tersebut dengan harapan semua kegiatan dapat berjalan sukses dan lancar.

“Program latihan ini akan kami laksanakan secara rutin sehingga anggota baik dari Polres Jepara maupun Polsek Jajaran Polres Jepara semakin sigap dalam menangani permasalahan di masyarakat terutama aksi unjuk rasa” tutur Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Gelar Press Release Pengoplos Miras Oplosan

Polres Jepara melaksanakan gelar press release yang dipimpin oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. dengan didampingi Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta, S.H. dan Kasi Propam Iptu Muhammad Syaifudin, A.Md., Kamis (02/11/2017).

Dalam press release tersebut Polres Jepara melakukan penangkapan terhadap ST yang beralamat di Ds. Srobyong Kec. Mlonggo Kab. Jepara yang merupakan pelaku tindak pidana ringan mengoplos minuman keras (alkohol). Dari tangan ST, Polres Jepara menyita barang bukti yaitu 19 dirigen @30 liter berisi minuman keras jenis ciu murni, 22 botol ukuran 1,5 liter berisi minuman keras oplosan, 25 botol ukuran 600 ml berisi minuman keras oplosan, 1 kaleng susu 505 gr merk FOYU, 2 buah teko, 1 panci besar, 1 buah saringan warna biru, 1 batang kayu pengaduk ukuran panjang ± 50 cm, lebar 3 cm dan tebal 1,5 cm dan 250 botol minuman kosong ukuran 1,5 liter.

“Tersangka ST merupakan pelaku tindak pidana ringan yang sering melakukan pengoplosan minuman keras (alkohol), maka kali ini akan kami terapkan Pasal 204 KUHP dan Pasal 142 Undang – Undang Pangan dengan ancaman hukuman penjara lebih dari 5 tahun. Hal ini kami lakukan untuk memberikan efek jera kepada para pelaku pengoplos minuman keras, mengingat banyak kasus kejahatan yang terjadi, dan setelah dilakukan pengusutan ternyata pelaku sebelum melakukan kejahatan terlebih dahulu meminum minuman keras” tegas Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K.

(Humas Polres Jepara)

Apel Gelar Pasukan Operasi Zebra Candi 2017 Polres Jepara

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara  – Dalam rangka Operasi Zebra Candi 2017 yang dimulai tanggal 1 sampai dengan 14 Nopember 2017, Kepolisian Resor Jepara melaksanakan Apel Gelar Pasukan di halaman Polres Jepara, Rabu (01/11/2017).

Dalam apel tersebut bertindak sebagai Pemimpin Apel yaitu Kapolres AKBP Yudianto Adhi Nugroho S.I.K . sedangkan apel gelar pasukan diikuti oleh Para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran Polres Jepara, Perwira staf, TNI, Anggota Polres Jepara, Sat Pol PP, Dishub, PNS Polres Jepara dan pelajar. Apel gelar pasukan ini dilaksanakan,untuk mengetahui sejauh mana kesiapan personel maupun sarana pendukung lainnya, sehingga kegiatan operasi dapat berjalan dengan optimal dan dapat berhasil sesuai dengan tujuan serta sasaran yang telah ditetapkan.


Dalam amanatnya Kapolres Jepara mengatakan bahwa “Dalam mengatasi permasalahan bidang lalu lintas tersebut tidak bisa berdiam diri, melainkan wajib bertindak dan melakukan berbagai upaya, dalam hal ini menciptakan pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara Kamseltibcarlantas”.

Guna mengatasi permasalahan lalu lintas perlu dilakukan berbagai upaya dengan memberdayakan seluruh stakeholder supaya dapat mengambil langkah yang komprehensif dan menyelesaikan permasalahan lalu lintas dengan tuntas, oleh sebab itu diperlukan koordinasi bersama antar Instansi Pemerintah yang bertanggung jawab dalam membina dan memelihara kamseltibcarlantas sehinggga tercipta keterpaduan langkah yang dapat menunjang pelaksanaan tugas.

(Humas Polres Jepara)

Semangat Hari Sumpah Pemuda Ke-89, Polres Jepara laksanakan Upacara

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Jepara – Upacara Hari Sumpah Pemuda Ke-89 Tahun 2017  dilaksanakan Polres Jepara dengan tema “Pemuda Indonesia Berani Bersatu”. Dipimpin Wakil Kepala Kepolisian Resor Jepara Kompol A’an  Hardiansyah,S.H. diikuti oleh semua personel Polres Jepara,Para Kabag, Kasat, Kasi ,Para Perwira ,Kapolsek Jajaran Polres Jepara dan Aparatur Sipil Negara Polres Jepara ,Sabtu (27/10) pukul 07.00 Wib di Halaman Polres Jepara

Rangkaian upacara yang di awali dengan pembacaaan Teks Pancasila oleh Inspektur Upacara Waka Polres Jepara, serta dilakukan pembacaan Undang-undang Dasar Tahun 1945 dan teks Sumpah Pemuda oleh dua personil Sabhara

Dalam pelaksanaan Upacara Wakapolres Jepara membacakan amanat tertulis dari Menteri Pemuda dan Olahraga RI yang menyampaikan bahwa Delapan puluh sembilan tahun yang lalu tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 sebanyak 71 pemuda dari seluruh penjuru tanah air berkumpul disebuah gedung dijalan Kramat Raya Jakarta mereka mengikrarkan diri sbg satu Nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yaitu Indonesia, ikrar ini nantinya 17 tahun kemudian melahirkan proklamasi kemerdekaan RI tanggal 17 Agustus 1945

“Mari kita cakupkan Persatuan dan kesatuan Indonesia stop segala bentuk perdebatan yang mengarah pada perpecahan bangsa kita seharusnya malu dengan pemuda 1928 dan juga Bung Karno .sudah saatnya kita melangkah dan keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia”, ucap Wakapolres Jepara

Polres Jepara Kawal Eksekusi Lahan Warga

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dipimpin oleh Kabag Ops Polres Jepara Kompol Jodi Setyo Margono, S.T, M.Sc. Polres Jepara melaksanakan pengamanan kegiatan eksekusi/pengosongan lahan di Ds. Karanggondang Kec. Mlonggo Kab. Jepara oleh Pengadilan Kab. Jepara. Rabu (25/20/2017).

Kegiatan eksekusi/pengosongan lahan ini harus dilakukan dengan langkah humanis dan dengan rasa kemanusiaan sehingga pihak yang ter-eksekusi dapat menerima keputusan ini dengan lapang dada ujar Kompol Jodi Setyo Margono, S.T., M.Sc.

Ibu Hartini selaku Panitera Pengadilan Negeri Jepara mengatakan bahwa pelaksanaan eksekusi berdasarkan atas permohonan dari Bapak Marzuki (pemilik lahan) yang beralamat di Kel. Kauman Kec./Kab. Jepara yang telah mengajukan eksekusi/pengosongan bangunan atau benda yang ada di atasnya terhadap pihak yang ter-eksekusi dalam hal ini adalah Ibu Sri Murti. Dan dari kami (Pengadilan Negeri Kab. Jepara) telah memberikan tenggang waktu kepada Ibu Sri Murti namun hingga saat ini belum melakukan pengosongan sehingga saat ini kami lakukan langkah eksekusi/pengosongan lahan, dan akhirnya pelaksanaan eksekusi lahan tersebut berjalan aman dan lancar.

(Humas Polres Jepara)

 

Polres Jepara Operasi Pasar

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Pada hari Senin (23/10/2017) Polres Jepara beserta Instansi lain yaitu Bapeda Kab. Jepara, Satpol PP Kab Jepara, Disperindag Kab. Jepara, DKK Kab. Jepara, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kab. Jepara melakukan kegiatan monitoring dan penegakan hukum di Pasar Tradisional Kab. Jepara.

Kegiatan tersebut diwakili anggota Sat Reskrim Polres Jepara, hal tersebut dilakukan agar meminimalisir adanya penjual barang-barang yang tidak layak komsumsi dan juga untuk menstabilkan harga sembako di pasaran.

Dalam operasi tersebut ditemukan garam yang tidak memenuhi standar minimal kelayakan konsumsi garam beryodium yaitu 30 ppm.

“Tujuannya Polri bersama dengan instansi lain melakukan langkah nyata dalam mendukung program Pemerintah dalam menstabilkan harga sembako pasar, sehingga harga sembako tidak melonjak” ujar Kapolres Jepara melalui Kanit 3 Sat Reskrim Polres Jepara Ipda Sutrisno.

(Humas Polres Jepara)

Tim Saber Pungli Jepara Dalami Kasus Pungutan Liar Sekolah

Tribratanewsjepara.com – Tim Saber Pungli Polres Jepara mengungkap kasus pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum guru di salah satu SMP negeri di Kabupaten Jepara. Berdasarkan informasi sementara, diduga ada pungutan yang dilakukan terhadap 25 orang tua siswa baru dengan total nilai mencapai Rp 61 juta.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK didampingi Kasatreskrim AKP Suharta mengatakan, informasi terkait adanya Pungli pada siswa baru tersebut didapatkannya beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian pada Senin (3/7) siang tim Saber Pungli mendatangi sekolah tersebut.

“Kami lakukan operasi tangkap tangan dan menyita barang bukti yang ditemukan di sekolah tersebut. Mulai dari buku berisi catatan daftar nama siswa atau wali murid beserta jumlah yang disetor serta uang senilai Rp 61 juta,” katanya kepada pewarta saat konferensi pers di depan kantor Reskrim Selasa (05/07/2017) sore.

AKBP Yudianto mengatakan, dari informasi yang sebelumnya didapat anggota Saber Pungli tersebut melakukan penyelidikan dan hasilnya didapatkan ada proses Pungli. ”Ada oknum guru yang mengumpulkan beberapa orang tua murid dan melakukan pungutan itu dengan alasan untuk beli alat bantu. Ada 25 orang tua siswa dan masing-masing dipungut Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Saat didalami lebih lanjut, hal tersebut tidak ada dasar hukum dan tidak ada keputusan dari wali murid secara keseluruhan. ”Karena itu, saat ini kami lakukan proses penyidikan dan memanggil beberapa pihak yang berkepentingan,” jelasnya.

Sampai sore kemarin, sudah ada 12 orang yang diperiksa. Semuanya merupakan panitia PPDB di sekolah tersebut. Dari 12 orang tersebut, diduga kuat mengerucut pada tiga nama yang bertugas sebagai panitia sekaligus yang mengumpulkan. Pihaknya juga masih mendalami apakah pungutan tersebut dilakukan agar siswa bisa masuk di sekolah tersebut atau hal lainnya. ”Masih kami dalami peran masing-masing,” ungkapnya.

Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Mustaqim saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku belum tahu persis kondisi yang terjadi. “Saya belum tahu kronologisnya seperti apa, jadi belum bisa memberikan keterangan,” katanya.

Untuk PPDB sendiri, Mustaqim menjelaskan, semua sekolah sudah diberi pemahaman jika PPDB dibiayai oleh dana BOS. Sudah pula dilakukan sosialisasi agar sekolah tidak melakukan pungutan. “Jika nantinya ada fasilitas yang diperlukan sekolah maka harus melalui persetujuan semua wali murid. Sifatnya juga tidak boleh memaksa, begitu pula dengan tenggang waktunya,” ungkapnya.

Meski begitu, Mustaqim menambahkan, jika nantinya pungutan liar tersebut terbukti maka dinas akan mengambil langkah sesuai prosedur. ”Penangananya nanti sesuai prosedur dinas,” imbuhnya.

Tim Saber Pungli Jepara Periksa 3 Pelaku Jual Beli Kamar Rutan

Tribratanewsjepara.com – Tim Saber Pungli Kabupaten Jepara menemukan indikasi praktik jual beli kamar di dalam Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam kasus ini, petugas telah mengamankan 3 pelaku dan sejumlah barang bukti.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula saat pihaknya mendapat laporan dari keluarga salah seorang penghuni rutan berinisial JM.

JM yang berstatus tahanan titipan dari Polres Jepara bermaksud ingin pindah kamar. Namun, rencana pindah kamar atau blok tersebut diharuskan membayar Rp 500 ribu kepada oknum.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan penyelidikan di rutan. Ternyata memang ada dugaan pungli dalam kasus ini,” ujar Kapolres, Jumat (30/6/2017).

Sejauh ini, pihaknya telah mengamankan 3 pelaku, yang juga warga binaan Rutan Kelas IIB Jepara. Masing-masing berinisial SA, AE, dan AJ. Selain pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti berupa uang Rp 250 ribu.

“Jadi, pungli pindah kamar ini dilakukan dengan cara keluarga warga binaan memberikan uang tersebut kepada salah seorang juru parkir rutan, yang juga masih berstatus warga binaan. Lalu, hal itu akan dikompromikan dengan sindikatnya yang ada di dalam rutan,” ungkapnya.

Yudianto menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi. Selain itu, penyelidikan dilakukan lebih lanjut guna mengungkap apakah ada keterlibatan pegawai rutan atau tidak.

“Kami tidak mau berasumsi, tapi akan kami dalami kasus ini,” tandasnya.

Tim Saber Pungli Kabupaten Jepara Menangkap Juru Parkir Liar Di Sejumlah Obyek Wisata Di Jepara

Tribratanewsjepara.com – Diduga melakukan pungutan liar (Pungli) parkir, enam juru parkir di obyek wisata pantai Bandengan, Empurancak dan Teluk Awur diperiksa polisi. Mereka diketahui memanfaatkan momen libur lebaran, untuk mengeruk keuntungan dari jasa parkir ataupun penitipan kendaraan tanpa seizin resmi pemerintah daerah.

Sulistyono (47) seorang operator penitipan mobil di Pantai Teluk Awur mengatakan, untuk momen lebaran, harga tiket parkir sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan diwaktu normal, hanya sebesar Rp 5000.

Kepada pewarta ia mengakui tiket penitipan mobil adalah cetakannya sendiri, bukan berasal dari pemerintah kabupaten ataupun kelurahan. Untuk momen lebaran kali ini, dirinya telah mencetak 10 bendel tiket, yang masing-masing berisi sekitar 100 lembar karcis.

“Sudah tiga kali lebaran ini. Kalau sebelumnya kan belum seramai sekarang pantainya. Kalau uang dari parkir ini kami setorkan juga ke Kelurahan setiap bulan Rp 150 ribu,” kata dia.

Ia mengatakan, setiap kali masuk ke obyek wisata pantai tersebut, dikenai tiket masuk sebesar 1000 rupiah. Lalu jika membawa mobil, dikenai biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu di hari Lebaran. Sementara untuk motor, tidak dikenai biaya parkir. Dengan besaran itu, ia mengaku sempat ada keluhan dari warga juga.

“Ya ada keluhan dari warga, biasanya Rp 5000 untuk penitipan, ini kok sampai Rp 10.000, tetapi tidak banyak. Kalau mobilnya rusak kami ya ikut bertanggungjawab kok, ikut membetulkan,” kilahnya.

Sementara itu, pengelola parkir liar di Pantai Pasir Putih Bandengan Sukri menyebut, tarif penitipan mobilnya lebih ringan. Hanya saja, untuk momen lebaran, dikenai biaya pergundul.

“kalau harga Rp 5000 itu per orang. Namun untuk harga tersebut kami juga memberikan kompensasi kepada lingkungan RW setempat,” akunya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, keenam orang ini terbukti memungut tanpa izin resmi pemerintah daerah.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa telah terjadi tindakan pungli di tempat masuk wisata, yang tidak berdasarkan persetujuan pemerintah. Hasilnya pun tak disetorkan kepada pemerintah. Selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres Jepara.

Dirinya juga mengimbau agar warga masyarakat tak enggan melapor, bila merasa menjadi korban pungli. Ia memberikan dua saluran pengaduan yakni lewat hotline dan media sosial.

“Silakan melapor melalui hotline Saber Pungli di 081229739081 atau melalui instagram @humas.resjepara. Silakan laporkan jika ada pungli, bila dimintai uang tanpa kejelasan, ataupun tiket tanpa cap atau dasar nomornya. Bisa direkam ataupun difoto. Tidak hanya terbatas pada tempat wisata, tapi pada saat rekam ktp atau apa saja,” pesan AKBP Yudianto.

Selain meminta keterangan pengelola parkir, polisi juga menyita uang hasil pungli sejumlah Rp 4.026.000, yang berasal dari ketiga obyek wisata tersebut.

Satgas Anti Mafia Pangan Polres Jepara Cek Harga Sembako dan Mamin Kadaluarsa

Tribratanewsjepara.com – Satgas Mafia Pangan Polres Jepara Polda Jateng melakukan monitoring serta pengecekan secara langsung daftar harga bahan pangan di beberapa minimarket dan toko parcel, Senin (05-06-2017) siang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada permainan harga, atau produk makanan minuman yang kedaluwarsa.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suharta mengatakan, pengecekan dan monitoring ini untuk mencegah terjadinya gejolak harga kebutuhan pokok selama bulan puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga tidak ada pedagang yang mencari keuntungan dengan cara tidak wajar.

“Dengan adanya pemantauan seperti ini, maka kita harapkan kebutuhan pokok di Jepara bisa terus stabil,” ujarnya.

Suharta menambahkan, petugas Satgas Mafia Pangan selalu mengingatkan kepada setiap pedagang untuk tidak menjual makan, minuman dan produk lainnya yang kadaluwarsa. Karena hal itu bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Selain minimarket dan toko parcel yang sudah dilakukan pengecekan, saya mengharapkan pedagang lainnya juga tidak menjual produk kadaluwarsa. Jika ditemukan akan kami ambil tindakan tegas,” imbau Suharta.

“Dari hasil pemantauan dan pengecekan barang di beberapa toko dan swalayan tidak ditemukan barang kadaluwarsa yang dikemas dalam parcel, barang yang diperdagangkan ditoko maupun stok yang ada digudang,” pungkasnya. (as)