Arsip Kategori: Satreskrim

Kendarai Motor Trail, Kapolres Jepara Berikan Bantuan pada Korban Tanah Longsor di Kec.Keling

   Tribratanewsjateng.polri.go.id,Jepara – Kepolisian Resor Jepara menyerahkan bantuan kepada korban bencana alam tanah longsor berlokasi di dukuh Jehan Ds. Kunir Kec. Keling Kab.Jepara. Penyerahan bantuan dilaksanakan Jum’at 18/01/2019

Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman SIK,M.H., beserta Ketua Bhayangkari cabang Jepara Ny. Tia Arif Budiman beserta pengurus kepada korban bencana Ds. Kunir Kec. Keling dan memberikan bantuan untuk dapur umum yang diterima oleh BPBD sdr. Aziz

Adapun bantuan yang diberikan meliputi paket Sembako sedangkan untuk bantuan dapur umum berisikan beras @ 5kg, 15 karton mie instan, 7 helai selimut, 12 kaleng roti,15 kg gula,8 kaleng sarden

Penyerahan tersebut di hadiri oleh Wakil Bupati Jepara H. Andi Kristiandi S.sos, beserta asisten II Bp. Mulyaji, Waka Polres Jepara beserta para PJU Polres Jepara, PMI kab Jepara H. Sutejo SS, SH. MM, Camat Keling, Petinggi Ds. Kunir beserta perangkat dan Kelompok Aksi peduli/saliraritas dari Pemuda-pemuda Brak Kijang Tunahan, himpunan siswi Ma mafal (matholiul falah) Ds. Sumanding kec. Kembang

Dalam kesempatan itu Polres Jepara juga memberikan pengobatan gratis kepada warga masyarakat yang terkena dampak dari kejadian tanah longsor. Pengobatan diberikan oleh Ur Kes Polres Jepara yang dipimpin oleh Paur Kes IPDA Sukardi A.Md.,Kep. Pengobatan meliputi pemberian obat – obatan kepada warga yang sakit, serta pengecekan kesehatan kepada korban tanah longsor di dk. Jehan Ds. Kunir. Kapolres Jepara menyebutkan, bahwa pemberian bantuan sembako dan pemberian bantuan pengobatan gratis ini sebagai wujud kepedulian Polri khususnya Polres Jepara kepada warga masyarakat yang terkena dampak bencana alam

Menurut Kapolres Jepara, Tanah longsor di dk. Jehan Ds. Kunir dapat menimbulkan dampak ekonomi bagi 300 KK di Jehan dikarenakan longsor nya tanah dan akses menjadi tertutup maka Polri harus bertindak cepat, walaupun dengan peralatan terbatas, polri selalu berkoordinasi dengan BPBD dan jajaran TNI. Polri selalu siap memberikan pelayanan terbaik untuk masyarakat  apabila membutuhkan respon cepat sesuai dengan jumlah personil yang banyak maka kita akan sesuaikan serta menyiapkan segala sesuatunya terkait dengan pengamanan. Kapolres juga memerintahkan kepada jajarannya agar siaga terhadap situasi alam, mengantisipasi apabila terjadi bencana atau sesuatu hal yang tidak diinginkan terjadi telah mensiagakan personil dan peralatan apabila sewaktu- waktu diperlukan segera bisa digunakan.

Kegiatan ini mendapat apresiasi yang positif, terutama dari warga masyarakat  menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi karena kesigapan berbondong bondong bahkan sampai mengendarai motor walaupun medan yang dilalui cukup sulit,Warga mendoakan semoga petugas yang datang mendapat pahala yang berlimpah dan mendapat balasan dari Allah SWT.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Gelar Rekonstruksi Pencabulan, Tersangka S Peragakan 12 Adegan

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Tersangka S (56) peragakan 12 adegan dalam rekonstruksi tindak pidana pencabulan anak yang digelar Sat Reskrim Polres Jepara Polda Jawa Tengah.
Rekonstruksi tersebut digelar di rumah tersangka tepatnya di Desa Ngasem Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, pagi tadi (16/01).
Dalam rekonstruksi tersebut dilakukan sesuai dengan pengakuan tersangka dan keterangan saksi.
Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Mukti Wibowo, S.I.K memimpin langsung kegiatan tersebut dan juga dihadiri oleh Alfi Nur Fata, S.H., selaku Jaksa Penuntut Umum, Kapolsek Batealit AKP I Nyoman Garma dan perwakilan APPA (Aliansi Perlindungan Perempuan dan Anak) Bpk. Mudji Susanto serta Bpk Mulyadi.
Semuanya terdiri dari 12 (Dua Belas) adegan yang dilakukan tersangka. Mulai saat memanggil korban di depan rumah hingga melakukan aksinya di dalam rumah tepatnya di depan tv.
Untuk diketahui dalam rekonstruksi melibatkan 2 (dua) saksi diantaranya disaat korban selesai disetubuhi tersangka S (56) dan atas kejadian tersebut tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya yang saat ini menjalani hukuman di rutan Polres Jepara.
(hms)

Kapolres Jepara : Sementara Kamu Tinggal di Rutan Polres Jepara ya

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dalam penyelenggaraan konferensi pers di Halaman Mapolres Jepara (14/01), terdapat satu kasus yang menarik perhatian, yaitu kasus pembakaran rumah dimana yang membakar rumah adalah anak dari pemilik rumah.

Diketahui bahwa pelaku berinisial AG (23 th) merupakan warga Ds. Welahan Kec. Welahan Kab. Jepara.

Dari tangan pelaku, Kepolisian mengamankan barang bukri berupa 1 buah korek gas, 1 batang bambu, genting dan kayu dalam kondisi gosong (setelah dibakar).

Pelaku mengaku nekat membakar rumah karena pelaku yang berniat akan berangkat ke Jakarta untuk merantau, tidak diberikan uang oleh orang tuanya. Namun sebelumnya juga pelaku diketahui menggadaikan sepeda motor orang tuanya karena pelaku kalah dalam perjudian (remi).

“Dan untuk sementara pelaku AG akan menghuni rumah tahanan Polres Jepara dan kami jerat dengan Pasal 187 ayat 1 e tentang mendatangkan bahaya bagi keamanan umum / membakar dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara” tambah Kapolres Jepara.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Ringkus Pelaku Pengroyokan.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Bertempat di Halaman Mapolres Jepara, telah berlangsung penggelaran konferensi pers Polres Jepara, (14/01).

Dalam konferensi pers tersebut, salah satunya terdapat kasus pengroyokan secara bersama – sama di tempat umum. Dalam kasus tersebut, kami mengamankan pelaku yang berjumlah 7 orang diantaranya ASP alias Nonong (21 th) warga Ds. Rengging Kec. Pecangaan Kab. Jepara, AAY alias Bejo (20 th) warga Ds. Rengging Kec. Pecangaan Kab. Jepara, BAL alias Gogon (19 th) warga Ds. Rengging Kec. Pecangaan Kab. Jepara, SAM alias Mbom (20 th) warga Ds. Troso Kec. Pecangaan Kab. Jepara dan LHK alias Sekek (24 th) warga Ds. Karangrandu Kec. Pecangaan Kab. Jepara. sedangkan untuk 2 pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

Dari kasus tersebut, Polres Jepara mengamankan 1 buah batu dan 1 buah kaos warna biru dalam keadaan sobek milik korban.

Dari pengakuan pelaku bahwa para pelaku merasa sakit hati atas nasehat dari korban. Karena merasa sakit hati kemudian para pelaku melakukan pengroyokan terhadap korban hingga menyebabkan korban yang berjumlah 1 orang tersebut menderita luka sobek pada bagian kepala, luka sobek pada bagian temporal kiri, bengkak pada bagian mata, luka lecet pada bagian leher, siku kiri, jari telunjuk kanan dan lutut serta memar pada bagian punggung tangan.

“Atas kasus yang dilakukan oleh para pelaku, akan kami jerat dengan pasal 170 KUHP tentang bersama-sama melakukan kekerasan terhadap orang atau barang di muka umum dengan ancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun” tambah Kapolres Jepara.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Juga Ringkus Pelaku Pencurian Kotak Amal Masjid.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dalam penggelaran konferensi pers yang diselenggarakan oleh Polres Jepara di Halaman Mapolres Jepara, salah satunya dengan adanya kasus pencurian kotal amal masjid.

Diketahui pelaku berinisial EA (27 th) merupakan warga Ds. Jambu Barat Kec. Mlonggo Kab. Jepara.

Dari tangan pelaku, kami dari Polres Jepara mengamankan 1 buah kotak amal masjid, 1 buah gembok, 2 lembar uang pecahan dua ribu rupiah dan uang koin sebesar Rp. 7.200,-

Dalam konferensi pers, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa kotak amal masjid yang diamankan sebagai barang bukti merupakan kotak amal di Masjid Al Muqorrobin Kel. Bulu Kec./Kab. Jepara yang dicuri oleh pelaku.

Dan dari pengakuan pelaku EA, dirinya mencuri kotak amal masjid Al Muqorrobin sekitar pukul 02.45 WIB atau saat masjid dalam keadaan kosong.

“Pelaku akan kami jerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara” tambah Kapolres Jepara.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Gagalkan Aksi Pelaku Ilegal Loging.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dalam penggelaran konferensi pers di Halaman Mapolres Jepara Polda Jawa Tengah siang kemaren (14/01), Polres Jepara juga berhasil menggagalkan aksi illegal loging di wilayah hukum Polres Jepara.

Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. menjelaskan bahwa aksi illegal loging dilakukan oleh pelaku dengan inisial S warga Ds. Kancilan Kec. Kembang Kab. Jepara (tertangkap) dan N yang saat ini masih dalam pengejaran.

Kedua pelaku diketahui melakukan pencurian kayu sono keling berjumlah 8 batang dengan ukuran panjang yang sama di ke 8 batang yaitu 2 meter yang diangkut dengan menggunakan mobil Mitsubishi Colt T warna putih dengan No. Pol. : K 1754 PC.

“Atas aksi yang dilakukan oleh kedua pelaku, korban dalam hal ini Perhutani menderita kerugian materian sebesar Rp. 10.000.000,- (sepuluh juta Rupiah). Dan pelaku kami jerat dengan Pasal 82 ayat 1 Jo Pasal 83 ayat 3 UU RI No. 18 Tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara atau denda paling banyak Rp. 2.500.000.000,- (dua setengah milyar rupiah)” ungkap Kapolres Jepara.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Ungkap Kaus Pelaku Pencurian, Penggelapan, Penipuan dan Pencurian dengan Pemberatan.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Konferensi pers yang digelar oleh Polres Jepara di Halaman Mapolres Jepara, Polres Jepara juga melakukan ungkap kasus pelaku pencurian, penggelapan, penipuan dan pencurian dengan pemberatan, kemaren (15/01).

Untuk kasus yang pertama yaitu kasus pencurian dan penadahan kami menangkap pelaku yang berjumlah 3 orang dengan inisial RS (28 th) yang bertindak sebagai pencuri yang merupakan warga Ds. Geneng Kec. Batealit Kab. Jepara, S alias Palu (35 th) bertindak sebagai penadah merupakan warga Ds. Kaligarang Kec. Keling Kab. Jepara dan MS (33 th) bertindak sebagai penadah merupakan warga Ds. Kaligarang Kec. Keling Kab. Jepara. Dari pelaku, kami berhasil mengamankan barang bukti berupa 1 unit sepeda motor Honda Supra tanpa No. Pol., No.Ka. : MH1KEV3101KK145325, No.Sin. : KEV3E1144808 beserta STNK, uang sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) dan 1 buah obeng.

Yang kedua, kasus penipuan dan penggelapan. Dalam kasus ini kami dari Polres Jepara menangkap pelaku dengan inisial ES (34 th) warga Ds. Sumur Kec. Cluwak Kab. Pati dan mengamankan barang bukti uang sebesar Rp. 609.000,- (enam ratus Sembilan ribu rupiah) yang merupakan sisa penjualan.

Modus dari pelaku ES adalah dengan berpura – pura menyewa mobil namun kemudian mobil tersebut dijual oleh pelaku. Dan pelaku kami ringkus saat minum – minuman keras bersama temannya di Ds. Ngawen Kec. Cluwak Kab. Pati.

Yang ketiga adalah kasus penipuan yang terjadi di Ds. Kedungcino Kec./Kab. Jepara. Dari kasus tersebut kami mangamankan pelaku dengan inisial EB alias Bondot alias Alvin (33 th) merupakan warga Dk. Grobogan Ds. Kecapi Kec. Tahunan Kab. Jepara. Dari pelaku kami mengamankan barang bukti berupa satu lembar nota dari Amanda Jati tanggal 21 Januari 2018 kepada pelaku EB dengan total barang senilai Rp. 11.410.000,- dan satu lembar nota dari Amanda Jati tanggal 22 Januari 2018 kepada pelaku dengan total barang senilai Rp. 12.170.000,-. Modus pelaku adalah dengam melakukan pembelian mebel namun kemudian tidak membayar.

Dan untuk yang keempat yaitu kasus pencurian di rumah kontrakan yang berlamat di Kel. Demaan Kec./Kab. Jepara. Dari kasus tersebut kami melakukan penangkapan satu pelaku dengan inisial R alias Cebol (23 th) merupakan warga Ds. Genting Kec. Karimun Jawa Kab. Jepara dan mengamankan barang bukti 1 unit sepeda motor yama Mio Z warna Hitam No. Pol. : K 6146 AEC beserta STNK. Sedangkan untuk modus pelaku yaitu dengan meminjam motor lalu membawanya kabur.

(Humas Polres Jepara)

Polres Jepara Ungkap Kasus Perlindungan Perempuan dan Anak.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Berlokasi di halaman Mapolres Jepara Polda Jawa Tengah, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. gelar konferensi pers ungkap kasus Perlindungan Perempuan dan anak, (07/01).

Dalam gelar ungkap kasus Perlindungan Perempuan dan anak, Polres Jepara Polda Jawa Tengah mengungkap sebanyak 2 kasus.

Yang pertama kejadian yang terjadi pada tanggal 30 Nopember 2018 di Ds. Datar Rt. 03/04 Kec. Mayong Kab. Jepara. Dalam kejadian tersebut kami telah menangkap dua orang tersangka dengan inisial LS (23 tahun) dan MAN (15 tahun), keduanya merupakan warga Ds. Datar Kec. Mayong Kab. Jepara.

Dari tangan kedua tersangka, kami menyita barang bukti berupa pakaian dari korban (sebut saja bunga) dan pakaian dari kedua tersangka.

Dan untuk kasus yang kedua adalah yang terjadi di rumah tersangka dengan inisial NAY (26 tahun) di Ds. Jerukwangi Rt. 01/09 Kec. Bangsri Kab. Jepara pada tanggal 23 Juni 2018, dari tangan tersangka mengamankan barang bukti pakaian dari korban (sebut saja melati).

Usai kegiatan, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. mengajak masyarakat Kab. Jepara untuk ikut berpartisipasi dalam menjaga situasi keamanan wilayah Kab. Jepara, jangan sungkan atau takut untuk melaporkan kejahatan yang terjadi di sekitar anda.

“Kami akan terus memburu para pelaku kejahatan, sehingga Wilayah Kab. Jepara tercipta situasi yang kondusif” tambah Kapolres Jepara.

(Humas Polres Jepara)

Gelar Press Release Akhir Tahun 2018, Secara Umum Tindak Kejahatan di Jepara Menurun

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Jelang pergantian tahun dari 2018 menjadi 2019, Polres Jepara menggelar press release di ruang PPKO Polres Jepara, (31/12).

Tampak hadir dalam kegiatan tersebut diantaranya Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K. M.H., Waka Polres Jepara Kompol Dr. Pranandya Subiyakto, S.H.,M.Hum., PJU (Pejabat Utama) Polres Jepara, Kapolsek Jajaran Polres Jepara serta Ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) Kab. Jepara Sdr Budi Santoso beserta awak media/pers cetak/elektronik yang tergabung dalam PWI Kab. Jepara

Dalam press release tersebut, Kapolres Jepara AKBP Arif Budiman, S.I.K., M.H. mengatakan bahwa sepanjang tahun 2018 ini tindak kriminalitas menurun 49% dari 415 kasus ditahun 2017 menjadi 211 kasus ditahun 2018, pelanggaran hukum dari 268 kasus di tahun 2017 menjadi 247 di tahun 2018 atau menurun 7,8%, gangguan terhadap ketentraman dan ketertiban dari 64 kasus ditahun 2017 menjadi 50 kasus di tahun 2018 atau menurun 21,8% dan bencana dari 1 kejadian di tahun 2017 menjadi 0 ditahun 2018 atau menurun 100%.


Sedangkan untuk penanganan kasus sepanjang tahun 2018 ini, Satreskrim Polres Jepara telah menyelesaikan 147 kasus dari total kasus sebanyak 211 kasus. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi penyelesaian kasus diantaranya sampai dengan saat ini kasus masih dalam tahap penyelidikan ataupun penyidikan atau tersangka berada di luar kota, pulau atau luar negeri dan lain sebagainya.

Dari penindakan dan pelanggaran lalu lintas, Satlantas Polres Jepara selama 2018 melakukan teguran sebanyak 26.580 pengendara dan penilangan sebanyak 37.157 pengendara dengan jumlah nilai denda mencapai Rp. 2.015.099.000,- yang masuk kedalam PNBP (Pendapatan Negara Bukan Pajak).

Selain itu capaian kinerja Polres Jepara sepanjang tahun 2018 yaitu meraih predikat WBK (Wilayah Bebas Korupsi) dari Kemenpan RB, Penghargaan RSPA (Road Safety Partnership Award) Polda Jawa Tengah, Juara IRSA (Indonesia Road Safety Award) dan penghargaan dari KPPN.
(Humas Polres Jepara)

Kasat Resnarkoba Ingatkan Personil Tentang Program RBP Saat Pimpin Apel Siaga Akhir Pekan.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Sabtu (28/07/18), bertempat di halaman Mapolres Jepara telah dilakukan apel siaga akhir pekan yang dipimpin oleh Kasat Resnarkoba Polres Jepara AKP Hendro Asriyanto.

Sesuai dengan arahan dari Kasat Resnarkoba, usai pelaksanaan apel siaga pagi, anggota siaga langsung menyebar untuk melaksanakan patroli di obyek – obyek vital wilayah Kab. Jepara dengan sasaran utama obyek wisata wilayah Kab. Jepara dimana diakhir pekan seperti saat ini di obyek wisata wilayah Kab. Jepara adalah salah satu lokasi yang rawan terjadi tindak kriminal.

Kegiatan siaga kemudian dilanjutkan dengan melaksanakan siaga malam hari, dan saat siaga malam Kasat Resnarkoba menekankan untuk melaksanakan kegiatan patroli di lokasi pusat keramaian.

Selain itu, juga diingatkan akan program Pemerintah yaitu Reformasi Birokrasi Polri dimana sasaran dari program tersebut di tubuh polri adalah terwujudnya birokrasi yang mempunyai pelayanan publik yang berkualitas serta terwujudnya birokrasi yang efektif dan efisien. Dengan Hal tersebut, diharapkan setiap personil Polri untuk meningkatkan kegiatan pelayanan kepada masyarakat secara profesionalisme” tambah Kasat Narkoba.

(Humas Polres Jepara)