Category Archives: Satreskrim

Tim Saber Pungli Jepara Dalami Kasus Pungutan Liar Sekolah

Tribratanewsjepara.com – Tim Saber Pungli Polres Jepara mengungkap kasus pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum guru di salah satu SMP negeri di Kabupaten Jepara. Berdasarkan informasi sementara, diduga ada pungutan yang dilakukan terhadap 25 orang tua siswa baru dengan total nilai mencapai Rp 61 juta.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK didampingi Kasatreskrim AKP Suharta mengatakan, informasi terkait adanya Pungli pada siswa baru tersebut didapatkannya beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian pada Senin (3/7) siang tim Saber Pungli mendatangi sekolah tersebut.

“Kami lakukan operasi tangkap tangan dan menyita barang bukti yang ditemukan di sekolah tersebut. Mulai dari buku berisi catatan daftar nama siswa atau wali murid beserta jumlah yang disetor serta uang senilai Rp 61 juta,” katanya kepada pewarta saat konferensi pers di depan kantor Reskrim Selasa (05/07/2017) sore.

AKBP Yudianto mengatakan, dari informasi yang sebelumnya didapat anggota Saber Pungli tersebut melakukan penyelidikan dan hasilnya didapatkan ada proses Pungli. ”Ada oknum guru yang mengumpulkan beberapa orang tua murid dan melakukan pungutan itu dengan alasan untuk beli alat bantu. Ada 25 orang tua siswa dan masing-masing dipungut Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Saat didalami lebih lanjut, hal tersebut tidak ada dasar hukum dan tidak ada keputusan dari wali murid secara keseluruhan. ”Karena itu, saat ini kami lakukan proses penyidikan dan memanggil beberapa pihak yang berkepentingan,” jelasnya.

Sampai sore kemarin, sudah ada 12 orang yang diperiksa. Semuanya merupakan panitia PPDB di sekolah tersebut. Dari 12 orang tersebut, diduga kuat mengerucut pada tiga nama yang bertugas sebagai panitia sekaligus yang mengumpulkan. Pihaknya juga masih mendalami apakah pungutan tersebut dilakukan agar siswa bisa masuk di sekolah tersebut atau hal lainnya. ”Masih kami dalami peran masing-masing,” ungkapnya.

Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Mustaqim saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku belum tahu persis kondisi yang terjadi. “Saya belum tahu kronologisnya seperti apa, jadi belum bisa memberikan keterangan,” katanya.

Untuk PPDB sendiri, Mustaqim menjelaskan, semua sekolah sudah diberi pemahaman jika PPDB dibiayai oleh dana BOS. Sudah pula dilakukan sosialisasi agar sekolah tidak melakukan pungutan. “Jika nantinya ada fasilitas yang diperlukan sekolah maka harus melalui persetujuan semua wali murid. Sifatnya juga tidak boleh memaksa, begitu pula dengan tenggang waktunya,” ungkapnya.

Meski begitu, Mustaqim menambahkan, jika nantinya pungutan liar tersebut terbukti maka dinas akan mengambil langkah sesuai prosedur. ”Penangananya nanti sesuai prosedur dinas,” imbuhnya.

Tim Saber Pungli Jepara Periksa 3 Pelaku Jual Beli Kamar Rutan

Tribratanewsjepara.com – Tim Saber Pungli Kabupaten Jepara menemukan indikasi praktik jual beli kamar di dalam Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam kasus ini, petugas telah mengamankan 3 pelaku dan sejumlah barang bukti.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula saat pihaknya mendapat laporan dari keluarga salah seorang penghuni rutan berinisial JM.

JM yang berstatus tahanan titipan dari Polres Jepara bermaksud ingin pindah kamar. Namun, rencana pindah kamar atau blok tersebut diharuskan membayar Rp 500 ribu kepada oknum.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan penyelidikan di rutan. Ternyata memang ada dugaan pungli dalam kasus ini,” ujar Kapolres, Jumat (30/6/2017).

Sejauh ini, pihaknya telah mengamankan 3 pelaku, yang juga warga binaan Rutan Kelas IIB Jepara. Masing-masing berinisial SA, AE, dan AJ. Selain pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti berupa uang Rp 250 ribu.

“Jadi, pungli pindah kamar ini dilakukan dengan cara keluarga warga binaan memberikan uang tersebut kepada salah seorang juru parkir rutan, yang juga masih berstatus warga binaan. Lalu, hal itu akan dikompromikan dengan sindikatnya yang ada di dalam rutan,” ungkapnya.

Yudianto menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi. Selain itu, penyelidikan dilakukan lebih lanjut guna mengungkap apakah ada keterlibatan pegawai rutan atau tidak.

“Kami tidak mau berasumsi, tapi akan kami dalami kasus ini,” tandasnya.

Tim Saber Pungli Kabupaten Jepara Menangkap Juru Parkir Liar Di Sejumlah Obyek Wisata Di Jepara

Tribratanewsjepara.com – Diduga melakukan pungutan liar (Pungli) parkir, enam juru parkir di obyek wisata pantai Bandengan, Empurancak dan Teluk Awur diperiksa polisi. Mereka diketahui memanfaatkan momen libur lebaran, untuk mengeruk keuntungan dari jasa parkir ataupun penitipan kendaraan tanpa seizin resmi pemerintah daerah.

Sulistyono (47) seorang operator penitipan mobil di Pantai Teluk Awur mengatakan, untuk momen lebaran, harga tiket parkir sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan diwaktu normal, hanya sebesar Rp 5000.

Kepada pewarta ia mengakui tiket penitipan mobil adalah cetakannya sendiri, bukan berasal dari pemerintah kabupaten ataupun kelurahan. Untuk momen lebaran kali ini, dirinya telah mencetak 10 bendel tiket, yang masing-masing berisi sekitar 100 lembar karcis.

“Sudah tiga kali lebaran ini. Kalau sebelumnya kan belum seramai sekarang pantainya. Kalau uang dari parkir ini kami setorkan juga ke Kelurahan setiap bulan Rp 150 ribu,” kata dia.

Ia mengatakan, setiap kali masuk ke obyek wisata pantai tersebut, dikenai tiket masuk sebesar 1000 rupiah. Lalu jika membawa mobil, dikenai biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu di hari Lebaran. Sementara untuk motor, tidak dikenai biaya parkir. Dengan besaran itu, ia mengaku sempat ada keluhan dari warga juga.

“Ya ada keluhan dari warga, biasanya Rp 5000 untuk penitipan, ini kok sampai Rp 10.000, tetapi tidak banyak. Kalau mobilnya rusak kami ya ikut bertanggungjawab kok, ikut membetulkan,” kilahnya.

Sementara itu, pengelola parkir liar di Pantai Pasir Putih Bandengan Sukri menyebut, tarif penitipan mobilnya lebih ringan. Hanya saja, untuk momen lebaran, dikenai biaya pergundul.

“kalau harga Rp 5000 itu per orang. Namun untuk harga tersebut kami juga memberikan kompensasi kepada lingkungan RW setempat,” akunya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, keenam orang ini terbukti memungut tanpa izin resmi pemerintah daerah.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa telah terjadi tindakan pungli di tempat masuk wisata, yang tidak berdasarkan persetujuan pemerintah. Hasilnya pun tak disetorkan kepada pemerintah. Selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres Jepara.

Dirinya juga mengimbau agar warga masyarakat tak enggan melapor, bila merasa menjadi korban pungli. Ia memberikan dua saluran pengaduan yakni lewat hotline dan media sosial.

“Silakan melapor melalui hotline Saber Pungli di 081229739081 atau melalui instagram @humas.resjepara. Silakan laporkan jika ada pungli, bila dimintai uang tanpa kejelasan, ataupun tiket tanpa cap atau dasar nomornya. Bisa direkam ataupun difoto. Tidak hanya terbatas pada tempat wisata, tapi pada saat rekam ktp atau apa saja,” pesan AKBP Yudianto.

Selain meminta keterangan pengelola parkir, polisi juga menyita uang hasil pungli sejumlah Rp 4.026.000, yang berasal dari ketiga obyek wisata tersebut.

Satgas Anti Mafia Pangan Polres Jepara Cek Harga Sembako dan Mamin Kadaluarsa

Tribratanewsjepara.com – Satgas Mafia Pangan Polres Jepara Polda Jateng melakukan monitoring serta pengecekan secara langsung daftar harga bahan pangan di beberapa minimarket dan toko parcel, Senin (05-06-2017) siang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada permainan harga, atau produk makanan minuman yang kedaluwarsa.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suharta mengatakan, pengecekan dan monitoring ini untuk mencegah terjadinya gejolak harga kebutuhan pokok selama bulan puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga tidak ada pedagang yang mencari keuntungan dengan cara tidak wajar.

“Dengan adanya pemantauan seperti ini, maka kita harapkan kebutuhan pokok di Jepara bisa terus stabil,” ujarnya.

Suharta menambahkan, petugas Satgas Mafia Pangan selalu mengingatkan kepada setiap pedagang untuk tidak menjual makan, minuman dan produk lainnya yang kadaluwarsa. Karena hal itu bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Selain minimarket dan toko parcel yang sudah dilakukan pengecekan, saya mengharapkan pedagang lainnya juga tidak menjual produk kadaluwarsa. Jika ditemukan akan kami ambil tindakan tegas,” imbau Suharta.

“Dari hasil pemantauan dan pengecekan barang di beberapa toko dan swalayan tidak ditemukan barang kadaluwarsa yang dikemas dalam parcel, barang yang diperdagangkan ditoko maupun stok yang ada digudang,” pungkasnya. (as)

Polres Jepara Amankan Puluhan Kilo Bubuk Petasan

Tribratanewsjepara.com – Polres Jepara Polda Jateng meringkus dua orang produsen dan penjual petasan, yakni SM (57) warga Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak yang merupakan pembuat dan MM (28) warga Desa Sowan Lor Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara sebagai penjual. Keduanya diamankan jajaran Satreskim Polres Jepara pada Sabtu (3-6-2017).

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah SH menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada penyimpanan dan penjulan petasan yang dilakukan oleh tersangka MM yang ada di Desa Sowan Lor. Dari hasil pengecekan, di rumah tersangka ditemukan petasan jenis segitiga serta bahan-bahan pembuat petasan yakni serbuk apotas, grom dan belerang. “Dari tersangka MM ini, diketahui jika barang-barang tersebut didapat dari SM, warga Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Akhirnya kedua tersangka ini kita amankan ke Polres Jepara,” tutur Waka Polres didamingi Kasubbag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santoso, Senin (5-6-2017).

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 Kg serbuk belerang, 1,2 Kg serbuk grom, 6 Kg apotas, 4,2 Kg serbuk petasan, 56 bungkus petasan segitiga dengan isi 50 biji perbungkus. Satu renteng petasan segitiga dengan panjang 2 meter serta sejumlah barang bukti lainnya.

Sementara itu, tersangka SM mengaku setiap kali Ramadhan memang membuat petasan. Dirinya mengaku membeli sejumlah bahan pembuat petasan dari toko kimia di Semarang. Untuk mengelabui dan menyamarkan aksinya, SM membeli secara ecer bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat petasan itu. “Saya belinya di toko kimia di Semarang secara ecer. Belinya ecer per kilogram. Untuk belerang seharaga 20 ribu rupiah perkilo, apotas seharga seratus ribu,” jelas SM dihadapan awak media.

Dalam setiap pembuatan petasan dan bahan pembuatnya ini, SM mengaku mendapatkan keuntungan sekitar 220 ribu rupiah. SM juga mengaku, produksi petasan ini hanya sebagai kerja sambilan disela-sela aktifitas jualannya. “Hanya kerja sambilan saja saat selesai jualan di pasar sore Bungo,” katanya.

Tersangka MM mengungkapkan sudah tiga tahun ini tiap kali Ramadhan, dirinya membeli petasan dari SM. Tiap bungkus berisi 50 petasan segitiga, dirinya membeli seharga 5 ribu dari SM dan selanjutnya dijual secara ecer seharga 8 ribu. “Sejauh ini hanya dijual ecer dan kebanyakan yang beli anak-anak SMP,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 1 UU RI Nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata tajam, dengan ancaman hukuman di hukum dengan hukuman matai atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. Kini keduanya masih mendekam di sel tahanan Polres Jepara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (AS)

Cabuli ABG, Dukun Cabul Diamankan Polisi

Tribratanewsjepara.com – ABG yang dikabarkan hilang sejak April 2017 lalu akhirnya ditemukan. NP (17), ternyata disekap AS (54), seorang dukun warga RT 4 RW 2, Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan.

Siswi SMKN ini diduga dicabuli berkali-kali. Tersangka berdalih kawin kontrak dengan jin guna mendapat kekayaan. Dalam aksi itu, AS diduga dibantu MNM (19). Remaja ini juga diduga ikut mencabuli korban.

Penuturannya kepada penyidik, mulanya korban berinisial NP (17) bertemu dengan MNM di sebuah kafe. Saat itu MNM mengaku mengajak gadis itu untuk melakukan persetubuhan.

“Saya pertama kali melakukan hal itu pernah di rumahnya. Tapi tidak ada paksaan. Dia kemudian kabur dari rumah dan memerlukan uang. Karena bingung lalu saya bawa kerumah kakek ini (Mbah Rosid),” kata MNM, Selasa (23-05-2017).

Di rumah orang tua itu, ternyata NP diperdaya, sehingga melayani nafsu bejatnya berkedok ritual kawin kontrak dengan jin melalui perantara Mbah Rosid. Dengan ritual itu, gadis tersebut dijanjikan bisa mendapatkan kekayaan.

Namun janji tinggal janji. NP dibohongi oleh Mbah Rosid. Perbuatannya semata dilakukan untuk menyalurkan nafsu bejatnya. Ketika akan kabur dari rumah pelaku yang ada di Tahunan itu, NP diancam akan mendapatkan balak atau musibah. “Dua kali saya melakukannya. Ya pertamanya mau melakukan ritual untuk pelarisan,” aku AS.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suharta SH menyebut, tersingkapnya tabir kejahatan Mbah AS dan MNM bermula dari laporan kehilangan orang tua NP. Pada sekitar bulan April 2017, NP dilaporkan telah kabur dari rumahnya.

“Pengungkapan ini berawal dari laporan orang tua korban ke Polsek Tahunan, yang kehilangan anaknya, kira-kira sebulan yang lalu. Dengan keterangan yang kita kumpulkan, kita lantas menyasar rumah tersangka, dan menemukan tersangka dengan korban beserta alat-alat ritual,” terang Suharta.

Ia mengungkapkan dari rumah tersangka ditemukan enam buah keris, sebuah jenglot, selembar kain putih, dua buah seprai warna merah putih motif bunga dan dua buah sarung warna hitam.

Tersangka sendiri diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara, karena melanggar pasal 81 (1) dan (2) jo pasal 76 d dan atau pasal 82 jo 76E UU RI no 35/2014 tentang Perubahan UU RI No 23/2004 tentang Perlindungan Anak. (as)

Hari Ini Polres Jepara Punya Kasat Reskrim Anyar

Tribratanewsjepara.com – Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jepara Polda Jateng AKP Suwasana MH serahterima jabatan (Sertijab) dengan AKP Suharta SH di halaman Mapolres Jepara, Selasa (16-05-2017) pagi.

Serah terima Jabatan (Sertijab) dan sekaligus pengambilan sumpah jabatan Kasat Reskrim itu dipimpin Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK. Dihadiri Pejabat Utama Polres Jepara dan para Kapolsek jajaran Polres Jepara serta Pengurus Bhayangkari Cabang Jepara.

AKP Suharta SH sebelumnya menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Temanggung. Sementara AKP Suwasana MH dipindahtugaskan menjadi Kasat Reskrim Polres Grobogan.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK dalam amanatnya mengatakan, pergantian jabatan di lingkungan Polri merupakan hal yang wajar dan lazim dilakukan. Selain itu, mutasi juga merupakan bagian dinamisasi dari proses penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personil dalam sebuah organisasi birokrasi. Mutasi jabatan ini akan selalu ada selama kebutuhan situasi organisasi menghendakinya.

Yudianto meminta kepada Pejabat yang baru untuk segera menyesuaikan diri dan langsung bekerja melakukan inventarisasi permasalahan yang sedang terjadi dan mengevaluasi program-program yang sudah ditetapkan.

“Semoga pejabat baru bisa dengan cepat menentukan cara bertindak yang komprehensip dilandasi profesionalisme dalam menjalankan tugasnya mendatang,” tutur Yudianto.

Pada kesempatan ini, Yudianto pun mengucapkan terima kasihnya kepada pejabat lama AKP Suwasana MH atas dedikasi dan profesionalismenya selama menjabat sebagai Kasat Reskrim Polres Jepara selama menjabat Kasat Reskrim Polres Jepara.

Usai Upacara Sertijab, Pejabat Lama dan Pejabat Baru menerima ucapan selamat dari Kapolres Jepara beserta Ketua Bhayangkari Cabang Jepara diikuti Pejabat Utama Polres Jepara, Para Kapolsek dan anggota Polres Jepara serta Bhayangkari. (as)

Polres Jepara Polda Jateng, Kembali Ungkap Judi Togel

Tribratanewsjepara.com – Jajaran Polres Jepara Polda Jawa Tengah berhasil mengungkap kasus perjudian Togel. Kali ini Unit Opsnal Sat Reskrim Polres Jepara telah berhasil menangkap pelaku BS (47) Desa Sekuro, Mlonggo, Jepara, Sabtu (13-5-2017) sekitar pukul 20.00 WIB lalu.

 

“BS diamankan sewaktu anggota Reskrim melaksanakan lidik di wilayah Mlonggo, yang mendapati BS sedang menjual Togel jenis Hongkong, kemudian dilakukan penangkan dan penyitaan barang bukti, selanjutnya dibawa ke Ppolres,” terang Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana MH.

 

Dia menambahkan dari tersangka BS, Polisi berhasil mengamankan barang bukti uang tunai Rp 690.000, satu unit telepon seluler warna putih, lima bendel kupon Togel, satu buah ballpoint warna biru, selembar kertas rekapan nomor yang keluar dan selembar kertas ramalan diamankan petugas Reskrim.

 

Dijelaskannya, dari hasil pemeriksaan, BS mengaku hasil penjualan disetorkan kepada Ali beralamat di Jobokuto, Jepara Kota. Selanjutnya Sat Reskrim bersama dengan Intelkam dan Provos melaksanakan pengrebegan didampingi warga Jobokuta RT 11/37. Namun tidak membuahkan hasil, “Menurut keterangan tetangganya, Ali jarang dirumah, kalau pulang sebentar langsung pergi lagi.

 

“Pengungkapan tersebut tidak lepas dari informasi dari masyarakat tentang adanya judi Togel di lokasi penangkapan,” terang Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK saat dikonfirmasi, Senin (15-5-2017). (AS)

Jelang Ramadhan, Polres Jepara Tingkatkan Razia Pekat

Tribratanewsjepara.com – Menyambut masuknya bulan suci Ramadhan, jajaran kepolisian dari Polres Jepara Polda Jateng menggelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran penyakit masyarakat (Pekat). Sasarannya adalah, senjata tajam (Sajam), minuman keras (Miras), bahan peledak (Petasan), dan premanisme.

Kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran Pekat yang dipimpin Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jepara itu menyisir tempat hiburan di Pungkruk, Mlonggo, Jum’at (12-05-2017) pukul mulai pukul 21.30 WIB.
 
Operasi seperti itu sebenarnya kerap dilakukan, namun memasuki bulan puasa, kegiatan itu kembali ditingkatkan.
 
“Razia Cipta Kondisi ini merupakan kegiatan kepolisian yang rutin dilakukan guna menekan angka penyakit masyarakat. Targetnya penjualan Miras dan perbuatan mesum atau asusila serta Petasan yang marak pada Bulan Suci Ramadhan,” tutur Kasar Reskrim AKP Suwasana MH.
 
Menurut dia, cipta kondisi ini dilakukan menjelang bulan suci Ramadan. Hal ini dilakukan agar bulan suci Ramadan tidak dikotori dengan perbuatan-perbuatan tercela.

Untuk itu, masyarakat dihimbau untuk bisa bekerjasama dengan kepolisian dalam menjalankan operasi Pekat ini. Masyarakat bisa memberikan informasi kepada pihak berwenang. Selanjutnya kepolisian akan menindak lanjuti sesuai peraturan dan hukum yang berlaku. Masyarakat diminta tidak melakukan tindakan sendiri dengan menswiping atau merazia tempat-tempat yang dianggap menjadi lokasi.

“Percayakan kepada aparat kepolisian semua laporan yang berhubungan dengan Pekat (penyakit masyarakat) akan kami tindak lanjuti,” jelasnya.

“Di Pungkruk sampai akhir kegiatan pada pukul 23.00 WIB, kita amankan 21 botol besar bir putih, 9 botol bir hitam, 6 botol kecil congyang, 3 botol anggur koleson dan 5 botol anggur merah. Total seluruhnya ada 44 botol Miras, barang bukti itu kita bawa ke Polres Jepara dan pwmiliknya kita proses Tipiring,” pungkasnya. (as)

Operasi Patuh Candi 2017, Polres Jepara Gelar Razia Gabungan Bersama TNI

Tribratanewsjepara.com – Bersama Kodim 0719 Jepara, Polres Jepara Polda Jateng melaksanakan razia gabungan dalam rangka Operasi Patuh Candi 2017 di kota yang dikenal dengan julukan “Kota Ukir”, Rabu (10-5-2017) pagi.

“Kami melaksanakan razia ini dalam rangkaian operasi patuh dan dalam razia ini dibantu oleh personil dari Provost Kodim 0719 Jepara,” terang Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi disela memimpin razia.

Ia mengatakan, razia dengan sasaran kendaraan bermotor baik roda dua maupun roda empat atau lebih itu dilakukan pada Rabu (10-5-2017) pagi sekitar pukul 08.45 WIB di jalan lingkar Mulyoharjo Jepara.

Dalam kegiatan itu polisi berhasil menjaring beberapa pengendara yang melakukan pelanggaran terhadap aturan dan tata cara berlalu lintas di jalan raya.

Semua pelanggar lalu lintas yang terjaring dalam razia tersebut diberikan sanksi tegas berupa Tilang dan ada juga kendaraan mereka yang diamankan.

Kompol Slamet Riyadi terus mengatakan, untuk total pelanggar yang ditilang berjumlah 49 pelanggar diantaranya 29 orang tidak melengkapi surat menyurat kendaraan bermotor, 7 tidak memakai helm standar, 4 kelengkapan Ranmor, 3 kelebihan muatan, 2 kendaraan tidak laik jalan dan 3 nomor kendaraan tidak dipasang serta 1 kendaraan yang menggunakan sirine.

Untuk barang bukti yang diamankan dalam razia tersebut di antaranya Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) berjumlah 32 lembar, Surat Izin Mengemudi (SIM) sebanyak sembilan lembar dan kendaraan bermotor sebanyak delapan unit tiga diantaranya kendaraan roda empat.

“Barang bukti yang kami amankan selanjutnya dibawa ke Satuan Lalu Lintas sedangkan pelanggaran dari pihak TNI sendiri tidak ditemukan,” tutur Slamet Riyadi.

Kegiatan razia dengan tujuan menyadarkan masyarakat untuk patuh dalam aturan dan tata cara berlalu lintas yang baik ini akan dilakukan terus menerus dan setiap pelanggaran akan ditindak tegas.

“Polres Jepara sendiri tidak hanya menerjunkan anggota lalu lintas, akan tetapi melibatkan semua fungsi termasuk Satuan Sabhara, Reskrim dan Intelkam, karena selain sasaran kepada kendaraan razia ini juga untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas seperti Curanmor, karena tidak menutup kemungkinan mendekati Bulan Ramadhan mengalami peningkatan angka kriminaltiasnya, imbuhnya. (AS)