Category Archives: Satlantas

Langgar Larangan Beroperasi Lebaran 2017, 2 Truk Ditilang

Tribratanewsjepara.com – Sebanyak 2 pengemudi truk tronton ditilang aparat Polres Jepara Polda Jateng. Hal itu menyusul para pengemudi tersebut melanggar aturan larangan beroperasi selama Lebaran 2017.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, penilangan dilakukan anak buahnya saat sedang melaksanakan patroli di wilayah Pecangaan, Rabu (21/6/2017). “Hari pertama berlakunya Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI nomor SK.2717/AJ.201/DRJD/2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2017, angkutan barang dilarang beroperasi pada H-4 atau 21 Juni hingga H+3 atau 29 Juni memang masih ada yang beroperasi. Tadi kami tilang di wilayah Pecangaan dan Kalinyamatan. Jumlahnya ada 2 unit, satu unit truk tronton memuat batu dan satunya lagi truk tronton molen” tuturnya.

“Selain kami tilang, truk juga dikandangkan. Operasional baru bisa dilakukan setelah H+3,” imbuhnya.

Yudianto mengatakan, jajarannya berkomitmen akan bertindak tegas kepada para awak angkutan barang, terutama truk yang melanggar peraturan tentang pembatasan operasional angkutan barang selama Lebaran 2017. Selain dikenakan Tilang, kendaraannya juga kami amankan. Hal itu juga sebagai bentuk sosialisasi sekaligus memberikan efek jera ke pengemudi agar tak lagi melanggar larangan beroperasi.

Namun, ada beberapa kendaraan angkutan barang yang tetap diizinkan melintas atau beroperasi selama Lebaran tahun ini.

“Di antaranya yakni kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), ternak, ekspedisi pos, kebutuhan bahan pokok, serta truk bertanda khusus dari pemerintah,” imbuhnya. (as)

Jelang Berbuka, Kapolres Jepara Berbagi Takjil Di Alun-alun Jepara

Tribratanewsjepara.com – Pemandangan di sekitar Alun-alun Kabupaten Jepara depan Kantor Pemkab Jepara, Sabtu (3-6-2017) sore, beberapa polisi membagikan takjil. Para pengendara baik roda dua maupun roda empat menyambut uluran tangan para polisi itu. Puluhan kotak takjil itu ludes terbagi sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat pengguna jalan di prakarsai oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jepara Polda Jateng yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK.

Sebelum kegiatan pembagian takjil dimulai, diawali dengan Safety riding dan kuis kepada masyarakat yang hafal surat Al Qur’an. Tak hanya itu, ada juga tausiyah Kamtibmas yang disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama SIK.

Dalam tausiyahnya, Kasat Lantas menyampaikan, kewajiban tertib berlalulintas yang sejalan dengan perintah agama diantaranya wajib taat dengan Ulil Amri(Pemerintah) sehingga wajib mentaati Undang-undang Lalulintas. Tidak tertib Lalulintas berdampak Mudhorat yaitu jika kepala keluarga meninggal akibat Laka Lantas maka istri dan anggota keluarganya akan kesusahan. Dan disiplin dalam beribadah juga harus dipraktekkan dalam disiplin berlalu lintas karena tertib berlalulintas menunjukkan Akhlak yang baik.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kegiatan tausiyah keliling sekaligus memotivasi untuk tertib berlalu lintas. (as)

Kini, Polwan Cantik Polres Jepara Jaga Masjid saat Sholat Jumat

Tribratanewsjepara – Puluhan Polwan Polres Jepara melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di depan Masjid yang ada di wilayah Jepara, Jum’at (26/5/2017) siang. Kegiatan ini Meminimalisir adanya gangguan Kamtibmas yang mungkin timbul pada saat kaum muslim melaksanakan ibadah sholat jum’at.

“Pengamanan sholat jumat dilaksanakan setiap jumatnya selain sebagai tugas pokok Polri sebagai pelayan masyarakat yang promoter dan memberikan rasa aman juga sebagai bekal amal untuk akherat nantinya” ujar Kapolres Jepara.

Selain melakukan pengamanan dan mengatur arus lalu lintas di halaman masjid maupun yang ada di pinggir jalan Para polwan juga dengan tulus ikhlas membantu menyeberangkan warga yang akan melaksanakan ibadah sholat Jumat.

“Tujuan dari kegiatan tersebut sebagai bentuk pelayanan Polri kepada masyarakat yaitu untuk memerikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat serta memberikan kesempatan kepada anggota Polki (Polisi Laki-laki) untuk melaksanakan ibadah sholat jumat di masjid” ucap Kompol Suyatmi selaku senior Polwan Polres Jepara.

Dalam pelaksanaan giat  tersebut anggota Polwan Polres Jepara selalu membantu kelancaran masyarakat dalam beraktifitas sehari-hari sehingga masyarakat merasakan kehadiran anggota POLRI dapat tercipta rasa aman, nyaman dan lancar dalam aktifitas sehari-hari. (ar)

Setengah Operasi Patuh Candi 2017, Polisi Tindak 945 Pelanggar

Tribratanewsjepara.com – Selama pertengahan Operasi Patuh Candi 2017 yang dilakukan di seluruh wilayah Indonesia, Sat Lantas Polres Jepara, sudah mengeluarkan sebanyak 715 surat tilang. Jumlah ini, tercatat mulai Rabu (09/05/2017) sampai Senin (15/05/2017).

Dari data yang dihimpun dari Sat Lantas selain melakukan Tilang kepada sejumlah pengendara, pihaknya juga melakukan peneguran kepada pelanggar.

“Jumlah Pelanggaran Lalu Lintas pada Setengah Operasi Patuh Candi – 2017 sebanyak 945 pelanggaran dengan rincian e-tilang (biru) : 715, tilang manual (merah) : 0 dan teguran : 230) dan Laka Lantas terdapat 3 kejadian,” jelas Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi SS MH selaku Karendal Ops usai pelaksanaan Anev pertengahan operasi di ruang Posko.

Masih dengan Slamet Riyadi, jumlah Pelanggaran Lalu Lintas pada Setengah Operasi Patuh Candi – 2017 apabila dibandingkan dengan Setengah Operasi Patuh Candi – 2016 terjadi penurunan pelanggaran lalu lintas dengan prosentase sebanyak 10 %.

Sementara itu, jika dilihat dari jenis kendaraan yang melanggar, masih didominasi oleh kendaraan roda dua, Sedangkan untuk kendaraan roda empat masih bisa cukup dikatakan tertib.

Untuk jenis pelanggaran, masih didominasi oleh tidak lengkapnya surat-surat kendaraan dan masih belum sadarnya pengendara mobil untuk menggunakan sabuk pengaman.

Sekadar informasi, Operasi Patuh Candi 2017 ini bertujuan untuk mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas terutama di lokasi rawan terjadinya kecelakaan dan rawan pelanggaran di wilayah hukum Polres Jepara.

Sedangkan untuk sasaran operasi Patuh kali ini dibagi menjadi tiga, yaitu Potensi Gangguan (PG) yang meliputi sikap mental masyarakat, dan pengguna jalan yang melakukan pelanggaran terhadap peraturan lalu lintas.

Sasaran kedua, Ambang Gangguan (AG) yang meliputi kurang memahami undang-undang, rambu-rambu, kesadaran, kepatuhan dalam berlalu lintas, kurangnya etika berlalu lintas, dan kendaraan tidak layak fungsi.

Sedangkan untuk sasaran terakhir yaitu Gangguan Nyata (GN) yang meliputi Trouble Spot (kemacetan lalu lintas), dan Black Spot (kecelakaan lalu lintas). (as)

Hari Pertama Operasi Patuh, 90 Pengendara Terjaring Razia

Tribratanesjepara.com – Hari pertama dilaksanakan operasi Patuh Candi 2017 , Satlantas Polres Jepara menindak 90 pelanggaran lalu lintas, Selasa (9-5-2017) sore.

“Operasi yang dilakukan pagi dan sore hari di wilayah Jepara Kota dan Kalinyamatan adalah hari pertama kita melakukan operasi Patuh Candi 2017,  sangat disayangkan karena masih banyak pengguna jalan khususnya masyarakat Jepara yang terjaring dalam razia ini, terang Kasubbag Humas AKP Sarwo Edi Santoso.

“Kegiatan razia Operasi Patuh Candi 2017 dilaksakan selama 14 hari, dimulai dari tanggal 09 Mei s/d 22 Mei 2017 dengan tujuan meningkatan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas serta mengurangi tingkat pelanggaran lalu lintas terutama bagi pengemudi kendaraan bermotor baik roda 2 (dua) maupun roda 4 (empat) menjelang bulan Ramadhan 1438 H,” imbuhnya.

Dari data yang dihimpun tribratanewsjepara.com, Satlantas Polres Jepara menindak 90 pelanggaran lalu lintas dengan menggunakan sistem e-tilang. “Hal ini agar memudahkan masyarakat dalam pembayaran denda tilang tanpa harus menunggu sidang di Pengadilan Negeri Jepara,” ujar Kaur Bin Ops Sat Lantas Iptu Suyitno saat memimpin operasi di lapangan.

Pocil dan PKS Kabupaten Jepara Masuk Grandfinal Lomba Pocil dan PKS Polda Jateng

Assalamu’alaikum
Selamat siang komandan, mohon ijin melaporkan pelaksanaan giat LOMBA POCIL dan PKS se Jateng yg diselenggarakan oleh Ditlantas Polda Jateng dgn peserta seluruh polres jajaran dgn jumlah 35 polres/ta/tabes.
Utk babak penyisihan dibagi menjadi 3 kelompok yaitu tiap2 kelompok 12 peserta yg dilaksanakan setiap hari minggu saat pelaksanaan car free day di Simpang Lima Semarang dan tiap2 kelompok akan diambil Juara 1, 2 dan 3 utk selanjutnya melaksanakan Grand final pd tgl 14 Mei 2017.

Utk Pocil dan PKS Jepara tergabung dalam Kelompok 2 yg pelaksanaannya dilaksanakan
hari ini tgl 30 April 2017,
pkl 06.30 sd 11.00.

Dengan hasil,
Alhamdulillah tim POCIL dan PKS Jepara keduanya mendapatkan JUARA 1 yg selanjutnya berhak utk masuk grandfinal.

Hasil lengkap penyisihan kelompok 2 sbb:
Pocil
1. JEPARA
2. Grobogan
3. Brebes
PKS
1. JEPARA
2  Salatiga
3. Brebes

Demikian komandan.

Penerimaan PNBP SIM Tahun 2016 Polres Jepara

Prosedur Pelayanan SIM di Satpas 1438 Polres Jepara

Untuk pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM), silakan ikuti alur prosedur yang telah ditetapkan di bawah ini:

1. Mempersiapkan fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Ini syarat paling mudah, datang ke tempat fotokopi, lalu fotokopi KTP Anda menjadi beberapa lembar untuk dijadikan dokumen.

2. Membuat Surat Keterangan Sehat Jasmani dan Rohani

Surat keterangan sehat jasmani dan rohani ini dikeluarkan oleh dokter dan dapat dibuat di klinik kepolisian atau di pusat pelayanan kesehatan lainnya.

3. Ambil Formulir

Ambil atau beli permohonan pembuatan SIM sesuai dengan tarif yang telah ditentukan untuk pembuatan SIM baru.

4. Mengisi Formulir

Isi formulir permohonan dengan lengkap dan benar untuk kemudian diserahkan ke petugas di loket yang telah disediakan. Tunggu hingga nama Anda dipanggil.

5. Ikuti Ujian

Setelah nama Anda dipanggil, Anda akan diminta mengikuti ujian yang terdiri atas dua tahap, yaitu:

  • Ujian Teori

Jika lulus, dilanjutkan dengan ujian praktik. Sementara jika tidak lulus, Anda akan diberi kesempatan untuk mengulang ujian teori ini setelah tenggang 7 hari, 14 hari, dan 30 hari. Jika Anda mengulang kemudian kembali tidak lulus, tidak mengulang, tidak datang kembali, atau tidak ada keterangan, uang pembayaran biaya SIM akan dikembalikan.

  • Ujian Praktik

Jika lulus, SIM akan diproduksi atau dicetak. Jika tidak lulus, Anda akan diberi kesempatan untuk mengulang ujian praktik setelah tenggang waktu 7 hari, 14 hari, dan 30 hari. Sama seperti untuk ujian tertulis, jika Anda mengulang ujian praktik kemudian tidak lulus, tidak mengulang, tidak datang kembali, atau tidak ada keterangan, uang yang telah dibayarkan akan dikembalikan.

6. Tanda Tangan, Pengambilan Sidik Jari, dan Foto

Jika Anda berhasil lulus di kedua ujian di atas, Anda akan diminta untuk menunggu panggilan ke loket untuk melengkapi data tandatangan, sidik jari, dan difoto, semuanya secara elektronik atau digital.

7. Ambil SIM

Tahap terakhir adalah menunggu hingga nama Anda dipanggil untuk mengambil SIM yang sudah jadi di loket pengambilan SIM.

Persyaratan Pelayanan SIM Online Polri Pada Satpas 1438 Polres Jepara

SIM Online Polri

Persyaratan pendaftaran


    • Usia

Persyaratan usia meliputi :
      1. Berusia 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D;
      2. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM B I, dan;
      3. Berusia 21 (dua puluh satu) tahun untuk SIM B II.
      4. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM A Umum;
      5. Berusia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM B I Umum; dan
      6. Berusia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk SIM B II Umum.
Persyaratan usia yang tertera di atas berlaku bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing.
    • Administrasi

Persyaratan administrasi meliputi :
      1. SIM baru;
      2. Perpanjangan SIM;
      3. Pengalihan golongan SIM;
      4. Perubahan data pengemudi;
      5. Penggantian SIM hilang atau rusak;
      6. Penerbitan SIM akibat pencabutan SIM.
Persyaratan administrasi pengajuan SIM baru untuk mengemudikan Ranmor perseorangan meliputi :
      1. Mengisi formulir pengajuan SIM; dan
      2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing.
Bagi Warga Negara Asing diperlukan dokumen keimigrasian berupa :
      1. Paspor dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) bagi yang berdomisili tetap di Indonesia;
      2. Paspor, visa diplomatik, kartu anggota diplomatik, dan identitas diri lain bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan;
      3. Paspor dan visa dinas atau kartu izin tinggal sementara (KITAS) bagi yang bekerja sebagai tenaga ahli pelajar yang bersekolah di Indonesia; atau
      4. Paspor dan kartu izin kunjungan atau singgah bagi yang tidak berdomisili di Indonesia.
Lampiran pengajuan golongan SIM umum baru :
      1. Sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau
      2. Surat Izin Kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia.
    • Kesehatan

Persyaratan kesehatan meliputi :
      1. Kesehatan Jasmani
Kesehatan jasmani meliputi :
        1. Pengelihatan;
        2. Pendengaran; dan
        3. Fisik atau perawakan.
      1. Kesehatan Rohani
Kesehatan rohani meliputi :
1. Kemampuan konsenrasi;

Kemampuan konsentrasi diukur dari kemampuan memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan Ranmor di jalan.

2. Kecermatan;

Kecermatan diukur dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mempersepsikan kondisi yang ada.

3. Pengendalian diri;

Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.

4. Kemampuan penyesuaian diri;

Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.

5. Stabilitas emosi;

Stabilitas emosi dikukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.

6. Ketahanan kerja

Ketahanan kerja diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan.

 

Perpanjangan SIM

Persyaratan administrasi pengajuan perpanjangan SIM meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing;
  3. SIM lama;
  4. surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator; dan
  5. surat keterangan kesehatan mata.
Perpanjangan SIM dilakukan sebelum masa berlakunya berakhir.
Perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu, sebagimana dimaksud harus diajukan SIM baru sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan-persyaratan di atas.
Perpanjangan SIM dapat dilaksanakan di Satpas atau tempat pelayanan SIM lain di seluruh Indonesia.
Pengajuan perpanjangan SIM beserta dokumen persyaratan diajukan ke :
  1. Petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi bagi perpanjangan SIM yang dilakukan di Satpas; dan
  2. Petugas pada tempat pelayanan SIM lain.

 

Pengalihan Golongan SIM


Persyaratan administrasi pengalihan golongan SIM meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan pengalihan SIM;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing;
  3. SIM yang akan dialihkan golongannya telah dimiliki paling rendah 12 (dua belas) bulan; dan
  4. Surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator.
SIM berupa :
  1. SIM A bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM A Umum dan SIM B I;
  2. SIM A Umum bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B I Umum;
  3. SIM B I bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B I Umum dan B II; atau
  4. SIM B I Umum atau BII bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B II Umum.
Lampiran pengalihan golongan menjadi SIM umum :
  1. Sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau
  2. Surat izin kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia

 

Perubahan Data Pengemudi


Persyaratan pengajuan perubahan data Pengemudi meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan perubahan data Pengemudi;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing; yang telah berisi perubahan data identitas; dan
  3. Penetapan Pengadilan tentang perbahan nama bagi Pengemudi yang melakukan perubahan nama.

 

 

Penggantian SIM karena Rusak atau Hilang


Persyaratan administrasi pengajuan penggantian SIM harena hilang meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan penggantian SIM karena hilang;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing; dan
  3. Surat Keterangan kehilangan SIM dari kepolisian

 

POLSANAK : Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Bersama Anak RA-TK Baiturrahman

Tribratanewsjepara.com – Anak – Anak RA-TK Baiturrahman Desa Tahunan Kecamatan Tahunan yang berjumlah kurang lebih sekitar 35 orang beserta 12 orang Guru, hari ini Kamis (23-02-2017) bertempat di Mako Polres Jepada bersama Unit Dikyasa Satlantas Polres Jepara melaksanakan kegiatan mengenal Rambu Lalu Lintas, belajar dan bermain serta pengenalan tugas kepolisian.

Unit Dikyasa Sat Lantas Jepara mengadakan kegiatan rutin seperti ini dengan tujuan menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini dan menghilangkan perspektif “strereotype Negative” sosok polisi era dulu dan polisi era sekarang yang lebih humanis, serta tercapainya himbauan/pesan keselamatan kepada orang tuanya dalam mendidik putra-putrinya sejak usia dini juga tercapainya disiplin dalam berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Jepara saat dimintai keterangan mengatakan, dalam rangka menciptakan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini dan menghilangkan perspektif negatif sosok polisi era dulu dan polisi era sekarang yang lebih humanis, ini dilakukan juga untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi. Selain itu dengan ditanamkan sejak dini, diharapkan para siswa ini kelak bisa lebih disiplin dan mematuhi segala pelaturan lalu lintas.

Selain itu juga, preemtiv educative ini dilaksanakan bermain sambil belajar juga memberikan pengetahuan kepada anak usia dini tentang sejumlah tanda atau rambu lalu lintas. Dengan harapan anak lebih mengenal bagaimana polisi dalam menjalankan tugasnya. Program seperti ini patut ditanamkan di setiap sekolah. Hal ini, kelak bisa menekan tingkat kenakalan anak sekolah, imbuh Kasat Lantas.

Kanit Dikyasa selaku panitia saat dikonfirmasi menuturkan, acara seperti ini sudah rutin dilakukan Unit Dikyasa Lantas Tanbu. Tujuannya dalam rangka mencapai grand strategy Polri guna mewujudkan citra Polantas yang semakin dipercaya masyarakat baik melalui orang tua/wali maupun anak-anak ini dimasa depan. (as/zazg)