Category Archives: Satuan Fungsi

Masyarakat Jangan Terpengaruh Paham Radikal

Tribratanewsjepara.com – Dalam sosialisasi bidang ideologi yang bertajuk “Penangkalan Paham Radikalisme Menuju Makmur Masjidku Damai Negeriku”, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Jepara Polda Jateng, Ajun Komisaris Polisi Hadi Suprastowo mengatakan, penyebaran penangkalan paham radikalisme secara khusus untuk meningkatkan kerukunan kita, dan perlunya mewaspadai adanya Ormas-Ormas yang berseberangan dengan idiologi Pancasila.

Radikalisme adalah adanya satu kelompok yang ingin membentuk satu perubahan secara drastis pada segala sendi kehidupan dengan kekerasan. Mohon kepada masyarakat kalau di lingkungan ada kegiatan yang aneh maka segera mungkin respon dan melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas atau polisi yang dikenal dekat, pinta Hadi dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, di Gedung NU Ranting Mlonggo, Minggu (27/8/2017) siang.

Pada acara yang dihadiri oleh Ketua NU Ranting Mlonggo, Rois syuriah NU, Wakil Ketua Rois NU Mlonggo, PCL TM NU Cabang Jepara, Pengurus MWC se Kecamatan Mlonggo, Pengurus Anshor IPPNU se Kecamatan Mlonggo, Pengurus Masjid se Kecamatan Mlonggo, Kasat Binmas juga menegaskan, agar bijak dalam bermedia sosial. “Jangan mudah membagikan kiriman yang belum tentu jelas isi kontennya, selalu cek dan ricek kebenarannya,” tutur Hadi.

Sementara itu, Ketua NU Ranting Mlonggo, Drs Sugiwanto dalam sambutannya mengatakan, jumlah masjid di Mlonggo sebanyak 52, hampir semua adalah NU nanti akan diadakan kegiatan pengajian keliling dari masjid ke masjid. “Pengajian dengan agenda salah satunya penangkalan paham radikalisme agar masyarakat jamaah NU paham dan mengerti untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, masyarakat Kabupaten Jepara diminta tidak terpengaruh terhadap paham yang menyimpang seperti radikalisme. Dan hal tersebut harus diantisipasi. “Yang pasti kami tidak ingin sedikitpun adanya masuk paham radikalisme ke Jepara ini, dan kami akan terus melakukan penjagaan ketat,” ungkap Yudi.

“Pihaknya juga tidak segan menindak tegas bagi para penyebar paham radikalisme di Jepara ini. Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap terjaga dan Kamtibmas di daerah ini juga berjalan dengan baik, pungkasnya. (as)

 

Tekek Mengaku Dapat Sabu Dari Kedungpane

Tribratanewsjepara.com – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu.

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket narkoba yang telah dikirim ke Jepara lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017).

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon.

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Ketek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua.

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. (aj-rb/as)

Inovatif, Kasat Binmas Jepara Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Tribratanewsjepara.com – Kewajiban seorang muslim kepada sesama umat islam yang telah meninggal adalah merawat jenazahnya. Cara merawat jenazah yang disyari’atkan Islam diantaranya adalah memandikan, mengkafani, mensholati dan kemudian menguburkan. Namun karena hukumnya Fardu Kifayah menjadikan sebagian orang tidak serta merta mempelajari dan memahaminya dengan benar, bahkan sedikit sekali yang mampu melakukannya secara benar sesuai syariat.

Fardu Kifayah adalah sesuatu yang wajib dilakukan, namun apabila ada sebagian orang melakukan maka menggugurkan kewajiban muslim yang lain, tetapi jika sama sekali tidak ada maka semua mendapat dosa. Maka melihat bahwa ibadah mengurus jenazah merupakan salah satu ibadah yang wajib, Kasat Binmas Polres Jepara merasa perlunya mengadakan “Pelatihan Perawatan Jenazah” kepada Bhabinkamtibmas.

Pelatihan digelar di Masjid Kholilurrohman Polres Jepara dengan nara sumber dari Kemenag Kabupaten Jepara, Rabu (26-07-2017) pagi.

“Tiap Bhabinkamtibmas ini dibekali dengan teori dan praktik fikih jenazah. Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Ahli Muda Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Ustadz H Badrudin SAg MH. Tak hanya soal proses pengurusan jenazah, tetapi juga mencakup tuntunan serta doa menghadapi mereka yang tengan sakratul maut,” terang AKP Hadi Suprastowo.

“Tujuannya adalah, selain melaksanakan tugas pokok Polri, Bhabinkamtibmas diwajibkan mengetahui ilmu kemasyarakatan yang lain salah satunya adalah pengetahuan cara cara merawat jenazah diantaranya adalah memandikan, mengkafani dan mensholatan sehingga dapat bersinergi dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan,” imbuh Hadi.

“Pelatihan ini dimulai sekitar pukul 09 pagi sampai sekitar pukul 12 siang. Ada tiga materi yang diajarkan nara sumber dan menjadi fokus dalam pelatihan bagi Bhabinkmatibmas yaitu tindakan terhadap orang yang menghadapi kematian, cara memandikan jenazah dan cara mengkafani jenaza,” lanjutnya.

“Materi mengenai perlakuan kepada seorang muslim yang dalam sakaratul maut. Sebelum sampai ke materi cara perawatan jenazah, peserta pelatihan juga harus tahu apa saja yang orang muslim wajib lakukan kepada saudara saat menjelang kematin. Kemudian materi dilanjutkan dengan tatacara merawat jenazah sampai dengan melakukan simulasi, sehingga tidak hanya teori yang didapatkan dalam pelatihan ini tetapi juga praktek,” tutur H Badrudin, nara sumber dari Kemang Jepara saat memberikan materi.

“Salah satu alasan pentingnya diadakan Pelatihan Perawatan Jenazah adalah memberikan bekal kepada Bhabinkamtibmas dalam hidup bermasyarakat. Karena hukumnya yang Fardu Kifayah membuat jarang sekali orang bisa melakukan perawatan jenazah, apalagi yang sesuai dengan syariat islam. Meskipun ada, kebanyakan dari mereka juga sudah berusia tua, oleh karena itu sangat penting memberikan pelatihan untuk membekali Bhabinkamtibmas dengan pengetahuan perawatan jenazah,” imbuh Badrudin. (as)

Tim Saber Pungli Jepara Dalami Kasus Pungutan Liar Sekolah

Tribratanewsjepara.com – Tim Saber Pungli Polres Jepara mengungkap kasus pungutan liar (Pungli) yang dilakukan oknum guru di salah satu SMP negeri di Kabupaten Jepara. Berdasarkan informasi sementara, diduga ada pungutan yang dilakukan terhadap 25 orang tua siswa baru dengan total nilai mencapai Rp 61 juta.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK didampingi Kasatreskrim AKP Suharta mengatakan, informasi terkait adanya Pungli pada siswa baru tersebut didapatkannya beberapa waktu lalu. Setelah dilakukan penyelidikan, kemudian pada Senin (3/7) siang tim Saber Pungli mendatangi sekolah tersebut.

“Kami lakukan operasi tangkap tangan dan menyita barang bukti yang ditemukan di sekolah tersebut. Mulai dari buku berisi catatan daftar nama siswa atau wali murid beserta jumlah yang disetor serta uang senilai Rp 61 juta,” katanya kepada pewarta saat konferensi pers di depan kantor Reskrim Selasa (05/07/2017) sore.

AKBP Yudianto mengatakan, dari informasi yang sebelumnya didapat anggota Saber Pungli tersebut melakukan penyelidikan dan hasilnya didapatkan ada proses Pungli. ”Ada oknum guru yang mengumpulkan beberapa orang tua murid dan melakukan pungutan itu dengan alasan untuk beli alat bantu. Ada 25 orang tua siswa dan masing-masing dipungut Rp 2,5 juta,” jelasnya.

Saat didalami lebih lanjut, hal tersebut tidak ada dasar hukum dan tidak ada keputusan dari wali murid secara keseluruhan. ”Karena itu, saat ini kami lakukan proses penyidikan dan memanggil beberapa pihak yang berkepentingan,” jelasnya.

Sampai sore kemarin, sudah ada 12 orang yang diperiksa. Semuanya merupakan panitia PPDB di sekolah tersebut. Dari 12 orang tersebut, diduga kuat mengerucut pada tiga nama yang bertugas sebagai panitia sekaligus yang mengumpulkan. Pihaknya juga masih mendalami apakah pungutan tersebut dilakukan agar siswa bisa masuk di sekolah tersebut atau hal lainnya. ”Masih kami dalami peran masing-masing,” ungkapnya.

Kabid SMP pada Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Jepara Mustaqim saat dikonfirmasi terkait hal tersebut mengaku belum tahu persis kondisi yang terjadi. “Saya belum tahu kronologisnya seperti apa, jadi belum bisa memberikan keterangan,” katanya.

Untuk PPDB sendiri, Mustaqim menjelaskan, semua sekolah sudah diberi pemahaman jika PPDB dibiayai oleh dana BOS. Sudah pula dilakukan sosialisasi agar sekolah tidak melakukan pungutan. “Jika nantinya ada fasilitas yang diperlukan sekolah maka harus melalui persetujuan semua wali murid. Sifatnya juga tidak boleh memaksa, begitu pula dengan tenggang waktunya,” ungkapnya.

Meski begitu, Mustaqim menambahkan, jika nantinya pungutan liar tersebut terbukti maka dinas akan mengambil langkah sesuai prosedur. ”Penangananya nanti sesuai prosedur dinas,” imbuhnya.

Tim Saber Pungli Jepara Periksa 3 Pelaku Jual Beli Kamar Rutan

Tribratanewsjepara.com – Tim Saber Pungli Kabupaten Jepara menemukan indikasi praktik jual beli kamar di dalam Rutan Kelas IIB Jepara. Dalam kasus ini, petugas telah mengamankan 3 pelaku dan sejumlah barang bukti.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho, mengungkapkan bahwa kasus ini bermula saat pihaknya mendapat laporan dari keluarga salah seorang penghuni rutan berinisial JM.

JM yang berstatus tahanan titipan dari Polres Jepara bermaksud ingin pindah kamar. Namun, rencana pindah kamar atau blok tersebut diharuskan membayar Rp 500 ribu kepada oknum.

“Setelah mendapat laporan, kami langsung melakukan penyelidikan di rutan. Ternyata memang ada dugaan pungli dalam kasus ini,” ujar Kapolres, Jumat (30/6/2017).

Sejauh ini, pihaknya telah mengamankan 3 pelaku, yang juga warga binaan Rutan Kelas IIB Jepara. Masing-masing berinisial SA, AE, dan AJ. Selain pelaku, pihaknya juga menyita barang bukti berupa uang Rp 250 ribu.

“Jadi, pungli pindah kamar ini dilakukan dengan cara keluarga warga binaan memberikan uang tersebut kepada salah seorang juru parkir rutan, yang juga masih berstatus warga binaan. Lalu, hal itu akan dikompromikan dengan sindikatnya yang ada di dalam rutan,” ungkapnya.

Yudianto menambahkan, saat ini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku dan saksi. Selain itu, penyelidikan dilakukan lebih lanjut guna mengungkap apakah ada keterlibatan pegawai rutan atau tidak.

“Kami tidak mau berasumsi, tapi akan kami dalami kasus ini,” tandasnya.

Tim Saber Pungli Kabupaten Jepara Menangkap Juru Parkir Liar Di Sejumlah Obyek Wisata Di Jepara

Tribratanewsjepara.com – Diduga melakukan pungutan liar (Pungli) parkir, enam juru parkir di obyek wisata pantai Bandengan, Empurancak dan Teluk Awur diperiksa polisi. Mereka diketahui memanfaatkan momen libur lebaran, untuk mengeruk keuntungan dari jasa parkir ataupun penitipan kendaraan tanpa seizin resmi pemerintah daerah.

Sulistyono (47) seorang operator penitipan mobil di Pantai Teluk Awur mengatakan, untuk momen lebaran, harga tiket parkir sebesar Rp 10 ribu. Sedangkan diwaktu normal, hanya sebesar Rp 5000.

Kepada pewarta ia mengakui tiket penitipan mobil adalah cetakannya sendiri, bukan berasal dari pemerintah kabupaten ataupun kelurahan. Untuk momen lebaran kali ini, dirinya telah mencetak 10 bendel tiket, yang masing-masing berisi sekitar 100 lembar karcis.

“Sudah tiga kali lebaran ini. Kalau sebelumnya kan belum seramai sekarang pantainya. Kalau uang dari parkir ini kami setorkan juga ke Kelurahan setiap bulan Rp 150 ribu,” kata dia.

Ia mengatakan, setiap kali masuk ke obyek wisata pantai tersebut, dikenai tiket masuk sebesar 1000 rupiah. Lalu jika membawa mobil, dikenai biaya tambahan sebesar Rp 10 ribu di hari Lebaran. Sementara untuk motor, tidak dikenai biaya parkir. Dengan besaran itu, ia mengaku sempat ada keluhan dari warga juga.

“Ya ada keluhan dari warga, biasanya Rp 5000 untuk penitipan, ini kok sampai Rp 10.000, tetapi tidak banyak. Kalau mobilnya rusak kami ya ikut bertanggungjawab kok, ikut membetulkan,” kilahnya.

Sementara itu, pengelola parkir liar di Pantai Pasir Putih Bandengan Sukri menyebut, tarif penitipan mobilnya lebih ringan. Hanya saja, untuk momen lebaran, dikenai biaya pergundul.

“kalau harga Rp 5000 itu per orang. Namun untuk harga tersebut kami juga memberikan kompensasi kepada lingkungan RW setempat,” akunya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho menyampaikan, keenam orang ini terbukti memungut tanpa izin resmi pemerintah daerah.

“Berdasarkan laporan dari masyarakat, bahwa telah terjadi tindakan pungli di tempat masuk wisata, yang tidak berdasarkan persetujuan pemerintah. Hasilnya pun tak disetorkan kepada pemerintah. Selanjutnya akan kita lakukan pemeriksaan berdasarkan ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolres Jepara.

Dirinya juga mengimbau agar warga masyarakat tak enggan melapor, bila merasa menjadi korban pungli. Ia memberikan dua saluran pengaduan yakni lewat hotline dan media sosial.

“Silakan melapor melalui hotline Saber Pungli di 081229739081 atau melalui instagram @humas.resjepara. Silakan laporkan jika ada pungli, bila dimintai uang tanpa kejelasan, ataupun tiket tanpa cap atau dasar nomornya. Bisa direkam ataupun difoto. Tidak hanya terbatas pada tempat wisata, tapi pada saat rekam ktp atau apa saja,” pesan AKBP Yudianto.

Selain meminta keterangan pengelola parkir, polisi juga menyita uang hasil pungli sejumlah Rp 4.026.000, yang berasal dari ketiga obyek wisata tersebut.

Langgar Larangan Beroperasi Lebaran 2017, 2 Truk Ditilang

Tribratanewsjepara.com – Sebanyak 2 pengemudi truk tronton ditilang aparat Polres Jepara Polda Jateng. Hal itu menyusul para pengemudi tersebut melanggar aturan larangan beroperasi selama Lebaran 2017.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, penilangan dilakukan anak buahnya saat sedang melaksanakan patroli di wilayah Pecangaan, Rabu (21/6/2017). “Hari pertama berlakunya Surat Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI nomor SK.2717/AJ.201/DRJD/2017 tentang Pengaturan Lalu Lintas dan Pengaturan Kendaraan Angkutan Barang pada Masa Angkutan Lebaran Tahun 2017, angkutan barang dilarang beroperasi pada H-4 atau 21 Juni hingga H+3 atau 29 Juni memang masih ada yang beroperasi. Tadi kami tilang di wilayah Pecangaan dan Kalinyamatan. Jumlahnya ada 2 unit, satu unit truk tronton memuat batu dan satunya lagi truk tronton molen” tuturnya.

“Selain kami tilang, truk juga dikandangkan. Operasional baru bisa dilakukan setelah H+3,” imbuhnya.

Yudianto mengatakan, jajarannya berkomitmen akan bertindak tegas kepada para awak angkutan barang, terutama truk yang melanggar peraturan tentang pembatasan operasional angkutan barang selama Lebaran 2017. Selain dikenakan Tilang, kendaraannya juga kami amankan. Hal itu juga sebagai bentuk sosialisasi sekaligus memberikan efek jera ke pengemudi agar tak lagi melanggar larangan beroperasi.

Namun, ada beberapa kendaraan angkutan barang yang tetap diizinkan melintas atau beroperasi selama Lebaran tahun ini.

“Di antaranya yakni kendaraan pengangkut bahan bakar minyak (BBM), bahan bakar gas (BBG), ternak, ekspedisi pos, kebutuhan bahan pokok, serta truk bertanda khusus dari pemerintah,” imbuhnya. (as)

Tarling Pesisir, Polair Lakukan Binmas Perairan

Tribratanewsjepara.com – Selasa (06-06-2017) personel Polair Polres Jepara dalam safari tarawih keliling di di Musolla Tasmirullah Desa Karangaji  RT 16 RW 05 Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara secara simbolis memberikan bantuan perlengkapan ibadah kepada pengurus mushola.

Rombongan dari Polair Polres Jepara melaksanakan sholat Isya dan dilanjutkan sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat nelayan desa setempat yang diimami oleh Ustadz Zumikan dan dilanjutkan dengan dzikir.

Seusai sholat tarawih, Kanit Gakkum Sat Polair Polres Jepara Aiptu M Zuhri melakukan dialog dengan masyarakat untuk menyerap secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus memberikan Binluh perairan. ”Kami sengaja melakukan tarawih keliling ini, disamping untuk meningkatkan silaturahmi, juga agar kami tahu persis masalah-masalah Kamtibmas yang ada di masyarakat perairan dan agar bisa merasakan apa yang terjadi,” ujar Aiptu Zuhri.

Dalam materi yang disampaikan Aiptu Zuhri diantaranya menghimbau agar para nelayan bila melaut harus dilengkapi dengan dokumen dan alat alat keselamatan karena sering terjadinya kecelakaaan laut (jatuh dari kapal) mengingat di Karangaji masih banyak nelayan yg menggunakan arat (mini troull) mengingatkan batas waktu pengoperasian arat.

Selain itu juga mengajak untuk selalu mempertahankan 4 pilar bangsa yaitu Pancasila, Bhineka Tinggal Ika, UUD 1945 dan NKRI adalah harga mati.

“Mari kita lebih hati-hati dan mewaspadai adanya warga baru yang tidak di kenal, yang mengajarkan tentang terorisme dan radikalisme kepada generasi bangsa, apabila mengetahui segera diinformasikan ke Sat Polairud Polres Jepara,” imbau Aiptu Zuhri.

Masyarakat nelayan yang diwakili oleh imam mushola Zumikan memberi apresiasi dan merasa senang atas kehadiran dan Binluh dari Sat Polair Polres jepara dalam kegiatan ini dengan mengucapkan terimakasih atas pelaksanaanya. (as)

Polres Jepara Polda Jateng Gelar Latihan Pengendalian Massa

Tribratanewsjepara.com – Guna meningkatkan kemampuan dalam menghadapi kontijensi atau rusuh massa, Polres Jepara Polda Jateng menggelar latihan pengendalian massa. Latihan yang diipimpin Kasat Sabhara AKP Usman Jumaidi tersebut dilaksanakan di halaman Polres Jepara, Selasa (6-5-2017) pagi.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi saat memantau pelaksanaan latihan menjelaskan, kegiatan pelatihan Dalmas ini merupakan kegiatan rutin Satuan Sabhara Polres Jepara guna meningkatkan kemampuan dan keterampilan serta kesiapsiagaan personil dalam menghadapi aksi demonstrasi yang sewaktu – waktu dapat terjadi.

Masih dari Kompol Slamet, Latihan yang diinstrukturi oleh Kaur Bin Ops Sabhara Iptu Agus Nurhadi ini dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu Dalmas Awal, Dalmas Inti dan tim negosiator. Khusus tim negosiator terdiri dari anggota Polwan Polres Jepara.

Adapun materi yang diberikan kali ini adalah gerakan ditempat meliputi cara memegang tongkat dan tameng, langkah Dalmas serta membentuk formasi berlindung.

“Dengan adanya kegiatan latihan Dalmas ini diharapkan apabila ada unjuk rasa di wilayah Polres Jepara anggota sudah siap siaga. Sehingga meminimalisir terjadinya pelanggaran prosedur dalam pengendalian massa,” imbuh Kompol Slamet.

“Latihan tersebut merupakan agenda rutin yang dipersiapkan jika dibutuhkan dalam proses pengendalian massa,” tandasnya. (as)

Satgas Anti Mafia Pangan Polres Jepara Cek Harga Sembako dan Mamin Kadaluarsa

Tribratanewsjepara.com – Satgas Mafia Pangan Polres Jepara Polda Jateng melakukan monitoring serta pengecekan secara langsung daftar harga bahan pangan di beberapa minimarket dan toko parcel, Senin (05-06-2017) siang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada permainan harga, atau produk makanan minuman yang kedaluwarsa.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suharta mengatakan, pengecekan dan monitoring ini untuk mencegah terjadinya gejolak harga kebutuhan pokok selama bulan puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga tidak ada pedagang yang mencari keuntungan dengan cara tidak wajar.

“Dengan adanya pemantauan seperti ini, maka kita harapkan kebutuhan pokok di Jepara bisa terus stabil,” ujarnya.

Suharta menambahkan, petugas Satgas Mafia Pangan selalu mengingatkan kepada setiap pedagang untuk tidak menjual makan, minuman dan produk lainnya yang kadaluwarsa. Karena hal itu bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Selain minimarket dan toko parcel yang sudah dilakukan pengecekan, saya mengharapkan pedagang lainnya juga tidak menjual produk kadaluwarsa. Jika ditemukan akan kami ambil tindakan tegas,” imbau Suharta.

“Dari hasil pemantauan dan pengecekan barang di beberapa toko dan swalayan tidak ditemukan barang kadaluwarsa yang dikemas dalam parcel, barang yang diperdagangkan ditoko maupun stok yang ada digudang,” pungkasnya. (as)