Category Archives: Polsek

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polsek Keling Gelar Razia Gabungan

Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Keling Polres Jepara Polda Jateng AKP IDG Mahendra memimpin pelaksanaan kegiatan rayonisasi Polsek Rayon utara di jalan raya Pertigaan Sambungoyot, Sabtu (22-7-2017) malam. Rayonisasi dilaksanakan bersama anggota Polsek rayon utara diantaranya Polsek Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri dan Mlonggo yang dimulai pukul 22.00 Wib.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Keling AKP IDG Mahendra menerangkan sebelum kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan terlebih dulu diawali dengan apel untuk memberikan arahan dan penyampaian cara bertindak pada saat melakukan razia kepolisian. “Anggota sudah kami bekali dengan arahan agar selalu humanis dengan senyum salam sapa dalam pemeriksaan dan selalu mengutamakan keselamatan. Kegiatan rayonisasi ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dengan sasaran Miras, Sajam, Handak, Narkoba, Curanmor, Curas, Premanisme, Terorisme dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat,” tuturnya.

“Selama razia kami telah memeriksa sedikitnya tiga puluhan berbagai jenis kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut diantaranya memeriksa kendaraan mobil baik pribadi dan umum serta angkutan barang sebanyak 20 unit dan sepeda motor 5 unit,” imbuhnya. (AS)

Polsek Bangsri Sita Miras Saat Pengamanan Orkes Melayu Di Desa Banjaran

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Bangsri Polres Jepara Polda Jateng melaksanakan pengamanan kegiatan masyarakat di rumah Ahmad Zaenuri Desa Banjaran RT 2 RW 13 Kecamatan Bangsri, Selasa (04/06/2017) siang.

Kapolres Jepara Akbp Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Bangsri, Iptu Basiran SH mengatakan, dalam setiap melakukan pengamanan kegiatan masyarakat utamanya hiburan musik dangdut, personel pengamanan melaksanakan kegiatan cipta kondisi untuk mendukung agar kegiatan pengamanan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Cipta kondisi dengan melaksanakan razia kepolisian dengan sasaran minuman keras (Miras) di sekitar lokasi kegiatan masyarakat. Dalam pelaksanaannya, kami menggandeng unsur pengamanan terkait seperti Koramil, Sat Pol PP dan Linmas.

“Personil kami sebar untuk melaksanakan swiping terhadap para pedagang yang ada di sekitar lokasi kegiatan masyarakat, memeriksa dengan teliti dan seksama agar tidak ada Miras terlewat dari pantauan. Karena tak jarang juga penjual kucing-kucingan dengan petugas.

“Dalam kegiatan cipta kondisi tersebut petugas kami berhasil mengamankan puluhan botol Miras jenis ciu. Selanjutnya barang buktinya kami amankan di kantor Polsek. Alhamdulillah selama pelaksanaan hiburan musik berjalan aman dan lancar,” imbuhnya. (AS)

 

melaporkan bahwa pertunjukkan orkes melayu romansa dirmh ahmaf zaenuri turur ds. Banjaran 2/13 sekesai dalam keadaan kondosif, personil sebanyak 26 anggita yg mengamnkan jalannha pertunjukkan telah kembali ke mako dalm keadaan lengkap, sehat dan selamat, selama jalannya pam anggita melakukan ops miras dan berhasi menyita 10 btl miras kenis ciu, berikut dokumentasinya

Diduga Korsleting Listrik, Rumah Mbah Partin Ludes Terbakar

Tribratanewsjepara.com – Musibah kebakaran terjadi di Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara, Kamis (29/06/2017) siang.

Akibatnya, rumah berukuran 7×9 meter milik Partin (80) Desa Senenan RT 04/02 Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara rata dengan tanah.

Tidak ada korban jiwa dalam musibah itu, namun kerugian ditaksir mencapai puluhan juta rupiah.

Salah satu saksi mata, Jiwandoyo (46), mengatakan, api mulai membakar rumah Partin sekitar pukul 11.45 WIB.

“api sudah membakar sebagian rumah milik Partin, melihat hak tersebut, segera menyelamatkan korban karena sudah tua dan tidak bisa berjalan sendiri,” ceritanya kepada petugas kepolisian.

Polsek Tahunan yang mendapat laporan warga langsung mendatangi TKP dan menghubungi Damkar Kabupaten Jepara. “Selang beberapa menit 2 unit Mobil Damkar sampai lokasi namun rumah sudah dalam kondisi terbakar habis dikarenakan material rumah yang terbuat dari kayu. Kerugian ditaksir sekitar lima puluh juta rupiah,” tutur Kapolsek Tahunan AKP Sama’i.

“Berdasarkan keterangan petugas PLN kejadian tersebut dikarenakan konsleting listrik dibuktikan dengan adanya material kabel sambungan listrik yang terbakar,” imbuhnya. (as)

Polsek Kota Polres Jepara Bekuk Spesialis Pencuri Barang Elektronik di Rumah Sakit

Tribratanewsjepara.com – Polsek Jepara Kota Polres Jepara berhasil menangkap SF (19) warga Desa Lebak Kecamatan Pakis Aji kabupaten Jepara, pelaku yang merupakan spesialis pencurian telepon genggam di rumah sakit.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK saat konferensi pers di teras kantor Reskrim Polres Jepara, Rabu (21-06-2017) menuturkan, tersangka diamankan setelah dilakukan penyelidikan usai melakukan pencurian di RSU Kartini pada Senin (19-6-2017). Aksi tersangka juga sempat terekam kamera CCTV yang ada di rumah sakit. Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan 6 handphone curian dan 1 buah televisi.

“Jadi modusnya adalah, tersangka menyamar sebagai keluarga pasien. Saat orang-orang yang menunggu keluarganya beristirahat mulai malam sampai pagi hari, tersangka beraksi dengan masuk ke ruangan pasien dan mengambil handphone milik orang yang tertidur,” ungkapnya.

Dari penuturan SF, tak hanya handphone, pelaku juga mengambil dompet maupun tas milik keluarga pasien yang lengah atau sedang beristirahat. Setelah berhasil menggondol tas atau dompet, uangnya diambil sedangkan isi tas atau dompet yang lainnya dibuang begitu saja oleh pelaku.

Dari hasil intrograsi, Yudianto menambahkan, tak hanya di RSU Kartini dan RSI Sultan Hadlirin saja tersangka melancarkan aksinya. Pemuda yang setiap harinya menganggur itu juga mencuri barang-barang elektronik penunggu pasien di rumah sakit di Kabupaten Kudus dan Demak.

“Barang – barang hasil curian biasanya tersangka jual di lapak online via facebook yang dikelolanya sendiri dengan harga yang relatif lebih murah dari harga pasaran,” tambahnya.

Atas tindakan tersangka, polisi mengenakan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (as)

Polsek Keling Periksa Illegal Logging Di RPH Duren Tumpang

Tribratanewsjepara.com – Polsek Keling Polres Jepara menerima penyerahan truk dan kayu dari aparat Polisi Kehutanan RPH Duren Tumpang, Rabu (07-06-2017). Truk dan kayu diduga dari illegal logging di Petak 147 RPH Duren Tumpang Desa Bumiharjo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara.

Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Keling AKP I Dewa Gede Mahendra menjelaskan, tersangka pelaku kasus illegal logging yang ditangkap S (57) Desa Blingoh Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. Tersangka, dijerat pasal 83 ayat 1 huruf a dan b dan atau pasal 87 ayat 1 huruf a, b dan c Undang-Undang RI Nomor 18 tahun 2013, tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan hutan.

“Pihaknya menerima penyerahan dari Perhutani berupa pelaku illegal logging serta truk warna kuning R-1317- HD yang digunakan sebagai sarana angkut kayu hasil curian,” tutur AKP Mahendra.

Ngasono (48) Karyawan Perhutani Keling menuturkan, awalnya pada Rabu tanggal 07 Juni 2017 sekira pukul 10.20 WIB, dirinya mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa di area Perhutani petak 147 RPH Duren Tumpang Desa Bumiharjo Kecamatan Keling Kabupaten Jepara telah terjadi pengangkutan kayu jenis Randu milik perhutani yang dilakukan oleh pelaku. Mendapat informasi tersebut, bersama karyawan lainnya dari Perhutani melakukan pengintaian di lokasi, selanjutnya mantri Perhutani menangkap dan mengamankan pelaku illegal logging serta truk warna kuning sebagai sarana angkutan kayu randu hasil curian di jalan turut Dukuh Pejing Desa Tulakan Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara. (as)

Muspika Welahan Tarling di Desa Kalipucang Kulon

Tribratanewsjepara.com – Kapolsek Welahan Polres Jepara AKP Rismanto MH, bersama jajaran Muspika Welahan melaksanakan tarawih keliling (tarling) dalam rangkaian Safari Ramadhan di Masjid Jami Al Huda Desa Kalipucang Kulon Rt 03/04 Kecamatan Welahan Kabuapten Jepara, Rabu ( 7-6-2017) malam.

Tampak hadir dalam Tarling, Muspika, Petinggi beserta perangkat, Ketua Ta’mir Masjid dan pengurusnya serta para tokoh ulama dan masyarakat dan para jamaah Masjid Jami’ Al Huda.

Dalam kesempatan tersebut, Kaposlek Welahan AKP Rismanto MH menyampaikan himbauan agar tetap waspada dan berhati hati menjelang lebaran, yang mana biasanya tingkat kriminalitas meningkat. “Kami berpesan utamanya kepada ibu-ibu supaya lebih hati-hati saat akan belanja ke pasar, jangan menggunakan perhiasan yang berlebihan sehingga memancing niat pelaku kriminalitas,” imbaunya.

Di Kecamatan Welahan sampai saat ini sudah kondusif mari kita pertahankan dengan aman dan nyaman. Melihat dari kejadian korban petasan rata-rata adalah dari anak-anak. “Lebih mengawasi secara ketat anak-anak kita supaya tidak bermain petasan/mercon maupun internet yang mengandung konten pornografi,” pinta Rismanto.

“Pelaksanaan takbir keliling agar seluruh elemen masyarakat supaya ikut mengawal dan jangan sampai terjadi tawuran antar desa. Mari kita tidak terlalu mudah untuk menerima berita yang belum tentu benar atau hoax,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kecamatan Welahan KH Agus Nawawi dalam sambutannya mengatakan, Mari kita tingkatkan iman dan taqwa kita kepad Allah SWT, di bulan Ramadhan yang suci ini mari kita berlomba-lomba dalam kebaikan. Kalau akhlaq kita ini baik pasti negara aman dan kondusif dan itu pasti. (as)

Polsek Pakis Aji Polres Jepara Amankan Petasan Jumbo

Tribratanewsjepara.com – Guna mengantisipasi maraknya petasan di bulan Ramadhan dan Lebaran, Polsek Pakis Aji Polres Jepara terus menggelar razia Pekat.

Hasilnya, petugas berhasil menangkap Sawon (88), warga Desa Mambak Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara yang merupakan pembuat petasan.

Kapolsek Pakis Aji Iptu Sumardi mengatakan, dari penggrebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan tujuh mercon ukuran jumbo, dua puluh mercon ukuran sedang dan 8.400 butir mercon korek.  Tak hanya itu, polisi juga mengamankan, empat kilo gram bubuk mesiu siap ledak serta peralatan untuk meracik petasan.

Tersangka Tidak Ditahan

Tujuh buah petasan jumbo berukuran panjang 20 s.d 30 cm berdiameter 8 s.d 9 cm berhasil diamankan anggota Reskrim Polsek Pakis Aji. “Dengan ukuran yang sebesar itu, tentu saja akan membahayakan. Bayangkan saja, jika sebanyak ratusan gram bubuk mesiu dimasukkan dalam satu selongsong petasan tersebut, maka ledakannya akan sangat dahsyat,’’ lanjutnya.

Sedangkan untuk tindakan hukum kepada Sawon, Kapolsek Pakis Aji menyatakan, tidak kami lakukan penahanan, mengingat usianya telah lanjut. Namun proses hukumnya tetap lanjut.

Selain itu, yang bersangkutan juga bersedia untuk tidak membuat petasan lagi tahun-tahun berikutnya, tuturnya. Sawon sendiri mengakui bahwa setiap bulan puasa membuat dan menjual mercon dan menyadari bahwa yang dilakukannya adalah melanggar hukum.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, banyaknya korban akibat mercon pada Lebaran tahun lalu diberbagai daerah, kami tidak ingin hal tersebut terulang di Jepara. Kami menghimbau agar para orang tua ikut berperan aktif mengawasi anaknya masing masing, jangan sampai menjadi korban berikutnya.

“Agar warga untuk segera menghentikan proses pembuatan petasan, pasalnya ancaman hukuman kepada pelaku yang membuat tergolong sangat berat, yakni UU RI nomor 12 tahun 1951, pasal 1 ayat 1, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkas AKBP Yudianto. (as)

Nelayan Hilang Ketemu Di Lautan Demak Menco

Tribratanewsjepara.com – Habibullah (38), nelayan asal Desa Karangaji RT 04/02 Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tengah lautan wilayah Demak Menco.

Korban ditemukan oleh sesama nelayan Desa Karang Aji yang sengaja melakukan pencarian terhadap korban, Selasa (06-06-2017) sekira jam 09.00 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menjelaskan, diketemukan ileh nelayan Karang Aji yang sengaja mencari korban. Rombongan yangg berangkat pada Senin (05-06-2017) jam 21.00 WIB, kemudian bermalam di bokor /bagang perahu, yang kemudian pagi harinya melanjutkan pencarian terhadap korban yang berangkat dari bokor sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, menemukan korban di tengah lautan Demak Menco dengan jarak kurang lebih 8 mil sudah dalam keadan meninggal dunia dengan posisi terlentang dan mengapung. Selanjutnya korban dinaikkan ke perahu dan dibawa pulang ke rumah duka Desa Karanga Aji RT 04/02, Kedung, Jepara.

Masih dari AKP Sukarmo, sesampainya di rumah duka dilakukaan visum oleh dokter Nita dari Puskesmas Kedung 2. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan korban meninggal dunia murni karena tenggelam dilautan, adapun luka lecet yang ditemukan pada kedua pelipis mata adanya dugaan karena terkena kemudi perahu milik korban dan luka lebam pada bagian kanan diduga terkena gesekan pada samping perahu karena tubuh korban gemuk.

Sekadar diketahui, Habibullah dinyatakan hilang pada Senin (5-6-2017) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, perahu milik korban ditemukan nelayan berputar – putar di laut. Diduga korban terjatuh atau terpeleset dari perahu yang dikemudikannya saat mencari ikan.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. “Saat keluarga korban dikumpulkan oleh Kapolsek disaksikan oleh Petingga dan Babinsa Koramil Kedung untuk membawa korban ke rumsh sakit guna mengetahui penyebab kematiannya, dari pihak keluarga korban tidak mengijinkan atau keberatan kalau dilakukan autopsi. Keluarga menerima dengan ikhlas musibah ini dan tetap korban akan segera dimakamkan oleh keluarga korban,” terangnya. (as)

Sidang Tipiring, Pelanggar Perda Ikuti Sidang Di Pengadilan Negeri Jepara

Tribratanewsjepara.com – Empat orang Pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol yang diamankan Polsek Kedung mengikuti sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Jepara, Selasa (06-05-2017).

Sidang tindak pidana ringan itu tidak hanya diikuti oleh pedagang minuman keras (Miras) saja, namun juga diikuti oleh pembeli, bahkan juga pemuda yang sedang kedapatan menenggak Miras.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo mengatakan, ada empat orang yang disidangkan kali ini, mereka adalah Mastutik (45), Khafidin (20), Muzen (21) dan Muhammad Arifin (30). Dalam sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Jepara pada Selasa kemarin, ketiga tersangka mendapatkan denda yang sama yaitu 200 ribu rupiah, sedangkan Mastutik mendapatkan denda 750 ribu karena menjual Miras.

“Pihaknya akan terus melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dalam rangka cipta kondisi selama bulan Ramadhan. Harapannya pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H di wilayah Polsek Kedung Polres Jepara situasi aman, nyaman dan tentram sehingga masyarakat dalam menunaikan ibadah tidak terganggu,” tandasnya. (as)

Kebakaran Penampungan Limbah Plastik Diduga Akibat Puntung Rokok

Tribratanewsjepara.com – Tempat penampung limbah plastik milik Yuliono (49) di Desa Ngeling Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Selasa (06-05-2017) pukul 14.30 WIB, ludes dilalap si jago merah. Kepastian penyebab kebakaran masih diselidiki dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengatakan, Api berhasil dipadamkan sekitar sejam setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Jepara dikerahkan. Api berhasil dipadamkan setelah seluruh isi gudang ludes. Meski begitu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan pembasahan. Akibat kebakaran ini, pemilik mengalami rugian ratusan juta rupiah.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengaku masih melakukan penyelidikan atas kebakaran ini. “Kebakaran padam Jumat dini hari. Jadi sementara ini masih dilakukan penyelidikan, belum diketahui penyebabnya,” tegasnya.

“Dugaan awal penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang tidak sengaja di buang oleh orang yang lewat di depan gudang tersebut, mengingat barang yang berada di dalam gudang mudah terbakar. Apalagi gudang berada di pinggir jalan kampung dan dalam keadaan terbuka karena tidak di lengkapi pintu,” pungkasnya. (as)