Arsip Kategori: Ekonomi

Kapolres Jepara : Polres Jepara Pasti Bisa Menuju WBK dan WBBM.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Seperti dihari – hari sebelumnya, Polres Jepara setiap hari Senin adalah saatnya jam pimpinan memberikan arahan kepada anggotanya,seperti yang dilakukan oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. pagi ini (Senin, 19/02/18) di Halaman Mapolres Jepara.

Dalam pelaksanaan Apel pagi kali ini, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. juga mengingatkan kepada anggotanya bahwa Polres Jepara saat ini menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Polres Jepara, dimana pencanangan program tersebut dilaksanakan sejak Januari 2018.

Untuk diketahui bahwa kegiatan sosialisasi pencanangan ini adalah sebagai bentuk komitmen dari Kepolisian Resor Jepara dalam mewujudkan dan menjaga birokrasi yang bersih di lingkungan Polres Jepara.

Kapolres Jepara dalam apel tersebut mengatakan bahwa pencanangan ini sangat penting, tidak hanya supaya bisa memperkokoh integritas yang sudah berjalan selama ini, namun diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan atau trust masyarakat terhadap lembaga – lembaga Pemerintahan yang salah satunya adalah di Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Selain peningkatan pelayanan terhadap masyarakat yang lebih baik, dengan pencanangan Zona Integritas ini diharapkan dapat menjadikan wilayah Polres Jepara menjadi salah satu Instansi yang masuk dalam Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), dan Polres Jepara saya yakin bisa” yakin Kapolres Jepara.

(Humas Polres Jepara)

 

Rapat Musrenbangcam yang di Hadiri Kapolsek Pecangaan

Tribratanews.jateng.polri.co.id, Jepara – Kanit intel polsek Pecangaan Aitu Agus Santoso, SH monitoring kegiatan Musrenbangcam di Pendopo Kec. Pecangaan  Kab.Jepara Kec. Pecangaan 2018 dengan Tema “Optimalisasi pembangunan Infrastruktur pariwisata didukung oleh pengembangan kualitas SDM yang berdaya saing”.Kegiatan di monitoring kanit intelkam guna di laporkan Ke pimpinan. Rabu, 14 Pebruari 2018, pukul 09.30-14. 00 Wib

 

Nampak hadir dalam kegiatan tersebebut Bupati Jepara yang mewakili kabid Bappeda Bpk. Suyono SH. MH, Camat Pecangaan  Bpk. Muh taksin, SH, MH, Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri, DANRMIL Pecangaan Kapten Mashudi, Dispermakim,bapermades dan perekonomian, Disperindag, disdukcapil, disdikpora, pertanian, pariwisata, BPBD, DKPP, DINSOS PMD, DLH dan Dishub kab. Jepara,Dinas KUA, KB, DISDIKPORA, PERTANIAN, PUSKESMAS, PETERNAKAN DAN PENGAIRAN tingkat Kecamatan, Tim Pendamping desa kecamatan Pecangaan,Petinggi dan perwakilan Desa Sekecamatan Pecangaan dan 100 peserta Musrenbangcam.

 

Camat Pecangaan menyampaikan dalam sambutanya giat Musrenbangcam pada tahun ini di titik beratkan pada 3 sektor fisik dan 2 sektor nonfisik, Usulan dari Desa soal pembangunan infrastruktur di sesuaikan dengan Renja RAPBDES masing masing desa dan Diharapkan untuk hadirin bahwa musrenbangcam jangan dijadikan acara seremonial saja melainkan benar diusulkan dan dikawal sampai tingkat Kabupaten.

Dilanjutkan Sambutan bupati jepara yang diwakili oleh kabid dari Kabid bappeda menekankan,musrenbangcam untuk mewujudkan pembangunan dengan menentukan kebijakan pembangunan antara lain, pembanguanan prasarana dan pemeliharaan, pembangunan bidang ekonomi dan pembangunan sumberdaya manusia.

 

Isu yang perlu di perhatikan antara lain, peningkatan Kesehatan, Penduduk miskin, Pertumbuhan ekonomi lambat, Pelestarian lingkungan dan belum optimalnya tata kelola pemerintahan yang sesuai dengan LKJIP.

 

Agar nanti dalam pembahasan Usulan perencanaan pembangunanan  3 sektor fisik dan 2 sektor non fisik harus diputuskan dibuatkan berita acara sebagai usulan prioritas utama.

Dalam musyawarah pleno nanti agar dibagi tiap kelompok untuk membahas masalah usulan rencana pembangunan masing masing desa dan bidang, engan didampingi dari pihak kecamatan.

(HumasPolresJepara)

Sambangi Pasar, Polisi Keling Cek Harga Sembako

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Guna mengetahui kenaikan harga sembako di Kecamatan Keling Kab Jepara, personil Polsek Keling melakukan  pengecekan harga sejumlah kebutuhan bahan pangan/sembako di beberapa toko di Pasar Keling, Pasar Kelet dan Penggilingan Padi. Senin(12/02/2018).
Pengecekan sejumlah bahan pokok dibeberapa toko yang ada di Pasar Keling dan Pasar Kelet dimaksudkan untuk mengetahui harga akibat kenaikan bahan pokok.
Kali ini Tim yang dipimpin Kanit Sabhara Ipda Budimanto melaksanakan pengecekan bahan pangan dengan sasaran di Pasar Kelet di “toko milik Bpk Parno dan Bpk. Sahid serta Toko Masriah di Pasar Keling, rata-rata harga di masing- masing  toko untuk beras C4 Super dijual dengan kisaran harga Rp 12.500/kg, harga kebutuhan bahan pangan masih stabil atau bisa dikatakan belum ada kenaikan harga signifikan.
Selanjutnya hasil dari pengecekan di tempat penggilingan padi “Sumber Sari Ds. Jlegong Kec.Keling diketahui masih ada 6 ton pasokan beras. Pada kesempatan tersebut petugas menyempatkan diri memberikan pesan-pesan Kamtibmas diantaranya menghimbau kepada pedagang beras maupun pengusaha penggilingan padi  kalau menaikan harga beras harus sesuai harga umum dan tidak terjadi pengoplosan beras yang bisa merugikan konsumen.
(Humas Polres Jepara)

Tampak Mesra Kapolres bersama Istri Blusukan dan Berbagi dengan Warganya

Tribratanews.jateng.polri.go.id,Jepara – Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K dan ibu Ketua Bhayangkari cabang Jepara beserta tiga Pilar Kamtibmas (Lurah, Bhabinkamtibmas Polsek Jepara Kota dan Babinsa kelurahan Potroyudan Jepara melaksanakan kegiatan blusukan ke rumah warga untuk memberikan sembako.Sabtu(03/02/2018)

 

Sembako tersebut diberikan kepada kaum Janda yang sudah tua dan hidup sendiri, kegiatan tersebut rutin dilakukan seminggu sekali oleh Kapolres Jepara.

 

Dari beberapa warga yang menerima sembako, salah satunya nenek Kasminah yang umurnya sudah mencapai 125 tahun, sempat  mengucapkan perkataan  lucu “ Matur nuwun Pak Polisi mugi mugi panjenengan diberkahi lancar dalam tugas, Pak Polisi ganteng yo.. “

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho,S.I.K mengatakan bahwa kegiatan sosial ini mengajarkan kita untuk saling peduli, mewujudkan rasa cinta dan kasih dan saling menolong bagi mereka yang membutuhkan uluran tangan.

 

Semoga dengan pemberian sembako tersebut dapat sedikit meringankan beban saudara saudara  kita, dan juga mempererat tali silaturahmi polres jepara dengan warganya,ucap Kapolres

(HumasPolresJepara)

Kapolres Jepara Hadiri Peresmian Pasar Tradisional Kec. Keling dan Pasar Tradisional Kec. Mayong

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Hari ini menjadi hari yang membahagiakan bagi warga masyarakat Kec. Keling dan Kec. Mayong, mengingat bahwa siang ini Senin(22/01/18) Bupati Jepara H. Marzuki, S.E. meresmikan Pasar Tradisional Kec. Keling dan Pasar Tradisional Kec. Mayong.

Peresmian Pasar Tradisional tersebut ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Bupati Jepara H. Ahmad Marzuki, S.E. didampingi Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. beserta Forkopimda Kab. Jepara lainnya.

Turut hadir pula Forkopincam Kec. Mayong dan Kec. Keling, Kepala Dinas/Instansi terkait Paguyuban Pedagang Pasar, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat serta warga masyarakat Kec. Keling dan Kec. Mayong.

Bupati Jepara Bp. H. Ahmad Marzuki, S.E. dalam kesempatan tersebut mengungkapkan bahwa dengan peresmian Pasar Tradisional tersebut, berharap masyarakat dapat menjadikan Pasar Tradisional pusat sarana perekonomian rakyat serta semoga dapat memberikan nilai peningkatan kesejahteraan kepada masyarakat. Dan jangan lupa untuk semua kalangan masyarakat dapat menjaga dan merawat dengan baik dan benar.

(Humas Polres Jepara)

Kanit Reskrim Pantau Ketersediaan Beras di Pasar Lebak

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Aipda Turmudhi, Kanit Reskrim Polsek Pakis Aji Polres Jepara melaksanakan patroli dialogis di Pasar Lebak memantau ketersediaan komoditas bahan pokok terutama beras, kemarin Rabu (17/01/2018).

Saat berada di Pasar Lebak, Aipda Turmudhi menyambangi toko-toko yang menjual beras, kemudian berdialog dengan para pedagang. Diketahui bahwa ketersediaan beras kualitas premium di Pasar Lebak masih mencukupi. Hanya saja harga beras masih cukup tinggi untuk kualitas premium berada di kisaran harga Rp. 11.000,- (sebelas ribu rupiah) per kilogram.

Menurut para pedagang, harga beras masih cukup tinggi karena pengaruh cuaca yang membuat ketersediaan gabah kering petani berkurang yang juga mengakibatkan berkurangnya stok beras. Namun berkurangnya stok beras belum sampai menimbulkan kelangkaan beras di pasaran.

Dalam kesempatan berdialog dengan pedagang tersebut, Aipda Turmudhi tak lupa selalu menghimbau para pedagang komoditas sembako terutama beras, agar para pedagang memperhatikan keamanan dan kebersihan penyimpanan beras di tokonya, jangan sampai diganggu hewan pengerat yang dapat merusak beras. Selain itu, Aiptu Turmudhi menekankan kepada para pedagang agar tidak menimbun beras secara sengaja hingga menimbulkan kelangkaan untuk menaikkan harga beras. Karena perbuatan tersebut dapat masuk dalam kejahatan pangan. Berdagang secara jujur akan menambah berkah keamanan dan keselamatan para pedagang.

(Humas Polres Jepara)

Kapolres Jepara Gelar Press Release Pencanangan Polres Jepara Menuju WBK dan WBBM.

Berlokasi di Pendopo Kab. Jepara, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. bersama dengan unsur Forkopimda Kab. Jepara berkumpul untuk melaksanakan press release.

Press release yang dilaksanakan kali ini adalah dalam rangka Pencanangan Program Pembangunan Zona Integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi Polres Jepara yang dilaksanakan semenjak awal Januari 2018.

Pelaksanaan press release ini dimaksudkan bahwa pelaksanaan pencanangan zona integritas ini adalah sebagai salah satu bentuk komitmen dari Kepolisian Resor Jepara dalam mewujudkan dan menjaga birokrasi yang bersih di lingkungan Polres Jepara.

Pencanangan zona integritas tersebut sangat diapresiasi oleh Forkopimda Kab. Jepara hal ini disampaikan oleh Dandim 0719/Jepara yang akan mendukung keterbukaan informasu serta pelaksanaan pencanangan zona integritas Polres Jepara menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) serta Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

(Humas Polres Jepara)

Kasat Lantas Sosialisasikan DIPA Kepada Anggota.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Untuk meningkatkan kinerja dalam pelaksanaan tugas, Satlantas Polres Jepara didukung DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) yang berasal dari Pajak dan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak). Dan sebagai wujud transparansi anggaran yang diterima Satlantas Polres Jepara melaksanakan sosialisasi DIPA Tahun Anggaran 2018 ini di Ruang PPKO Mapolres Jepara, Sabtu (13/01/18).

Kasat Lantas Polres Jepara AKP I Putu Bagus Krisna Purnama, S.I.K. memimpin kegiatan sosialisasi tersebut dan diikuti oleh KBO Satlantas dan Anggota Satlantas Polres Jepara. Selain bentuk transparansi kepada anggota, kegiatan ini juga mendasari atas Perkap Nomor 4 tahun 2014 tentang perubahan atas Perkap Nomor 22 tahun 2011 tentang administrasi pertanggung jawaban keuangan di lingkungan Polri.

Untuk dilketahui bersama bahwa Satlantas Polres Jepara untuk Tahun Anggaran 2018 ini mendapatkan anggaran sebesar Rp. 1.059.759.000,- atau naik sebesar Rp. 17.000.000,- dari tahun sebelumnya yaitu sebesar Rp. 1.042.759.000,-.

Kasat Lantas mengatakan bahwa sosialisasi ini kita laksanakan untuk memberikan gambaran kepada anggota Sat Lantas Polres Jepara terhadap penggunaan dan pelaksanaan anggaran pada Satuan Lalu lintas Polres Jepara, disamping itu anggota wajib mengetahui dari DIPA (Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran) tersebut sehingga kita bisa menentukan langkah kegiatan kita kedepan nanti.

(Humas Polres Jepara)

Sosialisasi DIPA Sat Sabhara Tahun Anggaran 2018.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kasat Sabhara Polres Jepara AKP Usman Jumaidi bersama KBO Sabhara Polres Jepara IPTU Agus Nurhadi menyelenggarakan sosialisasi Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Tahun Anggaran 2018 dalam rangka transparansi anggaran DIPA Sat Sabhara Polres Jepara Tahun Anggaran 2018 kepada para anggota di ruangan PPKO Polres Jepara, Rabu (10/01/2018).
Dalam pengarahannya Kasat Sabhara menyampaikan bahwa Sosialisasi DIPA ini disampaikan kepada para anggota untuk memberikan gambaran kepada tentang alokasi penggunan dana kegiatan dan operasional Sat Sabhara Polres Jepara Tahun Anggaran 2018, secara transparan tidak ada yang ditutup – tutupi.
Ditahun 2018 ini DIPA Sat Sabhara Polres Jepara sebesar Rp 735.598.000,- dengan rincian untuk program Harwat Satwa Rp. 60.225.000,-, Turjawali Rp. 215.600.000,-, Quick Wins Rp. 308.210.000,-, PAM OBVIT Rp. 144.843.000,- dan TIPIRING Rp. 6.720.000,- atau mengalami peningkatan dibandingkan pada tahun 2017.
KBO Sabhara Polres Jepara Iptu Agus Nurhadi menambahkan bahwa dengan adanya peningkatan anggaran DIPA Tahun 2018. Diharapkan agar anggota juga meningkatkan kinerja dalam melaksanakan Tugas Pokok dan Fungsi (Tupoksi) masing – masing setiap harinya.
(Humas Polres Jepara)

Api Cantrang Dilarang, Sat Polair Polres Jepara Lakukan Sosialisasi ke Nelayan.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Polemik pelarangan Alat Penangkapan Ikan (API) jenis cantrang atau pukat tarik (seine net) masih terus saja terjadi.

Pelarangan tersebut resmi berlaku setelah Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI menerbitkan Peraturan Menteri (Permen) Nomor : 2/PERMEN-KP/2015 tentang Larangan Penggunaan API Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) di Wilayah Pengelolaan Perikanan Negara Republik Indonesia.

Dengan dikeluarkannya Peraturan Menteri (Permen) tersebut, Satuan Polisi Perairan Resor Jepara melaksanakan kegiatan sosialisasi ke masyarakat nelayan di Dermaga Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Ujungbatu Jepara pada hari Selasa (09/01/18). Pelaksanaan kegiatan tersebut dipimpin KBO Sat Polair Polres Jepara Iptu Lukman Fuadi, S.H. beserta personel yang menyasar pada kapal nelayan Cantrang Sri Rejeki 5 GT dengan nama nahkoda/jurumudi Roismail (38) yang merupakan warga Jobokuto Kec./Kab. Jepara.

Kepala Satuan Polisi Perairan Resor Jepara AKP Hendrik Irawan, S.H.menyampaikan bahwa dengan dikeluarkannya Permen Nomor: 2/PERMEN-KP/2015 bahwa penggunaan alat tangkap ikan jenis Pukat Hela (Trawls) dan Pukat Tarik (Seine Nets) atau di Jepara dikenal dengan jaring cantrang atau arat dilarang beroperasional. Dengan dilarangnya alat tangkap tersebut menimbulkan banyak polemik masyarakat nelayan, khususnya yang menggunakan alat tangkap jenis cantrang/arat sehingga berlakunya Permen tersebut diperpanjang sampai akhir bulan Desember tahun 2017.

“Dengan adanya kebijakan Peraturan Menteri (Permen) yang diberlakukan sampai akir Desember 2017 yang lalu tersebut, dari kami (Sat Polair) tidak langsung menindak secara hukum kepada nelayan yang kedapatan masing menggunakan alat tersebut. Namun langkah kami untuk mengantisipasi terjadinya polemik di lingkungan masyarakat nelayan Jepara, kami melaksanakan sosialisasi dengan memberikan pengertian tentang kebijakan tersebut masa berlakunya sudah berakhir dan saatnya beralih ke alat tangkap yang ramah lingkungan atau dengan meggunakan alat tangkap atau jaring bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sebagai pengganti alat tangkap jenis cantrang/arat” pungkasnya (AKP Hendrik Irawan, S.H.)

(Humas Polres Jepara)