Category Archives: Bagian Operasi

Pemda Jepara Gelar Forum Komunikasi Memperteguh Kebhinekaan

Tribratanewsjepara.com – Merebaknya isu radikalisme dan intoleransi yang hadir saat ini, Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Forum Komunikasi Antara Pemerintah dan Masyarakat memperteguh Kebhinekaan dengan tema “Peringatan Proklamasi Ke 72 Tahun 2017 Kita Bangkitkan Semangat Kebhinekaan Untuk Mewujudkan Jepara Yang Kondusif”. Acara yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menghadirkan Forkopinda Kabupaten Jepara, Muspika Se Kabupaten Jepara dan tokoh agama serta tokoh masyarakat se Kabupaten Jepara di Pringgitan Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (28/8/2017).
Bupati Jepara, Ahmad Marzuki dalam sambutannya mengatakan, bahwa Forum Komunikasi antara Pemerintah dan Masyarakat mempunyai manfaat yang sangat besar, apalagi komunikasi antar kita bersama. Dengan kita berkumpul untuk meningkatkan Kebhinekaan setelah kita diberikan anugerah dari Tuhan YME yaitu Kemerdekaan, sehingga kita harus selalu bersyukur dan mempertahankannya.
“Secara umum Kebhinekaan di Kabupaten Jepara sudah sangat baik, terutama toleransi antar umat beragama, tetapi tetap harus kita tingkatkan, pinta Marzuki.
Kapolres Jepara Polda Jateng, AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam paparannya menekankan, agar masyarakat mewaspadai pola ancaman terkait adanya kegiatan yang mencurigakan ataupun bertolak belakang dengan tradisi warga masyarakat. “Mari bersama sama kita menjaga ketenangan dan keamanan di Kabupaten Jepara dan jangan kita sudutkan kelompok-kelompok golongan lain, bila ada yang mencurigakan segera laporkan ke Polisi” pinta Yudi.
Lebih lanjut, Yudianto dalam paparannya menjelaskan bahwa peraturan pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 merupakan upaya pemerintah untuk mengatur terkait dengan keormasan agar tidak berlebihan tindakan sehingga mengakibatkan timbulnya perpecahan NKRI.
Selain Kapolres Jepara, turut hadir unsur forum komunikasi pimpinan daerah sebagai narasumber dalam diskusi panel yang digelar pihak penyelenggara yakni DPRD Kabupaten Jepara H Agus Sutisna, Dandim 0719 Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki, Ketua Pengadilan Agama Imam Syafi’i, Wakil ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Jepara, dan Kejaksaan Negeri Jepara Lukman. (as)

Masyarakat Jangan Terpengaruh Paham Radikal

Tribratanewsjepara.com – Dalam sosialisasi bidang ideologi yang bertajuk “Penangkalan Paham Radikalisme Menuju Makmur Masjidku Damai Negeriku”, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Jepara Polda Jateng, Ajun Komisaris Polisi Hadi Suprastowo mengatakan, penyebaran penangkalan paham radikalisme secara khusus untuk meningkatkan kerukunan kita, dan perlunya mewaspadai adanya Ormas-Ormas yang berseberangan dengan idiologi Pancasila.

Radikalisme adalah adanya satu kelompok yang ingin membentuk satu perubahan secara drastis pada segala sendi kehidupan dengan kekerasan. Mohon kepada masyarakat kalau di lingkungan ada kegiatan yang aneh maka segera mungkin respon dan melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas atau polisi yang dikenal dekat, pinta Hadi dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, di Gedung NU Ranting Mlonggo, Minggu (27/8/2017) siang.

Pada acara yang dihadiri oleh Ketua NU Ranting Mlonggo, Rois syuriah NU, Wakil Ketua Rois NU Mlonggo, PCL TM NU Cabang Jepara, Pengurus MWC se Kecamatan Mlonggo, Pengurus Anshor IPPNU se Kecamatan Mlonggo, Pengurus Masjid se Kecamatan Mlonggo, Kasat Binmas juga menegaskan, agar bijak dalam bermedia sosial. “Jangan mudah membagikan kiriman yang belum tentu jelas isi kontennya, selalu cek dan ricek kebenarannya,” tutur Hadi.

Sementara itu, Ketua NU Ranting Mlonggo, Drs Sugiwanto dalam sambutannya mengatakan, jumlah masjid di Mlonggo sebanyak 52, hampir semua adalah NU nanti akan diadakan kegiatan pengajian keliling dari masjid ke masjid. “Pengajian dengan agenda salah satunya penangkalan paham radikalisme agar masyarakat jamaah NU paham dan mengerti untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, masyarakat Kabupaten Jepara diminta tidak terpengaruh terhadap paham yang menyimpang seperti radikalisme. Dan hal tersebut harus diantisipasi. “Yang pasti kami tidak ingin sedikitpun adanya masuk paham radikalisme ke Jepara ini, dan kami akan terus melakukan penjagaan ketat,” ungkap Yudi.

“Pihaknya juga tidak segan menindak tegas bagi para penyebar paham radikalisme di Jepara ini. Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap terjaga dan Kamtibmas di daerah ini juga berjalan dengan baik, pungkasnya. (as)

 

Tekek Mengaku Dapat Sabu Dari Kedungpane

Tribratanewsjepara.com – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu.

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket narkoba yang telah dikirim ke Jepara lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017).

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon.

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Ketek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua.

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. (aj-rb/as)

Hujan Gerimis Antar Pelepasan Enam Belas Anggota Polisi Pensiun di Jepara

Tribratanewsjepara.com – Suasana haru menyelimuti prosesi pelepasan enam belas anggota Polres Jepara Polda Jateng yang memasuki masa pensiun. Begitupun langit turut sedih mentitikkan hujan saat upacara berlangsung, Kamis (27/07/2017).

Upacara pelepasan purna tugas berlangsung di depan loby Polres Jepara. Prosesi upacara dipimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Prosesi diawali dengan pengalungan bunga dilanjutkan dengan tradisi pedang pora. Anggota polisi yang purna tugas beserta istrinya masing-masing berjalan diantara barisan pemegang pedang. Setelah melewati prosesi pedang pora, para polisi yang pensiun ini kemudian diarak keliling kota Jepara menggunakan kereta kuda.

Kapolres Jepara, AKBP Yudianto menuturkan, upacara ini kami laksanakan sebagai bentuk penghormatan dan ucapan terima kasih atas pengabdian serta loyalitas mereka selama bertugas menjadi anggota Polri. Menurutnya purna tugas bagi anggota Polri ini artinya mereka adalah orang-orang yang berhasil melaksanakan tugasnya. Ini adalah sebuah “Prestasi” dan “Kebangggaan” baik buat Keluarga, Instansi, dan rekan sejawat.

Selain itu, AKBP Yudi juga mendo’akan kepada para purna agar selalu diberikan kesehatan, kebahagiaan.  Semoga loyalitas dan pengabdian selama berdinas mendapatkan pahala dari Allah SWT dan berpesan agar selalu menjaga tingkah laku.

AKP (Purn) Timbul Taryono perwakilan anggota yang purna tugas mengucapkan banyak terima kasih kepada Kapolres Jepara dan seluruh keluarga besar Polres Jepara atas dukungan dan kerjasama selama aktif berdinas menjadi anggota Polri.

Sementara, AKP Sutono yang beralih tugas di Akademi Kepolisian, juga mengucapkan terimakasih atas bimbingan di Polres Jepara semoga ke depan bisa lebih dalam bekerja di tempat baru.

Tekan Aksi Kriminalitas, Polres Jepara Gelar Operasi Jaran

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Resor Jepara menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Jaran Candi 2017 di ruang PPKO Polres Jepara, Rabu (25-7-2017).

Latpraops dipimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK dengan didampingi Kabag Ops Polres Jepara dan diikuti oleh pejabat dan perangkat operasi Jaran Candi sebanyak 30 personel serta Kapolsek Jajaran Polres Jepara.

Kegiataan ini dimulai dari pukul 09.00 WIB yang diawali dengan sambutan Kapolres Jepara kepada peserta Latpraops Jaran Candi 2017.

Dalam sambutannya, Kapolres Jepara AKBP Yudianto menekankan, agar dalam pelaksanaan operasi ini terlaksana dengan baik dan maksimal sehingga apa yang telah menjadi target operasi dapat terpenuhi. Selain itu, Kapolsek juga harus ikut andil dalam keberhasilan operasi Jaran tahun ini.

“Operasi Jaran Candi 2017 akan dilaksanakan selama 20 hari kedepan mulai tanggal 27 Juli s/d 15 Agustus dengan ujung tombak Reskrim dan lebih mengedepankan fungsi penegakan hukum serta didukung Satgas preemtif dan preventif,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi menambahkan, sasaran Operasi Jaran Candi 2017 yaitu sasaran orang seperti preman, sasaran barang seperti Sajam/Senpi, barang curian dan tempat-tempat Rawan Police Hazard (kerawanan polisional di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan).

“Tujuaanya untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas khususnya tindak pidana pencurian. Diharapkan dalam Operasi Jaran kali ini dapat menekan angka tindak pidana khususnya Curat, Curas dan Curanmor serta membuat efek jera bagi para pelaku,” terang Kompol Slamet. (as)

Inovatif, Kasat Binmas Jepara Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Tribratanewsjepara.com – Kewajiban seorang muslim kepada sesama umat islam yang telah meninggal adalah merawat jenazahnya. Cara merawat jenazah yang disyari’atkan Islam diantaranya adalah memandikan, mengkafani, mensholati dan kemudian menguburkan. Namun karena hukumnya Fardu Kifayah menjadikan sebagian orang tidak serta merta mempelajari dan memahaminya dengan benar, bahkan sedikit sekali yang mampu melakukannya secara benar sesuai syariat.

Fardu Kifayah adalah sesuatu yang wajib dilakukan, namun apabila ada sebagian orang melakukan maka menggugurkan kewajiban muslim yang lain, tetapi jika sama sekali tidak ada maka semua mendapat dosa. Maka melihat bahwa ibadah mengurus jenazah merupakan salah satu ibadah yang wajib, Kasat Binmas Polres Jepara merasa perlunya mengadakan “Pelatihan Perawatan Jenazah” kepada Bhabinkamtibmas.

Pelatihan digelar di Masjid Kholilurrohman Polres Jepara dengan nara sumber dari Kemenag Kabupaten Jepara, Rabu (26-07-2017) pagi.

“Tiap Bhabinkamtibmas ini dibekali dengan teori dan praktik fikih jenazah. Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Ahli Muda Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Ustadz H Badrudin SAg MH. Tak hanya soal proses pengurusan jenazah, tetapi juga mencakup tuntunan serta doa menghadapi mereka yang tengan sakratul maut,” terang AKP Hadi Suprastowo.

“Tujuannya adalah, selain melaksanakan tugas pokok Polri, Bhabinkamtibmas diwajibkan mengetahui ilmu kemasyarakatan yang lain salah satunya adalah pengetahuan cara cara merawat jenazah diantaranya adalah memandikan, mengkafani dan mensholatan sehingga dapat bersinergi dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan,” imbuh Hadi.

“Pelatihan ini dimulai sekitar pukul 09 pagi sampai sekitar pukul 12 siang. Ada tiga materi yang diajarkan nara sumber dan menjadi fokus dalam pelatihan bagi Bhabinkmatibmas yaitu tindakan terhadap orang yang menghadapi kematian, cara memandikan jenazah dan cara mengkafani jenaza,” lanjutnya.

“Materi mengenai perlakuan kepada seorang muslim yang dalam sakaratul maut. Sebelum sampai ke materi cara perawatan jenazah, peserta pelatihan juga harus tahu apa saja yang orang muslim wajib lakukan kepada saudara saat menjelang kematin. Kemudian materi dilanjutkan dengan tatacara merawat jenazah sampai dengan melakukan simulasi, sehingga tidak hanya teori yang didapatkan dalam pelatihan ini tetapi juga praktek,” tutur H Badrudin, nara sumber dari Kemang Jepara saat memberikan materi.

“Salah satu alasan pentingnya diadakan Pelatihan Perawatan Jenazah adalah memberikan bekal kepada Bhabinkamtibmas dalam hidup bermasyarakat. Karena hukumnya yang Fardu Kifayah membuat jarang sekali orang bisa melakukan perawatan jenazah, apalagi yang sesuai dengan syariat islam. Meskipun ada, kebanyakan dari mereka juga sudah berusia tua, oleh karena itu sangat penting memberikan pelatihan untuk membekali Bhabinkamtibmas dengan pengetahuan perawatan jenazah,” imbuh Badrudin. (as)

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polsek Keling Gelar Razia Gabungan

Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Keling Polres Jepara Polda Jateng AKP IDG Mahendra memimpin pelaksanaan kegiatan rayonisasi Polsek Rayon utara di jalan raya Pertigaan Sambungoyot, Sabtu (22-7-2017) malam. Rayonisasi dilaksanakan bersama anggota Polsek rayon utara diantaranya Polsek Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri dan Mlonggo yang dimulai pukul 22.00 Wib.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Keling AKP IDG Mahendra menerangkan sebelum kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan terlebih dulu diawali dengan apel untuk memberikan arahan dan penyampaian cara bertindak pada saat melakukan razia kepolisian. “Anggota sudah kami bekali dengan arahan agar selalu humanis dengan senyum salam sapa dalam pemeriksaan dan selalu mengutamakan keselamatan. Kegiatan rayonisasi ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dengan sasaran Miras, Sajam, Handak, Narkoba, Curanmor, Curas, Premanisme, Terorisme dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat,” tuturnya.

“Selama razia kami telah memeriksa sedikitnya tiga puluhan berbagai jenis kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut diantaranya memeriksa kendaraan mobil baik pribadi dan umum serta angkutan barang sebanyak 20 unit dan sepeda motor 5 unit,” imbuhnya. (AS)

Sebulan Ikuti Diksar, 118 Orang Dilantik Menjadi Satpam

Tribratanewsjepara.com – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Resor Jepara, Jawa Tengah, Ajun Komisaris Polisi Hadi Suprastowo memimpin penutupan Pendidikan Dasar (Diksar) Satpam Gada Pratama Angkatan I tahun 2017 di Komplek Undip Kelautan Jepara, Sabtu (22-07-2017) pagi.

Upacara penutupan dihadiri Direktur BUJP PT Gada Pratama Cabang Jepara, Kaur Bin Ops Satbinmas, para Kanit Sat Binmas dan 118 Anggota Satpam yg dilantik.

Pelantikan Satpam kepada perwakilan Satpam oleh Kasat Binmas yang ditandai dengan penyematan PIN Satpam, pembacaan kode etik dan penuntun Satpam yang ditirukan oleh 118 orang peserta Diksar Satpam Gada Pratama.

Kasat Binmas dalam sambutannya membacakan amanatnya Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, menyampaikan selamat atas dilantiknya peserta pendidikan dasar satuan pengamanan.

Berdasarkan peraturan Kapolri nomor 24 tahun 2007, Satpam merupakan bentuk pengamanan swakarsa yang bertugas membantu Polri dibidang penyelenggaraan keamanan dan ketertiban masyarakat terbatas pada lingkungan kerjanya, dalam pembinaan dan pengaturan mengenai Satpam dilakukan oleh Polri dan pengelolaannya dilaksanakan secara profesional, lanjutnya.

“Satpam harus mampu mengimplementasikan tugas-tugas kepolisian terbatas di lingkungan kerjanya sehingga keberadaan Satpam diharapkan dapat memberikan rasa aman kepada orang-orang yang berada pada lingkungan kerjanya, tegas AKBP Yudi dalam amanatnya.

“Sekembalinya saudara dari pendidikan ini diharapkan ada perubahan sikap baik fisik maupun mental di dalam diri saudara masing-masing kemudian aktualisasikan dan jabarkan setiap pelajaran yang telah diterima baik dalam bentuk teori, driil atau praktek dalam setiap kesempatan di kawasan lingkungan kerja saudara. Menjadi tauladan di lingkungan kerja saudara sebagai abdi Gada Pratama, jaga integritas dalam menangkal gangguan Kamtibmas dan membantu tugas-tugas Kepolisian khususnya masalah keamanan di lingkungan kerja saudara,” pesan Kapolres kepada peserta Diksar Satpam.

“Tetap jalin komunikasi antar teman seangkatan sehingga tidak terputus tali silaturahmi dan saling memberikan informasi dengan kesuksesan dalam tugas,” pungkasnya.

HUT BPJS Kesehatan dan HKGB, BPJS Cabang Kudus Gelar Deteksi Dini Kanker Serviks

Tribratanewsjepara.com – Untuk memperingati HUT BPJS kesehatan ke 49 & Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari, BPJS Kesehatan di seluruh Indonesia serentak mengadakan deteksi dini kanker leher rahim (serviks), Kamis (13/7/2017).

Acara yang dipusatkan di aula Polres Jepara ini terdiri atas dua agenda yakni sosialisasi dan pemeriksaan. Puluhan Polwan, PNS wanita & perwakilan bhayangkari pun antusias mengikuti kegiatan yang berjalan.

“Kegiatan hari ini merupakan agenda untuk memperingati HUT BPJS ke-49. Kegiatan upaya BPJS ini adalah melakukan sosialisasi deteksi dini terkait kanker serviks kepada perempuan yang masih produktif, tutur Kepala Cabang BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Dody  Pamungkas SKM MM.

“Ini memang salah satu benefit untuk peserta JKN-KIS, yakni upaya promotif dan preventif sehingga dapat dideteksi secara dini apakah ada risiko penyakit tersebut atau tidak. Kalaupun memang terjangkit, penanganan secara dini bisa dilakukan sehingga risiko lebih lanjut bisa dicegah,” lanjutnya.

“Kepada seluruh peserta untuk melaksanakan pemeriksaan ini. Peserta BPJS tidak perlu khawatir dengan biaya yang ada karena sudah ditanggunh oleh pihak BPJS. Dan pihak BPJS akan melaksanakan sesuai prosedur jika nantinya ada peserta yang membutuhkan perawatan lebih lanjut,” ucapnya.

 

Dalam kesempatan yang sama, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK menyampaikan apresiasi positifnya terhadap kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada pihak BPJS yang telah melakukan kegiatan deteksi dini kanker serviks kepada seluruh Polwan, Bhayangkari, dan PNS yang ada di Polres Jepara,” tutur Akbp Yudianto saat memberikan sambutan.

“Kanker Serviks merupakan penyebab kematian terbesar di Indonesia. Kanker Serviks penyebab salah satunya adalah sering bertukar pasangan. Penyebab yang lainnya juga adalah faktor lingkungan. Lingkungan kan banyak sekali asap rokok,” lanjutnya.

 

Sementara itu, Dokter bagian Obstetri & Ginekologi RSUD RA Kartini Jepara, dr Bagus Wirabhakti SPOG selaku narasumber memaparkan tentang apa itu kanker serviks? kanker leher rahim adalah kanker yang terjadi pada leher rahim (serviks), dan apa itu serviks? serviks adalah daerah yang menghubungkan rahim (uterus) dan vagina.

“Kanker Serviks adalah kenker yang banyak menyebabkan kematian pada perempuan, yang disebabkan oleh virus HPV (Human Papilloma Virus), pada organ intim, Infeksi dengan HPV sering kali tidak menimbulkan gejala, banyak orang tidak tahu mereka terinfeksi HPV, dan juga banyak orang dapat menularkan HPV tanpa menyadarinya,” terangnya.

Gejala yang ditimbukan antara lain pendarahan yang tidak normal yaitu pendarahan sesudah melakukan hubungan intim, pendarahan abnormal (diluar waktu haid), pendarahan sesudah menopause, dan kelainan pada vagina (keluarnya cairan kekuningan dan berbau) serta gejala lainnya sakit/nyeri pinggul dan kaki.

Kanker serviks dapat dicegah dengan cara deteksi sedini mungkin dengan PAP SMEAR, selain itu juga dengan edukasi mengenai kanker serviks dan vaksinasi HPV VAKSIN.

“Jika anda terinfeksi HPV, 80% akan dibersihkan dengan sistem immun (kekebalan), dan untuk 10-20% kemungkinan menjadi infeksi persisten(menetap) yang beresiko menjadi kanker seviks, “ujarnya.

Dia menjelaskan, kebanyakan pria dan wanita yang telah berhubungan intim beresiko terinfeksi HPV, lebih dari 75% wanita yang berhubungan intim pernah terinfeksi HPV, puncaknya diantara umur 18-22 tahun. beberapa faktor yang beresiko terkena kanker serviks antara lain berganti-ganti pasangan, merokok dan minuman keras, terlalu banyak melahirkan, usia hubungan sexual <20 tahun dan tidak menjaga kebersihan organ genital.

HUT Bhayangkara Ke-71, Tim Futsal Polres Jepara Sparing Dengan Wartawan Macan Kurung

Tribratanewsjepara.com – Memperingati Hari Ulang Tahun Bhayangkara Ke-71, Polres Jepara menggelar pertandingan futsal persahabatan dengan awak media Pokja Polres Jepara di lapangan futsal JFC Bapangan, Senin (10/07/2017) malam.

Ketua PWI Kabupaten Jepara Budi Santoso mengapresiasi kegiatan Futsal bersama ini. Harapannya ke depan sinergitas antara wartawan dengan jajaran Polres semakin terjalin baik. “Kita juga berharap di ulang tahun Bhayangkara ini, polisi semakin profesional,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKPB Yudianto Adhi Nugroho SIK disela-sela pertandingan mengatakan, pertandingan futsal persaudaraan ini merupakan suatu bentuk kemitraan antara polisi dan insan pers.

Tim Polres Jepara sebagai kapten Kapolres AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK, di perkuat, Kanit Dikyasa Ipda Sarmo SH, Waka Polres Jepara Kompol Aan Hardiansyah SH sebagai penjaga gawang dan anggota Polres Jepara.

Sedangkan dari tim wartawan Macan Kurung  dari Korensponden SCTV Eko Purwanto sebagai Kapten diperkuat  Erje Budi Santosa dari Wawasan, Zacky dari ISKNews, Alif dari MNCTV, Rhobby dari MetroTVnews.com dan Back Ferdy dari R-Lisa sebagai penjaga gawang.

Tim Polres Jepara menggebrak pertahanan tim wartawan Macan Kurung , tak berlangsung lama, tim Polres berhasil unggul tiga gol. Kapolres Jepara membuka keunggulan melalui sepakannya. Dilanjutkan dengan gol dari Aipda Indarto.

Melihat timnya ketinggalan, tim Macan Kurung memasukkan pemain tengahnya Zacky Alvian untuk menambah daya gedor tim 4 kali juara Press Futsal Tournamen ini. Hasilnya, tim wartawan berhasil memperkecil selisih skor menjadi 3-2. Hingga akhir pertandingan, keunggulan masih menjadi milik tim Polres Jepara dengan skor 10-8. (as)