Kapolsek Keling Berikan Penyuluhan Terkait Kenakalan Remaja Di Sekolah

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kenakalan remaja menjadi problem yang ada, usia remaja merupakan usia bagi seseorang untuk mencari jati dirinya dan masih belum stabil, sehingga belum mampu membedakan yang baik dan yang buruk. dalam usia ini seseorang harusnya tumbuh dibarengi oleh pendidikan yang baik, juga didampingi oleh orangtua dalam menjalani masa remajanya supaya terbentuk pribadi yang baik.
Seperti yang terlihat pagi ini Selasa(21/08/2018) Kapolsek Keling Iptu Daffid Paradhi menghadiri kegiatan Orientasi Pendidikan Karakter Sosialisasi Bahaya Penggunaan Napza Serta Dampak Pernikahan Dini bertempat di MAN 2 Jepara. Hadir pula dalam kegiatan tersebut Tim dari Puskesmas Keling 1 dipimpin dr Dian A, Kepala Sekolah MAN 2 Jepara Drs H Muhammad Yunus Anis, Bhabinkamtibmas Ds. Kelet Bripka Siswanto, Guru dan staf MAN 2 Jepara dan siswa-siswi MAN 2 Jepara 550 anak.
Pada kesempatan tersebut Kapolsek Keling Iptu Daffid Paradhi memberikan bimbingan dan penyuluhan terhadap siswa-siswi pelajar supaya terhindar dari Narkotika, minum-minuman beralkohol, tawuran antar pelajar dan tertib berlalulintas di jalan raya. Lebih lanjut Kapolsek Keling menerangkan, perlu menanamkan kedisiplinan, baik di lingkungan sekolah maupun di luar sekolah, sebagai contoh dalam lingkungan sekolah mentaati tata tertib belajar mengajar, bisa memanfaatkan waktu dengan baik, menggunakan sarana-prasarana sekolah yang bertujuan untuk kebaikan siswa sendiri, pungkas Iptu Daffid.
Selanjutnya materi tentang Pengenalan alat reproduksi manusia, Bahaya Seks Bebas, Dampak Pernikahan Dini dan Bahaya Penggunaaan Napza diisi oleh Tim Puskesmas Keling I.

Serunya Perang Obor Pukul-Pukulan Api di Tegal Sambi Malam Tadi

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Ribuan warga Jepara menyerbu  Desa Tegal Sambi, Tahunan, Jepara, Senin 20 Agustus 2018 malam semarak dengan digelarnya tradisi Perang Obor. Setelah dibuka dengan doa, obor yang dibuat dari pelepah kelapa itu disulut dengan api.

Upacara Tradisional Sedekah Bumi dan Perang Obor dengan tema Mewujudkan Masyarakat Tegalsambi Berbudaya Gemah Ripah Loh Jinawi, Rukun Agawe Santosa ini merupakan tradisi rutin warga Desa Tegal Sambi.

Perang Obor ini berlangsung sekitar 1 jam atau setelah semua pelepah kelapa habis terbakar. Untuk mengobati peserta maupun penonton yang mengalami luka bakar, panitia telah menyediakan obat berupa ramuan dedaunan yang telah diberi minyak kelapa.

Petinggi Desa Tegal Sambi Agus Santoso SE mengungkapkan bahwa kita turut bangga karena sampai dengan saat ini warga Desa Tegalsambi masih menguri – uri kebudayaan seperti halnya tradisi Perang Obor. Perlu diketahui juga bahwa Desa Tegalsambi menjadi Juara 1 Lomba Kearsipan Tingkat Jawa Tengah.

(Humas Polres Jepara)