Cegah Kerusakan, Polair Res Jepara Laksanakan Pemeliharaan dan Perawatan Kapal Polisi

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Pemeliharaan dan Perawatan (Harwat) terhadap alat utama yaitu kapal Polisi merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh Satuan Polisi Perairan Resor Jepara, giat Harwat kapal ini dilaksanakan minimal 2 kali dalam seminggu dengan maksud supaya kapal tersebut terpelihara dan terawat dengan baik serta tidak mudah rusak.

Supaya terpelihara dan terawat dengan baik, personel Satuan Polisi Perairan Resor Jepara Bripka Mashudi beserta Brigadir Eko Santoso melaksanakan Harwat kapal Polisi type C3 dengan nomor lambung IX-1021 di dermaga milik PT. Pura Desa Bandengan Kec/Kab. Jepara, Rabu (28/02/2018).

Giat Harwat yang dilakukan personel Sat Polair tersebut meliputi pemanasan mesin kapal, pengecekan kelistrikan, membersihkan/mencuci kapal serta penyecrapan tiram yang menempel pada bagian lambung kapal.

“Hal ini kami lakukan dengan harapan supaya kapal terpelihara dan terawat dengan baik serta tidak mudah rusak, sehingga sip pakai setiap saat bilamana diperlukan untuk kegiatan patroli maupun giat yang lainnnya,” jelas Bripka Masuhdi.

(Humas Polres Jepara)

Sat Reskrim Kawal Jalannya Sidang Pelaku Penganiayaan yang Alami Gangguan Kejiwaan

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Unit 1 Resum Sat Reskrim Polres Jepara mendampingi sidang kasus penganiayaan pasal 352 KUHP yang dipimpin langsung oleh Kanit 1 Resum Ipda Bambang Suroyo, S.H. bersama anggota, Rabu (28/02/2018).

Sidang yang berlangsung di kantor Pengadilan Negeri Jepara ini menghadirkan terdakwa Mustofa Dimyati (50th), Islam , pekerjaan swasta , alamat Ds. Troso Rt. 02/Rw. 03, Kec. Pecangaan, Jepara.

Kejadian bermula pada hari Selasa (24/10/2017) sekira pkl 22.00 wib pelaku Mustofa Dimyati mendatangi rumah korban M. Yusuf (48 th) turut Ds.Troso Rt. 03 / Rw. 03, Kec. Pecangaan, Jepara dengan membawa tongkat besi yang biasa digunakan untuk memijat. Ia mendatangi rumah korban lantaran merasa tidak terima M. Yusuf telah memutus kabel pengeras suara (Toro). Selanjutnya pelaku tanpa basa basi langsung memukulkan tongkat besi yang digenggamnya ke punggung korban berkali-kali. Selain itu dalam posisi tersungkur korban juga digigit pada pipi sebelah kiri yang mengakibatkan luka robek pada bibir sebelah kiri dan pipi. Tidak menerimakan perbuatan yang menimpa dirinya M. Yusuf segera melaporkan pelaku ke Polres Jepara.

Dari hasil pemeriksaan dikantor Sat Reskrim Polres Jepara menyatakan bahwa telah memperoleh surat keterangan dari pihak RS Kumala Siwi Pecangaan, Kab. Jepara dimana menyebutkan pelaku pernah menjalani pengobatan rutin gangguan kejiwaan.

Berdasarkan hasil sidang di kantor Pengadilan Negeri Jepara terdakwa dijatuhi putusan diantaranya yaitu terdakwa dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana penganiayaan sesuai bunyi pasal 352 KUHP. Berdasarkan pasal 44 kuhp dan pasal lain yang berkaitan terdakwa dilepas dari segala tuntutan. Kemudian terdakwa di perintahkan agar menjalani perawatan di rumah sakit jiwa selama empat bulan dan biaya perkara di bebankan kepada negara.

(Humas Polres Jepara)

Unit Identifikasi Polres Jepara Tangani Korban Tergeletak di Jalan Tanpa Identitas

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Anggota piket Ur Identifikasi Sat Reskrim Polres Jepara melaksanakan pengecekan kondisi dan sekaligus identitas orang tanpa identitas yang ditemukan oleh anggota piket Polsek Nalumsari, Jepara.

Sebelumnya anggota polsek menerima laporan dari petinggi Ds. Tunggulpandean, Nalumsari pada hari Selasa (27/02/2018) sekira pkl 21.00 wib bahwa ada seorang laki-laki tergeletak dipinggir jalan dekat lapangan Ds. Tunggulpandean, Kecamatan Nalumsari dalam keadaan sakit dan kondisinya tidak sadarkan diri.

Namun sangat disayangkan karena alat yang dimiliki Ur Identifikasi Inafis Polres Jepara baik Mambis maupun Handhelt/IPS sedang mengalami down server pusat. “Kami telah upayakan mengungkap identitas orang tersebut, namun kebetulan server Pusinafis mengalami down jadi untuk saat ini belom bisa kami searching identitas orang tersebut, dan sementara kami simpan data sidik jarinya sembari menunggu server pusat pulih kembali” ujar Kaur Identifikasi Aiptu Tarwidi, S.Pd, M.H.

Perlu dipahami bahwa alat Mambis maupun Handhelt/IPS hanya dapat mensearching data seseorang bilamana sudah pernah melakukan input data e-Ktp.

Saat ini orang tanpa identitas tersebut masih berada di RSU Kartini Jepara guna menjalani perawatan intensif.

Adapun mengenai ciri-ciri orang tanpa identitas tersebut berjenis kelamin laki-laki, tinggi badan 165 cm, usia sekitar 35 th, warna kulit sawo matang, berperawakan kurus, muka lonjong, serta memiliki rambut hitam lurus serta mengenakan kaos lengan panjang warna hitam bertuliskan warna putih bagian depan dan memakai sarung kotak-kotak warna coklat muda.

(Humas Polres Jepara)