Tekan Peredaran Miras, Ini yang Dilakukan Polsek Bangsri.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kepolisian Polres Jepara terus pisahkan antara Miras (Minuman Keras) yang selalu berdampingan dengan pertunjukan musik dangdut.

Hal ini dibuktikan saat adanya pengamanan pertunjukan dangdut OT (Organ Tunggal) D’Raja di Ds. Banjaran Kec. Bangsri Kab. Jepara di rumah Sdr. Nur Latif dalam acara Penikahan, Rabu (07/03/18).

Dipimpin Kanit Sabhara Polsek Bangsri Ipda Sujadi Beserta Anggota Polsek Bangsri lainnya melaksanakan kegiatan operasi Miras (Minuman Keras). Kegiatan ini bertujuan untuk menekan peredaran miras di kalangan masyarakat karena dapat menimbulkan tindakan negatif bagi pengguna dan meresahkan warga sekitar.

Kegiatan yang melibatkan sebanyak 11 personil Polsek Bangsri tersebut, diawali dengan melakukan penyisiran serta melakukan pemeriksaan kepada penjual yang diduga membawa ataupun menyimpan miras untuk dijual ke kalangan para pemuda/warga yang ada disekitaran lokasi pertunjukan tersebut.

Kapolsek Bangsri AKP Sarwo Edi Santoso menjelaskan bahwa dari pelaksanaan operasi miras yang dilaksanakan di Ds. Banjaran Kec. Bangsri Kab. Jepara saat pertunjukan OT D’Raja, petugas berhasil mengamankan 7 (Tujuh) botol besar jenis CIU dan 2 (Dua) botol Bir Angker. Dan selama pertunjukan dangdut tersebut berlangsung dengan aman dan tertib.

(Humas Polres Jepara)

 

Sat Reskrim Jepara,Tingkatkan Kemampuan Dalam Penanganan Gelar Perkara

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K selaku Kapolres Jepara memimpin jalannya kegiatan membahas bagimana dalam melaksanakan gelar perkara Sat Reskrim Polres Jepara, dengan di dampingi Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suharta SH di Aula Mapolres Jepara, Rabu (07/03/2018)

Dalam kesempatan kali ini dihadiri oleh Personil Sat Reskrim Polres Jepara dan Para Kanit dari tiap-tiap Polsek jajaran Res Jepara untuk melaksanakan kegiatan dalam melaksanakan gelar perkara.

Kegiatan ini bertujuan untuk membahas pedoman tugas kerja personil Sat Reskrim Polres Jepara agar dapat di pedomani dan dilaksanakan serta mengetahui permasalahan yang ada dilapangan maupun kendala yang di hadapi dalam melakukan penyelidikan dan penyidikan baik saksi maupun tersangka saat dimintai keterangannya.

Permasalahan demi permasalahan di bahas untuk di pecahkan dan didapatkan solusi untuk menjadi bahan Pedoman Kerja kedepannya agar menjadi lebih baik, sehingga Polisi akan mendapat kepercayaan dalam menyelesaikan permasalan dimasyarakat khususnya di wilayah Polres Jepara.

(HumasPolresJepara)

Blue Light Patrol Polsek Pecangaan

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Demi menciptakan situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) yang aman di wilayah hukum Polsek Pecangaan, Ka SPK dan Anggota Jaga Polsek Pecangaan melaksanakan Patroli Malam atau Blue Light Patrol, Kamis (08/03/2018) dini hari.

Anggota melaksanakan Blue Light Patrol di kawasan SPBU Krasak, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi adanya kegiatan balap liar yang sering dilakukan oleh anak – anak muda yang nongkrong di sekitar lokasi tersebut.

Selanjutnya Blue Light Patrol menyasar ke Bank Nusamba Pecangaan serta pemukiman penduduk wilayah pedesaan. Hal ini untuk mengantisipasi tindakan kejahatan atau kriminalitas sehingga nantinya situasi Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat) dapat tercipta di wilayah hukum Polsek Pecangaan.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri menuturkan bahwa kegiatan Blue Light Patrol atau patroli malam hingga dini hari dilaksanakan secara rutin dan difokuskan pada waktu malam sampai dengan dini hari dengan mengoptimalkan tindakan preventif menyalakan lampu biru pada malam hari. Dengan adanya Blue Light Patrol diharapkan masyarakat mengetahui kehadiran polisi disekitar mereka sehingga masyarakat akan merasa aman dan nyaman.

(Humas Polres Jepara)

Tingkatkan Kemampuan Anggota, Polair Polres Jepara Latihan Beladiri.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Dalam rangka mengasah serta meningkatkan kemampuan anggota, Satuan Polisi Perairan Resor Jepara mengadakan Latihan Peningkatan Kemampuan (Latkatpuan) beladiri di halaman Kantor Sat Polair Polres Jepara, Rabu (07/03/2018) pagi.

Kegiatan tersebut diikuti seluruh Anggota Polair usai  apel pagi dan dipandu oleh Kasat Polair AKP Hendrik Irawan, S.H.

Dalam pelaksanaannya, Kasat Polair memberikan materi tentang bermacam – macam gerakan beladiri diantaranya pukulan, tendangan, tangkisan serta gerakan-gerakan yang lainnya. Selain gerakan tersebut, Kasat Polair juga mengajarkan tentang tekhnik cara melumpuhkan lawan dengan baik dan benar.

Kepala Satuan Polisi Perairan Resor Jepara AKP Hendrik Irawan,S.H. menuturkan, Latkatpuan yang dilaksanakan pihaknya ini merupakan agenda rutin setiap hari Rabu setelah selesai melaksanakan apel fungsi di Mako Polair. Hal itu terkandung maksud untuk mengasah serta meningkatkan kemampuan yang dimiliki anggotanya dalam hal beladiri.

“Harapan kami dengan adanya latihan beladiri ini, agar semua Anggota Polair dapat menguasi gerakan-gerakan beladiri serta mahir untuk melumpuhkan lawan, sehingga pada saat bertugas di lapangan ketika menghadapi pelaku kejahatan yang dirasa berbahaya serta mengacam jiwa anggota, bisa ditaklukkan atau dilumpuhkan dengan kemampuan bela diri yang dimilikinya,” tuturnya.

(Humas Polres Jepara)

 

Anggota Reskrim Polsek Kalinyamatan Melaksanakan Pengecekan TKP Pencurian.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Pada Rabu (07/03/18) sekitar pukul 03.00 wib  telah datang seorang bernama Hasan Bisri yang melaporkan bahwa telah terjadi tindak pidana pencurian di penggilingan padi turut Desa Banyuputih Kec. Kalinyamatan Kab. Jepara.

Dalam kejadian ini, pelaku berhasil membawa kabur beras seberat 4 kwintal yang terdiri dari 16 (enam belas) karung masing – masing satu karung seberat 25 kg, kemudian gabah seberat 8 kwintal yang terdiri dari 16 karung masing – masing satu karung seberat 50kg. Adapun ciri – ciri karung bergambar ikan louhan, accu sebanyak 2 buah, sound system dan mesin DVD satu buah.

Bermula saat Senin (06/03/18), Bp. Hasan mengunci tempat penggilingan padi. Namun pada pagi harinya (Selasa, 07/03/18) saat Bp. Hasan membuka pintu gilingan padi (selep) melihat tembok bagian belakang dalam keadaan rusak (berlubang) kemudian korban (Bp. Hasan) saat itu mengecek barang yang hilang dan korban (Bp. Hasan) menemukan satu buah linggis kecil warna biru dan satu buah karung.

Atas kejadian yang telah terjadi tersebut, kemudian Anggota Reskrim Polsek Kalinyamatan melaksanakan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) untuk mencari barang bukti lainnya dan mempelajari cara bertindak pelaku pencurian untuk selanjutnya melaksanakan penyelidikan.

Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto mengatakan bahwa diduga pelaku masuk dan keluar lokasi penggilingan tersebut melalui lubang tembok yang telah dirusak dengan menggunakan linggis. Sedangkan untuk kerugian dari korban (Bp. Hasan) ditaksir mencapai Rp. 19.500.000,- (Sembilan Belas Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).

“Dan untuk selanjutnya, Unit Reskrim kami akan melaksanakan penyelidikan untuk menemukan dan menangkap pelaku pencurian tersebut” jelas Kapolsek Kalinyamatan.

(Humas Polres Jepara)

Polair Polres Jepara Mediasi Permasalahan Antar Nelayan.

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Kanit Gakkum Sat Polair Polres Jepara Aiptu Mohammad Zuhri beserta Anggota Gakkum melakukan mediasi serta Pengumpulan Bahan Keterangan (Pulbaket) atas permasalahan warga nelayan Empurancak terkait kerusakan serta hilangnya alat tangkap yakni jaring ikan di Desa Empurancak Kec. Mlonggo Kab. Jepara, Rabu (07/03/2018) siang.

Dalam acara tersebut turut hadir antara lain Bripka Sunoto sebagai Babinkamtibmas Desa Empurancak, Mawardi sebagai ketua Forum Komunikasi Nelayan (FKN) Jepara serta 15 warga nelayan Kecamatan Mlonggo yang tergabung dalam kelompok nelayan FKN.

Mediasi yang dilakukan oleh Kanit Gakkum Polair Polres Jepara ini, guna menindaklanjuti adanya laporan beberapa warga nelayan ke Kantor Sat Polair atas kejadian hilangnya serta kerusakan jaring tradisional jenis senar dan pemberat oleh terduga para nelayan arat dari Jepara yang terjadi pada hari Senin 5 Maret 2018 pukul 08.00 Wib di perairan kurang lebih 1 Mil laut dari Pantai Empurancak.

Adapun nama-nama korban yang mengalami kehilangan serta kerusakan jaring ikan diantaranya :

  1. Jono warga Desa Balongarto Kec. Mlonggo Jepara, mengalami kerugian berupa kehilangan jaring ikan jenis senar serta pemberat sekitar 2 tinting bila dirupiahkan sekitar 1 juta rupiah.
  2. Didik Hariyanto warga Desa Balongarto Kec Mlonggo Jepara, mengalami kerugian berupa rusaknya jaring sekitar 2 tinting, bila dirupiahkan sekitar 500 ribu rupiah.
  3. Mulyadi warga Desa Karanggondang Kec. Mlonggo Jepara, mengakami kerugian berupa hilangnya jaring serta pemberat sekitar 6 tinting bila dirupiahkan sekitar 1juta rupiah.
  4. Mustofa warga Des Karanggondang Kec. Mlonggo Jepara, mengalami kerugian berupa hilangnya jaring udang sekitar 2 tinting bila dirupiahkan sekitar 1.5 juta rupiah.

“Terkait adanya laporan dari warga nelayan ke Kantor Polair, kami menindaklanjuti dengan mengupulkan bahan keterangan guna melakukan upaya penyelesaian secara kekeluargaan atas kejadian atau permasalahan tersebut.

Sehingga apa yang kami lakukan ini guna mengantisipasi serta mencegah terjadinya konflik yang berkepanjangan atar warga nelayan,” tutur Aiptu M. Zuhri.

(Humas Polres Jepara)