Orang Meninggal Tercebur WC di Kec. Bangsri Kab. Jepara

Tribratanews.jateng.polri.co.id, Jepara – Kejadian meninggalnya seseorang yang tercebur ke dalam WC, gegerkan warga Desa Kepuk Kec. Bangsri Kab. Jepara pada Jumat (19/01/18) pagi tadi.

 

Kejadian ini terjadi sekitar pukul 05.30 wib tadi, korban yang bernama Sami (65) yang bermaksud untuk melakukan BAB (Buang Air Besar) di WC belakang rumahnya yang beralamat di  Kepuk Rt. 2/7 Kec. Bangsri Kab. Jepara. Saat korban (Sami) melakukan BAB (Buang Air Besar) tersebut, tiba – tiba cor di WC tersebut ambrol sehingga mengakibatkan korban (Sami) terjatuh ke dalam WC dan tertimpa material cor hingga korban (Sami) meninggal di lokasi kejadian.

 

Saat dilakukan konfirmasi oleh Tribrata News Jepara, Kapolsek Bangsri AKP Basiran yang masih di lokasi kejadian membenarkan bahwa di wilayah hukumnya terdapat orang meninggal akibat tercebur ke dalam WC. Bahwa kami dari Polsek Bangsri bersama dengan Jepara Rescue telah berhasil melakukan evakuasi terhadap korban (Sami) dan dari tim medis dalam hal ini dari Puskesmas II Bangsri telah melakukan pemeriksaan terhadap korban. Dan dari hasil pemeriksaan bahwa korban meninggal karena murni musibah (tercebur ke dalam WC) dan dari pihak keluarga telah mengikhlaskan kejadian tersebut dan tidak menginginkan untuk dilakukan otopsi terhadap korban.

(Humas Polres Jepara)

Polwan Polres Jepara Siap Berikan Pelayanan Prima Kepada Masyarakat

Tribratanews.jateng.polri.co.id, Nuansa baru tercipta saat Kepolisian Resor Jepara menempatkan sejumlah Anggota Polisi wanita (Polwan) di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolres Jepara.

 

Saat memasuki ruang SPKT Mapolres Jepara terlihat dua Polwan cantik dan murah senyum menyambut Tribrata News Jepara, dimana saat itu (Kamis, 18/01/2018) yang sedang melaksanakan yaitu Bripda Cahyania Herbintarum dan Bripda Geanidya Cahya.

 

Dengan adanya sosok Polwan di Ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) di Mapolres Jepara tersebut diharapkan mampu merubah maindset dari masyarakat awam yang sungkan masuk ke Kantor Polisi karena yang dahulunya disambut dengan sosok Polisi laki – laki, sekarang digantikan dengan Polisi Wanita.

Selain murah senyum dan humanis terhadap para pelapor, Polwan yang melaksanakan piket juga terlihat sangat ramah. Sehingga membuat warga yang membutuhkan pelayanan tidak lagi merasa ketakutan berhadapan dengan polisi, bahkan sangat nyaman. Hal ini terlihat ketika Bripda Geanidya sedang melaksanakan pelayanan kepada masyarakat yang saat itu melaporkan kehilangan Buku Tabungan Bank BRI.

 

Menurut Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho, S.I.K. menjelaskan bahwa setiap hari kita akan menempatkan Polwan untuk melaksanakan piket secara bergantian di Ruang SPKT Mapolres Jepara dengan tujuan untuk memberikan rasa nyaman kepada masyarakat yang membutuhkan pelayanan Kepolisian.

 

“Dengan motto pelayanan secara humanis, selektif dan waspada, diharapkan dapat menjadi nuansa baru di Mapolres Jepara khususnya di Ruang SPKT sehingga dapat menghilangkan rasa takut warga terhadap sosok Polisi,” ujar Kapolres Jepara.

 

(Humas Polres Jepara)

Sat Polair Polres Jepara Datangi Kantor Kamla,Terkait kebijakan Presiden

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Guna menjalin keharmonisan dalam hubungan kerja dengan instansi samping serta menindak lanjuti adanya kebijakan Presiden RI tentang alat tangkap ikan jenis cantrang/arat, Kepala Satuan Polisi Perairan Resor Jepara AKP Hendrik Irawan, S.H. bersama anggota menjemput bola dengan berkunjung ke beberapa kantor instansi samping yang tergabung dalam Tim Keamanan Laut (Kamla) Kab. Jepara diantaranya Kantor Syahbandar, Kantor HNSI, Kantor PSDKP, KPLP, Kantor Dishubla serta Kantor Navigasi, Kamis (18/01/2018).

 

Kunjungan kerja Kasat Polair beserta Anggota tersebut dengan maksud dan tujuan melakukan koordinasi serta menjalin komunikasi terkait kebijakan Presiden RI Bapak Joko Widodo tentang alat tangkap ikan jenis cantrang/arat yang diperpanjang penggunaannya. Untuk diketahui bahwa semula alat tangkap tersebut tidak diperbolehkan beroperasi/dilarang, hal ini atas dasar Peraturan Menteri (Permen) Kelautan dan Perikanan RI Nomor 71 Tahun 2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat tangkap ikan di wilayah pengelolaan perikanan Negara Republik Indonesia.

 

Kepala Satuan Polisi Perairan Resor Jepara AKP Hendrik Irawan S.H menjelaskan, pihaknya berkunjung ke Kantor Tim Keamanan Laut (Kamla) Kab. Jepara guna membahas serta menyamakan persepsi dengan adanya kebijakan Presiden RI tentang diperpanjangnya penggunaan alat tangkap jenis cantrang/arat yang tidak ada batasan waktu sampai nanti dari Pemerintah Pusat bersama dengan nelayan akan melakukan uji petik atas penggunaan alat tangkap tersebut.

Pada kesempatan itu kasat polair dalam kunjungan kerjanya ke beberapa instansi samping juga membagikan kenang-kenangan berupa kalender tahun 2018 yang berisikan tentang himbauan-himbauan kamtibmas.

 

“Selain melakukan koordinasi dan menyamakan persepsi tentang penggunaan cantrang oleh nelayan, kami juga menjaga keharmonisan hubungan kerja serta terjalin komunikasi yang lebih baik dengan Tim Keamanan Laut (Kamla) Kab. Jepara, selain itu kami juga mebagikan kenang – kenangan berupa kalender tahun 2018 yang berisikan tentang himbauan Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat)” jelas AKP Hendrik Irawan, S.H.

 

(Humas Polres Jepara)

Apa Yang Membuat Sat Sabhara Hentikan Kendaraan Patrolinya???

Tribratanews.jateng.polri.go.id, Jepara – Saat Anggota Sat Sabhara Polres Jepara melaksanakan patroli jalan raya, langkahnya terhenti kala melihat segerombolan pelajar yang sedang melakukan istirahat siang. Kemudian oleh Kanit Patroli Aiptu Muasnafi dan Kanit Obvit Aiptu Rofikoh langsung menghampiri pelajar dari sekolah SMP Rajekwesi, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara tersebut, Kamis (18/01/2018).

 

Kunjungan yang dilakukan secara tiba – tiba tersebut adalah dalam rangka untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada siswa tentang kenakalan remaja. Hal ini perlu disampaikan guna menciptakan generasi muda yang baik, sehingga nantinya dapat berguna bagi bangsa dan negaranya.

“Menurut kami dari bentuk – bentuk kenakalan remaja yang diantaranya tawuran, narkoba, balap liar dan lain – lain tersebut adalah sebagai bentuk dari pencarian perhatian dan jati diri dari para remaja tersebut sehingga kami alihkan dari bentuk pencarian perhatian dan jati diri tersebut ke hal positif yaitu menjadi bintang kelas, kegiatan ekstrakulikuler seperti beladiri, sepakbola, komputer, pramuka dan lain – lain dimana dari ekstrakulikuler tersebut dapat menjadi lorong dari individu pelajar tersebut menuju ke jalan masa depan, bisa sebagai atlit, ahli IT atau aparat keamanan Negara seperti kami” jelas Aiptu Rofikoh.

 

Dalam kegiatan tersebut, kami juga berpesan kepada para guru untuk selalu mengawasi murid – muridnya agar terhindar dari kenakalan remaja, tambahnya.

 

(Humas Polres Jepara)