Monthly Archives: Agustus 2017

Pemda Jepara Gelar Forum Komunikasi Memperteguh Kebhinekaan

Tribratanewsjepara.com – Merebaknya isu radikalisme dan intoleransi yang hadir saat ini, Pemerintah Kabupaten Jepara menggelar Forum Komunikasi Antara Pemerintah dan Masyarakat memperteguh Kebhinekaan dengan tema “Peringatan Proklamasi Ke 72 Tahun 2017 Kita Bangkitkan Semangat Kebhinekaan Untuk Mewujudkan Jepara Yang Kondusif”. Acara yang digagas oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) menghadirkan Forkopinda Kabupaten Jepara, Muspika Se Kabupaten Jepara dan tokoh agama serta tokoh masyarakat se Kabupaten Jepara di Pringgitan Pendopo Kabupaten Jepara, Senin (28/8/2017).
Bupati Jepara, Ahmad Marzuki dalam sambutannya mengatakan, bahwa Forum Komunikasi antara Pemerintah dan Masyarakat mempunyai manfaat yang sangat besar, apalagi komunikasi antar kita bersama. Dengan kita berkumpul untuk meningkatkan Kebhinekaan setelah kita diberikan anugerah dari Tuhan YME yaitu Kemerdekaan, sehingga kita harus selalu bersyukur dan mempertahankannya.
“Secara umum Kebhinekaan di Kabupaten Jepara sudah sangat baik, terutama toleransi antar umat beragama, tetapi tetap harus kita tingkatkan, pinta Marzuki.
Kapolres Jepara Polda Jateng, AKBP Yudianto Adhi Nugroho dalam paparannya menekankan, agar masyarakat mewaspadai pola ancaman terkait adanya kegiatan yang mencurigakan ataupun bertolak belakang dengan tradisi warga masyarakat. “Mari bersama sama kita menjaga ketenangan dan keamanan di Kabupaten Jepara dan jangan kita sudutkan kelompok-kelompok golongan lain, bila ada yang mencurigakan segera laporkan ke Polisi” pinta Yudi.
Lebih lanjut, Yudianto dalam paparannya menjelaskan bahwa peraturan pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2017 merupakan upaya pemerintah untuk mengatur terkait dengan keormasan agar tidak berlebihan tindakan sehingga mengakibatkan timbulnya perpecahan NKRI.
Selain Kapolres Jepara, turut hadir unsur forum komunikasi pimpinan daerah sebagai narasumber dalam diskusi panel yang digelar pihak penyelenggara yakni DPRD Kabupaten Jepara H Agus Sutisna, Dandim 0719 Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki, Ketua Pengadilan Agama Imam Syafi’i, Wakil ketua Pengadilan Negeri Kabupaten Jepara, dan Kejaksaan Negeri Jepara Lukman. (as)

Masyarakat Jangan Terpengaruh Paham Radikal

Tribratanewsjepara.com – Dalam sosialisasi bidang ideologi yang bertajuk “Penangkalan Paham Radikalisme Menuju Makmur Masjidku Damai Negeriku”, Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat (Kasat Binmas) Polres Jepara Polda Jateng, Ajun Komisaris Polisi Hadi Suprastowo mengatakan, penyebaran penangkalan paham radikalisme secara khusus untuk meningkatkan kerukunan kita, dan perlunya mewaspadai adanya Ormas-Ormas yang berseberangan dengan idiologi Pancasila.

Radikalisme adalah adanya satu kelompok yang ingin membentuk satu perubahan secara drastis pada segala sendi kehidupan dengan kekerasan. Mohon kepada masyarakat kalau di lingkungan ada kegiatan yang aneh maka segera mungkin respon dan melaporkan hal tersebut kepada Bhabinkamtibmas atau polisi yang dikenal dekat, pinta Hadi dalam diskusi yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Jepara, di Gedung NU Ranting Mlonggo, Minggu (27/8/2017) siang.

Pada acara yang dihadiri oleh Ketua NU Ranting Mlonggo, Rois syuriah NU, Wakil Ketua Rois NU Mlonggo, PCL TM NU Cabang Jepara, Pengurus MWC se Kecamatan Mlonggo, Pengurus Anshor IPPNU se Kecamatan Mlonggo, Pengurus Masjid se Kecamatan Mlonggo, Kasat Binmas juga menegaskan, agar bijak dalam bermedia sosial. “Jangan mudah membagikan kiriman yang belum tentu jelas isi kontennya, selalu cek dan ricek kebenarannya,” tutur Hadi.

Sementara itu, Ketua NU Ranting Mlonggo, Drs Sugiwanto dalam sambutannya mengatakan, jumlah masjid di Mlonggo sebanyak 52, hampir semua adalah NU nanti akan diadakan kegiatan pengajian keliling dari masjid ke masjid. “Pengajian dengan agenda salah satunya penangkalan paham radikalisme agar masyarakat jamaah NU paham dan mengerti untuk menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tuturnya.

Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, masyarakat Kabupaten Jepara diminta tidak terpengaruh terhadap paham yang menyimpang seperti radikalisme. Dan hal tersebut harus diantisipasi. “Yang pasti kami tidak ingin sedikitpun adanya masuk paham radikalisme ke Jepara ini, dan kami akan terus melakukan penjagaan ketat,” ungkap Yudi.

“Pihaknya juga tidak segan menindak tegas bagi para penyebar paham radikalisme di Jepara ini. Hal itu dilakukan agar masyarakat tetap terjaga dan Kamtibmas di daerah ini juga berjalan dengan baik, pungkasnya. (as)

 

Tekek Mengaku Dapat Sabu Dari Kedungpane

Tribratanewsjepara.com – Akhmad Julianto alias Tekek dan komplotannya Rizki Busro alias Papua ditangkap Satres narkoba Polres Jepara. Mereka dikeler karena terbukti menjadi pengedar dan kurir narkotika jenis sabu-sabu.

Kepada polisi Tekek mengaku mendapatkan perintah mengedarkan dari kakaknya yang kini meringkuk di lapas Kedungpane, Semarang. “Saya ditelpon kakak saya dari LP Kedungpane, untuk mengambil paket narkoba yang telah dikirim ke Jepara lalu membagi-baginya dan mengantarkan sesuai pesanan,” katanya, Jumat (18/7/2017).

Setelah membagi-bagi paket yang didapatkan, ia lantas membaginya kedalam paket yang lebih kecil. Tekek mengaku, setiap gramnya ia beli dengan harga Rp 1 juta. Lalu dijualnya lagi denganharga Rp 1,5 juta dalam berat yang sama.

Ia mengatakan, kakaknya itu ditangkap oleh Polda Jateng pada April 2016, karena kasus narkoba. Namun, setelah meringkuk, Tekek mengatakan masih bisa berkoordinasi dengan saudaranya itu lewat telepon.

Setelah membaginya dalam paket-paket kecil, lalu ia menyuruh Papua untuk mengantarkannya, berdasarkan pesanan lewat telepon genggam. Untuk mengupah kawannya itu, Ketek memberi uang Rp 50 ribu kepada Papua.

“Kemarin itu sebelum ditangkap membeli 10 gram. Keuntungannya ya sekitar lima juta rupiah,” tambahnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adi Nugroho mengatakan, tersangka Papua ditangkap saat berada di SPBU Sengon, Mayong. Saat digeledah yang bersangkutan membawa bungkusan kecil sabu.

“Ketika dilakukan pengembangan, ternyata yang bersangkutan mendapatkan sabu-sabu dari Tekek. Kemudian penggeledahan di kediamannya, didapatkan barang bukti yang lebih banyak,” urainya.

Kapolres mengatakan, tersangka terancam hukuman minimal 20 tahun penjara. Mereka melanggar pasal 114 (1) subsider pasarl 112 (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika.

Dari tangan tersangka didapatka bukti berupa paket-paket sabu, timbangan, pipet dan plastik klip, serta sepeda motor. (aj-rb/as)