Tekan Aksi Kriminalitas, Polres Jepara Gelar Operasi Jaran

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Resor Jepara menggelar Latihan Pra Operasi (Latpraops) Jaran Candi 2017 di ruang PPKO Polres Jepara, Rabu (25-7-2017).

Latpraops dipimpin langsung Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK dengan didampingi Kabag Ops Polres Jepara dan diikuti oleh pejabat dan perangkat operasi Jaran Candi sebanyak 30 personel serta Kapolsek Jajaran Polres Jepara.

Kegiataan ini dimulai dari pukul 09.00 WIB yang diawali dengan sambutan Kapolres Jepara kepada peserta Latpraops Jaran Candi 2017.

Dalam sambutannya, Kapolres Jepara AKBP Yudianto menekankan, agar dalam pelaksanaan operasi ini terlaksana dengan baik dan maksimal sehingga apa yang telah menjadi target operasi dapat terpenuhi. Selain itu, Kapolsek juga harus ikut andil dalam keberhasilan operasi Jaran tahun ini.

“Operasi Jaran Candi 2017 akan dilaksanakan selama 20 hari kedepan mulai tanggal 27 Juli s/d 15 Agustus dengan ujung tombak Reskrim dan lebih mengedepankan fungsi penegakan hukum serta didukung Satgas preemtif dan preventif,” imbuhnya.

Sementara itu, Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi menambahkan, sasaran Operasi Jaran Candi 2017 yaitu sasaran orang seperti preman, sasaran barang seperti Sajam/Senpi, barang curian dan tempat-tempat Rawan Police Hazard (kerawanan polisional di sejumlah lokasi untuk mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan).

“Tujuaanya untuk mempersempit ruang gerak pelaku kriminalitas khususnya tindak pidana pencurian. Diharapkan dalam Operasi Jaran kali ini dapat menekan angka tindak pidana khususnya Curat, Curas dan Curanmor serta membuat efek jera bagi para pelaku,” terang Kompol Slamet. (as)

Inovatif, Kasat Binmas Jepara Gelar Pelatihan Perawatan Jenazah

Tribratanewsjepara.com – Kewajiban seorang muslim kepada sesama umat islam yang telah meninggal adalah merawat jenazahnya. Cara merawat jenazah yang disyari’atkan Islam diantaranya adalah memandikan, mengkafani, mensholati dan kemudian menguburkan. Namun karena hukumnya Fardu Kifayah menjadikan sebagian orang tidak serta merta mempelajari dan memahaminya dengan benar, bahkan sedikit sekali yang mampu melakukannya secara benar sesuai syariat.

Fardu Kifayah adalah sesuatu yang wajib dilakukan, namun apabila ada sebagian orang melakukan maka menggugurkan kewajiban muslim yang lain, tetapi jika sama sekali tidak ada maka semua mendapat dosa. Maka melihat bahwa ibadah mengurus jenazah merupakan salah satu ibadah yang wajib, Kasat Binmas Polres Jepara merasa perlunya mengadakan “Pelatihan Perawatan Jenazah” kepada Bhabinkamtibmas.

Pelatihan digelar di Masjid Kholilurrohman Polres Jepara dengan nara sumber dari Kemenag Kabupaten Jepara, Rabu (26-07-2017) pagi.

“Tiap Bhabinkamtibmas ini dibekali dengan teori dan praktik fikih jenazah. Materi disampaikan oleh Penyuluh Agama Ahli Muda Kantor Kemenag Kabupaten Jepara Ustadz H Badrudin SAg MH. Tak hanya soal proses pengurusan jenazah, tetapi juga mencakup tuntunan serta doa menghadapi mereka yang tengan sakratul maut,” terang AKP Hadi Suprastowo.

“Tujuannya adalah, selain melaksanakan tugas pokok Polri, Bhabinkamtibmas diwajibkan mengetahui ilmu kemasyarakatan yang lain salah satunya adalah pengetahuan cara cara merawat jenazah diantaranya adalah memandikan, mengkafani dan mensholatan sehingga dapat bersinergi dengan masyarakat dalam memberikan pelayanan,” imbuh Hadi.

“Pelatihan ini dimulai sekitar pukul 09 pagi sampai sekitar pukul 12 siang. Ada tiga materi yang diajarkan nara sumber dan menjadi fokus dalam pelatihan bagi Bhabinkmatibmas yaitu tindakan terhadap orang yang menghadapi kematian, cara memandikan jenazah dan cara mengkafani jenaza,” lanjutnya.

“Materi mengenai perlakuan kepada seorang muslim yang dalam sakaratul maut. Sebelum sampai ke materi cara perawatan jenazah, peserta pelatihan juga harus tahu apa saja yang orang muslim wajib lakukan kepada saudara saat menjelang kematin. Kemudian materi dilanjutkan dengan tatacara merawat jenazah sampai dengan melakukan simulasi, sehingga tidak hanya teori yang didapatkan dalam pelatihan ini tetapi juga praktek,” tutur H Badrudin, nara sumber dari Kemang Jepara saat memberikan materi.

“Salah satu alasan pentingnya diadakan Pelatihan Perawatan Jenazah adalah memberikan bekal kepada Bhabinkamtibmas dalam hidup bermasyarakat. Karena hukumnya yang Fardu Kifayah membuat jarang sekali orang bisa melakukan perawatan jenazah, apalagi yang sesuai dengan syariat islam. Meskipun ada, kebanyakan dari mereka juga sudah berusia tua, oleh karena itu sangat penting memberikan pelatihan untuk membekali Bhabinkamtibmas dengan pengetahuan perawatan jenazah,” imbuh Badrudin. (as)