Meriah, Ratusan Kapal Nelayan Ikuti Tradisi Lomban Jepara

Tribratanewsjepara.com – Tradisi syawalan di Jepara selalu dirayakan dengan menggelar Pesta Lomban, seperti yang digelar Minggu 2 Juli 2017. Tradisi ini digelar pada hari ke tujuh Idul Fitri ini sebagai ungkapan syukur masyarakat atas limpahan rejeki yang diberikan Tuhan YME.

Bupati Jepara, Ahmad Marzuki menjelaskan, prosesi diawali dengan mengarak kerbau yang akan dijadikan sesaji dari TPI Ujungbaru menuju ke rumah pemotongan hewan sehari sebelum pelaksanaan larungan. Sementara untuk larungan sendiri dilaksanakan pada keesokan harinya pukul 06:00 pagi dari TPI Ujung Batu menuju kesebelah utara pulau Panjang dan kembali ke Pantai Kartini. Prosesi larungan melibatkan ratusan kapal dari beberapa daerah seperti Mlonggo, Bangsri, Jepara bahkan beberapa kapal dari Kabupaten tetangga.

“Sedangkan pada malam hari sebelum prosesi larungan, digelar wayang kulit semalam suntuk, yang mana daging dari kerbau disajikan dan dibagikan kepada masyarakat sekitar. Prosesi larungan sesaji diawali dengan mengarak perahu kecil berisi kepala kerbau dan hasil bumi. Perahu ini kemudian dibawa ke tengah laut untuk dilarung. Ikut pula, Bupati Jepara Ahmad Marzuqi dan jajaran Forkopinda Kabupaten Jepar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi Yudianto Adhi Nugroho SIK menerangkan, ratusan personil Polres Jepara diterjunkan untuk mengamankan jalannya rangkaian tradisi Syawalan tahun ini. Sebanyak 600 personel gabungan dari Kodim 0719 Jepara, Sat Pol PP Kabupaten Jepara dan Dishub Kabupaten Jepara serta dinas instansi terkait lainnya diploting di berbagai lokasi pengamanan.

Lebih lanjut, setiap tahapan Pesta Lomban / Syawalan tidak luput dari pemantauan atau pengamanan kepolisian, dari mulai kirab kerbau menuju RPH sampai dengan pemotongan kepala kerbau, pertunjukan wayang kulit semalam suntuk, pengamanan sesaji yang untuk larungan sampai dengan prosesi larungan di laut. Festival Kupat Lepet Pesta Lomban di Pantai Kartini Jepara juga mendapat pengamanan ketat.

Dilaut, kami juga memaksimalkan pengamanan larugan sesaji karena ini yang sangat vital dan rawan terjadinya kecelakaan laut antar kapal yang mengikuti tradisi lomban. Kami menerjunkan seluruh kekuatan dari Sat Polair Polres Jepara dan Dit Polair Polda Jateng serta dinas instansi terkait lainnya untuk membantu jalannya larungan kepala kerbau.

“Selesai prosesi trasisi Lomban / Syawalan, seluruh personil dibagi habis untuk melaksanakan pengamanan di obyek-obyek wisata. Hal ini untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang berlibur atau berekreasi bersama keluarga di wilayah Jepara. Menurut pantauan petugas kami di lapangan terpantau sedikitnya 10.000 masyarakat dari berbagai daerah memadati Pantai Tirta Samudra Bandengan, begitu juga dengan pantai Kartini Jepara dan tak sedikit pula masyarakat yang menyeberang ke Pulau Panjang,” ujar Yudianto.