Satgas Anti Mafia Pangan Polres Jepara Cek Harga Sembako dan Mamin Kadaluarsa

Tribratanewsjepara.com – Satgas Mafia Pangan Polres Jepara Polda Jateng melakukan monitoring serta pengecekan secara langsung daftar harga bahan pangan di beberapa minimarket dan toko parcel, Senin (05-06-2017) siang. Tujuannya untuk memastikan tidak ada permainan harga, atau produk makanan minuman yang kedaluwarsa.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kasat Reskrim AKP Suharta mengatakan, pengecekan dan monitoring ini untuk mencegah terjadinya gejolak harga kebutuhan pokok selama bulan puasa Ramadhan dan menjelang Hari Raya Idul Fitri. Sehingga tidak ada pedagang yang mencari keuntungan dengan cara tidak wajar.

“Dengan adanya pemantauan seperti ini, maka kita harapkan kebutuhan pokok di Jepara bisa terus stabil,” ujarnya.

Suharta menambahkan, petugas Satgas Mafia Pangan selalu mengingatkan kepada setiap pedagang untuk tidak menjual makan, minuman dan produk lainnya yang kadaluwarsa. Karena hal itu bisa merugikan masyarakat sebagai konsumen.

“Selain minimarket dan toko parcel yang sudah dilakukan pengecekan, saya mengharapkan pedagang lainnya juga tidak menjual produk kadaluwarsa. Jika ditemukan akan kami ambil tindakan tegas,” imbau Suharta.

“Dari hasil pemantauan dan pengecekan barang di beberapa toko dan swalayan tidak ditemukan barang kadaluwarsa yang dikemas dalam parcel, barang yang diperdagangkan ditoko maupun stok yang ada digudang,” pungkasnya. (as)

Polres Jepara Amankan Puluhan Kilo Bubuk Petasan

Tribratanewsjepara.com – Polres Jepara Polda Jateng meringkus dua orang produsen dan penjual petasan, yakni SM (57) warga Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak yang merupakan pembuat dan MM (28) warga Desa Sowan Lor Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara sebagai penjual. Keduanya diamankan jajaran Satreskim Polres Jepara pada Sabtu (3-6-2017).

Wakapolres Jepara Kompol Aan Hardiansyah SH menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi masyarakat bahwa ada penyimpanan dan penjulan petasan yang dilakukan oleh tersangka MM yang ada di Desa Sowan Lor. Dari hasil pengecekan, di rumah tersangka ditemukan petasan jenis segitiga serta bahan-bahan pembuat petasan yakni serbuk apotas, grom dan belerang. “Dari tersangka MM ini, diketahui jika barang-barang tersebut didapat dari SM, warga Desa Bungo Kecamatan Wedung Kabupaten Demak. Akhirnya kedua tersangka ini kita amankan ke Polres Jepara,” tutur Waka Polres didamingi Kasubbag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edy Santoso, Senin (5-6-2017).

Dari kedua tersangka, polisi mengamankan sejumlah barang bukti diantaranya 1 Kg serbuk belerang, 1,2 Kg serbuk grom, 6 Kg apotas, 4,2 Kg serbuk petasan, 56 bungkus petasan segitiga dengan isi 50 biji perbungkus. Satu renteng petasan segitiga dengan panjang 2 meter serta sejumlah barang bukti lainnya.

Sementara itu, tersangka SM mengaku setiap kali Ramadhan memang membuat petasan. Dirinya mengaku membeli sejumlah bahan pembuat petasan dari toko kimia di Semarang. Untuk mengelabui dan menyamarkan aksinya, SM membeli secara ecer bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat petasan itu. “Saya belinya di toko kimia di Semarang secara ecer. Belinya ecer per kilogram. Untuk belerang seharaga 20 ribu rupiah perkilo, apotas seharga seratus ribu,” jelas SM dihadapan awak media.

Dalam setiap pembuatan petasan dan bahan pembuatnya ini, SM mengaku mendapatkan keuntungan sekitar 220 ribu rupiah. SM juga mengaku, produksi petasan ini hanya sebagai kerja sambilan disela-sela aktifitas jualannya. “Hanya kerja sambilan saja saat selesai jualan di pasar sore Bungo,” katanya.

Tersangka MM mengungkapkan sudah tiga tahun ini tiap kali Ramadhan, dirinya membeli petasan dari SM. Tiap bungkus berisi 50 petasan segitiga, dirinya membeli seharga 5 ribu dari SM dan selanjutnya dijual secara ecer seharga 8 ribu. “Sejauh ini hanya dijual ecer dan kebanyakan yang beli anak-anak SMP,” jelasnya.

Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat dengan pasal 1 UU RI Nomor 12 tahun 1951 tentang bahan peledak dan senjata tajam, dengan ancaman hukuman di hukum dengan hukuman matai atau hukuman penjara seumur hidup atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. Kini keduanya masih mendekam di sel tahanan Polres Jepara untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (AS)

Ramadhan Berkah, Polsek Jepara Kota Berbagi Takjil kepada Pengguna Jalan

Tribratanewsjepara.com – Ada yang berbeda di ruas Jalan Pemuda Jepara, Sabtu petang (3-5-2017). Petugas Polsek Jepara Kota Polres Jepara Polda Jateng tampak berjajar di pinggir jalan, dekat traffic light. Mereka bukan sedang menggelar razia, melainkan berbagi takjil ke pengguna jalan yang melintas.

Kegiatan berbagi takjil di pimpin Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono, memimpin anggotanya menyapa masyarakat yang melintas di jalan setempat.

“Kegiatan bagi-bagi takjil ini sebagai upaya kita semua untuk saling berbagi dan peduli kepada sesama,” tutur Kepala Kepolisian Sektor Kota AKP Sriyono.

Menurutnya, pembagian takjil tersebut, selain sebagai sedekah kepada orang yang berpuasa dan sarana mendekatkan polisi kepada Allah dan masyarakat, juga sebagai sarana sosialisasi atau penyuluhan Kamtibmas. (as)

Jelang Berbuka, Kapolres Jepara Berbagi Takjil Di Alun-alun Jepara

Tribratanewsjepara.com – Pemandangan di sekitar Alun-alun Kabupaten Jepara depan Kantor Pemkab Jepara, Sabtu (3-6-2017) sore, beberapa polisi membagikan takjil. Para pengendara baik roda dua maupun roda empat menyambut uluran tangan para polisi itu. Puluhan kotak takjil itu ludes terbagi sebelum adzan Maghrib berkumandang.

Kegiatan sosial berbagi takjil kepada masyarakat pengguna jalan di prakarsai oleh Satuan Lalu Lintas Polres Jepara Polda Jateng yang dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK.

Sebelum kegiatan pembagian takjil dimulai, diawali dengan Safety riding dan kuis kepada masyarakat yang hafal surat Al Qur’an. Tak hanya itu, ada juga tausiyah Kamtibmas yang disampaikan langsung oleh Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama SIK.

Dalam tausiyahnya, Kasat Lantas menyampaikan, kewajiban tertib berlalulintas yang sejalan dengan perintah agama diantaranya wajib taat dengan Ulil Amri(Pemerintah) sehingga wajib mentaati Undang-undang Lalulintas. Tidak tertib Lalulintas berdampak Mudhorat yaitu jika kepala keluarga meninggal akibat Laka Lantas maka istri dan anggota keluarganya akan kesusahan. Dan disiplin dalam beribadah juga harus dipraktekkan dalam disiplin berlalu lintas karena tertib berlalulintas menunjukkan Akhlak yang baik.

Sementara itu, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK mengatakan, kegiatan ini merupakan sarana untuk mendekatkan Polri dengan masyarakat dan mengajak masyarakat untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT melalui kegiatan tausiyah keliling sekaligus memotivasi untuk tertib berlalu lintas. (as)

Penjual Kupon Togel Terancam 10 Tahun Penjara

Tribratanewsjepara.com – Aparat Polsek Kedung Polres Jepara Polda Jateng amankan MM (51) di dalam warung kopi Mat Muntik Desa Bulak Baru Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Rabu (31-05-2017) malam karena menjual kupon togel.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kasubbag Humas AKP Sarwo Edy Santoso mengatakan, tertangkapnya MM berawal dari adanya laporan masyarakat jika ada penjualan judi Togel di waktu bulan puasa yang tempat jualannya berdekatan dengan masjid dan juga di depan sekolahan, yang sangat meresahkan atau mengganggu disaat pelaksanaan sholat tarawih.

Sarwo menyebutkan, ketika ditangkap, pelaku sedang melayani pemasangan judi togel. Dia pun tak bisa mengelak ketika polisi menemukan tiga buku kupon togel, uang tunai sebesar 74.500, dua bendel buku ramalan togel, satu lembar kertas karton hasil rekap keluaran nomor togel dan satu buah toples warna hijau yang digunakan untuk penyimpanan uang hasil penjualan judi togel.

Dalam pemeriksaan, lanjut Kasubag Humas, tersangka mengaku telah menjalankan bisnis haram ini selama 6 bulan dan menyadari bahwa perbuatan yang dilakukannya adalah melanggar hukum.

“Saat ini pelaku sudah diamankan berikut barang bukti guna penyidikan lebih lanjut. Atas perbuatan itu, pelaku terancam hukuman hingga 10 tahun penjara. “Terkena Pasal 303 KUHP, maksimal 10 tahun penjara,” tutur Sarwo.

Sarwo juga meminta masyarakat untuk melaporkan jika menemukan penjudi ataupun penjual miras. “Laporkan jika masyarakat mencurigai adanya aktifitas terlarang, kami segera akan tindaklanjuti,” tegas Kasubbag Humas. (as)

Tingkatkan Kewaspadaan, Kapolres Jepara Lakukan Pemeriksaan Senjata Api

Tribratanewsjepara.com – Mengantisipasi hal tak diinginkan, Polres Jepara melakukan pemeriksaan senjata api (Senpi) inventaris dinas. Pemeriksaan yang dilakukan oleh orang nomor satu di jajaran kepolisian Polres Jepara ini, berlangsung di depan ruang Sarpras Polres Jepara, Jum’at (02-06-2017). Selain Kapolres, Kasi Propam, Kabag Ops, Kabag Sumda dan Kasubbag Sarpras turut hadir dalam pengecekan senpi dinas ini.

“Untuk mengetahui kondisi dan keberadaan Senpi sehingga sewaktu-waktu dibutuhkan sebagai kelengkapan operasional dapat dipakai terutama menghadapi aksi amaliyah kelompok teroris juga kesiapan menjelang hari lebaran antisipasi kejadian Curras dengan sasaran perbankan dan mencegah adanya penyalahgunaan atau penggunaan Senpi yang tidak pada peruntukannya. Makanya, kami lakukan pemeriksaan,” ujar Kapolres Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho.

Dalam pemeriksaan tersebut, dilakukan pengecekkan dari sisi kondisi atau kelayakan dan kebersihan senjata serta penghitungan amunisi yang ada.

Dalam kegiatan tersebut, Kapolres Jepara menegaskan, agar setiap personel yang menggunakan senjata api terutama larang panjang supaya berhati-hati dan selektif dalam menggunakan Senpi. “Harus betul-betul selektif dalam penggunannya. Kalau tidak dalam kondisi membahayakan terhadap petugas Polri itu sendiri atau membahayakan orang lain, jangan menggunakan Senpi ini,” pungkasnya. (as)

Cipta Kondisi Bulan Ramadhan, Polsek Keling Gelar Razia Gabungan Rayon

Tribratanewsjepara.com – Kamis (01-06-2017) malam, personil gabungan Polsek rayon utara (Polsek Keling, Donorojo, Bangsri dan Mlonggo serta Kembang) melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran pelaku terorisme, premanisme, Handak, Sajam, Narkoba serta C3 (Currat, Curras dan Curranmor) di jalan raya pertigaan terminal Sambong Oyot Kecamatan Keling.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Keling Ajun Komisaris Polisi IDG Mahendra menerangkan, cara bertindak dalam kegiatan ini adalah dengan cara menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap pengendara dan kendaraannya. Petugas sedikitnya telah memeriksa tiga puluhan kendaraan yang melintas di jalan tersebut.

Mengandung maksud, lanjut Mahendra, sebagai bentuk pencegahan terhadap gangguan Kamtibmas seperti Curranmor, Curras, Currat dan balap liar khususnya pada bulan puasa Ramadhan.

“Namun sampai dengan pukul 23.00 WIB, dari hasil pemeriksaan petugas belum menemukan orang maupun barang sesusai sasaran yang menjadi target operasi, kami hanya melakukan penindakan berupa teguran lisan kepada beberapa pengendara kendaraan bermotor yang tidak mematuhi peraturan berlalu lintas, pungkasnya. (as)

Upacara Hari Lahir Pancasila : Kita Indonesia, Kita Pancasila!!!

Tribratanewsjepara.com – Peringatan Hari Pancasila jatuh pada Kamis (01-06-2017), hampir seluruh instansi pemerintah, swasta, Polri maupun TNI melakukan upacara guna memperingati hari lahir dasar negara bangsa Indonesia.

“Kodrat bangsa Indonesia adalah keberagaman. Takdir Tuhan untuk kita adalah keberagaman. Dari Sabang sampai Merauke adalah keberagaman, dari Miangas hingga Rote adalah juga keberagaman. Berbagai etnis, bahasa, adat istiadat, agama, kepercayaan dan golongan bersatu padu membentuk Indonesia. itulah ke-bhinneka tunggal ika-an kita.”

“Namun kehidupan berbangsa dan bernegara kita sedang mengalami tantangan. Kebhinnekaan kita sedang diuji. Saat ini ada pandangan dan tindakan yang mengancam kebhinnekaan dan ke-ika-an kita. saat ini ada sikap tidak toleran yang mengusung ideologi selain Pancasila. Masalah ini semakin mencemaskan, tatkala diperparah oleh penyalahgunaan media sosial yang menggaungkan hoax alias kabar bohong,” ucap Waka Polres Jepara Kompol Aan Hardiansyah SH saat membacakan amanat Presiden pada Upacara Hari Lahir Pancasila di Halaman Polres Jepada, Kamis (1-6-2017).

Lanjut Waka Polres Jepara dalam membacakan amanat Presiden menyampaikan dengan adanya gejala tersebut, pemimpin Negeri ini mengajak kepada seluruh komponen baik TNI/Polri, para tokoh Agama, tokoh masyarakat, pendidik, pelaku seni dan budaya serta seluruh komponen masyarakat untuk turut menjaga dasar ideologi negara yakni Pancasila. Pemahaman dan pengamalan Pancasila dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara harus terus ditingkatkan.

Pada amanat tersebut juga disampaikan komitmen pemerintah untuk penguatan Pancasila sudah jelas dan sangat kuat. Berbagai upaya terus kita lakukan. Telah di undangkan Peraturan Presiden nomor 54 Tahun 2017 tentang Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila. Bersama seluruh komponen bangsa, lembaga baru ini ditugaskan untuk memperkuat pengamalan Pancasila dalam kehidupan sehari-hari, yang terintegrasi dengan program-program pembangunan. Pengentasan kemiskinan, pemerataan kesejahteraan dan berbagai program lainnya, menjadi bagian integral dari pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Di penutup amanat, Presiden berpesan kepada seluruh komponen bangsa, bahwa kita harus saling bahu membahu menggapai cita-cita bangsa sesuai dengan Pancasila. Kita juga harus waspada terhadap segala bentuk pemahaman dan gerakan yang tidak sejalan dengan Pancasila. Jaga perdamaian, jaga persatuan, dan jaga persaudaraan diantara kita. Saling bersikap santun, saling menghormati, saling toleran, dan saling membantu untuk kepentingan bangsa.

“Kita Indonesia, Kita Pancasila. Semua Anda Indonesia, semua Anda Pancasila. Saya Indonesia, Saya Pancasila,” pungkas Waka Polres Jepara saat menutup pembacaan amanat Presiden.

Ditempat yang terpisah, seluruh jajaran Polres di wilayah hukum Polres Jepara juga melaksanakan Upacara Hari Lahir Pancasila, yang diikuti oleh seluruh anggota Polsi dan ASN di tingkat kecamatan. (as)