Polsek Pakis Aji Polres Jepara Amankan Petasan Jumbo

Tribratanewsjepara.com – Guna mengantisipasi maraknya petasan di bulan Ramadhan dan Lebaran, Polsek Pakis Aji Polres Jepara terus menggelar razia Pekat.

Hasilnya, petugas berhasil menangkap Sawon (88), warga Desa Mambak Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara yang merupakan pembuat petasan.

Kapolsek Pakis Aji Iptu Sumardi mengatakan, dari penggrebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan tujuh mercon ukuran jumbo, dua puluh mercon ukuran sedang dan 8.400 butir mercon korek.  Tak hanya itu, polisi juga mengamankan, empat kilo gram bubuk mesiu siap ledak serta peralatan untuk meracik petasan.

Tersangka Tidak Ditahan

Tujuh buah petasan jumbo berukuran panjang 20 s.d 30 cm berdiameter 8 s.d 9 cm berhasil diamankan anggota Reskrim Polsek Pakis Aji. “Dengan ukuran yang sebesar itu, tentu saja akan membahayakan. Bayangkan saja, jika sebanyak ratusan gram bubuk mesiu dimasukkan dalam satu selongsong petasan tersebut, maka ledakannya akan sangat dahsyat,’’ lanjutnya.

Sedangkan untuk tindakan hukum kepada Sawon, Kapolsek Pakis Aji menyatakan, tidak kami lakukan penahanan, mengingat usianya telah lanjut. Namun proses hukumnya tetap lanjut.

Selain itu, yang bersangkutan juga bersedia untuk tidak membuat petasan lagi tahun-tahun berikutnya, tuturnya. Sawon sendiri mengakui bahwa setiap bulan puasa membuat dan menjual mercon dan menyadari bahwa yang dilakukannya adalah melanggar hukum.

Sementara itu, ditempat terpisah, Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho mengatakan, banyaknya korban akibat mercon pada Lebaran tahun lalu diberbagai daerah, kami tidak ingin hal tersebut terulang di Jepara. Kami menghimbau agar para orang tua ikut berperan aktif mengawasi anaknya masing masing, jangan sampai menjadi korban berikutnya.

“Agar warga untuk segera menghentikan proses pembuatan petasan, pasalnya ancaman hukuman kepada pelaku yang membuat tergolong sangat berat, yakni UU RI nomor 12 tahun 1951, pasal 1 ayat 1, dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara,” pungkas AKBP Yudianto. (as)

Tarling Pesisir, Polair Lakukan Binmas Perairan

Tribratanewsjepara.com – Selasa (06-06-2017) personel Polair Polres Jepara dalam safari tarawih keliling di di Musolla Tasmirullah Desa Karangaji  RT 16 RW 05 Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara secara simbolis memberikan bantuan perlengkapan ibadah kepada pengurus mushola.

Rombongan dari Polair Polres Jepara melaksanakan sholat Isya dan dilanjutkan sholat tarawih berjamaah bersama masyarakat nelayan desa setempat yang diimami oleh Ustadz Zumikan dan dilanjutkan dengan dzikir.

Seusai sholat tarawih, Kanit Gakkum Sat Polair Polres Jepara Aiptu M Zuhri melakukan dialog dengan masyarakat untuk menyerap secara langsung aspirasi masyarakat sekaligus memberikan Binluh perairan. ”Kami sengaja melakukan tarawih keliling ini, disamping untuk meningkatkan silaturahmi, juga agar kami tahu persis masalah-masalah Kamtibmas yang ada di masyarakat perairan dan agar bisa merasakan apa yang terjadi,” ujar Aiptu Zuhri.

Dalam materi yang disampaikan Aiptu Zuhri diantaranya menghimbau agar para nelayan bila melaut harus dilengkapi dengan dokumen dan alat alat keselamatan karena sering terjadinya kecelakaaan laut (jatuh dari kapal) mengingat di Karangaji masih banyak nelayan yg menggunakan arat (mini troull) mengingatkan batas waktu pengoperasian arat.

Selain itu juga mengajak untuk selalu mempertahankan 4 pilar bangsa yaitu Pancasila, Bhineka Tinggal Ika, UUD 1945 dan NKRI adalah harga mati.

“Mari kita lebih hati-hati dan mewaspadai adanya warga baru yang tidak di kenal, yang mengajarkan tentang terorisme dan radikalisme kepada generasi bangsa, apabila mengetahui segera diinformasikan ke Sat Polairud Polres Jepara,” imbau Aiptu Zuhri.

Masyarakat nelayan yang diwakili oleh imam mushola Zumikan memberi apresiasi dan merasa senang atas kehadiran dan Binluh dari Sat Polair Polres jepara dalam kegiatan ini dengan mengucapkan terimakasih atas pelaksanaanya. (as)

Nelayan Hilang Ketemu Di Lautan Demak Menco

Tribratanewsjepara.com – Habibullah (38), nelayan asal Desa Karangaji RT 04/02 Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, akhirnya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di tengah lautan wilayah Demak Menco.

Korban ditemukan oleh sesama nelayan Desa Karang Aji yang sengaja melakukan pencarian terhadap korban, Selasa (06-06-2017) sekira jam 09.00 WIB.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menjelaskan, diketemukan ileh nelayan Karang Aji yang sengaja mencari korban. Rombongan yangg berangkat pada Senin (05-06-2017) jam 21.00 WIB, kemudian bermalam di bokor /bagang perahu, yang kemudian pagi harinya melanjutkan pencarian terhadap korban yang berangkat dari bokor sekitar pukul 05.30 WIB. Kemudian sekitar pukul 09.00 WIB, menemukan korban di tengah lautan Demak Menco dengan jarak kurang lebih 8 mil sudah dalam keadan meninggal dunia dengan posisi terlentang dan mengapung. Selanjutnya korban dinaikkan ke perahu dan dibawa pulang ke rumah duka Desa Karanga Aji RT 04/02, Kedung, Jepara.

Masih dari AKP Sukarmo, sesampainya di rumah duka dilakukaan visum oleh dokter Nita dari Puskesmas Kedung 2. Hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan korban meninggal dunia murni karena tenggelam dilautan, adapun luka lecet yang ditemukan pada kedua pelipis mata adanya dugaan karena terkena kemudi perahu milik korban dan luka lebam pada bagian kanan diduga terkena gesekan pada samping perahu karena tubuh korban gemuk.

Sekadar diketahui, Habibullah dinyatakan hilang pada Senin (5-6-2017) sekira pukul 09.00 WIB. Saat itu, perahu milik korban ditemukan nelayan berputar – putar di laut. Diduga korban terjatuh atau terpeleset dari perahu yang dikemudikannya saat mencari ikan.

Keluarga korban menolak untuk dilakukan autopsi. “Saat keluarga korban dikumpulkan oleh Kapolsek disaksikan oleh Petingga dan Babinsa Koramil Kedung untuk membawa korban ke rumsh sakit guna mengetahui penyebab kematiannya, dari pihak keluarga korban tidak mengijinkan atau keberatan kalau dilakukan autopsi. Keluarga menerima dengan ikhlas musibah ini dan tetap korban akan segera dimakamkan oleh keluarga korban,” terangnya. (as)

Sidang Tipiring, Pelanggar Perda Ikuti Sidang Di Pengadilan Negeri Jepara

Tribratanewsjepara.com – Empat orang Pelanggar Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Jepara Nomor 2 Tahun 2013 tentang Pelarangan Minuman Beralkohol yang diamankan Polsek Kedung mengikuti sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Jepara, Selasa (06-05-2017).

Sidang tindak pidana ringan itu tidak hanya diikuti oleh pedagang minuman keras (Miras) saja, namun juga diikuti oleh pembeli, bahkan juga pemuda yang sedang kedapatan menenggak Miras.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo mengatakan, ada empat orang yang disidangkan kali ini, mereka adalah Mastutik (45), Khafidin (20), Muzen (21) dan Muhammad Arifin (30). Dalam sidang Tipiring di Pengadilan Negeri Jepara pada Selasa kemarin, ketiga tersangka mendapatkan denda yang sama yaitu 200 ribu rupiah, sedangkan Mastutik mendapatkan denda 750 ribu karena menjual Miras.

“Pihaknya akan terus melakukan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dalam rangka cipta kondisi selama bulan Ramadhan. Harapannya pada bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1438 H di wilayah Polsek Kedung Polres Jepara situasi aman, nyaman dan tentram sehingga masyarakat dalam menunaikan ibadah tidak terganggu,” tandasnya. (as)

Kebakaran Penampungan Limbah Plastik Diduga Akibat Puntung Rokok

Tribratanewsjepara.com – Tempat penampung limbah plastik milik Yuliono (49) di Desa Ngeling Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Selasa (06-05-2017) pukul 14.30 WIB, ludes dilalap si jago merah. Kepastian penyebab kebakaran masih diselidiki dan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengatakan, Api berhasil dipadamkan sekitar sejam setelah tiga unit mobil pemadam kebakaran Kabupaten Jepara dikerahkan. Api berhasil dipadamkan setelah seluruh isi gudang ludes. Meski begitu, petugas pemadam kebakaran terus melakukan pembasahan. Akibat kebakaran ini, pemilik mengalami rugian ratusan juta rupiah.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri mengaku masih melakukan penyelidikan atas kebakaran ini. “Kebakaran padam Jumat dini hari. Jadi sementara ini masih dilakukan penyelidikan, belum diketahui penyebabnya,” tegasnya.

“Dugaan awal penyebab kebakaran adalah puntung rokok yang tidak sengaja di buang oleh orang yang lewat di depan gudang tersebut, mengingat barang yang berada di dalam gudang mudah terbakar. Apalagi gudang berada di pinggir jalan kampung dan dalam keadaan terbuka karena tidak di lengkapi pintu,” pungkasnya. (as)

Safari Ramadhan, Bupati Jepara Ajak Peduli Lingkungan

Tribratanewsjepara.com – Selasa (06-06-2017), Rombongan Bupati Jepara pukul 17.20 WIB tiba di Masjid Darut Taqwa Desa Keling RT 2/01 menggunakan Bus milik Pemda Jepara. Rombongan Bupati Jepara dalam rangka Safari Ramadhan di wilayah Kabupaten Jepara.

Setibanya di komplek masjid Darut Taqwa disambut oleh jajaran Forum Pimpinan Kecamatan (Forkopinca) dan Petinggi Desa Keling. Turut serta dalam rombongan tersebut Sekda Jepara, Staf ahli, Kasatpol PP, Damkar, Kepala DKP, Kepala BPBD, Kepala Dishub, Kepala Disperkim, Direktur Perusda, para Kabag Pemda dan Ketua Pengadilan Agama Jepara serta Polres Jepara.

Bupati Jepara, H Ahmad Marzuki SE dalam sambutannya menyampaikan tausiyah diantaranya, semoga kita semua dapat kekuatan dan barokah pada bulan romadhon, siapa saja pada tanggal 13 -15 dapat sholat tarawih PD saat  hari kiamat wajahnya akan bersinar. Allah sangat mencintai orang-orang yang beriman, maka Allah akan memudahkan jalan bagi hamba-nya.

Selain itu, Bupati Jepara juga memberikan pesan lingkungan, sampah saat ini semakin bertambah, yang mencapai 1123 ton/hari,  bilamana masyarakat tidak membudayakan kebersihan lingkungan maka, dapat mempengaruhi pariwisata Jepara, dikarenakan masyarakatnya membuang sampahnya di sungai. Mari kita budayakan jangan buang sampah sembarangan.

Kegiatan Safari Ramadhan ditutup dengan pemberian bantuan yang diserahkan Bupati kepada Takmir Masjid bantuan berupa perlengkapan ibadah seperti sajadah, mukena, Sarung dan Al Qur’an. (As)

Cipta Kondisi Ramadhan, Polsek Rayon Selatan Gelar Razia Di Mayong

Tribratanewsjepara.com – Belasan personil gabungan Polsek rayon selatan (Polsek Pecangaan, Nalumsari, Kalinyamatan, Welahan dan Mayong) dan Sat Lantas melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan di jalan raya Jepara-Kudus depan Mapolsek Mayong, Selasa (06-06-2017) malam. Razia gabungan Polsek Rayon selatan ini dilaksanakan dengan melakukan pemeriksaan dengan sasaran pelaku tindak kejahatan, terorisme, Handak, Sajam Miras, Narkoba, dan barang berbahaya lainnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Mayong AKP Budi Santoso SH menjelaskan, rayonisasi dilaksanakan dengan cara bertindak, petugas menghentikan dan melakukan pemeriksaan terhadap orang, barang dan kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor yang melintas.

“Selama razia kami telah memeriksa sedikitnya enam puluhan kendaraan berbagai jenis yang melintas di jalan tersebut. Setiap obyek kami periksa dengan teliti baik surat-surat kendaraan maupun penumpang dan barang-barang yang ada di kendaraan. Dan pihaknya juga melakukan tindakan tegas kepada tiga pengendara yang tidak patuh dan taat terhadap peraturan berlalu lintas.

Razia ini merupakan kegiatan cipta kondisi di bulan Ramadhan agar tercipta situasi Kamtibmas yang mantap sehingga masyarakat merasa aman dan nyaman dalam melakukan aktifitas.

“Dengan adanya kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini diharapkan bisa mengurangi atau mempersempit ruang gerak para pelaku kejahatan yang akan melancarkan aksinya utamanya di wilayah hukum Polsek Mayong Polres Jepara,” tuturnya. (as)