Warga Pelang Keluhkan Polusi PT Parkland Word Indonesia

Tribratanewsjepara.com – Warga Desa PPelang Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara yang tinggal di sekitar areal PT Parkland Word Indonesia (PWI) mengeluhkan limbah cair yang dibuang ke saluran air. Bahkan selain limbah air, polusi udara yang ditimbulkan dari suara genset juga mengganggu warga sekitar.

Untuk itu, pada Kamis (4-05-2017) perwakilan warga sudah mendatangi DPRD Kabupaten Jepara untuk menggelar audiensi.

Rabu (10-05-2017) pukul 13.45 WIB, bertempat di Balai Desa Pelang Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara Kapolsek Mayong AKP Budi Santoso bersama Muspika menghadiri rapat koordinasi antara Pihak PT. Parkland Word Indonesia (PWI) dengan warga masyarakat Desa Pelang.

“Rapat tersebut merupakan hasil tindak lanjut audensi antara perwakilan Warga Desa Pelang dengan anggota DPRD Kabupaten Jepara pada Kamis, 4 Mei 2017 lalu di gedung Serba Guna DPRD Kabupaten Jepara,” terang AKP Budi.

Rakor tersebut dihadiri Anggota DPRD Kabupaten Jepara H Jafar Faendhoni, Petinggi dan Perangkat Desa Pelang, HRD dan SEA PT PWI, Ketua BPD dan anggota BPD Desa Pelang, Ketua RW dan Ketua RT se Desa Pelang, Toga, Tomas dan Toda Desa Pelang serta LSM Celcius Jepara.

Adapun inti dalam pertemuan tersebut membahas tentang keluhan warga Desa Pelang terhadap PT PWI adalah mengenai perekrutan tenaga kerja agar warga Desa Pelang diprioritaskan, gangguan lingkungan (suara genset), penggunaan air tanah dalam jangka panjang warga khawatir akan terjadi kekurangan air dan masalah limbah cair yang dibuang ke saluran air.

Mujiyanto Widji, HRD PT PWI saat menanggapi keluhan warga menyampaikan, tentang tenaga kerja, PT PWI tetap memprioritaskan warga setempat, apabila warga Desa Pelang yang akan mengajukan lamaran agar dijadikan satu dan tidak bercampur dengan warga lain dari luar daerah untuk memudahkan pengecekan, namun dalam perekrutan karyawan dari Perusahaan juga ada prosedur yang harus dilaksanakan dan tidak setiap hari akan menerima karyawan baru, semuanya tergantung kebutuhan produksi.

Tentang kebisingan, lanjut Mujiyanto, genset akan dibuatkan bunker untuk mengurangi suara bising, PT PWI sudah mereka-reka beberapa opsi tapi sedang dalam perhitungan, setelah ada hasilnya akan segera sampaikan kepada bapak ibu semuanya, kami masih berupaya untuk mencari jalan keluar.

“Air tanah, untuk saat ini PT PWI menggunakan 1 sumur saja dan air dari PDAM, semua sudah berijin dari ESDM, pada saat ini sedang dibangun sumur pantau, apabila ada masalah ijin akan dicabut oleh ESDM Provinsi Jateng, untuk jaga lingkungan kedepan silahkan buat program secara bersama-sama, jangan perlu khawatir kegiatan kami diawasi terus oleh pihak-pihak terkait,” jelas Mujiyanto.

“Masalah limbah cair pada saat sedang dibuatkan penampungan pengolahan limbar cair yang nantikan air olahan tersebut akan dapat dimanfaatkan oleh perusahaan untuk menyiram tanaman yang ada dilingkungan perusahaan sehingga tidak lagi mengalir keluar,” pungkasnya.

Sementara itu, Kapolsek Mayong AKP Budi Santosa SH saat memberikan sambutan menyampaikan, saya sangat bersyukur dan berbahagia karena pertemuan sore hari ini dapat berjalan dengan baik, penghargaan yang setinggi-tingginya kepada semuanya, ini tidak lepas bahwa warga Desa Pelang menghormati dari pihak Perusahaan dan begitu juga sebaliknya, mudah-mudahanan kedepan tidak ada lagi timbul masalah dengan keberadaan perusahaan ini, kami akan melakukan pengawasan terkait apa yang sudah disepakati ini, kami mohon bantuan kepada semua elemen masyarakat untuk membantu kepolisian menjaga keamanan lingkungan. (as)

Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmail