Persyaratan Pelayanan SIM Online Polri Pada Satpas 1438 Polres Jepara

SIM Online Polri

Persyaratan pendaftaran


    • Usia

Persyaratan usia meliputi :
      1. Berusia 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, dan SIM D;
      2. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM B I, dan;
      3. Berusia 21 (dua puluh satu) tahun untuk SIM B II.
      4. Berusia 20 (dua puluh) tahun untuk SIM A Umum;
      5. Berusia 22 (dua puluh dua) tahun untuk SIM B I Umum; dan
      6. Berusia 23 (dua puluh tiga) tahun untuk SIM B II Umum.
Persyaratan usia yang tertera di atas berlaku bagi Warga Negara Indonesia dan Warga Negara Asing.
    • Administrasi

Persyaratan administrasi meliputi :
      1. SIM baru;
      2. Perpanjangan SIM;
      3. Pengalihan golongan SIM;
      4. Perubahan data pengemudi;
      5. Penggantian SIM hilang atau rusak;
      6. Penerbitan SIM akibat pencabutan SIM.
Persyaratan administrasi pengajuan SIM baru untuk mengemudikan Ranmor perseorangan meliputi :
      1. Mengisi formulir pengajuan SIM; dan
      2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing.
Bagi Warga Negara Asing diperlukan dokumen keimigrasian berupa :
      1. Paspor dan kartu izin tinggal tetap (KITAP) bagi yang berdomisili tetap di Indonesia;
      2. Paspor, visa diplomatik, kartu anggota diplomatik, dan identitas diri lain bagi yang merupakan staf atau keluarga kedutaan;
      3. Paspor dan visa dinas atau kartu izin tinggal sementara (KITAS) bagi yang bekerja sebagai tenaga ahli pelajar yang bersekolah di Indonesia; atau
      4. Paspor dan kartu izin kunjungan atau singgah bagi yang tidak berdomisili di Indonesia.
Lampiran pengajuan golongan SIM umum baru :
      1. Sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau
      2. Surat Izin Kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia.
    • Kesehatan

Persyaratan kesehatan meliputi :
      1. Kesehatan Jasmani
Kesehatan jasmani meliputi :
        1. Pengelihatan;
        2. Pendengaran; dan
        3. Fisik atau perawakan.
      1. Kesehatan Rohani
Kesehatan rohani meliputi :
1. Kemampuan konsenrasi;

Kemampuan konsentrasi diukur dari kemampuan memusatkan perhatian atau memfokuskan diri pada saat mengemudikan Ranmor di jalan.

2. Kecermatan;

Kecermatan diukur dari kemampuan untuk melihat situasi dan keadaan secara cermat sehingga tidak terjadi kesalahan dalam mempersepsikan kondisi yang ada.

3. Pengendalian diri;

Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.

4. Kemampuan penyesuaian diri;

Kemampuan penyesuaian diri diukur dari kemampuan individu mengendalikan dorongan dari dalam diri sendiri sehingga bisa berhubungan secara harmonis dengan lingkungan, dan beradaptasi dengan baik dengan situasi dan kondisi apapun yang terjadi di jalan saat mengemudi.

5. Stabilitas emosi;

Stabilitas emosi dikukur dari keadaan perasaan seseorang dalam menghadapi rangsangan dari luar dirinya dan kemampuan mengontrol emosinya pada saat menghadapi situasi yang tidak nyaman selama mengemudi.

6. Ketahanan kerja

Ketahanan kerja diukur dari kemampuan individu untuk bekerja secara teratur dalam situasi yang menekan.

 

Perpanjangan SIM

Persyaratan administrasi pengajuan perpanjangan SIM meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan perpanjangan SIM;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing;
  3. SIM lama;
  4. surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator; dan
  5. surat keterangan kesehatan mata.
Perpanjangan SIM dilakukan sebelum masa berlakunya berakhir.
Perpanjangan yang dilakukan setelah lewat waktu, sebagimana dimaksud harus diajukan SIM baru sesuai dengan golongan yang dimiliki dengan memenuhi persyaratan-persyaratan di atas.
Perpanjangan SIM dapat dilaksanakan di Satpas atau tempat pelayanan SIM lain di seluruh Indonesia.
Pengajuan perpanjangan SIM beserta dokumen persyaratan diajukan ke :
  1. Petugas kelompok kerja identifikasi dan verifikasi bagi perpanjangan SIM yang dilakukan di Satpas; dan
  2. Petugas pada tempat pelayanan SIM lain.

 

Pengalihan Golongan SIM


Persyaratan administrasi pengalihan golongan SIM meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan pengalihan SIM;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli setempat yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing;
  3. SIM yang akan dialihkan golongannya telah dimiliki paling rendah 12 (dua belas) bulan; dan
  4. Surat keterangan lulus uji keterampilan Simulator.
SIM berupa :
  1. SIM A bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM A Umum dan SIM B I;
  2. SIM A Umum bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B I Umum;
  3. SIM B I bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B I Umum dan B II; atau
  4. SIM B I Umum atau BII bagi pengajuan pengalihan golongan menjadi SIM B II Umum.
Lampiran pengalihan golongan menjadi SIM umum :
  1. Sertifikat lulus pendidikan dan pelatihan mengemudi; dan/atau
  2. Surat izin kerja dari Kementerian yang membidangi Ketenagakerjaan bagi Warga Negara Asing yang bekerja di Indonesia

 

Perubahan Data Pengemudi


Persyaratan pengajuan perubahan data Pengemudi meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan perubahan data Pengemudi;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing; yang telah berisi perubahan data identitas; dan
  3. Penetapan Pengadilan tentang perbahan nama bagi Pengemudi yang melakukan perubahan nama.

 

 

Penggantian SIM karena Rusak atau Hilang


Persyaratan administrasi pengajuan penggantian SIM harena hilang meliputi :
  1. Mengisi formulir pengajuan penggantian SIM karena hilang;
  2. Kartu Tanda Penduduk asli yang masih berlaku bagi Warga Negara Indonesia atau dokumen keimigrasian bagi Warga Negara Asing; dan
  3. Surat Keterangan kehilangan SIM dari kepolisian

 

Polair Evakuasi Penemuan Mayat di Bibir Pantai Pulau Panjang

Tribratanewsjepara.com – Polisi Perairan Polres Jepara Polda Jateng bersama unsur terkait lainnya melaksanakan evakuasi penemuan mayat di perairan sebelah utara Pulau Panjang, Senin (17-04-2017) pagi.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Pjs Kasat Polair Polres Jepara Ipda Agus Umar mengatakan, penemuan mayat berawal saat kedua saksi, Abdul Jalil (25) dan Manto (29) sedang memancing di sebelah Utara Pulau Panjang sekitar 300 meter dari bibir pantai Pulau Panjang. Kemudian kedua saksi melihat benda terapung. Setelah itu keduanya mendekati dan mendapati bahwa benda tersebut seorang mayat.

Setelah mendapati mayat tersebut, sekitar pukuk 08.15 WIB saksi menelepon ke kantor Sat Pol Air dan diterima oleh Brigadir Kusnadi untuk memberitahukan atas kejadian penemuan mayat tersebut.

“Setelah anggota Sat Pol Air menerima laporan tersebut, anggota yang jaga langsung melakukan cek TKP dan evakuasi untuk membawanya ke darat dan langsung dibawa ke RSUD Kartini”, tutur Ipda Agus Umar SH.

Saat diketemukan, lanjut Ipda Agus Umar, mayat tersebut dengan ciri ciri jenis kelamin laki-laki, menggunakan celana kolor pendek warna abu abu atas tanpa baju dan kondisi korban masih utuh.

Dari hasil identifikasi sidik jari (Inafis) yang dilakukan oleh Unit Identifikasi Satreskrim Polres Jepara dengan menggunakan alat MAMBIS (mobile Otomatic Biometrik Identifikasi Sistem) menunjukkan bahwa identitas korban adalah Mustaqim Bin Poni (76), tukang kayu, alamat Dk Dhukoh Rt 18/6 Desa Mantingan Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara.

Dari hasil pemeriksaan tersebut, pihak kepolisian langsung melaksanakan kroscek ke rumah korban sesuai alamat yang tertera di MAMBIS.

Dari hasil visum luar, dr Tri Iriantiwi, dokter RSUD Kartini Jepara menerangkan, bahwa tidak terdapat tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. Kematian diperkirakan 3 hari dan tidak terdapat luka pada tubuh korban. (AS)

Penerimaan Polri TA 2017 : Polres Jepara Lakukan Penandatanganan Pakta Integritas Penerimaan Polri Terpadu TA 2017

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Resor Jepara Daerah Jawa Tengah hari ini melaksanakan Pembacaan dan Penandatanganan Pakta Integritas Panitia, Orang Tua, dan Peserta dalam Penerimaan Anggota Polri Terpadu Tahun Anggaran 2017 di Ruang Paripurna DPRD Kabupaten Jepara, Senin (17/4).

Pembacaan dan Penandatanganan Pakta Integritas ini dihadiri oleh Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi Yudianto Adhi Nugroho SIK selaku Ketua Panitia Pembantu Penerimaan (Pabanrim) Polres Jepara, Forkopinda Kabupaten Jepara, Panitia dan Pengawas Internal dari Polres Jepara dan Pengawas Internal Polres Jepara serta Pengawas Eksternal.

Selain itu juga dihadiri oleh orang tua/wali dari para peserta seleksi, dan seluruh peserta seleksi calon anggota Polri yang terdiri dari Akpol berjumlah 22 orang, Bintara Tugas Umum 154 orang, Bintara TI 22 orang dan Tamtama 14 orang yang mendaftar dan telah terverifikasi di Panitia Pembantu Penerimaan (Pabanrim) Polres Jepara.

Kegiatan diawali dengan pembacaan Pakta Integritas oleh Panitia yang diikuti oleh seluruh Panitia dan Pengawas, kemudian pembacaan Pakta Integritas oleh orang tua/wali yang juga diikuti oleh seluruh perwakilan orang tua/wali dan kemudian dilanjutkan pembacaan Pakta Integritas oleh perwakilan peserta yang diikuti oleh seluruh peserta seleksi.

Selesai dilakukan pembacaan dilanjutkan dengan penandatanganan Pakta Integritas yang dilakukan oleh Panitia, perwakilan orang tua/wali dan perwakilan peserta seleksi calon anggota Polri.

Dalam amanatnya selaku Ketua Panitia Resor Jepara, AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK menyampaikan, bahwa Pembacaan dan Penandatanganan Pakta Integritas ini dapat kiranya diimplementasikan.

“Tentunya apa yang telah kita ucapkan dan tanda tangani hendaknya dapat di implementasikan dan kita pertanggung jawabkan pada masyarakat, Negara dan Allah SWT / Tuhan Yang Maha Esa, sehingga dapat menjaring personel Polri yang berkualitas”, tutur Kapolres Jepara.

Kapolres Jepara juga menambahkan bahwa pelaksanaan penerimaan Polri Terpadu berpegang pada prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel fan Humanis).

“Pelaksanaan seleksi penerimaan anggota Polri selain diawasi oleh pengawas Internal Polri juga melibatkan pengawas Eksternal yang pada hari ini juga mengikuti Penandatanganan Pakta Integritas”, jelas AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK. (as).

Polisi Tangkap Dua Pemuda Penyalahguna Narkoba

Tribratanewsjepara.com – Minggu, 9 April 2017 Satresnarkoba Polres Jepara berhasil menangkap pelaku penyalahgunaan Narkoba serta menyita beberapa barang bukti di Desa Sumosari Rt 001 Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara.

Kasat Resnarkoba AKP Hendro Asriyanto menjelaskan, AI (23) warga Desa Langon Tahunan dan IRC (22) warga Desa Sumosari Batealit ditangkap oleh Satresnarkoba Polres Jepara atas dasar laporan masyarakat bahwa di daerahnya diduga ada aktivitas penyalahgunaan Narkoba

Sekira, lanjut Hendro, pukul 17.00 WIB anak buahnya melakukan penggerebekan terhadap pelaku di Rt 001/002 Desa Somosari, Batealit, Jepara sesuai dari informasi masyarakat.

Setelah mengamankan dan melakukan penggeledahan di rumah tinggal, badan / pakaian terhadap terlapor, petugas Satresnarkoba menemukan barang bukti berupa 2 (dua) paket narkotika golongan I jenis sabu, 2 (dua) pipet jenis kaca, 2 (dua) sedotan warna merah putih dan tutup botol aqua, 1 (satu) sedotan serok untuk pembagi, 6 (enam) plastik clip bekas bungkus sabu, 1 (satu) buah timbangan digital warna hitam merk CHQ HWH, 4 (empat) pack plastik clip ukuran kecil  1 (satu) buah korek gas warna hijau, 1 (satu) buah HP samsung warna hitam beserta simcard, 1 (satu) buah HP merk XIOMI warna coklat beserta simcard, 1 (satu) buah HP merk NOKIA warna hitam model RM- 1035 beserta simcard dan 1 (satu) unit sepeda motor honda vario 125 tanpa nopol warna hitam, pungkasnya.

Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut, saya ucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi ini, selanjutkan pelaku dan barang bukti kita amankan di Polres untuk pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut, tutur Kapolres.

Kepada seluruh lapisan masyarakat, kami harapkan peran sertanya dalam memberikan informasi tentang penyalahgunaan Narkoba yang lain, mari kita bersama-sama berantas Narkoba di Jepara, imbuh Kapolres. (as)

Polisi Back Up Penuh Pengamanan UNBK dan UNKP Tingkat Sekolah Menengah Atas

Tribratanewsjepara.com – Dalam rangka pengamanan Ujian Nasional Polres Jepara melakukan back up keamanan selama pelaksanaan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer) dan UNKP (Ujian Nasional Kertas Pensil) tingkat SMA, MA dan SMALB tahun ajaran 2016/2017 yang dilangsungkan mulai 10-13 April 2017.

Pengamanan dilakukan mengingat kegiatan tersebut merupakan agenda nasional yang jadi kalender Kamtibmas Polres Jepara.

Kegiatan pengamanan dilakukan secara menyeluruh di tingkat SMA/MA/SMALB yang tersebar di 16 kecamatan di wilayah Kabupaten Jepara.

“UNBK diikuti sebanyak 35 sekolah dengan jumlah siswa dari SMA negeri, SMA swasta, MA Negeri dan MA swasta sebanyak 4.912 siswa. Sedamgkan UNKP diikuti sebanyak 49 sekolah dengan jumlah 2.192 siswa,” tutur Kasubbag Humas Polres Jepara AKP Sarwo Edi Santosa, Selasa sore (11/4).

Meski bertindak sebagai petugas keamanan, namun ada yang berbeda dalam pengamanan Ujian Nasional berbasis komputer ini. Yakni para petugas menggunakan pakaian sipil hal ini untuk menjaga agar para siswa tidak merasa takut.

“Selain itu, Bhabinkamtibmas juga melaksanakan patroli ke sekolah yang sedang melaksanakan ujian nasional. Selain untuk memantau jalannya pelaksanaan UNBK dan UNKP juga untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan Kamtibmas selama pelaksanaan ujian nasional,” pungkasnya. (as)

Tingkatkan Kemitraan Bhabinkamtibmas Polsek Kedung Rutin Sambangi Warga

Mediasi permasalahan warga

Tribratanewsjepara.com – Sambangi warga binaan menjadi giat rutin Bhabinkamtibmas Polsek Kedung Polres Jepara Polda Jateng, Senin (10-04-2017) siang.

Kegiatan ini sudah menjadikan rutinitas Bhabinkamtibmas di wilayah binaannya, selain mengemban tugas Kepolisian, sambang adalah bentuk pendekatan Polri dengan masyarakat, karena dapat berbaur langsung dengan warga, dapat mengetahui keluh kesah atau permasalahan yang ada di tengah-tengah masyarakat yang dapat mempengaruhi situasi Kamtibmas wilayah.

Di sela-sela obrolan dengan warganya, Aiptu Eko Siswanto tak lupa menyampaikan Binluh dengan menyampaikan pesan Kamtibmas. “Agar selalu meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana alam mengingat curah hujan yang tidak menentu serta letak geografis di wilayah Kedung yang berpotensi rawan angin kencang atau puting beliung dan banjir”, tutur Aiptu Eko.

“Selain itu juga mengajak warga untuk turut berpartisipasi aktif dalam menjaga kondusifitas di lingkungan tempat tinggalnya. Bila ada sesuatu yang mencurigakan segera laporkan jangan segan segan untuk menghubungi Bhabinkamtibmas,” imbuhnya.

Pada kesempatan lain Kapolsek Kedung AKP Sukarmo SH mengatakan, selalu memberi arahan kepada para Bhabinkamtibmas untuk meningkatkan sambang dan melekat dengar warga di desa binaannya. Hal ini agar informasi sekecil apapun dapat segera terserap. Sehingga bila ada potensi gangguan Kamtibmas sekecil apapun bisa segera untuk di tangani. (as)

Pasca PenangkapanTerduga Teroris di Jatim, Polres Jepara Gelar Razia

Tribratanewsjepara.com – Pasca penangkapan terduga teroris di beberapa daerah di Jatim, Polres Jepara melaksanakan operasi besar besaran. Pemeriksaan kendaraan bermotor  makin digencarkan terutama di perbatasan dan jalur utama, Sabtu (08-04-2017)

Operasi besar-besaran ini melibatkan personil gabungan Polsek rayon utara Polres Jepara. Mobil melintas di depan Polsek Keling merupakan sasaran pemeriksaan dengan tujuan mensterilisasi kepemilikan benda berbahaya seperti senjata tajam dan senjata api serta bahan peledak

Petugas tampak teliti memeriksa muatan kendaraan dengan bantuan peralatan kepolisian yang ada. “Di Palur ini, kami melibatkan 30 personel gabungan Polsek rayon utara untuk melaksanakan razia,” kata Kapolres Jepara AKBP Yudianto Adhi Nugroho SIK melalui Kapolsek Keling AKP I Dewa Gede Mahendra.

Sasaran razia ini dilaksanakan di pintu masuk Jepara. Razia selain untuk menekan mobilitas pelaku terorisme, razia juga  difokuskan pada berbagai jenis pelanggaran hukum seperti pelaku curat, curas, curanmor, Narkoba dan penyakit masyarakat lainnya. “Personel Polres Jepara juga disebar di beberapa obyek vital,” imbuhnya.