Kasus Dugaan Politik Uang Yang Disinyalir Melibatkan Eks Anggota KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor, Tak Bisa Diproses Lebih Lanjut

Tribratanewsjepara.com –  Kasus dugaan politik uang yang disinyalir melibatkan eks anggota KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara tak bisa diproses lebih lanjut. Sebab Tim Gakkumdu Pilkada Jepara tak menemukan alat bukti terkait persoalan ini. Sejumlah saksi yang mengetahui langsung peristiwa tersebut tak bisa dimintai keterangan dengan berbagai alasan.

Keputusan ini setelah Tim Gakkumdu yang terdiri dari unsur Panwas, kepolisian dan kejaksaan melakukan gelar perkara, Selasa (21/2) siang. Ketiga unsur hadir semua mulai dari jajaran Komisioner Panwas Kabupaten Jepara, Kasatreskrim AKP Suwasana dan anggota serta Kasi Pidum Kejari Jepara Isa Ulinnuha dan anggotanya.

“Ini merupakan keputusan bersama setelah kita melakukan klarifikasi berbagai pihak,” kata Ketua Panwas Kabupaten Jepara, Arifin, Selasa (21/2/2017).

Persoalan dugaan politik uang ini terjadi pada Selasa (14/2) atau sehari jelang hari H pencoblosan Pilkada Jepara.
Kasus ini bermula dari laporan Ahmadi kepada Kades Sowan Lor, Hariyanto. Informasi yang masuk melalui telepon itu menyebutkan jika anggota KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor Ahmad Baidowi telah mengantarkan Abdul Karim ke rumah sejumlah kerabat dan tetangganya. Diduga aktivitas itu dibarengi dengan aksi bagi uang kepada pemilih yang ada di TPS 2.
Hariyanto lantas meneruskan informasi tersebut kepada PPS Desa Sowan Lor. Dan info tersebut diteruskan ke PPK dan Panwascam Kedung.

Selasa (21/2) malam, berbagai pihak lantas melakukan klarifikasi terhadap Ahmad Baidowi. Setelah diklarifikasi, Baidowi memilih mengundurkan diri dari KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor.
Meski begitu, persoalan itu tak lantas berhenti. Tim Gakkumdu tetap menindaklanjuti dugaan politik uang saat gawe Pilkada Jepara ini.
Berbagai pihak terkait mulai dari Ahmad Baidowi, PPS dan Kepala Desa Sowan hingga Panwascam Kedung dimintai keterangan. Tim Gakkumdu juga sudah menjadwalkan meminta keterangan dari lima warga yang rumahnya disebut didatangi Ahmad Baidowi. Abdul Karim maupun Ahmadi yang disebut menginformasikan pertama kali persoalan ini juga dijadwalkan dimintai keterangan.

Sayangnya, keterangan dari lima warga, Abdul Karim maupun Ahmadi tak bisa diperoleh. Sebab mereka tak datang saat proses klarifikasi di Kantor Panwas Kabupaten Jepara. Tim Gakkumdu yang turun langsung ke Desa Sowan Lor juga tak bisa mengorek keterangan yang dibutuhkan. Sebab mereka tak ada di rumah. Beberapa diketahui sedang berada di luar kota, sedang lainnya masih bekerja saat rumahnya didatangi Tim Gakkumdu. Padahal penanganan kasus dugaan politik uang ini dibatasi waktu. Dan jika dihitung, waktu penanganan memang berakhir Selasa (21/2/2017).

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana mengatakan persoalan ini memang tak bisa ditindaklanjuti. Sebab tim tidak bisa mendapatkan keterangan dari para saksi. Selain itu, barang bukti terkait kasus ini juga tidak didapatkan. “Abdul Karim maupun Ahmadi juga tidak bisa diklarifikasi. Jadi tidak bisa ditingkatkan statusnya karena hanya katanya katanya dan katanya terus,” jelas AKP Suwasana.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Jepara Isa Ulinnuha juga berpendapat sama. Karena tidak ada alat bukti yang diperoleh maka secara otomatis peristiwanya juga dinyatakan tidak ada.
“Memang ada ketentuan keterangan saksi yang menerima informasi itu bisa digunakan tapi harus bersesuaian dengan keterangan pihak yang melihat, mendengar atau mengalami langsung peristiwa itu. Tapi persoalannya pihak-pihak itu tak bisa dimintai keterangan karena tidak hadir”. (as/zazg)

Kapolres Jepara Kukuhkan Komunitas Korban Kecelakaan Lalu Lintas

Tribratanewsjepara.com – Satlantas Polres Jepara mencoba menggalang solidaritasnya dalam wadah komunitas korban kecelakaan lalu lintas. Tak hanya menggandeng korban saja, melainkan menghadirkan seluruh stakeholder seperti manajemen perusahaan bus, RSUD, RS swasta dan komunitas aktif lainnya.

Komunitas korban Laka Lantas dikukuhkan Selasa (21-02-2017) di alua Polres Jepara oleh Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH.

Pembentukan Komunitas ini bertujuan untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berlalu lintas. Kepolisian dan instansi terkait merangkul para korban Laka Lantas untuk turut serta mensosialisasikan pentingnya mematuhi peraturan berlalu lintas serta mengutamakan keselamatan saat berkendara di jalan raya.

“Nantinya Kepolisian dan Korban Laka Lantas akan memberikan penyuluhan kepada pelajar dengan pengalaman musibah yang menimpa mereka, dalam program polisi masuk sekolah atau Police Goes To School untuk memberikan pemahaman tentang keamanan dan keselamatan berlalu lintas yang bertujuan untuk meminimalisir kecelakaan lalu-lintas di jalan” tutur AKBP Samsu

Angka, lanjut Samsu, kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Jepara saat ini masih cukup tinggi yang didominasi korban atau pelaku pada usia produktif.

“Kami ingin komunitas ini, nantinya dapat menyadarkan para pengguna jalan agar jangan sampai menjadi korban berikutnya dan mendukung program tentang keselamatan dalam berkendaraan di jalan raya,” tuturnya.

Selanjutnya Kapolres Jepara dan Jasa Raharja bersama-sama memberikan bantuan dan santunan bagi pihak korban Laka Lantas yang turut hadir dalam pembentukan Komunitas Korban Laka Lantas yang ada di Kabupaten Jepara. (AS-zazg)

Bangun Partisipasi Masyarakat Terhadap Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Ajak Warga Tingkatkan Ronda

Tribratanewsjepara.com – Anggota Bhabinkamtibmas Polsek Jepara Kota, Polres Jepara, Polda Jateng Aiptu Didik JS melaksanakan giat sambang dialogis di malam hari dengan menyambangi Poskamling, Senin (20-2-2017).

Untuk memotivasi dan mendorong masyarakat aktif melakukan ronda atau menjaga lingkungan pada malam hari, Bhabinkamtibmas melakukan patroli dengan menyambangi Poskamling desa binaannya di Kuwasen Rt 10/3.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keamanan swakarsa dan sebagai cara untuk memantau dan memberikan motivasi kepada masyarakat agar berpartisipasi aktif mendukung terciptanya Kamtibmas.

“Poskamling merupakan salah satu tempat untuk berkumpul dan wadah saling berbagi informasi dan berkomunikasi dengan warga. Poskamling juga merupakan sarana untuk menciptakan situasi keamanan di lingkungan melalui kegiatan ronda”, pungkasnya. (AS/zazg)

Blue Light Patrol Polsek Tahunan Polres Jepara Antisipasi Gangguan Kamtibmas

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Tahunan Resor Jepara Polda Jateng melaksanakan blue light patrol di wilayah Kecamatan Tahunan, Selasa (21-02-2017) dini hari. Blue light patrol dalam rangka antisipasi terjadinya balap liar dan gangguan Kamtibmas lainnya.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kepala Kepolisian Sektor Tahunan AKP Budi Santosa SH mengatakan, dirinya telah menugaskan anggotanya untuk melaksanakan patroli malam sampai dengan dini hari. Anggota juga melakukan dialogis dengan warga masyarakat yang ada di jalur patroli terutama warga yang sedang melaksanakan tugas ronda di pos-pos Kamling yang dilaluinya.

“Dialogis untuk menyerap informasi dari masyarakat khususnya yang berkaitan dengan Kamtibmas. Selain itu juga memberikan imbauan agar terus meningkatkan pos Kamling dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap orang yang tidak dikenal masuk ke lingkungan RTnya,” imbuhnya. (As)