Di Posyandu, Bripka Ahmad Effendi Sampaikan Imbauan Kamtibmas

Tribratanewsjepara.com – Kegiatan Door to door system merupakan salah satu kegiatan Bhabinkamtibmasdalam rangka menjaga kondisi Kamtibmas yang kondusif. Seperti yang dilakukan oleh personil Bhabinkamtibmas Kelurahan Bulu Jepara menyambangi Posyandu Rt 3/5, Jum’at (10-02-2017).

Bhabinkamtibmas selain membantu bidan desa yang sedang melakukan pemeriksaan terhadap tumbuh kembang Balita, juga menyampaikan Binluh Kamtibmas kepada ibu-ibu yang sedang berada di Posyandu.

“Ibu-ibu selalu menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing, bila buang sampah jangan di sembarang tempat nanti bisa menyebabkan banjir, oleh karena itu buanglah sampah pada tempatnya”, tutur Bripka Effendi.

Perhatikan juga, lanjut Effendi, tumbuh kembang buah hatinya, pastikan bila datang periksa untuk tercatat didalam buku tumbuh kembang yang telah diberikan dokter atau bidan masing-masing.

“Selain untuk antisipasi gangguan Kamtibmas, juga untuk mempererat hubungan harmonis antara Polri dengan masyarakat serta keberadaan Polri ditengah tengah masyarakat ,” ujar Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono.

Deni Hendra Agustini, bidan yang bertugas menyampaikan, dirinya sangat senang sekali ada Bhabinkamtibmas yang mendampingi saat kegiatan imunisasi di Posyandu Rt 3/5 Kelurahan Bulu Jepara. Pastinya memberikan rasa aman terhadap pelaksanaan kegiatan di Posyandu, selain itu juga menambah wawasan atau pengalaman terhadap apa yang telah disampaikan oleh Bhabinkamtibmas seperti himbauan-himbauan Kamtibmas. (as-zazg).

Menjaga Kebhinekaan, Kapolres Jepara Silaturahmi dengan PCNU, PD Muhammadiyah dan Media Kabupaten Jepara

Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Resor Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH didampingi Kabag dan Kasat melakukan silaturahmi dengan Keluarga besar PCNU, PD Muhammadiyah dan Media Kabupaten Jepara bertempat di gedung PCNU Jalan Pemuda Jepara, Kamis (09-02-2017).

Dalam pertemuan silaturahmi tersebut tampak hadir Ketua PCNU Kabupaten Jepara KH Khayatun berserta pengurus tingkat kecamatan, Ketua PD Muhammadiyah KH Ubaidillah beserta pengurus tingkat kecamatan, Senior insan Pers Kabupaten Jepara Sukardi, Muslimat NU, MWC, GP Ansor, Pemuda Muhammadiyah, Aisiyah Muhammadiyah Kabupaten Jepara.

Ketua PC NU Jepara KH Hayatun Abdullah Hadziq mengajak seluruh lapisan masyarakat selektif dan berpikir cerdas dalam menyikapi maraknya berita-berita bohong. Itu seperti, menyikapi rencana aksi 112 di Jakarta. Dengan tegas Hayatun menyatakan, warga NU Jepara tidak akan bertolak ke Jakarta mengikuti aksi tersebut.

“Itu (aksi 112) biar diurusi Jakarta. Jepara sampai hari ini aman, warga Jepara sudah sadar semua sehingga tidak perlu diserukan untuk tidak usah datang ke Jakarta,” tandas Hayatun.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu ArifinSIK MH menyatakan, media saat ini turut andil dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Pasalnya, seiring dengan perkembangan media komunikasi, berita bohong yang tersebar massif di media sosial dapat memecah keutuhan NKRI.

Selain itu Kapolres Jepara juga dengan penuh haru menyampaikan rasa terimakasih yang sebesar – besarnya atas jalinan silaturahmi diterima dengan baik serta penuh kekeluargaan oleh keluarga besar Nahdlatul Ulama dan PD Muhammadiyah yang ada di Kabupaten Jepara.

Hari Pers Nasional 2017

Kegiatan silaturrahim tersebut juga dirangkaikan dengan tasyakuran Hari Pers Nasional 2017 yang digelar bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pokja Jepara.

Seiring perkembangan teknologi, godaan insan pers untuk melenceng dari kode etik jurnalistik lebih besar. Pers tidak hanya harus mengontrol pemerintah, tapi juga kontrol diri. Sebelum teknologi informasi seperti saat ini, untuk memproduksi sebuah berita wartawan masih bekerja secara manual. Namun, di era saat ini wartawan bisa memproduksi berita di manapun”, tutur wartawan senior Jepara Sukardi.

“Ibaratnya dengan tiduran di rumah bisa mendapatkan informasi, bisa membuat berita, mengirim berita. Sehingga, perlu ada seleksi diri sendiri. Kalau dulu pers harus bisa mengontrol pemerintah, sekarang juga harus bisa mengontrol diri sendiri,” papar Sukardi usai peringatan HPN 2017, Kamis 9 Februari 2017.

Sebagai jurnalis, Sukardi melanjutkan, tidak hanya berpegangan pada kode etik jurnalistik. Tapi juga etika sosial dan etika agama. Pasalnya, pertanggungjawaban atas berita yang diproduksi tidak hanya pada masyarakat. Tapi, juga kelak akan dipertanggungjawabkan di akhirat.

“Kapasitas, kapabilitas, dan harus selalu berpegang pada kode etik itu yang harus dilakukan jurnalis saat ini,” tandas Sukardi. (AS-zazg)

Kurang dari 24 Jam, Pencuri Uang Euro dan Poundsterling di Semat Diringkus Satreskrim Polres Jepara

Tribratanewsjepara.com – Kasus pencurian uang asing Euro dan Poundsterling yang terjadi di Desa Semat pada hari Senin (6-2-2017) telah berhasil diungkap oleh Sat Reskrim Polres Jepara dalam waktu kurang dari 24 jam.

Polres Jepara kerjasama dengan Satreskrim Polres Pati, Kamis (06-02-2017) untuk menangkap pelaku. Dalam waktu kurang dari 24 jam, pelaku inisial TS (35) alamat Desa Babakan Peuteuy Kecamatan Cicalengka, Bandung berhasil diringkus beserta barang bukti berupa 103 lembar uang kertas pecahan 20 Poundsteling, 92 lembar lembar uang 50 Poundsterling, 2 lembar uang kertas pecahan 50 Euro, uang sejumlah 2,3 juta rupiah hasil penukaran uang asing hasil curian, sebuah tas pinggang warna oranye merk reebook, satu potong kaos Bombboogie warna biru, satu potong celana jeans merk cardinal warna bitu, sepasang sandal merk cole warna biru dan satu bendel nota karaoke the boss.

Menurut Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana MH, penangkapan berlangsung di Hotel Mini kamar 107, Kabupaten Pati.

“Setelah mendapatkan beberapa informasi, tim Buser Sat Reskrim dilakukan pengejaran terhadap TS di wilayah Kabupaten Pati. Dan setelah diketahui pelaku bermalam di hotel Mini Pati, menurut penjaga malam hotel setelah ditunjukkan foto TS menjelaskan benar orang tersebut bermalam di kamar 107, langsung dilakukan penggerebegan di kamar hotel ternyata benar di dalam kamar ada tersangka TS dengan barang hasil curiannya, terang Kasar Reskrim.

Saat ini Sat Reskrim Polres Jepara masih melakukan pemeriksaan intensif terhadap tersangka. Tersangka terancam pasal 362 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 5 tahun penjara.

Kapolres Jepara, AKBP M Samsu Arifin yang memimpin press conference kasus itu membenarkan penangkapan yang dilakukan oleh jajarannya dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu jajarannya sehingga bisa dengan cepat mengungkap kasus pencurian uang asing di wilayahnya.

“Tersangka merupakan karyawan korban dan dipercaya korban untuk ikut tinggal di rumahnya, modus yang dilakukan pelaku adalah dengan cara mudah karena pelaku bertempat tinggal satu rumah dengan korban dengan mencari kelengahan korban,” jelas Samsu.

“Tidak bosan bosannya kami menghimbau masyarakat untuk tetap melakukan langkah langkah antisipasi terhadap tindak kejahatan, yang pertama tetap waspada dengan memberikan pengamanan ekstra terhadap harta benda miliknya, misal menyimpan uang atau surat berharga di brankas atau tempat rahasia lainnya, memberikan kunci pengaman tambahan untuk kendaraan, dan meningkatkan sistem keamanan lingkungan (siskamling) di lingkungan nya masing-masing. Dan segera laporkan ke Kepolisian terdekat bila melihat atau mengetahui hal hal yang mencurigakan,” tutur AKBP Samsu. (AS/zazg).