Monthly Archives: Februari 2017

Jum’at Keliling, Bhabinkamtibmas Ajak Tokoh Agama Perangi Paham Radikalisme dan Anti Pancasila

Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas menyapa warga sebelum melaksanakan ibadah sholat jum’at keliling di desa binaanya.

Jum’at 24 Februari 2017 sekira pukul 11.30 WIB di masjid Baitul Mukminin Desa Rajekwesi Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara.

Brigadir Sugiono mengingatkan dan menghimbau bagi masyarakat yang melaksanakan ibadah jum’at agar memarkirkan sepeda motornya dengan baik dan rapi serta dapat menambah kunci ganda sehingga dapat mengurangi terjadinya tindak pidana Curanmor.

Selain itu juga sosialisasi bahaya paham radikalisme dan anti Pancasila kepada tokoh agama dan tokoh masyarakat. (AS)

Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Polisi Kunjungi Poskamling Warga

Tribratanewsjepara.com – Mengantisipasi gangguan Kamtibmas, Bhabinkamtibmas Polsek Welahan Aiptu Fatoni melaksanakan patroli sambang ke Poskamling Rt 04/02 Desa Gidangelo, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Jateng.

Patroli yang dilaksanakan pada Sabtu malam (25-02-2017) pukul 21.16 WIB ke Poskamling Desa Gidanelo guna memberikan motivasi kepada warga agar lebih meningkatkan giat dalam perondaan dan selalu menanamkan rasa kemanusiaan tanpa kenal waktu, wulaupun sudah larut malam.

Diharapkan dengan adanya keaktifan masyarakat dalam ronda pada malam hari dapat mengantisipasi gangguan Kamtibmas khususnya pada malam hari guna untuk menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungannya sendiri. (AS)

Musrenbang Kecamatan, Bahas Perkembangan Pariwisata Karimunjawa

Tribratanewsjepara.com – Kapolsek Karimunjawa Iptu Suranto menghadiri acara Musrenbang tingkat kecamatan Karimunjawa 2017 di pendopo Kecamatan Karimunjawa, Sabtu (25-02-2017).

Turut hadir Asisten Kepala Bapedda Kabupaten Jepara, Para Kasi dari Dinas PU, Dinas Pariwisata, Dinas Perumahan dan Tata Kota, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perikanan dan Kelautan dan Dinas Pertanian, unsur Muspika, Para Petinggi beserta BPD, LKMD, pelaksana Musrenbangdes dan carik.

Dalam Musrenbang tersebut membahas mengenai penyusunan rencana kerja Pemda jepara TA 2018, Rencana pengembangan pariwisata, pengusulan kegiatan yang bukan wewenang pemerintah desa langsung direkomendasikan ke Pemprov Jateng dan program pembangunan saluran air dan tempat pembuangan akhir sampah. (as)

POLSANAK : Tanamkan Budaya Tertib Lalu Lintas Sejak Dini Bersama Anak RA-TK Baiturrahman

Tribratanewsjepara.com – Anak – Anak RA-TK Baiturrahman Desa Tahunan Kecamatan Tahunan yang berjumlah kurang lebih sekitar 35 orang beserta 12 orang Guru, hari ini Kamis (23-02-2017) bertempat di Mako Polres Jepada bersama Unit Dikyasa Satlantas Polres Jepara melaksanakan kegiatan mengenal Rambu Lalu Lintas, belajar dan bermain serta pengenalan tugas kepolisian.

Unit Dikyasa Sat Lantas Jepara mengadakan kegiatan rutin seperti ini dengan tujuan menanamkan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini dan menghilangkan perspektif “strereotype Negative” sosok polisi era dulu dan polisi era sekarang yang lebih humanis, serta tercapainya himbauan/pesan keselamatan kepada orang tuanya dalam mendidik putra-putrinya sejak usia dini juga tercapainya disiplin dalam berlalu lintas.

Kasat Lantas Polres Jepara saat dimintai keterangan mengatakan, dalam rangka menciptakan budaya tertib lalu lintas sejak usia dini dan menghilangkan perspektif negatif sosok polisi era dulu dan polisi era sekarang yang lebih humanis, ini dilakukan juga untuk menanamkan kecintaan anak-anak kepada polisi. Selain itu dengan ditanamkan sejak dini, diharapkan para siswa ini kelak bisa lebih disiplin dan mematuhi segala pelaturan lalu lintas.

Selain itu juga, preemtiv educative ini dilaksanakan bermain sambil belajar juga memberikan pengetahuan kepada anak usia dini tentang sejumlah tanda atau rambu lalu lintas. Dengan harapan anak lebih mengenal bagaimana polisi dalam menjalankan tugasnya. Program seperti ini patut ditanamkan di setiap sekolah. Hal ini, kelak bisa menekan tingkat kenakalan anak sekolah, imbuh Kasat Lantas.

Kanit Dikyasa selaku panitia saat dikonfirmasi menuturkan, acara seperti ini sudah rutin dilakukan Unit Dikyasa Lantas Tanbu. Tujuannya dalam rangka mencapai grand strategy Polri guna mewujudkan citra Polantas yang semakin dipercaya masyarakat baik melalui orang tua/wali maupun anak-anak ini dimasa depan. (as/zazg)

Motivasi Warga, Bhabinkamtibmas Rutin Sambangi Poskamling

Tribratanewsjepara.com -Bhabinkamtibmas Desa Bugo Bripka Lanjar bersama Petinggi, Ketua RW dan Ketua RT melaksanakan sambang dialogis ke Poskamling Desa Bugo, Kamis (23-02-2017) malam.

Dikesempatan tersebut, Bhabinkamtibmas melaksanakan Bintibmas ke Poskamling guna memberikan motivasi kepada warga agar lebih giat dalam melaksanakan piket ronda atau Siskamling, walau cuaca dingin menusuk tulang, Bhabinkamtibmas ini tetap mengontrol Poskamling demi keamanan masyarakat, selalu menanamkan rasa kemanusiaan tanpa kenal waktu, hujan atau malam dimanapun tetap dengan senyum salam sapa.

Lebih lanjut, Bhabinkamtibmas menghimbau kepada warga yang sedang ronda di Poskamling untuk selalu waspada dan hati-hati dalam melaksanakan penjagaan, apa bila melihat sesuatu yang mencurigakan, segera melaporkan ke Bhabinkamtibmas atau Polsek terdekat. (as/zazg)

Polair Polres Jepara Sosialisasikan Program Quick Wins Kepada Nelayan

Tribratanewsjepara.com – Satuan Polisi Perairan (Sat Polair) Polres Jepara melaksanakan Sosialisasi Quick Wins Program 1 kegiatan penertiban dan penegakkan hukum bagi organisasi radikal dan anti Pancasila serta Program 6 dengan kegiatan Polisi sebagai penggerak revolusi mental dan pelopor tertib sosial di ruang publik kepada nelayan di Desa Telukawur Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara, Jum’at (24-02-2017)

Kegiatan ini dihadiri oleh warga masyarakat Desa Teluk Awur yang tergabung dalam kelompok nelayan Sido Makmur yang diketuai oleh Bati Mastur dengan jumlah anggota kelompok 63 orang dan 40 perahu.

Kepala Satuan Polisi Perairan AKP Hrndrik Irawan SH saat dikonfirmasi mengatakan, Quick Wins ini merupakan program Kapolri yang harus dilaksanakan. Pada kesempatan ini Kanit Binmas Sat Polair mengingatkan, akhir – akhir ini paham radikalisme dan anti Pancasila mulai bermunculan di berbagai wilayah Indonesia. Hal ini sangat membahayakan dan dapat memecahbelah keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Untuk itu dibutuhkan peran serta kita semua menangkal paham radikalisme dan paham anti Pancasila.

Jika, lanjut Kanit Binmas Polair, mengetahui adanya paham radikalisme dan paham anti Pancasila segera laporkan ke pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti.

Selain itu, memberikan sosialisasi tentang peraturan-peraturan yang ada diperairan Indonesia kepada para nelayan kapal perikanan serta tentang keselamatan-keselamatan kapal. Hal ini guna mencegah terjadinya kecelakaan laut serta meminimalisir pelanggaran kapal dan atau kapal bisa laik laut sesuai aturan yang ada sehingga situasi yang aman dan kondusif tercipta di perairan Jepara.

“Keaktifan dan partisipasi masyarakat sangat kami harapkan, agar bisa bersama-sama mencegah kasus penyelundupan barang berbahaya atau ilegal dengan cara meningkatkan kepedulian dan kewaspadaan serta segera laporkan bila ada sesuatu hal yang mencurigakan,” terang AKP Hendrik. (as/zazg)

KPU Tetapkan Rekapitulasi Penghitungan Suara Pilkada Jepara

Tribratanewsjepara.com – KPUD Jepara menetapkan perolehan suara dua pasangan calon bupati dan wakil bupati hasil Pilkada Jepara, Rabu (22-02-2017).

Berdasarkan Surat Keputusan (SK) KPU Jepara nomor : 36/KPTS/012.329342/2017 tanggal 22 Februari 2017 tentang Hasil Rekapitulasi Penghitungan Suara dan Hasil Penetapan Hasil Pilbup Jepara itu menempatkan pasangan calon nomor urut 2 H Ahmad Marzuqi SE – H Dian Kristiandi SSos (Madani) sebagai pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pada Pilkada Jepara, yakni 319.837 suara. Sedangkan pasangan calon nomor urut 1 yaitu Dr H Subroto MM – H Nur Yahman SH (Sulaiman) mendapatkan 304.259 suara.

SK penetapan itu diterbitkan setelah KPUD Jepara menggelar rapat pleno terbuka rekapitulasi suara tingkat Kabupaten Jepara yang digelar di Ruang Aula KPUD Kabupaten Jepara Jalan Yos Sudarso Nomor 22 Jepara.

Rapat pleno itu dipimpin Ketua KPUD Jepara M Haidar Fitri SH dan empat komisioner lainnya Anik Sholihatun SAg, Koko Suhendro SHut, Subchan Zuhri SPdI, Andi Rokhmat SIP. Selain itu, rapat juga dihadiri Ketua Panwas Pilkada Jepara Arifin SAg dan dua anggotanya Muhammad Olis SHi dan Taskuri SAg.

Tak ketinggalan dua LO pasangan calon sekaligus pemenang mandat saksi yakni LO Sulaiman Pratikno Ahmad Syafi’i didampingi oleh H Sutarjo dan  Nur Hidayat. Sedangkan LO Madani Khoirul Anam dan Edi Ariyanto didampingi H. Yuni Sulistiyo dan H. Sunaryo. Rapat itu juga dihadiri jajaran Forkopinda Jepara termasuk Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH.

Pantauan tribratanewsjepara.com, proses rekapitulasi suara ditingkat Kabupaten itu berlangsung cukup lancar. Pada saat penandatanganan Berita Acara Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Penetapan Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 tingkat KPU Kabupaten Jepara, saksi Paslon 1 tidak mau menandatangani berita acara karena merasa keberatan dengan beberapa kesalahan penulisan data beberapa PPK dan menganggap banyak data yang tidak sinkron antara data tim Paslon 1 dengan data KPU Jepara sehingga dituangkan dalam berita acara.

“Kedepannya akan melakukan musyawarah dengan tim suksesnya dalam mengambil langkah selanjutny”, tutur Pratikno dari Partai Nasdem selaku saksi Paslon 1 Sulaiman saat press realese.

Rapat rekapitulasi itu dimulai sekitar pukul 10.00 WIB. Rapat sempat diskor untuk makan siang dan isoma sekitar pukul 12.40 WIB. Selanjutnya rapat dilanjutkan sekitar pukul 13.20 WIB.

Kegiatan Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan dan Penetapan  Hasil Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 tingkat KPU Kabupaten Jepara mendapat pengamanan ketat dari pihak Kepolisian dan TNI. (AS/zazg)

 

Pilkada 2017 di Jepara : Pasukan Gabungan Polres dan TNI Amankan Rapat Pleno Penetapan Hasil Pilkada

Tribratanewsjepara.com – Pilkada 2017 Kabupaten Jepara telah sampai Rapat Pleno Penetapan Hasil Pilkada, Rabu (22-02-2017) Polres Jepara terjunkan pasukan gabungan untuk melaksanakan pengamanan terhadap rapat pleno tersebut, mengingat adanya informasi aksi unjuk rasa terkait Pilkada di Kabupaten Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIM MH langsung pimpin pengamanan di kantor KPUD tersebut, sebelumnya Kapolres melalui Kabag Ops memberikan arahan kepada personil yang melaksanakan pengamanan pada saat Apel Pengamanan di jalan raya depan kantor POS Indonesia Cabang Jepara yang bersebelahan dengan Kantor KPUD Jepara.

Disela-sela pengamanan saat dikonfirmasi, Kapolres Jepara menyampaikan bahwa dalam pengamanan ini Polres Jepara menurunkan 210 personil Polri yang terdiri dari gabungan personel Polres Jepara dan Polsek jajaran serta dibantu oleh 1 Peleton TNI dari Kodim 0719 Jepara. Selain personel, juga disiagakan kendaraan taktis seperti water cannon dan road barrier, hal ini dilaksanakan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan terjadi saat Rapat Pleno Penetapan hasil Pilkada Kabupaten Jepara, terang AKBP Samsu. (AS/zazg)

Jelang Sidang Pleno Terbuka, Kabag Ops Sambangi Kantor KPUD

Tribratanewsjepara.com – Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi berkunjung Ke Kantor KPUD Jepara untuk mengecek Kesiapan Sidang Pleno Terbuka Besok Rabu, Selasa (21-02-2017) malam.

Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi dan Penetapan Hasil Perhitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kabag Ops mengatakan, pengecekan ini dimaksud untuk mengecek sejauh mana kesiapan KPUD dalam Rangka Sidang Pleno esok pagi yang akan dilaksakan di kantor KPUD Kabupaten Jepara.

Sekaligus, lanjut Slamet, memeriksa kesiapan anggota pengamnan yang bertugas dalam pengamanan Logistik Surat Kotak Suara Pilkada 2017 yang berada di kantor KPUD Jepara. (AS/zazg)

Kasus Dugaan Politik Uang Yang Disinyalir Melibatkan Eks Anggota KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor, Tak Bisa Diproses Lebih Lanjut

Tribratanewsjepara.com –  Kasus dugaan politik uang yang disinyalir melibatkan eks anggota KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor, Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara tak bisa diproses lebih lanjut. Sebab Tim Gakkumdu Pilkada Jepara tak menemukan alat bukti terkait persoalan ini. Sejumlah saksi yang mengetahui langsung peristiwa tersebut tak bisa dimintai keterangan dengan berbagai alasan.

Keputusan ini setelah Tim Gakkumdu yang terdiri dari unsur Panwas, kepolisian dan kejaksaan melakukan gelar perkara, Selasa (21/2) siang. Ketiga unsur hadir semua mulai dari jajaran Komisioner Panwas Kabupaten Jepara, Kasatreskrim AKP Suwasana dan anggota serta Kasi Pidum Kejari Jepara Isa Ulinnuha dan anggotanya.

“Ini merupakan keputusan bersama setelah kita melakukan klarifikasi berbagai pihak,” kata Ketua Panwas Kabupaten Jepara, Arifin, Selasa (21/2/2017).

Persoalan dugaan politik uang ini terjadi pada Selasa (14/2) atau sehari jelang hari H pencoblosan Pilkada Jepara.
Kasus ini bermula dari laporan Ahmadi kepada Kades Sowan Lor, Hariyanto. Informasi yang masuk melalui telepon itu menyebutkan jika anggota KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor Ahmad Baidowi telah mengantarkan Abdul Karim ke rumah sejumlah kerabat dan tetangganya. Diduga aktivitas itu dibarengi dengan aksi bagi uang kepada pemilih yang ada di TPS 2.
Hariyanto lantas meneruskan informasi tersebut kepada PPS Desa Sowan Lor. Dan info tersebut diteruskan ke PPK dan Panwascam Kedung.

Selasa (21/2) malam, berbagai pihak lantas melakukan klarifikasi terhadap Ahmad Baidowi. Setelah diklarifikasi, Baidowi memilih mengundurkan diri dari KPPS TPS 2 Desa Sowan Lor.
Meski begitu, persoalan itu tak lantas berhenti. Tim Gakkumdu tetap menindaklanjuti dugaan politik uang saat gawe Pilkada Jepara ini.
Berbagai pihak terkait mulai dari Ahmad Baidowi, PPS dan Kepala Desa Sowan hingga Panwascam Kedung dimintai keterangan. Tim Gakkumdu juga sudah menjadwalkan meminta keterangan dari lima warga yang rumahnya disebut didatangi Ahmad Baidowi. Abdul Karim maupun Ahmadi yang disebut menginformasikan pertama kali persoalan ini juga dijadwalkan dimintai keterangan.

Sayangnya, keterangan dari lima warga, Abdul Karim maupun Ahmadi tak bisa diperoleh. Sebab mereka tak datang saat proses klarifikasi di Kantor Panwas Kabupaten Jepara. Tim Gakkumdu yang turun langsung ke Desa Sowan Lor juga tak bisa mengorek keterangan yang dibutuhkan. Sebab mereka tak ada di rumah. Beberapa diketahui sedang berada di luar kota, sedang lainnya masih bekerja saat rumahnya didatangi Tim Gakkumdu. Padahal penanganan kasus dugaan politik uang ini dibatasi waktu. Dan jika dihitung, waktu penanganan memang berakhir Selasa (21/2/2017).

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Suwasana mengatakan persoalan ini memang tak bisa ditindaklanjuti. Sebab tim tidak bisa mendapatkan keterangan dari para saksi. Selain itu, barang bukti terkait kasus ini juga tidak didapatkan. “Abdul Karim maupun Ahmadi juga tidak bisa diklarifikasi. Jadi tidak bisa ditingkatkan statusnya karena hanya katanya katanya dan katanya terus,” jelas AKP Suwasana.

Sementara itu, Kasi Pidum Kejari Jepara Isa Ulinnuha juga berpendapat sama. Karena tidak ada alat bukti yang diperoleh maka secara otomatis peristiwanya juga dinyatakan tidak ada.
“Memang ada ketentuan keterangan saksi yang menerima informasi itu bisa digunakan tapi harus bersesuaian dengan keterangan pihak yang melihat, mendengar atau mengalami langsung peristiwa itu. Tapi persoalannya pihak-pihak itu tak bisa dimintai keterangan karena tidak hadir”. (as/zazg)