Segera Klarifikasi Jika Terlanjur Sebar Berita Hoax

Tribratanewsjepara.com – Jakarta (13/01)Pengguna media sosial yang menyebarkan informasi dari suatu sumber dan kemudian diketahui sebagai hoax, diimbau untuk segera melakukan klarifikasi.

“Intinya itu klarifikasi sesegera mungkin. Yang membuat kesalahan bukan kita saja. Kalau ketahuan salah, mengaku saja dan memberikan klarifikasi yang benar,” kata ahli sains informatika Ismail Fahmi di Jakarta,

Pendiri lembaga pemantau media Awesometric itu mencontohkan pengguna media sosial Facebook yang dinilainya sangat gampang membagikan unggahan dari berbagai sumber.

“Misalnya di Facebook, kan gampang untuk share, kalau baru tahu itu hoax, langsung bisa diedit dan diperbarui lagi. Itu kelebihan Facebook yang bisa kita manfaatkan,” katanya.

Lebih lanjut, Fahmi berharap pemerintah bisa menghadirkan situs pengecek fakta sehingga masyarakat tidak gampang termakan berita-berita hoax, terutama dari media sosial.

Melalui situs tersebut, masyarakat dapat mengetahui apakah informasi tersebut hoax atau tidak berdasarkan penjelasan dan data yang diberikan.

“Jadi orang akan lari ke situ untuk mencari informasi,” ujarnya.

Sumber : Antaranews

Cara Mengecek Berita Hoax atau Bukan, Melalui Situs ini

Tribratanewsjepara.com – Jakarta (13/01). Media sosial memuat berbagai informasi, baik berupa informasi yang benar maupun tidak benar atau yang ramai disebut berita hoax

Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo menyarankan pengguna media sosial untuk mengecek ulang informasi yang didapat sebelum membagikannya.

Cek dari mana sumber berita tersebut berasal. Bila bersumber dari media, pengguna internet dapat membuka situs resmi dewanpers.or.id untuk melihat nama media yang terdaftar di organisasi pers tersebut.
Bila ragu karena media tersebut tidak terdaftar di Dewan Pers, laki-laki yang biasa dipanggil Stanley ini menyarankan untuk tidak meneruskan informasi tersebut ke orang lain.

Sumber informasi yang jelas bukan satu-satunya tolak ukur layak disebarkan.
Dewan Pers menyarankan kembali menilai apakah informasi tersebut bermanfaat untuk disebarkan.
“Kalau menimbulkan kebencian, sebaiknya tidak usah disebarkan,” kata dia.

Sumber : Antaranews

Polri Buka Penerimaan Polisi Sumber Sarjana

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Negara Republik Indonesia, rencana akan melakukan penerimaan anggota Polri sumber sarjana atau biasa di sebut Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) Tahun anggaran 2017.

Hal ini sesuai dengan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/88/I/ 2017 tanggal 12 Januari 2017, tentang pemberitahuan akan diadakannya pendaftaran penerimaan Polisi sumber Sekolah Inspektur Polisi Sumber Sarjana (SIPSS) TA 2017.

Karo Penmas Div Humas Polri Brigjen Pol Rikwanto mengatakan adapun Prodi atau jurusan sarjana yang direncanakan direkrut adalah sebagai berikut :
1. S2 Psikologi
2. S1 Dokter Umum
3. S1 Dokter Gigi
4. S1 Teknik Informatika
5. S1 Desain Grafis
6. S1 Teknik Sipil
7. S1 Teknik Nuklir
8. S1 Teknik Kimia
9. S1 Teknik Elektro
10. S1 Hubungan Internasional
11. S1 Bahasa Perancis
12. S1 Kurikulum Pendidikan
13. S1 Metalurgi
14. S1 Ilmu Sejarah
15. S1 Psikologi
16. S1 Musik
17. D-IV Nautika

Ditambahkan Brigjen Pol Rikwanto, Pendaftaran direncanakan akan di buka akhir bulan Januari 2017 dan akan disosialisasikan ke tiap – tiap Polda atau Polres.

“Silakan siapkan diri dan mental, masuk polisi tidak dipungut biaya,” jelas Brigjen Pol Rikwanto (*)