PILKADA SERENTAK 2017, Polres Jepara Gelar Simulasi Pengamanan TPS

Tribratanewsjepara.com – Simulasi penanganan Kasus/ keributan di TPS yang digelar di Mapolres Jepara Polda Jateng dengan diasumsikan adanya seorang warga membuat keributan di TPS dan tindakan anggota Polri sebagai petugas Pam di TPS jika terjadi keributan di TPS jangan sampai mengambil tindakan sebelum adanya permohonan bantuan dari KPPS.

Berikut ini simulasi lengkap pencoblosan dan pengamanan Pilkada serentak, Rabu (11-01-2017) :

1. Diawali dengan kedatangan kotak suara dari PPS dengan dikawal oleh petugas Linmas dan petugas Polri yang bertugas di TPS.

2. KPPS memeriksa Kotak suara dan menghitung jumlah surat suara serta memeriksa kelengkapan lainnya dihadapan saksi Calon dan pengawas Pemilu.

3. KPPS selanjutnya memanggil warga yang akan menggunakan hak suaranya dengan diawali pendaftaran dan pengambilan surat suara kemudian menuju bilik suara dan memasukan surat suara yang telah dicoblos ke dalam kotak suara dan pemilih memasukan jari ke dalam tinta sebagai tanda telah memberikan hak suara.

4. Sesuai dengan waktu pungutan yang telah ditentukan kemudian dilakukan penghitungan surat suara yang dilakukan oleh KPPS dengan disaksikan oleh saksi calon, pengawas pemilu dan warga masyarakat.

5. Setelah penghitungan surat suara dilaksanakan kemudian kotak suara dengan dikawal oleh petugas Linmas,
pecalang dan anggota Polri yang bertugas di TPS membawa kotak suara tersebut ke PPS dan personil Polri wajib
melaksanakan pengamanan melekat pada kotak suara tersebut.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Waka Polres Jepara Kompol A’an Hardiansyah SH mengatakan, Pilkada serentak 2017 yang tak lama lagi memasuki masa inti pada tahapan pencoblosan yang jatuh pada bulan Pebruari. Menganggapi hal tersebut pihak Kepolisian melakukan kesiapan pengamanan dengan menggelar simulasi pemungutan dan Penghitungan Suara Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017.
Dalam pelaksanaan simulasi tersebut pada tahap pemungutan menceritakan adanya seorang warga di sekitar TPS 15 Kelurahan Bulu Kecamatan Jepara Kota akan ikut mencoblos. Namun oleh panitia, ditanyakan kartu pemilih ataupun KTP warga tersebut tidak bisa menunjukkan dan tetap memaksa masuk untuk melakukan pencoblosan.
Atas permintaan KPPS warga tersebut diamankan dan dibawa oleh petugas kepolisian menuju ke PPK. Di PPK warga tersebut dicek data diri dalam database yang ada dan terdapat data sesuai warga tersebut. Selanjutnya dari PPK memberikan surat ataupun kartu pemilih, dan warga tersebut diantarkan kembali oleh petugas ke TPS 15 untuk melakukan pencoblosan. (AS)

POLICE GOES TO SCHOOL : Bhabinkamtibmas Margoyoso Memberikan Pembinaan dan Penyuluhan Kepada Siswa MTs Al Falah

Tribratanewsjepara.com – Untuk mengantisipasi terjadinya penyalahgunaan Narkoba dikalangan remaja Kabupaten Jepara, Kanit Binmas Polsek Kalinyamatan Polres Jepara, terjun ke sekolah-sekolah guna memberikan penyuluhan tentang bahaya Narkoba dan Kenakalan Remaja serta sosialisasi penerimaan Polri, Selasa (29-11-2016) pagi.

Kali ini, di Sekolah Madrasah Tsanawiyah Al Falah Desa Margoyoso Kalinyamatan, Bhabinkamtibmas menekankan pada penyalahgunaan dan peredaran gelap serta efek samping dari penyalahgunaan Narkoba.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto mengatakan, Narkoba menjadi musuh bersama, karena saat ini narkoba telah menyebar sampai kedesa-desa dan menjadikan para remaja sebagai pecandunya.

Pada kesempatan tersebut, pihaknya menghimbau kepada seluruh siswa-siswi peserta sosialisasi jangan sampai terlibat atau terkena pengaruh dari peredaran gelap Narkoba dan mengajaknya untuk menolak dan bersama-sama memerangi peredaran dan penyalahgunaan Narkoba.

Selain itu, juga mengajak para Guru berperan aktif untuk mengawasi siswa-siswinya agar tidak terlibat dalam peredaran dan penyalahgunaan Narkoba dan kenakalan remaja di lingkungan sekolah.

Selain masalah Narkoba, juga mengajak para siswa, agar berhati-hati dalam menggunakan media sosial, dengan tidak cepat menerima, menangapi dan menyebarluaskan berita yang belum diketahui pasti kebenarannya, sehingga berita yang disebarkan tersebut dapat menimbulkan reaksi dan dapat menimbulkan korban harta benda maupun jiwa bagi orang lain. (AS)

MUI dan GP Ansor Banten Tolak Adanya Imam Besar Islam Indonesia

Tribratanewsjepara.com – Beredarnya surat dukungan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia mendapat penolakan dari berbagai pihak, karena rencananya pelantikan imam besar yang digelar oleh FPI Banten akan dilaksanakan di wilayah Lebak Kabupaten Banten.

Ketua MUI Banten KH AM Romli menegaskan bahwa pihaknya menolak keberadaan imam besar tersebut, karena didalam ajaran Islam tidak ada namanya imam besar. Romli juga menanyakan keberadaan imam besar tersebut, karena menurutnya sudah banyak macam aliran Islam bermunculan.

” Maka dari itu, umat Islam yang mengadakan pengangkatan imam besar itu masuk dalam kategori umat Islam yang bagaimana?, Pokoknya MUI Banten secara tegas menolak pengangkatan imam besar ini, kami juga menghimbau kepada umat Islam agar jangan ikut-ikutan mengakui” ujar Romli.

Sementara itu, Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Banten juga menyatakan penolakan terhadap beredarnya surat dukungan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab sebagai imam besar umat Islam Indonesia.

GP Ansor Banten menilai, istilah imam besar umat Islam Indonesia tidak dikenal dalam perkembangan sejarah Islam di Indonesia. Dukungan untuk Rizieq Shihab menjadi imam besar umat Islam Indonesia juga disebut sarat kepentingan politik.

“Dalam perkembangan sejarah Islam di Indonesia tidak mengenal terminologi imam besar umat Islam Indonesia,” kata Ketua GP Ansor Banten Ahmad Nuri di Sekretariat GP Ansor Banten, Perumahan Ciceri Permai, Kota Serang, Senin (9/1/2017).

Soal kepentingan politis dalam dukungan itu, kata Sekretaris Umum GP Ansor Banten Tb. Adam Marifat, bukan pada politis praktis namun lebih kepada politik ideologi.
“Muatannya tidak sekadar keindonesiaan tapi juga ada tumpangan-timpangan dari dunia internasional terhadap keislaman di Indonesia,” terang Adam.

“Kita tidak pernah mengenal istilah imam besar dalam keislaman kita. Di Al-Quran tidak ada, tidak ada juga aturan dari alim ulama dan rujukan harus ada imam besar, jadi motif dukungan Habib Rizieq sebagai imam besar ini menurut saya adalah motif politik, karena kalau secara Syari atau secara agama itu sama sekali tidak mempunyai dasar,” sambungnya.

Ahmad Nuri meminta umat Islam yang ada di Banten khususnya, dan di Indonesia umumnya untuk tetap menguatkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah insaniyah, dan ukhuwah wathaniyah, serta tetap menjaga komitmen sebagai umat yang menjunjung tinggi nilai-nilai Islam Rahmatan Lil’alamin.

“Kami meminta kepada imat Islam untuk tidak menanggapi surat dukungan tersebut dan kepada MUI untu menelusuri dan melakukan tabayun terhadap Habib Rizieq sebagai imam besar umat Islam yang telah meresahkan umat Islam,” terangnya.

Ia juga menuturkan, pihaknya mendukung kepada pemerintah dan aparat penegak hukum untuk melakukan langkah-langkah strategis demi terciptanya kedamaian dan kondusivitas masyarakat di Provinsi Banten terkait dengan surat dukungan tersebut

Penulis : Lilik Adhi
Editor : Kang Iqbal

sumber : http://tribratanews.polri.go.id/?p=23216

Bhabinkamtibmas Desa Tedunan Ajak Partisipasi Masyarakat Jaga Kamtibmas

Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Kedung Resor Jepara Polda Jateng Aiptu Eko Siswanto melaksanakan patroli dan sambang dialogis di desa binaanya di Desa Tedunan Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Selasa (10-01-2017) malam. Patroli dan sambang memberikan himbauan-himbauan Kamtibmas kepada pemuda yang nongkrong di pinggir jalan dan warga yang sedang melaksanakan ronda.

Kapolsek Kedungg AKP Sukarmo saat dikonfirmasi menerangkan, Bhabinkamtibmas melaksanakan patroli dan sambang di desa binaannya masing-masing baik siang maupun malam. Sambang dialogis untuk memberikan pembinaan dan penyuluhan Kamtibmas guna membangun kesadaran akan partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menjaga Kamtibmas.

“Sambang dialogis untuk memberikan motivasi atau semangat kepada warga yang sedang ronda di Pos Kamling. Selain itu, kami memberikan pembinaan dan pesan-pesan Kamtibmas kepada mereka. Khususnya terhadap keamanan lingkungan sekitar dan orang asing yang berlalu lalang keluar masuk kampung agar diwaspadai,” imbuhnya.

Dalam kegiatan patroli Bhabinkamtibmas juga memberikan Binluh Kamtibmas kepada pemuda yang masih nongkrong di depan kantor Balai Desa Tedunan untuk segera pulang ke rumah masing-masing dikarenakan sudah malam. Hal ini untuk meminimalisir potensi gangguan Kamtibmas, jangan sampai menjadi korban pelaku kriminalitas seperti jambret. (AS)

Cegah Gangguan kamtibmas, Polsek Welahan Gelar Blue Light Patrol

Petugas patroli memberikan Binluh kepada pemuda yang nongkrong di SPBU Welahan, untuk segera kembali ke rumah masing-masing karena sudah larut malam.

Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Welahan Resor Jepara AKP Usman Jumaidi pimpin patroli malam bertajuk Blue Light Patrol di seputaran Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara, Rabu (11-01-2017) dinihari. Patroli menyasar pemukiman warga dan menyambangi obyek-obyek vital (Obvit), di antaranya perbankan, perusahaan, SPBU, gerai mesin-mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan pasar, mengantisipasi terjadinya tindak pidana pencurian dan pidana lainnya.

Kapolsek Welahan AKP Usman Jumaidi menjelaskan Blue Light Patrol adalah suatu bentuk kegiatan preventif kepolisian dengan menempatkan keberadaan Polisi di tengah masyarakat untuk menekan dan cegah terjadinya gangguan Kamtibmas dengan melaksanakan patroli di daerah rawan kriminalitas dan di tempat keramaian. Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari ini, menggunakaan mobil patroli dengan menyalanya lampu rotator biru dan berjalan dengan kecepatan dibawah 20 km/jam.

“Selain patroli, anggota Polsek juga memberikan pesan Kamtibmas kepada satuan pengamanan (Satpam) untuk tetap waspada dan selalu melaksanakan pengecekan di lingkungan kerja dan memberikan himbauan kepada warga yang masing nongkrong-nongkrong di pinggir jalan agar tidak mengkonsumsi Miras dan turut menjaga Kamtibmas. Hal ini juga selaras dengan Commander Wish Kapolri  Promoter untuk selalu menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif,” imbuhnya. (AS)

Bhabinkamtibmas Polsek Kedung Bantu Siswa MA/MTs Matholi’ul Huda Menyeberang

Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Polsek Kedung Resor Jepara, Bripka Wagiran bersama anggota Patroli Keamanan Sekolah (PKS) melaksanakan pengaturan lalu-lintas di depan Madrasah Aliyah dan Madrasah Tsanawiyah Matholi’ul Huda, Bugel Kecamatan Kedung, Rabu (11-11-2017).

Patroli Keamanan Sekolah bersama anggota Bhabinkamtibmas Polsek Kedung membantu menyeberangkan teman- temannya yang akan masuk sekolah.

PKS ini sebelumnya mendapat pelatihan dan pembinaan oleh anggota Polsek Kedung mengenai tata cara pengaturan lalu lintas seperti bagaimana melaksanakan pengaturan arus lalu lintas, seperti menghentikan kendaraan, menjalankan dan memperlambat kendaraan. Dalam melaksanakan pengaturan agar tidak ragu-ragu, karena hal demikian akan membuat bingung pengendara yang akan distop.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menjelaskan, pihaknya sangat berterima kasih atas peran serta pihak sekolah untuk menciptakan keamanan dan ketertiban di lingkungan sekolah terutama pengaturan lalu-lintas di depan sekolah. Hal ini merupakan wujud kepedulian pihak sekolah terhadap keselamatan berlalu-lintas anak didiknya. (AS)

Bhabinkamtibmas Desa Gerdu Sampaikan Pesan Kamtibmas pada kegiatan Posyandu

Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Desa Gerdu Polsek Pecangaan Polres Jepara Polda Jateng Bripka Andhi Budiarto SH menyampaikan pesan pesan Kamtibmas kepada ibu ibu pada kegiatan Posyandu Desa Gerdu Pecangaan di balai desa setempat, Selasa (10-01-2017).

Pesan Kamtibmas yang di sampaikan oleh Bhabinkamtibmas Desa Gerdu antara lain di harapkan setiap orang bisa menjadi polisi pribadi masing-masing dan di himbau agar ibu-ibu selalu memberikan nasihati kepada suami, anak-anak supaya menjauhi Narkoba, judi dan mabuk-mabukan.

Bhabinkamtibmas juga menghimbau kepada ibu-ibu untuk menjaga kebersihan lingkungan karena musim penghujan sudah datang, terutama sampah-sampah plastik yang bisa menjadi sarang nyamuk Demam Berdarah.

Selain  itu juga ditekankan kepada ibu ibu agar waspada terhadap gerakan radikal yang mengatasnamakan agama di lingkungan masing-masing. Apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan di sekitar kita agar melaporkan ke Polsek Pecangaan atau Bhabinkamtibmas.  (AS)