Amankan Ibadah Sholat Jum’at, Polsek Mayong Giatkan Patroli Di Masjid

img-20161125-wa0122 img-20161125-wa0117 img-20161125-wa0118Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Mayong Polres Jepara Polda Jateng mengintensifkan patroli di obyek vital dan masjid-masjid yang berada di wilayah Kecamatan Mayong, Jum’at (25-11-2016) siang. Patroli untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, seperti Curranmor dan kejahatan dengan modus pecah kaca mobil yang ditinggal pemiliknya menjalankan ibadah Sholat Jum’at.

“Pihaknya melakukan penggelaran personel polisi menjelang, saat dan sesudah Sholat Jumat di masjid- masjid dan obyek vital. Hal ini bertujuan untuk cegah tangkal adanya gangguan Kamtibmas, setidaknya dengan adanya anggota polisi pelaku tindak kriminalitas mengurungkan niat dan aksinya. Sehingga menciptakan situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman dan kondusif,” tutur Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Mayong AKP Sutono SH.

“Selain patroli di masjid-masjid,  anggota Polsek Kalinyamatan juga disiagakan di obyek-obyek vital (Obvit) lainnya diantaranya di perbankan, pertokoan serta di pasar khususnya toko emas,” imbuhnya. (AS)

Sat Polair Polres Jepara Gelar Safari Jum’at, Ajak Masyarakat Pesisir Melek Hukum

img-20161125-wa0145 img-20161125-wa0144Tribratanewsjepara.com – Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Jepara Polda Jateng, Ajun Komisaris Polisi Hendrik Irawan SH bersama anggota melakukan safari Jum’at di Masjid Baiturohman Rt 02 Rw 04 Dukuh Pesajen Kelurahan Demaan Kecamatan Jepara Kota, Jumat (25-11-2016). Safari Jum’at Sat Polair dalam rangka memberikan pembinaan dan penyuluhan sekaligus pembentukan jaringan informasi di wilayah pesisir.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kasat Polair AKP Hendrik Irawan SH mengatakan dalam kegiatan tersebut memberikan pembinaan dan penyuluhan mengenai undang-undang perikanan dan undang-undang pelayaran serta alat tangkap jaring yang diperbolehkan dan yang dilarang. Hal ini mengingat masyarakat pesisir di Dukuh Pesajen Kelurahan Demaan masih sangat awam pengetahuannya dengan undang-undang tersebut. Dengan penyampaian tersebut diharapkan  masyarakat pesisir yang melaut menangkap ikan paham sehingga terhindar dari permasalahan hukum.

Tokoh agama desa tersebut, KH Bisri bersama Tomas Jumadi dan Ketua Nelayan Demaan sangat mengapreasiasi kegiatan safari Jum’at dan sosialisasi hukum oleh Sat Polair Polres Jepara. Mereka mengharapkan kegiatan semacam ini untuk terus dilaksanakan secara berkelanjutan di wilayah pesisir Kabupaten Jepara agar masyarakat dapat teredukasi. (AS)

 

Cegah Gangguan Kamseltibcar Lantas, Polsek Kalinyamatan Polres Jepara Gelar Pengamanan dan Pengaturan Di Jalan

img-20161125-wa0024 img-20161125-wa0022 img-20161125-wa0023Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Kalinyamatan Resor Jepara Polda Jateng melaksanakan pengaturan arus lalu lintas (AG) pagi di seputaran jalan utama wilayah hukum Polsek Kalinyamatan yang dirasa membutuhkan kehadiran anggota kepolisian, Rabu (23-11-2016) pagi. Pengaturan lalu lintas pagi digelar rutin oleh Kepolisian Sektor Kalinyamatan setiap pagi dengan maksud untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengguna jalan khusunya pengendara sepeda motor dan pejalan kaki juga untuk mengantisipasi kemacetan dan kecelakaan lalu lintas pada saat arus lalu lintas mencapai titik puncak keramaian (peak hours) yaitu pada jam 06.30 s/d 07.30 Wib.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto menyampaikan pelaksanaan pelayanan pagi berupa pengaturan arus lalu lintas oleh Polsek Kalinyamatan sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan keberadaan Polisi di pagi hari disaat mulainya aktifitas masyarakat sangatlah merasa dibantu, sehingga kelancaran lalulintas bisa terjaga dan kerawanan kriminalitas berkurang, menjadikan masyarakat betul-betul bisa merasa nyaman beraktifitas.

Dirinya juga menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, ketika hendak beraktivitas sehari-hari supaya lebih meningkatkan kewaspadaan dan berhati-hati di jalan, mengingat lalu lintas yang padat di pagi hari. Bagi pengendara kendaraan bermotor untuk tertib dan taat terhadap peraturan lalu lintas yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan bersama. (AS)

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polair Polres Jepara Tempatkan Personel Di TPI Ujungbatu

img-20161125-wa0016 img-20161125-wa0015Tribratanewsjepara.com – Satuan Polisi Perairan Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng, menempatkan personilnya di tempat pelelangan ikan (TPI) Ujungbatu Jepara, Sabtu (12-11-2016) fajar. Hal ini dilakukan dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas di lokasi pelabuhan dan TPI Ujung Batu dan saat pelelangan ikan serta pada saat proses bongkar muat hasil tangkapan nelayan.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kepala Satuan Polisi Perairan (Kasat Polair) AKP Hendrik Irawan SH, mengatakan setiap hari anggota Polair tiap ada kegiatan bongkar muat atau pelelangan ikan, Sat Polair pasti menempatkan personel untuk melakukan pengamanan dan pemantauan.

Hal ini untuk meminimalisir ambang gangguan agar tidak menjadi gangguan nyata seperti perkelahian dan pencurian serta tindak premanisme. Dalam pelaksanaannya anggota berkoordinasi dengan instansi terkait untuk bersama-sama melakukan pengamanan. (As)

Antisipasi Tindak Kriminalitas, Polsek Mayong Polres Jepara Intensifkan Blue Light Patrol Di Pemukiman

img-20161125-wa0014 img-20161125-wa0011 img-20161125-wa0012 img-20161125-wa0013Tribratanewsjepara.com – Personel Polsek Mayong Resor Jepara Polda Jateng menyisir tempat-tempat yang dianggap rawan kriminalitas dan penyakit masyarakat (Pekat) melalui Blue Light Patrol, Jum’at (25-11-2016) dini hari. Kegiatan yang dilaksanakan pada malam hari ini, menggunakaan mobil patroli Police Backbone dengan menyalanya lampu rotator biru dan berjalan dengan kecepatan dibawah 20 km/jam.

“Pada saat melintas di jalur patroli, angota Polsek Mayong melihat pemuda yang sedang nongkrong di pinggir jalan. Melihat hal tersebut, Blue Light Patrol Polsek Mayong berhenti dan melaksanakan dialogis dengan pemuda yang sedang nongkrong. Memberikan himbauan kepada warga yang masih nongkrong-nongkrong di pinggir jalan agar tidak mengkonsumsi Miras dan turut menjaga Kamtibmas dan tidak melakukan pelanggaran hukum serta balap liar,” turut Kapolres Jepara AKBP M samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Mayong AKP Sutono.

“Juga untuk memberikan rasa aman dan nyaman dengan adanya kehadiran polisi kepada seluruh masyarakat pengguna jalan, terutama saat melintas di penggal-penggal jalan wilayah hukum Polsek Mayong. Dengan adanya kegiatan Blue Light Patrol ini diharapkan dapat membuat masyarakat pengguna jalan merasa lebih aman dan tenang dalam berkendara serta dapat mematuhi peraturan lalulintas yang ada, sehingga meminimalisir angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya,” imbuhnya. (AS)

MENGANALOGIKAN KASUS AHOK SEPERTI SEBATANG POHON

pohon-permasalahanTribratanewsjepara.com – Pada mulanya, kasus ini hanya berawal dari biji kebencian yang tumbuh menjadi bibit permusuhan. Selanjutnya timbul akar perbedaan untuk mencari pembenaran diri sendiri. Hingga tumbuhlah batang pohon permasalahan. Kemudian hadir cabang, dahan, ranting serta daun yang membesarkan pohon permasalahan itu. Semakin tumbuh subur karena adanya pupuk kepentingan yang terus disiramkan. Hingga hadirlah bunga provokasi yang akhirnya menjadi buah konflik.

Pohon permasalahan ini semakin banyak. Saat setiap orang kemudian mengambil biji kebencian dan menanam dihatinya. Adapula yang mencangkok dahan dan rantingnya lalu ditanam sebagai pohon masalah yang baru. Pupuk kepentingan pribadipun terus disiram dengan harapan perlindungan dari teriknya sinar kekuasaan.

Ketika semua itu sudah terjadi, apa yang mampu kita lakukan saat rumput kebahagiaan tidak lagi mampu memberikan alas diantara rindangnya pohon permasalahan itu. Rumput kebahagiaan mulai tertutup banyaknya buah konflik yang busuk dan berjatuhan. Apakah kapak penegakan hukum harus bergerak untuk merobohkan pohon itu? Ataukah masih ada jalan lain agar buah konflik berhenti menebarkan aroma kebusukannya.

Pohon permasalahan sejatinya bisa memberikan keteduhan pengalaman. Karena dari pohon permasalahanlah kita belajar arti kehidupan. Namun jika buah konflik busuk dan terus berjatuhan, apa yang bisa kita rindukan?

Langkah terbaik yang harus dilakukan adalah dengan memetik setiap bunga provokasi yang mulai tumbuh diantara dedaunan permasalahan. Hapus dan kuburkan bunga provokasi itu sehingga tidak lagi bisa menjadi buah konflik yang menghadirkan biji kebencian. Kurangi pupuk kepentingan yang menyuburkannya. Lindungi pohon permasalahan itu dari tangan nakal yang mau mencangkok dahan dan rantingnya.

Seraya merasakan keteduhan pengalaman, biarkan pohon itu tumbuh dengan sendirinya. Toh suatu saat pohon itu akan lapuk dengan sendirinya dan jatuh bertumbangan.

Jika hanya kapak penegakan hukum yang berbicara, berapa dahan dan ranting yang akan patah? Berapa daun yang akan berguguran? Berapa tunas baru yang akan tumbuh dari tunggak dendam yang masih tersokong akar perbedaan.

Ajaklah tangan ulama untuk secara berkelanjutan memupus bunga-bunga provokasi yang ada. Niscaya semua akan bisa. Rumput kebahagiaan akan tetap tumbuh. Menghadirkan kenyamanan kehidupan yang sesungguhnya. Dengan harmoni alam dan sinar hangat kekuasaan. Biarkanlah semilir angin keamanan dan ketertiban terus berhembus menghapus panas kejahatan. Semoga Indonesia lebih damai.

Opini oleh : Bripka Eko Rahmad Widodo

Sumber : tribratanewswonosobo.com