Anggota Polres Jepara Polda Jateng Lakukan Pengamanan Wisuda Unisnu di Gedung Wanita RA Kartini

img-20161027-wa0111 img-20161027-wa0115 img-20161027-wa0113Tribratanewsjepara.com –  Kepolisian Resor Jepara, Polda Jateng, melaksanakan pengamanan sidang senat terbuka Wisuda Sarjana dan Magister Unisnu Jepara tahun akademik 2016/2017 di Gedung Wanita RA Kartini Jepara, Kamis (27-10-2016).

Kegiatan tersebut dihadir Bupati Jepara, Dinas Instansi terkait, Ketua PCNU Jepara, Kopertis VI dan X Jateng Wisudawan beserta Orangtua/Wali.

Wisuda sarjana diawali dengan sambutan ketua panitia pelaksana dan sambutan dari Bupati Jepara.

Dalam sambutannya Bupati Jepara menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah atas nama Forkopinda Jepara dan Pemerintah Jepara mengucapkan selamat kepada Wisudawan dan Wisudawati atas Kelulusannya, Kepada Rektor maupun Wakil Rektor selamat telah mendidik Wisudawan maupun Wisudawati yang hari ini akan di sumpah. Untuk Wisudawan Unisnu semoga setelah di sumpah dapat menjadi lebih pribadi yang lebih bagus dan berdaya guna. Selain itu, diharapkan kepada para Wisudawan supaya ilmu yang telah didapatkan selama pembelajaran di Unisnu Jepara agar dapat diaplikasikan di Masyarakat dan jangan sampai memiliki sifat kikir Ilmu yang dimiliki, karena sifat kikir sangat dibenci oleh Allah.

Usai sambutan dilanjutkan dengan Prosesi Wisudawan dengan Jumlah Wisudawan S1 dan S2 sebanyak 319 Mahasiswa dengan rincian sbb :

a.  Fakultas Syari’ah dan Hukum sebanyak 22 wisudawan.
b.  Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan sebanyak 167 Wisudawan.
c.  Fakultas Da’wah dan Komunikasi sebanyak 10 Wisudawan.
d.  Fakultas Ekonomi dan Bisnis sebanyak 103 Wisudawan.
e.  Fakultas Sains dan Teknologi sebanyak 3 wisudawan.
f.   Program Pasca Sarjana sebanyak 14 Wisudawan.
Dalam amanatnya Rektor Unisnu Jepara Dr. Sa’dullah Assaidi SAg memberika n ucapan selamat kepada Wisudawan semoga ilmu yang telah didapatkan dapat di amalkan. Unisnu Jepara terus mempersiapkan wisudawan yang berakhlakul karimah, dan selalu mempererat hubungan dengan Ponpes dan Universitas yang ada di Indonesia guna memajukan Unisnu. (as)

Personel Polres Jepara Ikuti Penyuluhan dan Sosialisasi Hukum Oleh tim Bidkum Polda Jateng

img-20161027-wa0092 img-20161027-wa0094Tribratanewsjepara.com – Puluhan personel Polres Jepara, Jawa Tengah, mengikuti kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Hukum Oleh tim Bidkum Polda Jateng tentang Penanganan Ujaran Kebencian atau Hate Speech, Penyusunan SOP dan Perizinan, Pengawasan Pengendalian Senpi Non Organik Polri yang dilaksanakan di aula Polres Jepara, Kamis (27-10-2016).
Selain Tim Bidkum Polda Jateng, turut hadir Waka Polres Jepara beserta Pejabat Polres Jepara, Kapolsek Jajaran dan Anggota Polres Jepara.
Dalam sambutannya Waka Polres Jepara Kompol Kompol Juara Silalahi SIK MH menyampaikan agar semua anggota dapat menyerap semua intisari yang akan di sampaikan oleh pemateri dari tim Bidkum Polda Jateng.
Kompol Slamet Budiyono SH menyampaikan materi tentang Hate Speech :
1)    Hate speech atau ujaran kebencian adalah tindakan yang sering dilakukan oleh sebagian kelompok di masyarakat untuk memprovokasi kebencian dan tindakan kekerasan kepada kelompok lain. Kepolisian dituntut untuk peka, siaga, dalam mencegah dan mengatasi. Karena jika tidak ditangani dengan baik akan mengakibatkan konflik yang akan terjadi.
2)    Latar belakang terjadi adanya hate speech menurut penelitian kompolnas yaitu Kurangnya pemahaman tentang ujaran kebencian dan adanya keraguan anggota polri dalam menangani ujaran kebencian. Setelah kompolnas melakukan penelitian kemudian kapolri membuat SE Kapolri yang membuat permasalah yaitu masyarakat menilai SE Kapolri tersebut melanggar HAM.
3)    Inti hate speech yaitu suatu ekspresi yang merupakan advokasi kebencian yang membentuk suatu hasutan untuk melakukan diakriminasi, permusuhan atau kekerasan.
4)    Gangguan nyata tentang hate speech dapat dilakukan melalui media : Dalam organisasi kegiatan kampanye, Spanduk atau banner, Jejaring sosmed, Orasi orasi baik terbuka maupun tertutup, Penyampaian pendapat dimuka umum atau demonstrasi, Ceramah keagamaan, Media massa cetai maupun elektronik, Pamflet.
5)    Hate speech bertujuan untuk menyulut kebencian kepada individu maupun kelompok masyarakat , dalam aspek : suku, agama, aliran agama, Ras, antar golongan, budaya , warna kulit, etnis, gender, Kaum difabel (cacat), orientasi seksual. Ujaran kebencian dapat berupa : penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, dll.
6)    Hate speech diatur jika bertentangan oleh Bhineka Tunggal Ika, bertentangan dengan pancasila dan uud 45, merendahkan martabat manusia, bisa berakibat hate crime dan konflik comunal, pengkondisian untuk diskriminasi pengucilan dan kekerasan, pada tingkat yang ekstrim bisa mendorong kepada pembantaian etnis atau ras atau umat beragama atau genosida.
7)    Gradasi hate speech : Pernyataan etnis > stereotyping > labeling > provokasi > ancaman lebih nyata
8)    Penanganan hate speech : baket > diteliti > LP > Kasat Reskrim > lidik sidik > CJS > penyidangan. Jika tidak terbukti maka langsung ke Kasat Binmas.
 
Kompol Hendro Widyanto SIK menyampaikan materi tentang senjata api :
1)       Jenis dan penggunaan senjata api olahraga : senjata api, pisol angin (air pistol) dan senapan angin (air rifle), airsoft gun. Kegunaan senjata api untuk kepentingan olahraga : menembak sasaran atau target, menembak reaksi, berburu. (Perkap nomor 8 tahun 2012 pasal 4)
2)       Pengguna senpi agar tidak menyalahgunakan senpinya tersebut, dan jika dibawa pulang agar disimpan dengan baik. Untuk intel agar semua pemegang senpi untuk di data.
3)       Jenis airsoft gun untuk kepentingan olahraga menembak : airsoft gun jenis pistol dan airsoft gun jenis senapan (perkap nomor 8 tahun 2012 pasal 10)
4)       Jenis dan kaliber pistol angin (air pistol) dan senapan angin (air rifle) untuk lepentingan olahraga meliputi : pistol angin (air pistol) putra 4,5mm ; pistol angin (air pistol) putri 4,5mm; senapan angin (air riffle) putra, kalliber 4,5 mm ; senapan angin (air riffle) putri, kaliber 4,5mm. (perkap nomor 8 tahun 2009 pasal 9)
 
AKBP Tri Sukamto SIK SST MA tentang Penyusunan SOP (standar operasional prosedur) di lingkungan Polri :
1)       SOP adalah serangkaian instruksi tertulis yang mengenai berbagai proses penyelenggaraan aktivitas organisasi, bagaimana dan kapan harus dilakukan, dimana dan oleh siapa dilakukan
2)       Tujuan SOP adalah sebagai salah satu upaya penataan tata laksana instansi pemerintah yang efektif dan efisien. Serta memberikan panduan bagi satker mabes polri atau polda dalam mengidentifikasikasi, menyusun, mendokumentasikan, mengembangkan, memonitor, serta mengevaluasi SOP
3)       Prinsip pelaksanaan SOP : konsisten, komitmen, perbaikan berkelanjutan, mengikat, seluruh unsur memiliki peran penting, terdokumentasi dengan baik. Prinsip penyusunan SOP : pemudahan dan kejelasan, efisiensi dan efektivitas, keselarasan, keterpurukan, dinamis, orientasi dengan pengguna atau pihak yang dilayani, kepatuhan hukum, kupastian hukum.
4)       Isi dokumen SOP :  halaman judul, peraturan /keputusan pimpinan, daftar isi, penjelasan singkat. (as)

Diduga Tidak Kuat Menahan Sakit yang Diderita, Seorang Pemuda Nekat Bunuh Diri di Kalipucang Kulon

img-20161027-wa0051Tribratanewsjepara.com – Kapolsek Welahan Resor Jepara Polda Jateng AKP Usman Jumaidi bersama anggota mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) korban gantung diri di Desa Kalipucang Kulon 5/4 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Kamis (27-10-2016). Korban bernama M Saiful Arifin (24) warga Rt 5 Rw 4 Desa Kalipucang Kulon Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Tahunan AKP Usman Jumaidi menjelaskan, pada hari Kamis tanggal 20 Oktober 2016 pukul 05.30 Wib di Desa Kalipucang Kulon 5/4 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara telah terjadi orang meninggal dunia karena gantung diri.

Pada hari kamis 27 Oktober 2016, lanjut Kapolsek, di ketahui sekira jam 05:30 Wib di rumah korban di Desa kalipucang kulon 5/4 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, sewaktu Suamrti (saksi 1) akan memberi makan ayam, ketika melewati ruang garasi saksi 1 melihat korban posisi menggantung menggunakan sarung yang di ikatkan pada kayu / blandar di bawah genteng. Di duga korban sebelumnya naik menggunakan kursi tamu dan korban d temukan sudah meninggal.

Dari pemeriksaan visum luar tim medis Puskesmas Welahan, terdapat luka pada leher bekas jeratan dan bagian kelamin mengeluarkan sperma. Korban gantung diri di duga karena menderita penyakit mata sebelah kanan yang tidak kunjung sembuh. (AS)

Polres Jepara Gelar Deklarasi Pemilihan Pemilihan Bupati Damai dan Berintegritas

dsc07816 dsc07768 dsc07770 dsc07791Tribratanewsjepara.com – Dalam rangka menjaga situasi kamtibmas Kab. Jepara agar tetap aman dan kondusif selama tahapan Pilkada Kab. Jepara Tahun 2017, Polres Jepara menyelenggarakan Deklarasi Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 Damai dan Berintegritas pada hari Kamis tanggal 27 Oktober 2016 mulai pukul. 10.00 Wib di ruang PPKO Polres Jepara.

Dalam kegiatan tersebut, Ketua KPUD Jepara membacakan Ikrar Pilkada Damai dan Berintegritas diikuti dengan pengucapan oleh Kedua Paslon Cabup dan Cawabup; Dr. H. Subroto, S.E.,M.M. – H. Nur Yahman, S.H. dan H. Ahmad Marzuki, S.E. – H. Dian Kristandi, S.Sos. disaksikan langsung Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin, S.I.K.,M.H., Dandim 0719 Jepara Letkol. Ahmad Basuki, S.I.P., Panwaslu Jepara, DPRD Jepara, Kajari Jepara, Ketua PN Jepara, Ketua PA Jepara serta Tim Sukses Kampanye Kedua Paslon.

Dalam deklarasi tersebut kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati berjanji kepada masyarakat Jepara siap menciptakan Pilkada Kab. Jepara Tahun 2017 yg berintegritas dan damai, mewujudkan kemajuan daerah dan menjaga keutuhan NKRI berdasarkan Pancasila dan UUD 1945 serta tunduk dan patuh terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku. (YAW/as)

 

Kapolsek Kembang Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Pemuktakhiran Daftar Pemilih Pilkada

img-20161027-wa0006Tribratanewsjepara.com -Kepala Kepolisian Sektor Kembang Polres Jepara Polda Jateng AKP Budi Wiyono menghadiri Rapat pleno terbuka Rekapitulasi daftar pemilihan hasil pemutakhiran Pilbup Jepara 2017 Kecamatan Kembang, Rabu (26-10-2016).

Rapat yang digelar di Pendopo Kecamatan Kembang ini juga dihadiri PPK Kecamatan Kembang, Muspika Kecamatan Kembang, Tim Sukses masing-masing pasangan Calon dan PPS dari 11 desa se Kecamatan Kembang.

Adapun Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Pilbup Jepara 2017 Tingkat Kecamatan Kembang yakni sebagai berikut,

1.        Dudakawu Jumlah TPS 5, dengan jumlah Pemilih sementara 2.126 terdiri Laki-laki 1.057 dan Perempuan 1.069
2.        Sumanding Jumlah TPS 6, dengan jumlah Pemilih sementara 2.307 terdiri Laki-laki 1.125 dan Perempuan 1.182.
3.        Bucu jumlah TPS 10, dengan jumlah Pemilih sementara 3.391 terdiri Laki-laki 1.663 dan Perempuan 1.728.
4.        Cepogo Jumlah TPS 17, dengan jumlah Pemilih sementara 7.023 terdiri Laki-laki 3.414 dan Perempuan 3.609.
5.        Pendem Jumlah TPS 12, dengan jumlah Pemilih sementara 5.212 terdiri Laki-laki 2.574 dan Perempuan 2.638.
6.        Jinggotan TPS 10, dengan jumlah Pemilih sementara 3.577 terdiri Laki-laki 1.742 dan Perempuan 1.835.
7.        Dermolo Jumlah TPS 10, dengan jumlah Pemilih sementara 3.904 terdiri Laki-laki 2.005 dan Perempuan 1.899.
8.        Kaliaman Jumlah TPS 13, dengan jumlah Pemilih sementara 5.619 terdiri Laki-laki 2.786 dan Perempuan 2.833.
9.        Tubanan Jumlah TPS 24, dengan jumlah Pemilih sementara 8.205 terdiri Laki-laki 3.927 dan Perempuan 4.278.
10.     Balong Jumlah TPS 11, dengan jumlah Pemilih sementara 4.215 terdiri Laki-laki 2.097 dan Perempuan 2118.
11.     Kancilan Jumlah TPS 18, dengan jumlah Pemilih sementara 7.340 terdiri Laki-laki 3.562 dan Perempuan 3.778.
Untuk jumlah DPS keseluruhan Kecamatan Kembang adalah TPS 136, Pemilih Laki-laki 25.846, Perempuan 27.073 dengan jumlah total DPS adalah 52.919. (A)

 

Kapolsek Bangsri Polres Jepara Hadiri Rapat Pleno Penyusunan Rekapitulasi Pemutahiran Daftar Pemilih Pilbup Jepara

img-20161027-wa0007Tribratanewsjepara.com -Kepala Kepolisian Sektor Bangsri Polres Jepara, AKP Timbul Taryono menghadiri Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Pilbup Jepara tahun 2017, Rabu (26-10-2016).

Acara yang dilaksanakan di Pendopo Kecamatan Bangsri ini dihadiri peserta 40 orang, diantaranya adalah Muspika Bangsri, Ketua PPK beserta anggota, Panwascam dan PPS.

Adapun jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih sementara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara tahun 2017 adalah 73.826 dengan rincian Laki-laki 36.779 dan Perempuan 37.047 dengan TPS 163. (AS)

 

Kapolsek Donorojo Hadiri Rapat Pleno Rekapitulasi Pemuktakhiran Daftar Pemilih Pilkada

img-20161027-wa0011Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Donorojo Resor Jepara Polda Jateng, Iptu Kusnadi SH mengikuti Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemuthakiran pada Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017, Rabu (26-10-2016) di Pendopo Kecamatan Donorojo.

Hadir dalam kegiatan Rapat Pleno Terbuka antara lain Muspika Kecamatan Donorojo, Ketua Panwascam M Zainuri MAg beserta anggota, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) Kecamatan Donorojo Ali Mas’ud SAg beserta anggota, saksi dari kedua pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati dan tamu undangan lainnya sekitar 25 orang.

Adapun rangkaianl dari rapat ini adalah pembacaan berita acara oleh anggota PPK Kecamatan Donorojo bahwa jumlah pemilih se-Kecamatan Donorojo dari 8 desa sebanyak 45.722 orang  dengan rincian laki-laki 22.590 dan perempuan 23.132 serta untuk jumlah TPS se- Kecamatan Donorojo sebanyak 94 TPS  dengan rincian Desa Bandungharjo 11, Banyumanis 15, Blingoh 14, Clering 11, Jugo 4, Sumberrejo 6, Tulakan 25, Ujungwatu 8. (AS)

Kapolsek Batealit Polres Jepara Menghadiri Rapat Rekapitulasi Daftar Pemilih Hasil Pemutakhiran Pemilihan Cabup dan Cawabup Jepara Tahun 2017 Tingkat Kecamatan Batealit

img-20161027-wa0004Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Batealit Polres Jepara Polda Jateng, Ajun Komisaris Polisi Hendro Asriyanto menghadiri Rapat pleno terbuka rekapitulasi daftar pemilih hasil pemutakhiran Pilbup Jepara tahun 2017, Rabu (26-10-2016) pukul 13.00 s/d 15.00 Wib bertempat di Kantor ruang BPLKMD Kecamatan Batealit.

Rapat Pleno dihadiri oleh Muspika Batealit, Ketua Panitia Pemilihan Kecamatan Muhammad Shahir SPdI beserta anggota, Panwaslu Kabupaten Jepara dan Panitia Pemungutan Suara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara tahun 2017.

Jumlah pemilih yang terdaftar dalam daftar pemilih sementara pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara tahun 2017 sebanyak 61.440 dengan rincian laki-laki 30.793 dan perempuan 30.647 sedangkan jumlah TPS ada 128 TPS yang tersebar di 11 desa. (AS)

 

Polres Jepara Lakukan Pengamanan Rakor Penanganan Pelanggaran Pemilukada Kabupaten Jepara Tahun 2017

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Resor Jepara Polda Jateng melakukan pemantauan dan pengamanan kegiatan rapat koordinasi (Rakor) penanganan pelanggaran dalam rangka pengawasan pemilihan Jepara dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 oleh Pnwaslu Kabupaten Jepara di Hotel D’season  Bandengan Jepara, Rabu (26-10-2016).
Dalam rakor ini peserta yang hadir sebanyak lebih kurang dari 51 orang terdiri dari Ketua Panwaslu Kabupaten Jepara tahun 2004 Sukardi SAg, Perwakilan KPU Kabupaten Jepara Anik Solikatun dan Ketua Panwascam se Kab Jepara beserta anggota, selaku penanggung jawab Ketua Panwaslu Kabupaten Jepara tahun 2016 Arifin SAg MSI.
Arifin, Ketua Panwaslu Kabupaten Jepara dalam materinya menyampaikan tahapan jadwal kampanye akan dimulai pada 28 Oktober 2016 s/d 11 Februari 2016. Apabila ada APK yang melanggar maka kita harus menyurati Tim Sukses, dan apabila dalam waktu 1×24 jam tidak ditertibkan maka wewenang kita untuk menertibkan.
Dirinya juga menegaskan agar Panwascam mengetahui apa tugas dan tanggung jawabnya dengan tetap berpegang pada aturan terbaru yaitu PKPU Nomor 12 Tahun 2016, sehingga jangan sampai kita dianggap tidak dapat bekerja oleh masyarakat.
Anik Solikatun dari KPU Kabupaten Jepara menyampaikan dalam melaksanakan kampanye Paslon, Bahan Kampanye dan Alata Peraga Kampanye difasilitasi oleh KPU baik pembuatan dan pemasangannya. Ketentuan metode kampanye ada dua hal yaitu Alat peraga kampanye (APK) berupa baliho, umbul – umbul, spanduk dan  Bahan kampanye (BK) berupa liflet, flayer, poster dan stiker.
Sedangkan baliho yang difasilitasi oleh KPU sebanyak 5 buah untuk tingkat Kabupaten, umbul – umbul sebanyak 20 buah untuk tingkat kecamatan dan spanduk sebanyak 2 buah untuk tingkat desa. Diluar APK dan bahan kampanye yang dibuatkan KPU, Paslon masih diperbolehkan mencetak sendiri, untuk tingkat kabupaten boleh maksimal mencetak baliho maksimal 5 buah, untuk tingkat kecamatan maksimal boleh mencetak umbul – umbul 30 buah (150 %) dan untuk tingkat desa boleh mencetak spanduk maksimal 3 buah. Sedangkan untuk bahan kampanye Paslon boleh mencetak poster, flayer dan stiker maksimal sejumlah KK yang ada di Kabupaten Jepara.
Pengertian APK adalah alat peraga kampanye yang dipasang, sedangkan BK adalah alat kampanye yang disebar.       Poster ataupun stiker tidak boleh dipasang di tempat umum, hanya boleh dipasang di masing – masing rumah Paslon.
Lokasi/tempat – tempat yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk melaksanakan kampanye baik terbuka maupun tertutup telah diatur dalam SK Bupati Nomor 270, yang mana dalam pelaksanaan penertiban Panwas dan PPK harus mengajak Satpol PP dan KPU telah menerbitkan SK yg mengatur lokasi mana saja yg boleh dipasang APK.
Sukardi mantan Ketua Panwaslu Kabupaten Jepara tahun 2004 menyampikan bahwa rambu Pers/Media Penyiaran atau pemberitaan Kampanye telah diatur dalam  PKPU Nomor 12 Tahun 2016 (perubahan atas PKPU No 7 Tahun 2015) dan UU RI Nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). (AS)

Kabag Ops Polres Jepara Polda Jateng Hadiri Rakor Persiapan Pelaksanaan Kampanye Pilbup Jepara Tahun 2017

img-20161027-wa0029 img-20161027-wa0031Tribratanewsjepara.com – Kepala Bagian Operasi Polres Jepara Polda Jateng, Komisaris Polisi Slamet Riyadi SS MH didampingi Kaur Bin Ops Sat Intelkam Iptu Adhi Purnomo, menghadiri rapat koordinasi persiapan pelaksanaan kampanye pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara 2017 di Aula kantor KPU Jepara, Rabu (26-10-2016).

Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KPU Jepara M Haidar Fitri didampingi divisi sosialisasi Subkhan. dan juga dihadiri oleh Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH di wakilkan oleh Kabag Ops Kompol Slamet Riyadi, Komandan Kodim 0719 Jepara yang diwakili oleh Kapten Wardjo, Satpol PP Jepara, Panwas Kabupaten Jepara dan tim kampanye pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Jepara.

Ketua KPUD Jepara dalam Rakor tersebut menegaskan, terkait dengan laporan dana kampanye harus segera di laporkan kepada KPUD paling lambat besok hari Kamis tanggal 27 Okt 2016, adapun hal yang harus di laporkan antara lain rekening khusus kampanye, laporan dana kampanye dan usulan batas maksimal pengeluaran.

Sementara itu, Subkhan, Divisi Sosialisasi KPUD Jepara menambahkan, dari KPU meminta jadwal pelaksanaan Rapat Umum dari masing – masing calon untuk di tuangkan dalam SK KPU. Terkait dengan usulan penambahan APK dan BK yang akan di lakukan dari masing – masing calon harus sesuai ketentuan maksimal yang telah di tetapkan dan harus melaporkan secara resmi kepada KPUD Kabupaten Jepara. Selain itu dari Tim kampanye harus memperhatikan tempat-tempat yang di larang dalam pemasangan APK dan BK sesuai Perda Bupati yang di tetapkan. Terkait dengan sarana akun Medsos yang di gunakan untuk kampanye agar di laporkan ke pihak KPUD.

Dalam rapat koordinasi ini, Polri dituntut untuk mengatur kelancaran dan kesuksesan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Jepara tahun 2017 dengan memberikan pengamanan yang maksimal di setiap tahapan kampanye.

Selain itu, Panwas Kabupaten Jepara M Olis menyampaikan, bahwa Panwas Kabupaten Jepara secara prinsip bekerja untuk melakukan pengawasan sesuai dengan Peraturan KPU yang telah ada, dan apabila di dapati hal- hal yang di luar/ tidak di atur dalam PKPU maka itu dianggap suatu pelanggaran. (as)