Antisipasi Lonjakan Pengunjung Obyek Wisata, Polres Jepara Siagakan Personil

img-20161023-wa0031 img-20161023-wa0032Tribratanewsjepara.com – Minggu (23-10-2016) pukul 09.00 Wib, Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaur Binops) Satuan Intelkam Polres Jepara Polda Jateng Iptu Adhi Purnomo selaku Perwira Pengawas pimpin apel pagi pleton siaga Mako di halaman apel Polres Jepara. Apel siaga Mako di gelar untuk kesiapan Polres Jepara dalam mengantisipasi lonjakan pengunjung obyek wisata di wilayah Jepara saat liburan akhir pekan.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Piket Pawas menyampaikan terima kasih atas waktu dan kesadaran rekan-rekan yang tersprint dalam pleton siaga Mako. Walau dalam suasana hari libur, mari kita laksanakan perintah pimpinan untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat, Semoga apa yang telah kita laksanakan dalam tugas hari ini dicatat sebagai amal ibadah oleh Allah SWT.

“Usai melaksanakan apel pagi, pleton siaga Mako melaksanakan patroli ke kantor KPUD dan Kantor Panwaskab Jepara. Namun karena tidak ada kegiatan, selanjutnya melaksanakan patroli di obyek wisata. Walau cuaca hujan gerimis, tak mengurangi niat wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata pantai di Jepara,” imbuhnya.

Selain itu, Piket Pawas juga melaksanakan pengecekan terhadap kondisi tahanan di Rutan Polres Jepara, dan memberikan pengarahan terhadap piket jaga tahanan agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya dengan penuh semangat. (As)

Ponpes Shohibul Ummah Prakarsai Deklarasi Panca Akur Umat Beragama

img-20161022-wa0094
Kapolsek Keling saat memberikan sambutan
img-20161022-wa0097
Muspika menyaksikan penandatanganan deklarasi panca akur pangeling sedulur agami

img-20161022-wa0056Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Keling Resor Jepara Polda Jateng, AKP I Dewa Gede Mahendra bersama dengan unsur Muspika Keling menghadiri deklarasi panca akur pangeling sedulur agami di Desa Tunahan Kecamatan Keling, Sabtu (22-10-2016) sore.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Keling AKP IDG Mahendra menyampaikan apresiasi kepada pengasuh Pondok Pesantren Shohibul Ummah yang telah memprakarsai kegiatan yang sangat positif ini. Diharapkan masyarakat lebih rukun dan tentram dalam kehidupan beragama, bila ada permasalahan untuk segera dikomunikasikan.

Deklarasi ini ditandatangi oleh masing-masing tokoh lintas agama yang ada di Desa Tunahan yang dikemas dalam acara Suronan di komplek makam mbah Struno Desa Tunahan dengan tema “Duduk bateng bersama sedulur non muslim, kita tingkatkan kualitas dan rasionalitas beragama, berbangsa dan bernegara”.

Adapun isi Deklarasi Panca Akur Pangeling Sedulur Agami adalah :

1. Walau beda agama, sedulur tetap akur karena kita satu ciptaan Tuhan Yang Maha Esa

2. Walau beda agama, sedulur tetap akur karena kita satu alam semesta

3. Walau beda agama, sedulur tetap akur karena kita satu bangsa manusia

4. Walau beda agama, sedulur tetap akur karena kita satu tujuan mulia

5. Walau beda agama, sedulur tetap akur karena kita satu dasar Pancasila. (as)

Gelar Blue Light Patrol, Polsek Mayong Polres Jepara Ajak Partisipasi Warga Jaga Kamtibmas Dengan Pos Kamling

img-20161023-wa0000 img-20161023-wa0003 img-20161023-wa0004Tribratanwesjepara.com – Personel Polsek Mayong Resor Jepara Polda Jateng menyisir tempat-tempat yang dianggap rawan kriminalitas dan penyakit masyarakat (Pekat) melalui Blue Light Patrol, Minggu (23-10-2016) dini hari. Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada malam hari ditandai dengan menyalanya lampu rotator biru, mobil patroli berjalan dengan kecepatan kurang lebih 20 km/jam menyusuri rute patroli yang telah ditentukan.

Melalui Kapolsek Mayong AKP Sutono, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH menerangkan, Blue Light Patrol adalah suatu bentuk kegiatan preventif kepolisian dengan menempatkan keberadaan Polisi di tengah masyarakat untuk menekan dan mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas dengan melaksanakan patroli di tempat rawan kriminalitas, terutama di obyek vital dan di pusat keramaian.

“Kegiatan yang dimulai pukul 23.00 Wib, dilaksanakan wilayah Kecamatan Mayong dengan pola patroli dialogis. Pola ini dimaksudkan untuk lebih dirasakan kehadiran Polisi di masyarakat dengan cara menyalakan lampu rotator pada saat melaksanakan patroli (Blue Light Patrol), berhenti atau parkir dan berkomunikasi atau dialogis dengan masyarakat,” lanjut AKP Sutono.

“Pihaknya juga meningkatkan patroli di balai desa dan rumah bakal calon Petinggi di dua desa yang melaksanakan Pilpet tahun ini yaitu Desa Pelemkerep dan Mayong Lor. Selain itu juga memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada warga yang sedang ronda di Desa Jebol agar meningkatkan patroli dan kewaspadaan,” Pungkasnya. (As)

Persempit Ruang Gerak Pelaku Kejahatan, Polsek Keling Polres Jepara Gelar Rayonisasi

img-20161022-wa0143 img-20161022-wa0141 img-20161022-wa0142Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Keling Polres Jepara Polda Jateng AKP IDG Mahendra memimpin pelaksanaan kegiatan rayonisasi Polsek Rayon utara di jalan raya Pertigaan Sambungoyot, Sabtu (22-10-2016) malam. Rayonisasi dilaksanakan bersama anggota Polsek rayon utara diantaranya Polsek Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri dan Mlonggo yang dimulai pukul 22.00 Wib.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Keling AKP IDG Mahendra menerangkan sebelum kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan terlebih dulu diawali dengan apel untuk memberikan arahan dan penyampaian cara bertindak pada saat melakukan razia kepolisian. Anggota sudah kami bekali dengan arahan agar selalu humanis dengan senyum salam sapa dalam pemeriksaan dan selalu mengutamakan keselamatan. Kegiatan rayonisasi ini bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dengan sasaran Miras, Sajam, Handak, Narkoba, Curanmor, Curas, Premanisme, Terorisme dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat.

“Selama razia kami telah memeriksa sedikitnya enam puluhan berbagai jenis kendaraan bermotor yang melintas di jalan tersebut. Dan pihaknya melakukan tindakan tegas berupa Tilang kepada 2 pengendara yang tidak patuh dan taat terhadap peraturan berlalu lintas. Diantaranya melakukan penindakan terhadap pengemudi mobil toyota rush yang tidak dilengkapi dokumen yang sah dengan barang bukti kendaraan,” imbuhnya. (AS)

Tausiyah Kamtibmas Polres Jepara, Turunnya Moral Anak Muda Masa Kini

img-20161022-wa0083 img-20161022-wa0086 img-20161022-wa0080Tribratanewsjepara.com -Bhabinkamtibmas Kelurahan Demaan, Kepolisian Sektor Jepara Kota Resor Jepara Polda Jateng, Brigadir Suyoko bersama Brigadir Dedi Apriliyanto Brigadir Bag Sumda Polres Jepara memberikan tausiyah Kamtibmas, Sabtu 22-10-2016 pukul 15.00 Wib. Tausiyah Kamtibmas pada acara Jamiah Tahtimul Qur’an Al Amin di rumah Ibu Marminah Rt 4 Rw 6 Perum Bukit Asri Kelurahan Demaan Kabupaten Jepara.

Pengajian ini dihadiri sebanyak 150 jamaah ibu-ibu majelis taklim Kelurahan Dema’an, Karangkebagusan dan Dukuh Pesajen. Dalam kegiatan tersebut, Brigadir Dedi Apriliyanto menyampaikan tausiyah Kamtibmas mengenai turunnya moral anak muda masa kini, karena kurang kontrol dari orangtua dan materi radikalisme.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Ariin SIK MH melalui Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono saat dikonfirmasi, membenarkan adanya kegiatan tausiyah Kamtibmas yang dilaksanakan oleh Bhabinkamtibmas Polsek Jepara Kota dan Anggota Bag Sumda Polres Jepara. Dirinya sangat mendukung kegiatan ini, karena maraknya kenakalan remaja yang makin meningkat dari tahun ke tahun sehingga perlu adanya terobosan kreatif untuk meminimalisir tumbuhnya kenakalan remaja. Pihaknya juga telah rutin melaksanakan Binluh ke sekolah-sekolah, karena peran dan perhatian orang tua sangat besar dampaknya terhadap perkembangan mental dan akhlak anak.

Oleh karena itu, Bhabinkamtibmas melaksanakan pendekatan dan memberikan Binluh kepada ibu-ibu agar lebih meningkatkan komunikasi, perhatian dan pengawasan terhadap anak-anaknya agar tidak terjerumus terhadap kenakalan remaja dan tidak menjadi korban akibat pergaulan bebas yang tidak terkontrol.

Selain itu, juga mengajak kepada peserta pengajian untuk waspadai kelompok-kelompok radikal yang selalu berusaha menyebarkan paham radikalisme ke masyarakat dengan berkedok agama. “Memberikan pengertian kepada masyarakat agar tidak mudah terpengaruh dengan paham radikalisme dan intoleransi serta paham anti Pancasila,” imbuhnya. (as)