Kapolres Jepara Audiensi Dengan Warga Desa Pendosawalan Kalinyamatan

img-20161021-wa0102 img-20161021-wa0050 img-20161021-wa0100Tribratanewsjepara.com – Minggu tanggal 09 Oktober 2016 pukul 09.00 s.d 11.00 Wib Sekitar 20 orang Warga Dukuh Ngelo Desa Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pendosawalan (AMP) dengan koordinator Rifa’an telah melakukan pengurukan tanah padas untuk peninggian jalan Desa Pendosawalan yang melintas di depan pintu masuk PT Bomin Permata Abadi (yang letaknya di Desa Sengonbugel Kecamatan Mayong berbatasan dengan Desa pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan Kabulaten Jepara) dengan ketinggian 40 cm dan panjang 10 meter. Terkait dengan kejadian tersebut, selanjutnya pada hari Senin tanggal 10 Oktober 2016 telah dilakukan pembersihan tanah padas yang berada di depan PT. Bomin Permata Abadi oleh pihak perusahan dengan pengamanan dari Polri dan TNI.

 
Dalam perkembanganya pada hari ini, Jum’at tanggal 21 Oktober 2016 sekitar pukul 08.00 Wib, Warga Dukuh Ngelo Desa Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan berjumlah sekitar 30 orang dengan koordinator Rifa’an melakukan pengurukan tanah merah lagi di depan pintu masuk PT Bomin Permata Abadi dengan menggunakan 6 truk dump yang datangnya secara bersama- sama, namun baru 2 truk dump diturunkan datanglah Kapolsek Kalinyamatan beserta anggota mencegah 4 truk dump lainya untuk menurunkan tanah, sehingga akhirnya truk dump kembali dan warga masih berada di sekitar lokasi depan Perusahaan.
 
Sekitar pukul 10.45 Wib, Rifa’an bersama warga menurunkan tanah padas lagi dan kembali bersama – sama (gotong royong) melanjutkan pengurukan di depan pintu masuk PT Bomin Permata Abadi sebanyak 2 truk dump, sehingga kembali berhasil menutup keseluruhan depan pintu masuk perusahaan.
 
Kabag Ops Polres Jepara Kompol Slamet Riyadi selaku pengendali keamanan di lapangan, sekitar pukul 11.30 Wib langsung memerintahkan kepada personil Polri yang pengamanan untuk melakukan penangkapan terhadap warga Dukuh Ngelo yang masih melakukan pengurukan tanah di depan perusahaan. Dari penangkapan tersebut telah diamankan 2 unit Kbm truk dump Nopol K-1503-NB warna kuning dan Z-8741-HG warna kuning yang digunakan untuk mengangkut tanah uruk serta 10 orang warga Desa Pendosawalan yang ikut kegiatan pengurukan dan langsung dibawa ke Polsek Pecangaan
 
Sekitar 75 warga Desa Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan mendatangi Polres Jepara sekitar pukul 15.00 Wib untuk melaksanakan audiensi dengan Kapolres Jepara.
Slamet selaku perwakilan warga Desa Pendosawalan mempertanyakan kapasitas 10 orang temanya yang telah ditangkap oleh pihak Kepolisian karena pada saat itu mereka semua sedang kerja bakti di jalan desa.
Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH menanggapai pertanyaan yang disampaikan oleh perwakilan warga tersebut, yakni :
1)        Perbuatan yang dilakukan oleh warga termasuk termasuk hari Minggu tanggal 09 Oktober2016 pukul 09.00 s.d 11.00 Wib dengan cara melakukan pengurukan tanah padas untuk peninggian jalan Desa Pendosawalan yang berlanjut diulangi lagi hari ini telah masuk perbuatan melawan hukum, sehingga pihak Kepolisian sesuai amanat Undang-undang harus melakukan serangkaian tindakan hukum.
2)        PT Bomin Permata Abadi adalah perusahaan yang berdiri secara legal dan apabila perusahaan tersebut merasa terganggu atau terhambat dalam proses pengiriman karena akses jalan yang telah ditutup oleh sebagian warga maka mereka berhak untuk melapor secara resmi kepada aparat Kepolisian.
3)        Dalam hal ini Polisi hanya bertindak sesuai dengan aturan hukum berdasarkan laporan resmi, jadi tidak ada tendensi lain.
4)        Seharusnya warga bisa mengadukan kepada DPRD Kabupaten Jepara selaku wakil rakyat atau kepada Bupati Jepara dan pasti akan kita kawal.
5)        Saya ingatkan kepada seluruh hadirin yang hadir agar bisa berpikir jernih dalam menyikapi permasalahan ini serta jangan mudah terprovokasi dengan pihak yang tidak bertanggung jawab.
6)        Saat ini saya tidak akan melakukan intervensi kepada penyidik yang menangani perkara ini dan saya juga belum tahu bagaimana tindak lanjutnya nanti, saya persilahkan kalau dari pihak warga akan menunggui 10 orang rekannya.
 
Setelah mendengar penjelasan yang disampaikan oleh Kapolres Jepara, sekitar Pkl 15.45 Wib warga kembali ke rumah masing-masing dengan menggunakan sarana 2 Kbm Truk dan selama berlangsungnya audiensi berjalan lancar dan terkendali. (as)

Kapolsek Kedung Gelar Rakor Bersama Panwascam Bahas Penanganan Pelanggaran Pilkada

img-20161021-wa0081Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Kedung Polres Jepara Polda Jateng AKP Sukarmo mengadakan rapat koordinasi dengan Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Jepara tahun 2017 di ruang kerja Kapolsek Kedung, Jum’at (21-10-2016).

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menjelaskan, pihaknya melaksanakan rapat koordinasi dengan Panwascam Pemilukada Bupati dan Wakil Bupati Jepara Tahun 2017 mengingat masa kampanye yang panjang dan berbarengan dengan Pemilihan Petinggi di tiga desa yang ada di wilayah Kecamatan Kedung.

Kapolsek Kedung AKP Sukarmo dengan Drs Abdul Hakim selaku Ketua Panwascam bersama Abdul Kalam MPDi dan Tamakin SAG selaku anggota Panwascam duduk bersama untuk membahas cipta kondisi situasi Kamtibmas yang kondusif selama pelaksanaan tahapan Pemilukada Kabupaten Jepara. “Kita bersama sepakat melakukan cipta kondisi sebelum, pada saat dan pasca Pemilukada Kabupaten Jepara dalam keadaan damai, suasana sejuk dan kondusif.

“Bersikap netral dan tidak ada kepentingan diantara para calon, bila terhadap sesuatu pelanggaran Pilkada kita tangani sesuai porsi masing-masing sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam pelaksanaan tugas saling kerjasama dan selalu menjaga hubungan dan komunikasi agar terwujudnya situasi aman, damai, sejuk dan kondusif,” tutur AKP Sukarmo. (AS)

Bhabinkamtibmas Polsek Kembang Bantu Bedah Rumah Warga Yang Tak Layak Huni

img-20161021-wa0069 img-20161021-wa0066 img-20161021-wa0067 img-20161021-wa0068Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Desa Jinggotan Kepolisian Sektor Kembang Resor Jepara Polda Jawa Tengah Brigadir Eko S bersama Linmas melakukan gotong royong bedah rumah milik mbah Tuji (70) warga Rt 1 Rw 4 Desa Jingotan Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara, Jum’at (21-10-2016).

Kapolsek Kembang AKP Budi Wiyono melalui Bhabinkamtibmas Brigadir Eko S menyampaikan kegiatan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang kurang mampu. Bhabinkamtibmas sebagai pionir terdepan harus selalu hadir di tengah masyarakat baik susah ataupun senang, sehingga kita dapat saling berbagi dan ikut merasakan apa yang mereka rasakan. Kegiatan Bedah rumah dalam rangka Linmas Desa Jinggotan membantu warga yang tidak mampu milik mbah Tuji (70). Rumah yang sebelumnya berdinding gedeg atau bambu ini di ganti dengan Kalsibot dengan ukuran rumah panjang 7 m, lebar 4 m, tinggi 3 m dengan pekerja anggota Linmas Desa Jinggotan sekitar 12 orang.

“Program ini diharapkan tersebut dapat di teruskan atau berlanjut kepada warga tidak mampu yang lain sehingga masyarakat yang tidak mampu dapat terbantu dalam kelayakan rumah hunian. Untuk itu, dirinya mengharapkan partisipasi aktif bagi warga yang mampu atau berada untuk turut mendukung program ini,” tutur Brigadir Eko S.
Mbah Tuji yang rumahnya dibedah menuturkan, bahwa dirinya sangat senang dengan adanya kegiatan ini, sangat bersyukur dan sangat berterima kasih kepada Petinggi dan Linmas serta Bhabinkamtibmas yang telah memberikan bantuan berupa bedah rumah tersebut. (AS)

Jepara salah satu Finalis Indonesia Road Safety Award (IRSA) 2016

Sharing Session IRSA 2016
Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama, SH, SIK saat Sharing Session IRSA 2016 di Shangri-la Hottel Ballroom Jakarta

Jakarta,  Angka kecelakaan di Indonesia masih tinggi. Menurut data Korlantas Polri, terjadi peningkatan kecelakaan dari 95.906 pada 2014 menjadi 98.970 kecelakaan pada 2015. Hal ini tentunya fakta mengkhawatirkan. Oleh karena itu, diperlukan langkah antisipatif yang tegas guna mereduksi angka kecelakaan di jalan.

I Wanna Get Home Safely (IWGHS) adalah bagian dari tagline kampanye keselamatan berkendara. Cakupannya adalahsaat  Indonesia Road Safety Award (IRSA), yaitu apresiasi terhadap kota atau kabupaten yang menerapkan tata keselamatan kota.

Jadi, dalam kegiatan ini kota-kota dengan aplikasi tata kelola lalu lintas atau keselamatan berkendara pengguna jalan mendapat poin yang besar. Kali ini, terdapat 92 kota dan 18 kabupaten yang direkomendasikan oleh pakar road safety sebagai nominator IRSA 2016. Jumlah tesebut mengalami kenaikan 51 persen dari tahun 2015 lalu.

dsc_0531dsc_0557dsc_0491dsc_0544Dari hasil survey dan observasi lapangan, terpilih 17 kota dan kabupaten finalis IRSA 2016 termasuk salah satunya adalah Kabupaten Jepara. Para finalis telah menjalani penjurian selama dua hari, untuk hari pertama peserta masing masing Kabupaten/Kota mempresentasikan berbagai permasalahan dan keberhasilan penerapan road safety di wilayah masing-masing. Selain itu, para finalis Juga memaparkan program kerja serta hasil evaluasi terhadap kebijakan yang telah dilakukan terkait dengan tata kelola keselamatan jalan selanjutnya pada hari kedua Kab. Jepara mendapatkan waktu pertama untuk melaksanakan Sharing Session pertama kali.

Penyelenggaraan dan penilaian IRSA disesuaikan dengan lima pilar  yang telah ditetapkan dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan Jalan (RUNK), yakni Manajemen Keselamtan Jalan (Safer Management), Jalan yang Berkeselamatan (Safer Road), Kendaraan yang Berkeselamatan (Safer Vihicle), Perilaku Pengguna Jalan yang Berkeselamatan (Safer User), serta Penanganan Pra dan Pasca Kecelakaan (Post-Crash Response).

 Indra Baruna, Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika
Indra Baruna, Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika

Sementara itu disela sela kegiatan Sharing Session Chief Executive Officer PT Asuransi Adira Dinamika, Indra Baruna, saat ditemui tribratanewsjepara menjelaskan, “Hari ini (20/10/2016) kita juga menghadirkan kota-kota yang menjadi finalis dan sudah mempunyai praktek yang baik untuk bisa di share bagi kota-kota lain sehingga bisa dijadikan model dan diterapkan. Dengan adanya Sharing Session ini kita ingin bahwa penerapannya bisa semakin cepat ke semua daerah”.

Ia pun berharap bahwa dalam agenda Sharing Session IRSA 2016 ini daerah-daerah yang masih tinggi tingkat kecelakaannya dapat mengambil cara terbaik atau mengambil contoh dari kota/kabupaten yang telah berhasil menekan angka kecelakaan.

“Hal Ini lebih ke arah bagaimana kita itu bisa mengambil pelajaran dari kota yang sudah menerapkan dengan baik praktek-praktek pengelolaan manajemen keselamatan di jalan. Sehingga kota atau kabupaten lain bisa meniru dan mampu mengurangi angka kecelakaan,” pungkas Indra Baruna.

<AL>

Minimalisir Ganguan Kamtibmas, Polsek Kalinyamatan Polres Jepara Gelar Blue Light Patrol

img-20161021-wa0010 img-20161021-wa0009Tribratanwesjepara.com – Personel Polsek Kalinyamatan Resor Jepara Polda Jateng menyisir tempat-tempat yang dianggap rawan kriminalitas dan penyakit masyarakat (Pekat) melalui Blue Light Patrol, Kamis (20-10-2016) dini hari. Kegiatan patroli yang dilaksanakan pada malam hari ditandai dengan menyalanya lampu rotator biru, mobil patroli berjalan dengan kecepatan kurang lebih 20 km/jam menyusuri rute patroli yang telah ditentukan.

Melalui Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edy Purwanto, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH menerangkan, Blue Light Patrol adalah suatu bentuk kegiatan preventif kepolisian dengan menempatkan keberadaan Polisi di tengah masyarakat untuk menekan dan mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas dengan melaksanakan patroli di tempat rawan kriminalitas, terutama di obyek vital dan di pusat keramaian.

“Kegiatan yang dimulai pukul 23.00 Wib, dilaksanakan wilayah Kecamatan Kalinyamatan dengan pola patroli dialogis. Pola ini dimaksudkan untuk lebih dirasakan kehadiran Polisi di masyarakat dengan cara menyalakan lampu rotator pada saat melaksanakan patroli (Blue Light Patrol), berhenti atau parkir dan berkomunikasi atau dialogis dengan masyarakat,” pungkasnya. (As)

Cegah laka Lantas, Polsek Welahan Lakukan Pengaturan Lalu Lintas

img-20161021-wa0040 img-20161021-wa0036Tribratanewsjepara.com – Polsek Welahan Polres Jepara Polda Jawa Tengah melaksanakan Police Hazard (PH) pagi hari di penggal jalan seputaran wilayah hukum Polsek Welahan yang dirasa membutuhkan kehadiran anggota Polisi, Jum’at (21-10-2016).

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Welahan AKP Usman Jumaidi mengatakan kurang sadarnya masyarakat dalam mematuhi aturan berlalulintas sering menjadi penyebab terjadinya kecelakaan lalu lintas, menyadari akan hal itu anggota kepolisian sektor Welahan secara sigap melaksanakan pengaturan lalu lintas.

“Sudah menjadi rutinitas anggota Polsek Welahan setiap pagi mulai pukul 06.30 Wib melaksanakan pengaturan lalu lintas di sepanjang jalan raya khususnya jalur rawan Laka Lantas di wilayah kecamatan Welahan. Ini dilakukan sebagai wujud pelayanan prima Polri terhadap masyarakat khususnya bagi para pengguna jalan, selain itu juga sebagai wujud pencegahan dini terjadinya Laka Lantas serta untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh masyarakat pengguna jalan,” imbuhnya. (AS)

Upaya Pencegahan Berkembangnya Paham Radikalisme, Polres Jepara Undang Ustadz M Nasir Abbas

dsc00900 dsc00859 dsc00891Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Resor Jepara Polda Jawa Tengah bekerja sama dengan Kemenag Kabupaten Jepara menggelar Seminar “Upaya Pencegahan Berkembangnya Paham Radikalisme” di Aula Polres Jepara, Kamis (20-10-2016).

Kegiatan ini dipimpin oleh Waka Polres Jepara Kompol Juara Silalahi SIK MH didampingi oleh Kasat Binmas AKP Hadi Suprastowo dengan para peserta seminar dari unsur Forkopinda atau yang mewakili, Ketua MUI Kabupaten Jepara Dr KH Mashudi MAg, Kepala Kemenag Kabupaten Jepara Muhdi, Tamu undangan kurang lebih sebanyak 80 orang yang terdiri dari Polsek jajaran, Koramil jajaran, Pimpinan Ponpes se Kabupaten Jepara, FKUB dan Tokoh agama dari Ormas Islam Kabupaten Jepara.

Kasat Binmas Polres Jepara AKP Hadi Prastowo selaku Ketua panitia kegiatan menjelaskan maksud dan tujuan diselenggarakannya kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan peran para tokoh agama agar dapat berperan aktif menangkal paham radikalisme.
 
Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Waka Polres Jepara Kompol Juara Silalahi SIK MH, menyampaikan, Polri mempunyai tugas pokok memelihara Keamanan dan ketertiban di masyarakat,  serta mencegah terjadinya gangguan Kamtibmas. Radikalisme adalah fenomena yang biasa muncul di semua agama, yang ideologinya dipaksakan menjadi ideologi Bangsa. Diharapkan para peserta yang hadir dapat menjadi mitra Polri, dan bersama – sama menangkal berkembangnya paham radikalisme.
 
Sambutan Kepala Kemenag Kabupaten Jepara, menyampaikan Kemenag Kabupaten Jepara menginginkan terwujudnya masyarakat Jepara yang beragama dan sejahtera, setelah acara ini selesai diharapkan kita mampu menangkal berkembangnya paham radikalisme dan mewujudkan NKRI harga mati.
 
Ustadz M Nasir Abbas, dalam materi yang dipaparkan diantaranya menyampaikan :
a.    Asal – usul JI (Jamaah Islamiah) berasal dari NII (Negara Islam Indonesia) pimpinan Kartosuwiryo.
b.    Tokoh Penyebar paham ISIS di Indonesia saat ini adalah Ustadz Aman Abdurahman yang saat ini masih di tahan di Lapas Nusakambangan dan gencar menyebarkan paham Takfiri.
c.    Syarat mendirikan negara Islam ada 3 yaitu Masyarakat yang mendukung, tanah yang dikuasi dan kekuatan yang dimiliki.
d.    Target teroris saat ini meliputi 3 macam yaitu taget barat/orang asing, target lokal/aparat pemerintah dan target sipil.
e.    Tehnik bom kelompok teroris meliputi Bom Pesan, Bom Pancingan dan Bom Utama.
f.     Pola penyebaran Terorisme mengatasnamakan agama/jihad.
g.    Proses rekrutmen teroris saat ini lebih dasyat dibanding jaman dahulu karena saat ini didukung IT.
h.    Ciri – ciri orang yang sudah terpengaruh paham teoris antara lain mudah mengkafirkan orang lain, tidak mau menerima perbedaan, merasa diri dan kelompoknya paling benar, tidak memakan sembelihan orang lain, Menikah tanpa wali bagi wanita dan tidak mau sholat di Masjid yang bukan Masjid dari kelompoknya.
i.     Ciri pelaku teoris antara lain melakukan Fa’i, meyakini dengan meledakkan diri akan menjadi sahid dan mempunyai wewenang memberi syafaat terhadap keluarganya.
j.     Untuk menghindari para perekrut teroris kita harus kritis dan berbagi cerita. (as)

Cipta Kondisi Jelang Pilkada, Polsek Rayon Utara Gelar Rayonisasi Di Mlonggo

img-20161020-wa0194 img-20161020-wa0190 img-20161020-wa0191 img-20161020-wa0193Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Mlonggo Polres Jepara Polda Jateng AKP Maryono memimpin pelaksanaan kegiatan rayonisasi Polsek Rayon utara di jalan raya depan Mapolsek Mlonggo, Kamis (20-10-2016) malam. Rayonisasi dilaksanakan bersama anggota Polsek rayon utara diantaranya Polsek Donorojo, Keling, Kembang, Bangsri dan Mlonggo serta 2 anggota lalu lintas yang dimulai pukul 22.10 Wib.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Mlonggo AKP Maryono menerangkan sebelum kegiatan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan terlebih dulu diawali dengan apel untuk memberikan arahan dan cara bertindak pada saat melakukan razia. Anggota sudah kami bekali dengan arahan agar selalu humanis dengan senyum salam sapa dalam pemeriksaan dan selalu mengutamakan keselamatan.

Lebih lanjut, kegiatan rayonisasi bertujuan untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan dengan sasaran Miras, Sajam, Handak, Narkoba, Curanmor, Curas, Premanisme, Terorisme dan kejahatan lainnya yang meresahkan masyarakat dengan melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya depan Mapolsek Mlonggo.

“Sampai dengan selesai kegiatan rayonisasi sekitar pukul 23.30 Wib, kami telah memeriksa sedikitnya tiga puluhan berbagai jenis kendaraan yang melintas di jalan tersebut. Setiap obyek kami periksa dengan teliti baik surat-surat kendaraan maupun penumpang dan barang-barang yang ada di kendaraan. Dan pihaknya juga melakukan tindakan tegas kepada 2 pengendara yang tidak patuh dan taat terhadap peraturan berlalu lintas,” imbuhnya. (AS)

 

Bhabinkamtibmas Polsek Jepara Kota Berikan Binlat Kepada Linmas Kelurahan Demaan

img-20161020-wa0151 img-20161020-wa0138Tribaratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Kepolisian Sektor Jepara Kota Polres Jepara Polda Jateng Brigadir Suyoko bersama Babinsa dan unsur terkait melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada anggota Linmas Kelurahan Demaan Kecamatan Jepara Kota, Kamis (20-10-2016) siang di Balai di balai Kelurahan Demaan. Pembinaan dan penyuluhan bertujuan untuk memberikan pemahaman tugas pokok dan fungsi anggota Linmas serta antisipasi kerawanan saat pelaksanaan pemilihan Bupati dan Wakil Bupati serentak mendatang.

Brigadir Suyoko memberikan pembinaan dan penyuluhan sekaligus pembekalan menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak mendatang. Pada kesempatan tersebut telah memberikan penyuluhan tentang tugas tanggung jawab dan fungsi anggota Linmas saat menjaga tempat pemungutan suara (TPS).

Kepala Kepolisian Resor Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi M Samsu Arifin SIK MH melalui Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono menyampaikan dengan dilaksanakan pembinaan sekaligus pembekalan dari kepolisian, diharapkan anggota Linmas dapat  melaksanakan tugas dan fungsinya serta bertanggung jawab sesuai dengan apa yang disampaikan dalam kegiatan pembekalan tersebut sehingga selama proses pelaksanaan pencoblosan maupun perhitungan suara  pemilihan Bupati dan Wakil Bupati dapat berjalan dengan aman dan kondusif. (AS)

Bhabinkamtibmas Polsek Keling Kawal Drumband Haul Mbah Buyut Kiyah

img-20161020-wa0175 img-20161020-wa0176Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Polsek Keling Polres Jepara Polda Jateng, Brigadir I Nyoman Suriga bersama Babinsa Koramil Keling dan Linmas melaksanakan pengamanan drumband dalam rangka khaul mbah buyut Kiyah Dukuh Ngancar Desa Keling, Kamis (20-10-2016).

Kapolsek Keling AKP I Dewa Gede Mahendra melalui Bhabinkamtibmas Brigadir I Nyoman Suriga mengatakan dirinya selaku Bhabinkamtibmas selalu mengawal setiap kegiatan yang ada di desa binaannya. Apalagi kegiatan yang mendatangkan massa banyak seperti kegiatan drumband ini, kerawanan atau potensi gangguan Kamtibmasnya juga semakin tinggi. (as)