Polres Jepara Juara Pertama sekaligus sebagai Juara Umum Lompia Lantas Tingkat Polda Jateng tahun 2016

whatsapp-image-2016-10-07-at-08-56-06
Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH. bersama Kasat Lantas AKP Andhika Wiratama, SH, SIK. menerima penganugerahan Lompia Award 2016 di Gedung Borobudur Polda Jateng

Jepara – Polres Jepara untuk kedua kalinya berhasil menjuarai Lompia Lantas atau Lomba Pelayanan Inovasi dan Aksi Lalu lintas tahun 2016, yang di gelar oleh Direktorat Lalu lintas Polda Jateng.

Lomba diselenggarakan untuk menekan jumlah pelanggaran yang mengakibatkan kecelakaan lalu lintas, sekaligus mengurangi jumlah korban meninggal dunia.

Menurut Direktur Lalu Lintas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Herukoco, lomba diadakan untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dan menekan angka kecelakaan lalu lintas. Dalam pelayanan, Anggota Lantas harus lebih baik, cepat dan nyaman.

“Tebukti selama tiga puluh hari masa penilaian, sanggup menekan jumlah angka kecelakaan, terutama korban meninggal dunia, sebanyak 60 jiwa,” ujarnya.

Lomba Lompia Lantas jilid kedua diadakan di Gedung Borobudur, Komplek Polda Jawa Tengah, Kamis siang (6/10). Lomba diikuti 35 Polres di jajaran Polda Jateng, dengan menampilkan hasil karya inovasi dibidang pelayanan SIM, BPKB dan STNK.

Hadir dalan penilaian lomba ini, Wakil Korlantas Polri, BrigjenPpol Indrajid, Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sujatmiko, Wakapolda Brigjen Pol Awang Anwarudin, Brigjen TNI Joni Supriyanto, Ditlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Herukoco, serta puluhan Anggota Polri dan Pelajar di Kota Semarang.

Sementara Wakil Gubernur Jawa Tengah, Heru Sujatmiko mengatakan lomba ini menginspirasi untuk selalu tertib dalam segala sendi kehidupan, karena dengan tertib segala sesuatu menjadi lancer, efisien dan dengan tertib mengarah pelayanan menjadi lebih adil.

“Menginspirasi kita bisa tertib dalam segala sektor dalam kehidupan kita, “ tuturnya.

Pocil Polres Jepara foto bersama para pemenang penghargaan Lompia Lantas Award 2016 di Gedung Borobudur Semarang
Pocil Polres Jepara foto bersama para pemenang penghargaan Lompia Lantas Award 2016 di Gedung Borobudur Semarang

Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH, melalui Kasatlantas AKP Andhika Wiratama, SH, SIK, berterima kasih atas peran serta dan kerja keras, jajaran Polres Jepara, maupun bantuan dari pihak terkait serta masyarakat dan media. Sehingga prestasi itu bisa diraih.

Lomba yang dibagi dalam dua kategori, diikuti 38 inovasi pelayanan SIM, STNK dan BPKB, serta 60 inovasi dalam bidang laka lantas. Sebagai juara pertama inovasi laka lantas Polres type-a diraih Polres Jepara, juara kedua Polres Grobogan, disusul Polres Cilacap.

Sementara untuk lomba Lompia Lantas untuk kategori polres type-b, juara pertama diraih Polres Pekalongan Kota, disusul Polres Wonosobo dan Polres Salatiga.
AL

Pastikan Keamanan Di Dermaga, Polair Polres Jepara Pantau Keberangkatan KMP Siginjai

img-20161007-wa0010Tribratanewsjepara.com – Satuan Polisi Perairan Polres Jepara melaksanakan pemantauan keberangkatan Kapal Siginjai di dermaga penyeberangan Kartini, Jum’at (07-10-2016) pagi. Kapal motor penumpang Siginjai yang bertolak ke pulau Karimunjawa mengangkut 246 orang penumpang, 7 unit truck, 6 unit mobil penumpang, 33 unit sepeda motor dan 8 ekor kambing serta muatan lainnnya 45 ton. Anggota pol air laksanakan pemantauan kmp.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Jepara AKP Hendrik Irawan SH menjelaskan keberadaan atau kehadiran anggota Polri di lapangan sangat penting dan diharapkan sekali oleh masyarakat. Tak terkecuali anggota Sat Polair kami hadirkan di tengah-tengah masyarakat di pelabuhan Kartini Jepara.

“Harapan kami dengan adanya personil Sat Polair di pelabuhan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat atau wisatawan yang akan berlayar menuju ke pulau Karimunjawa. Dan tentunya untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas di sekitar pelabuhan,” imbuhnya. (AS)

Kasat Binmas Berikan Pembinaan dan Penyuluhan Kepada Masyarakat Nelayan Pantai Poncol Ombak Mati

img_20161007_145827Tribratanewsjepara.com – Kepala Satuan Pembinaan Masyarakat Kepolisian Resor Jepara, Ajun Komisaris Polisi Hadi Supratowo memberikan pembinaan dan penyuluhan (Binluh) kepada masyarakat nelayan pantai Poncol Ombak Mati Desa Bondo Kecamatan Bangsri serta para pemilik warung, Jum’at (07-10-2016).

Kegiatan Binluh ini bertujuan untuk antisipasi dan menghadapi musim angin dan ombak kencang yang disertai hujan deras di mana saat ini masih memasuki musim hujan serta keselamatan khususnya bagi para nelayan dan pencari ikan di pantai.

“Menghadapi cuaca ekstrim ini untuk menjaga keamanan dan keselamatan termasuk agar menggunakan dan melengkapi dengan life jaket dan alat keselamatan lainnya” tutur AKP Hadi kepada perwakilan nelayan.

Kepada pemilik warung, Kasat Binmas menghimbau agar tidak menyediakan minuman keras dan turut menjaga ketertiban di lingkungan sekitar, sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat sekitar warung.

Kegiatan sambang yang dilakukan dengan mendatangi warga serta melihat langsung aktifitas di sekitar pantai wisata sehingga dapat secara langsung mengetahui kondisi masyarakat dan berbagai permasalahan yang dihadapi oleh masyarakat pesisir.

“Selain silaturahmi sekaligus membangun komunikasi dengan masyarakat Nelayan dan komunitas yang ada” terangnya.

Suwardi, pengusaha meubel sekaligus pemilik warung kuliner mengatakan sangat senang sekali atas kegiatan yang dilaksanakan pihak Polres Jepara. Dengan adanya penyuluhan ini, masyarakat yang belum tahu menjadi tahu, terima kasih atas perhatian pihak kepolisian yang telah datang ke lokasi kami yang termasuk jauh dari kota Jepara.

Selain itu, dirinya juga mensosialisasikan potensi wisata yang ada di Poncol Ombak Mati, yang mana kondisi pantai yang masih perawan dengan ombak pantai yang tenang serta pasir putih yang mempesona. Selain itu, potensi lainnya adalah wisata kuliner diantaranya ada pindang srani, ikan bakar dan aneka makanan sea food lainnya. (as)

Sambang Dialogis, Bhabinkamtibmas Ajak Tokoh Agama Desa Pendem Perangi Paham Radikal

img-20161006-wa0090Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibmas Polsek Kembang Resor Jepara, Brigadir Eko Sudartono SH melaksanakan sambang dialogis dengan tokoh agama Desa Pendem, Kamis (06-10-2016) siang. Sambang dialogis mendatangi rumah Sujono salah seorang tokoh agama di Desa Pendem Rt 1 Rw 8 Kecamatan Kembang Kabupaten Jepara.

Kapolsek Kembang AKP Budi Wiyono SH melalui Bhabinkamtibmas Brigadir Eko S mengatakan, Bhabinkamtibmas ada di tengah-tengah masyarakat untuk memantau kegiatan warga dan situasi wilayah setiap hari. Selain itu, juga melaksanakan sambang ke rumah-rumah atau (door to door system). Kali ini, Bhabinkamtibmas melaksanakan sambang ke rumah tokoh agama untuk bertatap muka atau menjalin tali silaturahmi sekaligus memberikan pesan-pesan Kamtibmas.

“Memberikan pesan Kamtibmas terkait dengan paham radikal dan terorisme yang mengatasnamakan agama. Hal ini bertujuan untuk menangkal terorisme tumbuh dan berkembang di wilayah Desa Pendem Kecamatan Kembang, Polri terus melakukan upaya, salah satunya adalah berkoordinasi dengan Tokoh Masyarakat dan Tokoh Agama yang berada di wilayah Kecamatan Kembang agar jaringan – jaringan terorisme tidak berkembang,” lanjutnya.

“Kami juga memberikan himbauan terkait dengan Kamtibmas di wilayah desa Pendem terutama dengan warga pendatang yang kontrak atau indekost, ini dilakukan karena untuk meminimalisir ruang gerak para pelaku-pelaku kejahatan maupun pelaku teror,” imbuhnya. (AS)

TMMD Ke 97 Kodim 0719/Jepara Uatamakan Pembangunan Daerah Tertinggal

10Tribratanewsjepara – Kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke 97 yang dilaksanakan Kodim 0719/Jepara di Desa Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara lebih mengutamakan pembangunan di daerah tertinggal yang minim akan sarana dan prasarana umum, jelas Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki S.IP.

“Program TMMD ke 97 ini, sejalan dengan cita-cita pemerintah untuk membangun Desa. terutama pembangunan infrastruktur di pedesaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat,” kata Dandim saat meninjau pengerjaan sasaran TMMD ke 97, Kamis (06 – 10 – 2016).

Disamping itu, Dandim juga mengatakan “Semoga dengan TMMD ini, bisa mempererat kesatuan dan persatuan TNI dan rakyat,” harapnya.

TMMD yang saat ini sedang berlangsung adalah bukti kedekatan TNI dangan masyarakat. “Pembangunan infrastruktur dan sarana dan prasarana daerah tertinggal, adalah salah satu tujuan program TMMD, selain juga tidak mengurangi pentingnya kegiatan pembangunan non fisik yang selama ini dikerjakan” ujarnya. (MAR)

Paur Humas Sampaikan Hasil Pelatihan Counter Opini Div Humas Polri dan US DOJ ICITAP

dsc_0064 dsc_0036Tribratanewsjepara.com – Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Bag Ops Polres Jepara, AKP Sarwo Edy Santosa membuka pelatihan Bidang Kehumasan, Kamis (06-10-2016). Instruktur Pelatihan adalah Paur Humas Bag Ops Polres Jepara Aiptu Jamali, dan dilaksanakan di ruang PPKO Polres Jepara.

Dalam pembukaannya, AKP Sarwo Edy Santosa mengatakan bahwa seiring berkembangnya jaman, media sosial saat ini telah berkembang begitu pesatnya. Hampir semua kebutuhan manusia bisa menggunakan akses yang ada dalam aplikasi smartphone. Oleh karena itu, peserta pelatihan diharapkan serius dalam menyerap ilmunya, dan betul-betul menjadi pengalaman berharga dan dapat mengaplikasikan dalam mendukung pelaksanaan tugas sehari-hari.

Dalam materi yang disampaikan oleh Paur Humas, menyampaikan materi yang disampaikan oleh Kombes Rikwanto dan Iwan Maskun perwakilan US DOJ ICITAP Indonesia pada kegiatan Workhsop Guna Meningkatkan Kemampuan dan Kepekaan Dalam Mengelola Informasi Maupun Pemberitaan yang Negatif Terhadap Polri yang dilaksanakan di Danau Resto Purwodadi, Selasa (04-10-2016) lalu. (AS)

KEPEDULIAN TINGGI MASYARAKAT PADA TMMD REG 97 KODIM 0719/JEPARA

9Tribratanewsjepara – Rasa kepedulian dan saling memiliki yang tinggi dalam mendukung program TMMD (TNI Manunggal Membangun Desa) ke- 97 di wilayah Kodim 0719/Jepara, tepatnya di Desa Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara yang melibatkan semua komponen masyarakat, Kamis (06 – 10 – 2016).

Terbukti memasuki setengah perjalanan pelaksanaan TMMD, Personil TNI dan masyarakat dengan semangat yang luar biasa berbaur menjadi satu bekerja memperbaiki Rumah Tidak Layak Huni di Desa Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara.

Terlihat begitu besarnya semangat masyarakat. Mereka tidak pernah lelah untuk ikut berperan serta bersama anggota TNI, demi tercapainya pembangunan bagi masyarakat di wilayah Desa Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara

Pasiter Kodim 0719/Jepara Kapten Inf Ramelan mengatakan program TMMD di wilayah Kab. Jepara ini di selenggarakan dengan tujuan untuk mewujudkan ruang juang, alat juang dan Kemanunggalan TNI-Rakyat serta dalam rangka membantu Pemerintah Daerah untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan baik Fisik maupun Non Fisik dalam rangka menciptakan suasana kondusif bagi terwujudnya stabilitas keamanan di wilayah Kab. Jepara, jelasnya di sela-sela kegiatan. (MAR)

Cita – Cita Salah Satu Anak Warga Masyarakat Di TMMD Reg 97 Kodim 0719 Jepara

8Tribratanewsjepara – Prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas TMMD ke-97 Kodim 0719/Jepara melaksanakan kegiatan bedah rumah tidak layak huni (RTLH) yang merupakan kegiatan fisik dari program TMMD ke-97 disalah satu kampung Desa Bringin Kec. Batealit Kab. Jepara, Kamis (06 – 1 – 2016).

Ketika di lokasi pembuatan rumah tidak layak huni (RTLH) ternyata prajurit telah ditunggu seorang anak dari tempat bekerja. Sepertinya kehadiran prajurit TNI menjadi sesuatu yang menarik bagi anak tersebut (Dandi),anak dari Pak Fakih warga Desa Beringin Kec. Batealit Kab. Jepara, kemana Prajurit TNI melangkah selalu diikuti anak kecil ini dengan tingkahnya yang polos dan lugu.

Sampai pada cerita Prajurit TNI bersenda gurau dengan anak ini, Prajurit TNI mencoba melontarkan pertanyaan iseng perihal cita-citanya kalau sudah besar, sebab biasanya anak-anak paling senang kalau ditanya ini.

Prajurit TNI bertanya kepada anak ini, “Besok kalau sudah besar mau jadi apa?” Tanya salah satu prajurit. “Ingin menjadi tentara” Jawab Dandi tegas dan diselingi tertawa oleh seluruh prajurit yang mendengarkan jawaban tersebut.

Program TMMD ke-97 Kodim 0719/Jepara juga harus menyentuh generasi muda mulai dari anak-anak sampai remaja untuk menyelamatkan mereka dari pengaruh luar dan kita berharap tunas-tunas bangsa ini akan berkembang dan bertumbuh menjadi anak yang hebat dan punya rasa patriotisme dan nasionalisme yang tinggi terhadap bangsanya. (MAR)

Prajurit TMMD Wajib Tinggal Bersama Warga

7Tribratanewsjepara – Dalam konteks kepentingan Kemanunggalan TNI-Rakyat, sebagaimana pelaksanaan TMMD sebelumnya, selama pelaksanaan TMMD Reguler ke-97 Kodim Jepara, para prajurit wajib tinggal dan makan di rumah-rumah penduduk setempat. ‘’Ini manifetasi atau roh dari kemanunggalan TNI denan rakyat, untuk itu dalam TMMD di Desa Bringin para prajurit tingggal di kampung berbaur bersama warga,’’ jelas Pasiter Kodim 0719/Jepara, Kapten Inf Ramelan, Kamis (06 – 10 – 2016).

Jadi, lanjutnya, nantinya para prajurit akan menjadikan para warga yang dihuninya sebagai orang tua sendiri dan bahkan menganggap seperti rumah sendiri. Hal itu diwajibkan, dengan tujuan para prajurit ikut merasakan kebersamaan, suka dan duka sebagai layaknya sebuah keluarga. ‘’Dengan ikut menyelami kehidupan setiap penduduk di desa akan terjalin hubungan kekeluargaan yang sesungguhnya,’’ jelas Kapten Ramelan.

Dengan kebersamaan dan kemanunggalan seperti tersebut, masih menurut Pasiter, Tri Sukses TMMD (sukses dalam penyelenggaraan TMMD, sukses memperkokoh Kemanunggalan TNI–Rakyat dan sukses mewujudkan desa Bebas Narkoba serta meningkatkan budaya gotong royong di tengah masyarakat) akan terwujud. (MAR)

TMMD Sebagai Wadah untuk Memperbaiki Kondisi Sosial Masyarakat Jepara

6Tribratanewsjepara – Kemajuan pembangunan di Kabupaten Jepara ternyata masih menyisakan masalah, dan salah satu yang menjadi tantangan ke depan adalah permasalahan sosial. Hal ini terungkap dalam Rapat terbatas para Perwira Jajaran Kodim 0719/Jepara yang dipimpin langsung oleh Dandim 0719/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki S.IP di Koramil Batealit Kodim 0719/Jepara, Kamis (06 – 10 – 2016).

Lettu Inf Mukhlisin, Dan Unit Intel Kodim 0719/Jepara yang menjadi narasumber menyampaikan bahwa kemajuan pembangunan dapat dilihat dari berbagai faktor dan salah satunya kondisi pembangunan sosial.
“Pembangunan di bidang pendidikan, kesehatan, sosial dan budaya menjadi bagian penting untuk mewujudkan pembangunan berkeadilan dan berkelanjutan,” katanya.

Lettu Inf Muklisin mengatakan realita yang terjadi pembangunan sosial sering terpinggirkan di tengah kemajuan pembangunan fisik. Kondisi ini berakibat pembangunan secara keseluruhan justru menyebabkan terjadinya ketimpangan sosial.

“Pada tahun 2016 tercatat beberapa peristiwa sosial dan budaya di Kabupaten Jepara, di antaranya munculnya kesenjangan sosial yang teramat mencolok di Kabupaten Jepara tindak kekerasan dan tawuran antar remaja, penyalahgunaan narkoba, pergaulan bebas dan maraknya salon plus, telah menimbulkan berbagai persoalan tersendiri” kata Lettu inf Muklisin.

Dengan Adanya Program TMMD Reg 97 tahun 2016 di Jepara diharapkan mampu dan dapat untuk sebagai wadah untuk masyarakat bisa saling memahami dan merasakan kesusahan saudara terdekatnya (tetangga) dan dapat mengurangi dampak sosial lainnya seperti tindak kekerasan dan tawuran antar remaja dengan memberikan penyuluhan dan bimbingan konseling kepada remaja di Jepara sehingga kondusifitas wilayah dapat tercipta dengan baik.

Menurut Lettu Inf Muklisin, berbagai hal ini menjadi tantangan bagi pembangunan di Jepara ke depan. Perhatian terhadap permasalahan sosial ini penting agar pembangunan Jepara tidak terjadi ketimpangan.
Sementara itu Dandim 0791/Jepara Letkol Inf Ahmad Basuki mengatakan bahwa Jepara masih memiliki isu-isu strategis di bidang sosial yang perlu mendapatkan penanganan.

Isu-isu strategis bidang sosial itu di antaranya adalah penduduk miskin, kasus HIV/AIDS yang meningkat, tumbuhnya kos-kosan eksklusif, maraknya pusat hiburan malam, PSK terselubung yang kontra produktif dengan status Jepara sebagai pusat pendidikan agama yang religius, pariwisata dan budaya serta melemahnya nilai-nilai gotong royong dan pluralitas.

Permasalahan sosial ini diakui Dandim merupakan tantangan pembangunan Jepara ke depan. Sebagai tindak lanjut, menurut Dandim berbagai permasalahan ini telah menjadi masukan dalam kegiatan TMMD saat ini. (MAR)