Polres Jepara Bersama Dinas Terkait Problem Solving Nelayan Ujungwatu dan Nelayan Kabupaten Rembang

img-20160909-wa0141 img-20160909-wa0139img-20160909-wa0167 img-20160909-wa0164Tribratanewsjepara.com – Jum’at (09-09-2016) pukul 14.00 s/d 15.45 Wib bertempat di Balai desa Ujungwatu Kecamatan Donorojo Kabupaten Jepara telah berlangsung penyelesaian permasalahan (problem solving)antara nelayan Kabupaten Rembang dengan nelayan Dukuh Metawar Desa Ujungwatu, Jepara.

Hadir dalam kegiatan tersebut Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jateng Kurniawan beserta rombongan, Dislutkan Kabupaten Jepara Isnan beserta rombongan, Kasat Polair Polres Jepara AKP Hendrik Irawan, Kamla Kabupaten Jepara Tuhadi, Kapolsek Donorojo Iptu Kusnadi, Danramil Donorojo, Petinggi Desa Ujungwatu Sungatono beserta perangkat, Nelayan desa Ujungwatu dan nelayan dari Kabupaten Rembang.

Ketua Kelompok Nelayan Desa Ujungwatu, Tasmin dalam forum mengatakan kelompok Nelayan Desa Ujungwatu mengamankan 4 (empat) unit perahu milik nelayan Rembang dengan jumlah Abk sebanyak 17 orang dari Kecamatan Sulang, Kecamatan Kaliori, Kecamatan Sumber dan Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang yang diamankan di rumah Samijan Dukuh Metawar Desa Ujungwatu. Kelompok Nelayan Desa Ujungwatu dalam melakukan penangkapan nelayan Rembang berdasarkan surat perjanjian yang telah dibuat bersama pada tanggal 11 Mei 2016 yang isinya apabila ada nelayan Rembang yang melanggar kesepakatan akan dikenakan sanksi yaitu alat tangkapnya disita. 

Penjelasan yang disampaikan oleh Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Jawa Tengah, Kurniawan, mengatakan permasalahan ini sudah dikaji oleh BPPAI (Balai Penelitian Pengawasan Alat tangkap Indonesia) terkait alat yang digunakan untuk menangkap ikan sehingga permasalahan ini sudah diagendakan akan di selesaikan di tingkat Provinsi. Dan berdasarkan ahli alat tangkap bahwa terkait alat tangkap jaring loang yang ditarik dengan dua kapal tidak diperbolehkan.

Kasat Polair Polres Jepara AKP Hendrik Irawan menjelaskan permasalahan ini sudah pernah terjadi pada tanggal 11 Mei 2016 dan sudah dibuatkan surat perjanjian antara nelayan Rembang dan Desa Ujungwatu sehingga nelayan Deda Ujungwatu menganggap Nelayan Rembang melanggar kesepakatan yang telah dibuat bersama sehingga melakukan penangkapan kembali terhadap nelayan Rembang. Untuk penyelesaian permasalahan nelayan Rembang dan Desa Ujungwatu sudah dibahas dalam rapat di DPRD Kabupaten Jepara dan rencananya permasalahan ini sudah diagendakan dan akan diselesaikan di DPRD Provinsi Jateng.

“Kesimpulannya telah ditetapkan bersama bahwa nelayan Rembang boleh mencari ikan di Desa Ujungwatu dan sekitarnya dan harus mentaati peraturan yang telah disepakati sesuai surat perjanjian. Nelayan Rembang boleh mencari ikan di Desa Ujungwatu dengan menggunakan alat tangkap yang sama dengan nelayan Desa Ujungwatu,” tutur AKP Hendrik.

“Setelah pertemuan selesai dan telah disepakati keputusan bersama selanjutnya perahu milik nelayan Rembang diserahkan kepada nelayan Rembang,” imbuhnya. (As)

Kapolsek Welahan Ikuti Tahap Verifikasi Penelitian Berkas Pendaftaran Bakal Calon Petinggi

img-20160909-wa0120img-20160909-wa0119Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Welahan Resor Jepara bersama unsur Muspika menghadiri undangan kegiatan verifikasi penelitian berkas pendaftaran Bakal Calon Petinggi Desa Kalipucang Kulon dan Gidangelo Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Jum’at (09-09-2016) siang. Hadir dalam kegiatan dimaksud Ketua Panitia Pemilihan Petinggi Desa beserta anggota, Panitia Pengawas, dan Muspika serta BPD.
Kapolsek Welahan AKP Usman Jumaidi mengatakan Muspika Welahan hari ini telah menghadiri undangan verifikasi penelitian berkas pendaftaran Bakal Calon Petinggi yang pertama di Desa Kalipucang Kulon dan yang berikutnya di Desa Gidangelo.
Lebih lanjut, Kapolsek Welahan mengatakan, bakal calon Petinggi Desa Kalipucang Kulon terdapat dua bakal calon yaitu Kusnul Yazid dan Muflikhatun yang mana keduanya adalah pasangan suami istri. Setelah dilakukan verifikasi penelitian berkas pendaftaran Bakal Calon Petinggi Desa Kalipucang Kulon oleh Panitia Pemilihan Petinggi (P3) diketahui oleh Muspika Welahan, mengumumkan keduanya telah memenuhi syarat untuk menjadi calon Petinggi Desa Kalipucang Kulon.
“Sedangkan kegiatan yang sama juga di lakukan di Balai Desa Gidangelo pada pukul 14.00 Wib. Di Desa Gidangelo ini, bakal calon Petinggi yang sudah mengikuti tahap verifikasi penelitian berkas pendaftaran Bakal Calon Petinggi
ada tiga orang yaitu Muslikan, Mundayin dan Nor Kholik. Dari hasil verifikasi Panitia Pemilihan Petinggi Desa Gidangelo bersama Muspika Welahan menyatakan berkas pendaftaran ketiga Balon Petinggi tersebut lengkap,” imbuhnya. (As)
 img-20160909-wa0077img-20160909-wa0080

Amankan Ibadah Sholat Jum’at, Polsek Mayong Giatkan Patroli Di Masjid

img-20160909-wa0095 img-20160909-wa0093 img-20160909-wa0091img-20160909-wa0090Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Mayong menggiatkan patroli di obyek vital dan masjid-masjid yang berada di jalur jalan raya Jepara-Kudus, Jum’at (09-09-2016) siang. Patroli untuk mencegah terjadinya tindak kriminalitas, seperti Curranmor dan kejahatan dengan modus pecah kaca mobil yang ditinggal pemiliknya menjalankan ibadah Sholat Jumat.

Kapolsek Mayong AKP Sutono SH mengatakan pihaknya melakukan penggelaran personel polisi menjelang, saat dan sesudah Sholat Jumat di masjid- masjid dan obyek vital. Hal ini bertujuan untuk cegah tangkal adanya gangguan Kamtibmas, setidaknya dengan adanya anggota polisi pelaku tindak kriminalitas mengurungkan niat dan aksinya. Sehingga menciptakan situasi dan kondisi Kamtibmas yang aman dan kondusif.

“Selain melaksanakan patroli, pihaknya juga melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di sekitar masjid untuk menyeberangkan jama’ah yang telah selesai melaksanakan ibadah Sholat Jumat agar tidak terjadi kecelakaan lalu lintas,” terangnya.

“Selain patroli di masjid-masjid,  anggota Polsek Mayong juga disiagakan di obyek-obyek vital (Obvit) lainnya diantaranya di perbankan, Pegadaian serta di pasar khususnya toko emas. Pihaknya juga sempat melakukan pemeriksaan terhadap orang yang nongkrong dan mencurigakan di sekitar lokasi obyek vital,” imbuhnya. (AS)

Polres Jepara Rilis Ungkap Kasus Pencurian, Penipuan dan Penggelapan serta Pembuatan SIM dan KTP Palsu

img20160909143052 img20160909142542Tribratanewsjepara.com – Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Kepolisian Resor Jepara, melaksanakan press release hasil pengungkapan perkara Pencurian (Jambret), Penipuan dan Penggelapan, pembuatan SIM dan KTP Palsu, Jum’at (09-09-2016) siang. Press release disampaikan oleh Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH kepada awak media baik cetak maupun elektronik di Lobi Polres Jepara.

Saat penyampaian Press Release, Kapolres Jepara didampingi oleh Kasubbag Humas, Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana MH dan Kapolsek Jepara Kota dengan menghadirkan lima orang tersangka. Satu tersangka pembuat SIM dan KTP palsu, satu tersangka pencurian (jambret) dan tiga orang tersangka kasus penipuan dan penggelapan.

Saat press release perkara pembuatan SIM dan KTP Palsu, Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH mengungkapkan, terungkapnya kasus pembuatan kartu identitas dan surat ijin mengemudi palsu yang dilakukan oleh MK (25) warga Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo ini berawal dari kasus penipuan yang dilakukan oleh H (23), warga Desa Pendem Kecamatan Kembang. Saat itu, H menyewa mobil milik Bambang Martono dengan menjaminkan sepeda motor dan menggunakan KTP palsu buatan dari tersangka MK.

“Dalam aksinya, tersangka MK membuat SIM dan KTP palsu dengan cara memindai atau scan SIM yang akan dipalsukan. Kemudian diedit dan dicetak dengan menggunakan plastik bahan pembuatan ID card, tersangka MK mendapat upah Rp 10 ribu atas jasanya membuat satu bauh KTP atau SIM palsu,” tutur AKBP Samsu.

Dari tangan tersangka MK, Sat Reskrim Polres Jepara berhasil mengamankan sejumlah barang bukti yakni satu unit CPU komputer, satu unit LCD monitor, printer, alat laminating, satu lembar bahan SIM dan KTP palsu, SIM A dan B II atas nama Handoko, SIM A atas nama Taufiq Hidayat, KTP atas nama Ahmad Ridwan dan Taufiq Hidayat. Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 263 ayat 1 KUHP tentang pemalsuan dokumen dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara.

“H (23) bersama dengan dua orang temannya berinisial H (19) dan NK (35) juga kita tetapkan sebagai tersangka untuk kasus penipuan dan penggelapan lantaran hingga kini mobil yang direntalnya belum juga dikembalikan ke pemiliknya. NK (35) masih dalam pengejaran dan sudah ditetapkan menjadi DPO Polres Jepara,” jelasnya.

Selanjutnya, Kapolres Jepara memberikan keterangan perkara berikutnya yaitu pencurian (jambret) yang terjadi di wilayah Kecamatan Mlonggo. Dalam keterangan persnya Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH mengatakan, tersangka berinisial AFJ (32), warga Desa Lebak Kecamatan Pakis Aji ditangkap oleh jajaran Sat Reskrim setelah melakukan aksi pencurian tas milik Reka (19) warga Desa Bangsri Kecamatan Bangsri di raya Jepara-Bangsri turut Desa Jambu Timur Kecamatan Mlonggo.

“AFJ dalam melakukan aksinya tersebut dengan cara terlebih dahulu mencari korban dengan dengan nongkrong di sekitar pertigaan lampu merah Mlonggo, lalu ketika korban melintas kemudian membuntuti dari arah belakang, selanjutnya sesampainya di TKP, pelaku memepet korban dari arah sebelah kanan dan mengambil tas milik korban yang berada menggantung dibagian tengah sepeda motor. Selanjutnya korban berteriak “MALING!” dan mengejar pelaku, kemudian sesampainya di jembatan Bangsri (Cobaan) pelaku terjatuh  dan berhasil diamankan oleh massa. Kemudian Pelaku dan barang bukti dibawa ke Polsek Mlonggo bersama dengan anggota Reskrim Polres Jepara yang saat itu akan melaksanakan Apel Kring Serse di wilayah Donorojo,” terangnya. (AS)

Jelang Pemilihan Petinggi, Polsek Kedung Berikan Pembinaan Kepada Linmas

img-20160909-wa0131 img-20160909-wa0129 img-20160909-wa0127Tribaratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Kedung Resor Jepara AKP Sukarmo bersama Muspika dan Satpol PP Kabupaten Jepara melaksanakan pembinaan dan penyuluhan kepada anggota Linmas Desa Rau dan Desa Sukosono Kecamatan Kedung Kabupaten Jepara, Jum’at (09-09-2016) di Balai Desa setempat. Pembinaan dan penyuluhan bertujuan untuk memberikan pemahaman tugas pokok dan fungsi anggota Linmas serta antisipasi kerawanan saat pelaksanaan pemilihan petinggi serentak yang akan berlangsung Oktober mendatang.

Kapolsek Kedung AKP Sukarmo mengatakan hari ini pihaknya bersama instansi terkait telah melakukan pembinaan dan penyuluhan kepada petugas Linmas di Desa Rau dan Desa Sukosono. Pelatihan pertama dilaksanakan di Balai Desa Rau dan berikutnya dilanjutkan dengan kegiatan yang sama di Balai Desa Sukosono, yang mana masing-masing desa mengikutsertakan 30 anggota Linmas.

Lanjut Kapolsek, menjelang pemilihan Petinggi (Kepala Desa) yang rencana di langsungkan serentak pada bulan Oktober 2016 mendatang, sangat diperlukan kesiapan dan ketrampilan Linmas dalam melaksanakan pengamanan. Oleh karena itu, untuk menunjang hal tersebut Kanit Binmas Polsek Kedung Aiptu Sulkhan bersama Babinsa Koramil Kedung mengadakan pembinaan dan penyuluhan kepada Linmas desa di tersebut.

Dalam kesempatan tersebut Aiptu Sulkhan sebagai pembina Linmas memberikan materi kesigapan Linmas saat melaksanakan tugas pengamanan, dan harus bisa membedakan jenis giatan pengamanan, sehingga kita bisa melihat potensi kerawanan maupun gangguan Kamtibmas yang timbul. Serta meminta kepada anggota Linmas untuk bersikap NETRAL selama pelaksanaan tahapan pemilihan Petinggi, Linmas tidak boleh memihak kepada salah satu calon Petinggi.

Tekhnisnya Aiptu Sulkhan memberikan materi tentang kerawanan di sekitar TPS dan pemukiman warga yang sedang di tinggal untuk nyoblos dan para pejabat dan warga yang datang bawa kendaraan antisipasi 3C. yang kedua Bagaimana cara pengamanan kotak hasil suara saat di balai desa maupun cara pengawalan untuk di kirim di Kecamatan atau Kabupaten. Selain itu juga diberi pelatihan peraturan baris berbaris, hal ini untuk meningkatkan kedisiplinan dan kesigapan dalam melaksanakan tugas. (AS)

Polsek Mayong Turut Meriahkan Hari Olahraga Nasional Dengan Senam Maumere

img-20160909-wa0060 img-20160909-wa0059Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Mayong memeriahkan Hari Olahraga Nasional Tahun 2016 dengan menggelar senam Maumere bersama di halaman Mapolsek Mayong, Jum’at (09-09-2016) pagi. Senam Maumere mendatangkan pelatih dari Kudus diikuti oleh keluarga besar Polsek Mayong dan Bhayangkari Ranting Mayong.

Kapolsek Mayong AKP Sutono SH mengatakan kegiatan olahraga bersama ini guna menjalin dan mempererat tali silaturahmi antar anggota dengan keluarga sekaligus memeriahkan peringatan hari olahraga nasional tahun 2016. Selain itu juga untuk memberikan kesempatan kepada seluruh anggota dan keluarga untuk pola hidup sehat dan memperkenalkan senam gemu fami re (maumere) kepada seluruh anggota dan Bhayangkari. Diharapkan dengan adanya kegiatan ini, keluarga besar Polsek Mayong memiliki badan dan jiwa yang sehat guna memberikan pelayanan kepada masyarakat. (AS)

Cegah Gangguan Kamtibmas Saat Sholat Jum’at, Polsek Kedung Siagakan Polwan Di Masjid

img-20160909-wa0111Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Kedung Resor Jepara menerjunkan Polisi Wanita (Polwan) di masjid Desa Bugel untuk melakukan pengamanan dan pengaturan serta mengawal jalannya ibadah shalat Jum’at, Jum’at (09-09-2016). Kegiatan tersebut untuk melaksanakan pengamanan dan pengaturan lalu lintas saat pelaksanaan Shalat Jum’at, juga dalam rangka memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah.

Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menjelaskan bahwa kegiatan pengamanan oleh anggota Polwan jelang shalat jum’at ini rutin dilaksanakan sebagai upaya dalam memberikan rasa aman dan nyaman bagi umat islam yang sedang melaksanakan ibadah. Dengan adanya penempatan personil khususnya Polisi Wanita ini diharapkan warga tidak akan merasa khawatir terhadap barang bawaanya terutama kendaraan yang sedang diparkir, sehingga masyarakat dapat dengan khusyuk menjalankan ibadah shalat jum’at.

Pengamanan dan pengaturan lalu lintas tersebut bertujuan untuk menjaga situasi Kamtibmas agar tetap kondusif, utamanya mengurangi ruang gerak para pelaku kejahatan, sehingga tidak ada kesempatan untuk melancarkan aksinya. (AS)

Kanit Binmas Polsek Batealit Hadiri Kegiatan Penelitian Berkas Pendaftaran Bakal Calon Petinggi Desa Pekalongan

img-20160909-wa0089Tribratanewsjepara.com – Bhabinkamtibas Kepolisian Sektor Batealit Resor Jepara mengikuti penelitian berkas pendaftaran Bakal Calon Petinggi Desa Pekalongan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara, Jum’at (09-09-2016) pagi. Hadir dalam kegiatan dimaksud Ketua Panitia Pemilihan Petinggi Desa Pekalongan beserta anggota, Panitia Pengawas, dan petugas dari Kecamatan Batealit.
Kapolsek Batealit AKP Hendro Asriyanto melalui Kanit Binmas Aiptu Suwarno mengatakan setelah melakukan pemeriksaan keabsahan dan legalitas berkas persyaratan administrasi calon Petinggi Desa Pekalongan pada Pemilihan Petinggi Kabupaten Jepara 2017. Panitia Pemilihan Petinggi (P3) mengumumkan nama-nama Calon Petinggi yang lulus Penelitian Berkas Administrasi dan yang tida lulus.
Pengumuman Hasil Penelitian Berkas Administrasi Bakal Calon Petinggi Desa Pekalongan Kecamatan Batealit Kabupaten Jepara sebagai berikut :

1. Bakal Calon Petinggi, Musta’in dinyatakan kurang lengkap karena akte kelahiran belum dilegalisir.
2. Bakal Calon Petinggi Aki rif’an dinyatakan tidak lengkap karena tidak mempunyai ijazah SD (hilang).
3. Bakal Calon Petinggi Kuswanto dinyatakan lengkap.

“Karena bakal calon yang dinyatakan lengkap hanya satu orang maka, pendaftaran akan di perpanjang mulai 13 September s/d 02 Oktober 2016 untuk memberikan kesempatan bagi warga lain untuk mendaftarkan diri menjadi bakal calon Petinggi mendampingi bakal calon petinggi yang telah dinyatakan lulus Penelitian Berkas Administrasi Bakal Calon Petinggi ke tahapan berikutnya,” imbuhnya. (AS)

 

10 Jenis Penjahat Dunia Maya (Cyber Criminal)

cyber-crime-can-stock_500x375
foto : jersey.police.uk

Tribratanewsjepara.com – Teknologi digital dan internet berhasil mencetak individu-individu berkarakter jahat, yang bisa menjadi pembohong, penipu, pencuri, atau perampok, bahkan teroris. Namun tidaklah mudah bagi penegak hukum untuk melakukan identifikasi, penyelidikan dan penangkapan terhadap mereka seperti di dunia nyata.
Kemudahan untuk mengakses dunia maya – dengan identitas yang gampang disembunyikan, membuat siapa saja berpotensi besar untuk menjadi kriminal, dan bertindak sesuka hati.

Apabila diklasifikasi berdasarkan tindak kejahatannya, maka para cyber criminal ini bisa dikelompokkan menjadi 10 jenis, seperti disebutkan di bawah ini.

1. Penulis Malware
Ini adalah orang-orang yang menulis dan mendistribusikan virus dan worm, trojan dan berbagai jenis malware, produk buruk digital.  Mereka memaksa orang-orang dan dunia bisnis untuk menghabiskan sejumlah besar uang untuk membeli teknologi anti-malwareyang telah merampok sistem kekuasaan dan kinerja.  Para pencipta malware adalah benar-benar sampah masyarakat.

2. Phishers
Tiba-tiba rekening bank anda bisa berakhir masa lakunya dan anda harus segera membaharui informasinya, tetapi tidak benar-benar terjadi, karena sesungguhnya hanyalah usaha para phisher untuk mencuri informasi pribadi anda, identitas anda, dengan mengarahkan anda kepada suatu situs web tertentu.  Grup Pekerja Anti-Phishingorking Group, sebuah asosiasi institusi pengecer dan lembaga keuangan sedang memfokuskan pada penghapusan Web berbasis penipuan, dikatakan telah ditemukan sekitar 20.000 hingga 30.000 situs web phishing yang unik setiap bulannya.

3. Hoaxsters
Seringkah anda mendapatkan e-mail dari Nigeria akhir-akhir ini?  Atau sebuah “pesan mendesak” dari seorang bangsawan Inggris?  Sebuah penawaran pekerjaan dari luar negeri, barangkali?  Di dalam semua kasus, anda mungkin berhadapan dengan beberapa bentuk perjanjian transfer dana.  Tetapi, seperti pengalaman banyak orang, satu-satunya uang yang pernah ditransfer di dalam kasus ini adalah dari korban kehoaxster-nya.

4. Scammers
Kotak masuk (inbox) e-mail milik anda mungkin penuh dengan pekerjaan tangan dariscammers, berupa penawaran diskon farmasi, time-shares (sejenis penggunaan bersama atas harta, seperti rumah untuk berlibur), makanan sehat, peralatan-peralatan dan semacamnya.  Ketika anda mengirimkan nomor kartu kredit anda kepada orang-orang ini – atau yang lebih buruk lagi, tunai – anda hanya akan menerima perasaan tertekan sebagai balasannya.

5. Renternir Online
Adakah badan peminjam yang tidak membutuhkan jaminan dan verifikasi pendapatan? Itulah renternir online.  Tidak seperti scammers, renternir online berjanji akan mengirimkan uangnya kepada anda.  Namun sebelumnya bandit cyber itu akan meminta pembayaran di muka untuk “biaya proses aplikasi”, dan sialnya, itu adalah satu-satunya proses pengiriman uang yang terjadi, tidak ada proses sebaliknya.

6. Spammers
Orang-orang ini dikatakan jahat dalam pengertian bahwa mereka mencuri waktu anda.  Tidak seperti phishers, hoaxsters dan para peleceh dengan e-mail lainnya yang berniat memisahkan anda dari informasi atau uang anda, spammers membanjiri kotak masuk e-mail anda dengan iklan-iklan – produk legal dan tidak legal, kecaman politis, lelucon-lelucon, dan berbagai bualan lainnya.  Spammers bukanlah penjahat dunia maya yang berbahaya, namun yang pasti sangat mengganggu.  Spammers juga berimplikasi terhadap biaya keuangan perusahaan, baik karena meningkatnya pemakaian bandwidthdan memaksa penyedia-penyedia layanan, perusahaan dan para pengguna individual untuk menginstal teknologi anti spam – yang selalu tidak sempurna – secara lebih sering dan mahal.

7. Lelang Fraudsters
Anda pasti sangat senang ketika berhasil memenangkan sebuah arloji emas di eBay.  Perasaan senang dan bahagia anda akhirnya anjlok, bagaimana tidak, ketika jam tangan itu tiba di tangan anda. Arloji tersebut terlihat dengan susah dimiripkan dengan gambar onlinenya.  Tapi untungnya anda menerima sesuatu, dibanding dengan banyak korban lelang fraudsters yang tidak menerima apa pun.

8. Penyelenggara Hadiah Palsu
“Selamat, anda sudah memenangkan Fredonia National Lottery”.  Semua orang tampak benar-benar menang, tentu saja, adalah sebuah kebetulan kalau “penyelenggara lotere” melibatkan anda dalam proses yang kompleks disertai pembayaran di muka dan cek-cek palsu.

9. Pembajak Media
Kenapa harus membeli yang asli jika anda bisa mendapatkan lagu atau video dari layanan file-sharing? Tidak ada orang yang dilukai, ya khan?  Memang, tidak ada yang terluka, tetapi orang-orang yang bekerja keras untuk mencipta karya, hati mereka pasti terluka.

10. Parasit Sosial
Situs jejaring sosial, jaringan pesan instan, layanan kencan online dan berbagai web yang dipenuhi oleh mereka yang diklasifikasikan sebagai orang-orang yang menyatakan dirinya sebagai orang lain.  Sebagian dari target adalah orang-orang berkarakter lemah dan naif untuk ditipu agar mengeluarkan uang.  Parasit-parasit lain memainkan peran sebagai selebritis, dengan maksud mencoreng reputasi mereka atau mendapatkan sedikit kepopuleran.  Di dalam kasus manapun, parasit-parasit sosial adalah teror bagi masyarakat internet. (http://myarticels-cybercrime.blogspot.com/) (AS)

Pastikan Keamanan Di Dermaga, Polair Polres Jepara Pantau Keberangkatan KMP Siginjai

img-20160909-wa0069 img-20160909-wa0068 img-20160909-wa0067 img-20160909-wa0066Tribratanewsjepara.com – Satuan Polisi Perairan Polres Jepara melaksanakan pemantauan keberangkatan Kapal Siginjai di dermaga penyeberangan Kartini, Jum’at (09-09-2016) 06.30 Wib. Kapal motor penumpang Siginjai yang bertolak ke pulau Karimunjawa mengangkut 260 orang penumpang, 7 unit truck, 4 unit mobil penumpang, 36 unit sepeda motor dan 8 ekor kambing serta muatan lainnnya 45 ton.

Kepala Satuan Polisi Perairan Polres Jepara AKP Hendrik Irawan SH menjelaskan keberadaan atau kehadiran anggota Polri di lapangan sangat penting dan diharapkan sekali oleh masyarakat. Tak terkecuali anggota Sat Polair kami hadirkan di tengah-tengah masyarakat di pelabuhan Kartini Jepara.

“Harapan kami dengan adanya personil Sat Polair di pelabuhan dapat menciptakan rasa aman bagi masyarakat atau wisatawan yang akan berlayar menuju ke pulau Karimunjawa. Dan tentunya untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas di sekitar pelabuhan,” imbuhnya. (AS)