Forkopinda Jepara Mediasi Permasalahan Kompensasi Dan Ganti Rugi Tanaman Dibawah Jalur SUTT 150 Kv

IMG-20160804-WA0202 IMG-20160804-WA0182 IMG-20160804-WA0183Tribratanewsjepara.com – Forum koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopinda) Kabupaten Jepara menggelar mediasi permasalahan kompensasi dan ganti rugi tanaman dibawah jalur SUTT 150 KV PLTU Tanjung Jati-GI Sayung di Kabupaten Jepara di Balai Desa Jenggotan Kecamatan Kembang, Kamis (04-08-2016) siang. Kegiatan mediasi sekaligus koordinasi antara Pemda Kabupaten Jepara, PLN dan warga Desa Tubanan, Kancilan, Kaliaman yang berada dibawah jaringan SUTT 150 Kv.

Kepala Bagian Operasi polres Jepara Kompol Slamet Riyadi SS MH (mewakili Kapolres Jepara) menerangkan kegiatan ini selain Forkopinda atau yang mewakili juga di hadiri oleh Muspika Kecamatan Kembang, PLN Jateng UIP 7, Tim Jaksa pengacara negara dari Kejati Jateng, Petinggi dan Perangkat Desa Tubanan, Kancilan, Kaliaman, Korlap dan perwakilan warga korban SUTT sekitar 10 orang. Kegiatan dibuka oleh Camat Kembang sekaligus sebagai mediator dalam acara tersebut. (AS)

Kapolres Jepara Bagikan Rompi Pengaman Kepada Security

IMG-20160804-WA0199 IMG-20160804-WA0194 IMG-20160804-WA0196 IMG-20160804-WA0197Tribratanewsjepara.com -Kepala Kepolisian Resor Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH beberapa minggu terakhir melaksanakan pengawasan dan pengendalain terhadap anggota Polres Jepara yang melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di wilayah Jepara Kota. Selain melaksanakan Wasdal, Kapolres Jepara juga melaksanakan pemantauan terhadap security yang melaksanakan pengaturan arus lalu lintas di depan kantor atau sekolahan.

Dari Hasil pemantauan tersebut Kapolres Jepara melihat banyak petugas security yang tidak menggunakan rompi pengaman. Atas dasar tersebut, Kamis (04-08-2016), AKBP M Samsu Arifin SIK MH dengan berpatroli sepeda membagikan rompi pengaman kepada para security yang ikut membantu penyeberangan para pelajar dan karyawan atau masyarakat di depan sekolah maupun di depan perkantoran yang ada di wilayah Kota Jepara. Diharapkan dengan pembagian rompi ini dapat meningkatkan keamanan security karena mudah terlihat oleh pengguna jalan, sehingga dapat meminimalisir resiko terjadinya kecelakaan yang dapat membahayakan keamanan diri para security. (AS/YAW)

Ini Sosmed Privasiku! Kenapa Negara Ikut Campur?

Tribratanewsjepara.com – Negara mengatur penggunaan sosial media agar tidak merugikan orang lain dan diri sendiri. Aturan ini dibuat untuk melindungi pengguna sosmed dari kejahatan orang yang tidak bertanggung jawab. Hal ini memberi pesan, bijaklah dalam menggunakan sosmed.

Sayangnya, bagi sebagian besar pengguna sosmed merasa risih. Jengkel pasti terjadi ketika dibenturkan dengan pembatasan penggunaan sosial media. Kemudian bagi yang tidak bijak, pengguna sosmed diancam hukuman, oleh UU ITE maupun SE Kapolri tentang hate speech.

Sebaliknya, pengguna sosial media menganggap jika sosial media yang kita punya adalah hak privasi kita sendiri. Ibaratnya akun sosial media itu adalah rumah kita, dan kita bebas melakukan apapun di rumah kita itu.

Pada batas yang paling kongkrit, pengguna medsos perlu memahami segala kebebasan yang kita miliki, mempunyai batas dengan adanya kebebasan orang lain. Bahkan hak azasi yang kita miliki juga akan terbentur dengan hak azasi orang lain. Dimana saat memanfaatkan hak azasi, kita juga harus memperhatikan hak azasi orang lain di sekitar.

Pemanfaatan hak azasi juga perlu toleransi dengan hak orang lain. Sebagai contoh adalah saat kita berada di dalam rumah dan ingin mendengarkan musik dengan keras. Kita harus memperhatikan waktunya. Apakah pada saat tengah malam dikala orang lain sedang lelap tidur? Jika masih nekat melakukannya, pasti Pak RT akan datang dan memperingatkan kita.

Kasus di atas, Sama halnya dengan gambaran saat kita bermain sosial media. Adakah user lain yang terganggu dengan status kita? Itu yang perlu kita pikirkan. Hal ini terutama berkaitan dengan kodrat manusia yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Setiap orang pasti akan saling bergantung dan berhubungan dengan orang lain.

Sejauh ini semua akan baik-baik saja. Tapi mengapa negara malah mengatur Sosmedku? Pertanyaan itu dengan gusar terlontar. Sebagai pengguna medsos yang bijak, aku menjawabnya sendiri. Pada dasarnya, di mana pun kita berada setiap perilaku manusia di kehidupan terikat dengan norma-norma yang ada pada masyarakat. Salah satunya adalah norma hukum yang diatur oleh negara. Bahkan hak yang paling azasi sekalipun juga diatur oleh negara. Kebebasan beragama juga diatur dalam Pasal 29 batang tubuh UUD 1945.

Hal ini menegaskan bahwa setiap perilaku kita (bahkan membuat status di sosmed) juga memiliki konsekuensi hukum. Contoh membuat status “Lagi di Masjid Nich”. Konsekuensinya adalah orang lain tahu keberadaan kita. Dalam hal ini termasuk sahabat, rekan dan bahkan penjahat maupun musuh kita (jika punya).

Konsekuensinya akan bertambah jika menambahkan unsur SARA. “Lagi di Masjid yang kemarin dirusak orang Nich”. Selain akan menimbulkan rasa penasaran terhadap orang yang membaca, bisa jadi tulisan ini juga menimbulkan kontroversi yang kemungkinannya bisa menimbulkan isu maupun kabar yang bisa menimbulkan permasalahan. Dan jika itu terjadi, bukan tidak mungkin negara (dalam hal ini dilaksanakan oleh Polisi) akan menghadiahi kita dengan pasal ITE dan hate speech. Atau yang paling ringan dengan pasal pencemaran nama baik (Pasal 310 KUHP) maupun perbuatan tidak menyenangkan (335 KUHP).

Untuk itulah kenapa kita harus bijak memanfaatkan sosial media agar tidak ada orang lain yang tersinggung maupun mempermasalahkan tulisan kita. Seperti pepatah “Sosmedmu Harimaumu”. Bijaklah dan senantiasa berpikir dua kali sebelum membuat status.

Ada beberapa saran yang dapat digunakan untuk pertimbangan penggunaan sosial media.
1. Atur privasimu. Dalam setiap akun sosial media, terdapat pengaturan untuk menyetel siapa saja yang dapat melihat tulisan kita. Pastikan terkunci dan hanya orang yang sudah berteman maupun yang mengikuti kita saja yang bisa melihat tulisan kita.
2. Lebih hati-hati dalam menerima pertemanan maupun pengikut. Pastikan kita benar-benar mengenal orang yang menambahkan kita sebagai temannya.
3. Jangan mudah terpancing untuk share maupun meneruskan berita yang tidak kita ketahui kebenarannya secara akurat. Di sosial media, terkadang banyak yang memberikan “broadcast message” untuk kemudian meminta kita meneruskan lagi. Jangan mudah percaya. Pastikan dulu kebenarannya. Karena tidak menutup kemungkinan, berita itu hanya merupakan hoax (berita bohong) semata untuk meningkatkan rating sebuah situs.
4. Jangan mudah terpancing dengan apa yang orang lain tuliskan. Alangkah lebih baik jika kita benar-benar menyaring apa yang kita baca. Pelajari dan pastikan kebenarannya. INGAT !!! tidak semua berita yang ada di sosial media dipastikan kebenarannya. Ada yang berupa isu atau bahkan fitnah untuk menjatuhkan seseorang.
5. Jangan pernah memposting foto atau gambar yang bersifat pribadi (atau fulgar). Karena kita tidak bisa mengetahui siapa saja yang kemudian mengambil foto tersebut dan menyimpannya. Bisa jadi pula akan dimanfaatkan untuk menyerang kita dikemudian hari.
6. Poin pentingnya, bijaksanalah sebelum menuliskan sesuatu. Pikirkanlah berulang kali sebelum menulis. Hati-hati. Karena sosial media bisa menjadi piasu bermata dua yang juga dapat melukai diri kita sendiri.

Penulis : Nanang Wonosobo

Bhabinkamtibmas Polsek Kalinyamatan Berkicau Di MTs Al Hikmah Pendosawalan

IMG-20160804-WA0142 IMG-20160804-WA0143Tribratanewsjepara.com – Kanit Binmas Polsek Kalinyamatan Bripka Sutejo bersama Bhabinkamtibmas Brigadir Jaka Priyana berkicau memberikan pembinaan dan penyuluhan kepada pelajar MTs Al Hikmah Desa Pendosawalan Kecamatan kalinyamatan, Kamis (04-08-2016) pagi. Bhabinkamtibmas memberikan penyuluhan tentang kenakalan remaja dan penyuluhan bahaya penyalahgunaan Narkoba kepada siswa siswi MTs Al Hikmah Desa Pendosawalan.

Puncak Peringatan Hari Anak & Keluarga Nasional “Keluarga Berkarakter, Indonesia Jaya Akhiri Kekerasan Terhadap Anak“

IMG-20160804-WA0098
AKP Sutikno memberikan hadiah kepada anak-anak

IMG-20160804-WA0095Tribratanewsjepara.com – Perwira Urusan Hubungan Masyarakat (Paur Humas) Polres Jepara AKP Sutikno mewakili Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH menghadiri acara Puncak Peringatan Hari Anak Nasional ke XXXII dan Hari Keluraga Nasional ke XXIII di Kabupaten Jepara Tahun 2016, di Gedung Wanita Jepara, Rabu (03-08-2016) pagi. Peringatan Hari Anak dan keluar Nasional tahun ini dengan tema Hari Keluarga Nasional dan Hari Anak Nasional Merupakan Momentum Upaya Membentuk Karakter Bangsa, Mewujudkan Indonesia Sejahtera “Keluarga Berkarakter, Indonesia Jaya Akhiri Kekerasan Terhadap Anak”.

Paur Humas AKP Sutikno menjelaskan kegiatan peringatan hari anak dan keluarga nasional ini di hadiri oleh Bupati Jepara KH A Marzuki SE, Kasubdit Bidang perlindungan anak Kabupaten Jepara Muji Susanto, Wakil ketua pengadilan Agama Kabupaten Jepara, Kepala BP2KB Kabupaten Jepara, Kepala SKPD Kabupaten Jepara, Ketua Organisasi Wanita se Kabupaten Jepara dan Forum Anak.

“Sebagai orang tua kita harus jaga anak yang dianugerahkan kepada kita, beri pendidikan, beri ilmu yang nantinya untuk masa depan dan sebagai penerus bangsa. Dengan hari anak nasional jadi momentum kita untuk melindungi anak dari kekerasan, sebagai orang tua wajib mendidik, memberitahu anak dengan cara yang halus jangan disamakan dengan orang yang sudah dewasa. Keluarga adalah organisasi yang sangat kecil, seperti organisasi dalam pemerintahan, dari tingkat kecil sampai kabupaten, serta ada kepala keluarga dimana saling menghargai satu sama lain (Suami/isteri dan anak). Keluarga yang terbina akan menjadi keluarga yang baik dan sejahtera punya pendidikan baik Ahlak baik. Mari kita akhiri kekerasan pada perempuan dan anak, akhiri perdagangan manusia, semoga anak anak punya masa depan sebagai penerus bangsa, serta menjadi kebahagiaan orang tua dan keluarga,” ucap AKP Sutikno menirukan sambutan Bupati Jepara Ahmad Marzuki SE. (AS)

Waka Polres Jepara Hadiri Panen Raya Padi Di Ujungpandan Welahan

IMG-20160804-WA0166 IMG-20160804-WA0133Tribratanewsjepara.com – Wakil Kepala Kepolisian Resor Jepara Kompol Juara Sialalahi SIK MH menghadiri acara Panen Raya Padi oleh Danrem 073 Makutarama di Desa Ujungpandan Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Kamis (04-08-2016) pagi. Panen Raya dihadiri oleh segenap kelompok tani di wilayah kecamatan Welahan Kabupaten Jepara.

Dalam acara panen raya tersebut, Waka Polres Jepara bersama dengan Brigjend TNI Sudarto ( Pusterad, Buser Padi Wilayah Jateng ), Danrem 073 Makutarama Kolonel Yosep Robert Giri, Wakil Bupati Jepara dan Dandim 0719 Jepara melakukan panen padi secara simbolis. Selain itu panen raya juga dihadiri jajaran Musoika Welahan, Petinggi dan segenap perangkat Desa Ujungpandan. (AS)

Antisipasi Tindak kejahatan Sat Reskrim Galakkan Kring Serse

IMG-20160803-WA0134
Anggota Reskrim Melaksanakan Apel konsolidadi di Pujasera Ngabul

IMG-20160804-WA0001 IMG-20160804-WA0012 Tribratanewsjepara.com – Satuan Reserse dan Kriminal Polres Jepara melakukan langkah antisipasif dengan cara meningkatkan kegiatan ‘Kring Serse’ dalam rangka mengantisipasi terjadinya tindak kejahatan. Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Jepara AKP Suwasana MH menggalakkan kembali Kring Serse di daerah rawan kriminalitas.

Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melalui Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana MH menerangkan ini sebagai bentuk revitalisasi kepada jajaran reserse kriminal (Reskrim) yang selama ini masih harus lebih sigap dalam menangani kasus kriminalitas. Karena Kring Serse sudah ada sejak 1970-an, tapi akan direvitalisasi tahun ini agar berjalan lebih efektif.

Kasat Reskrim Polres Jepara AKP Suwasana membagi habis anggotanya untuk melaksanakan kring serse di tujuh belas titik rawan Kamtibmas yang ada di wilayah Jepara, Rabu (03-08-2016) malam. Hal ini juga sebagai bentuk implementasi program ‘Quick Wins’ Polri yang ke-3, yaitu penanggulangan dan pemberantasan premanisme, dan tindak kejahatan lainnya. (AS)

Binrohtal Polres Jepara “Bersegeralah Meminta Maaf”

DSC_0002

DSC_0011

DSC_0013

TRIBRATANEWSJEPARA – Kamis (04/08/16) pagi, dalam menjaga serta membina rohani dan mental personilnya,  Polres Jepara secara rutin menggelar pembacaan Yasin dan Tahlil bersama di Masjid Kholilurrahman Polres Jepara. Dalam pelaksanaannya dipimpin oleh Aiptu Budiyantoro serta Ustad Widodo sebagai pembicara.

Ustad Widodo menyampaikan bahwa jika kita telah belajar memaafkan orang lain, maka kita pun harus belajar untuk meminta maaf atas kesalahan dan kekeliruan kita. Banyak orang lebih rela melakukan apa saja yang lebih sulit daripada harus meminta maaf. Inilah bentuk-bentuk kesombongan di mana seseorang merasa dirinya sedemikian besar sehingga malu dan tidak bersedia meminta maaf.

Dalam interaksi suami istri tak jarang hal tersebut juga sering terjadi. Dalam rumah tangga tentu terkadang ada perselisihan, perbedaan pendapat, atau hal-hal yang tidak disukai dilakukan oleh seseorang kepada pasangannya. Yang paling berbahaya adalah jika salah satu diantara mereka tidak ada yang berinisiatif meminta maaf terlebih dahulu. Memilih jalan ishlah daripada mempertahankan ego dan perselisihan. Situasi seperti ini sangat berbahaya karena setan akan menghembuskan benih-benih pertentangan yang lebih besar lagi ketika pasangan suami istri masing-masing enggan meminta maaf kepada pasangannya.

Agama mengajarkan kita untuk segera meminta maaf ketika menyadari kesalahan. Kita beristighfar mohon ampun kepada Allah segera setelah menyadari adanya perbuatan dosa, kekeliruan, niat yang buruk yang sempat muncul dan kita lakukan. Kita juga bersegera mendatangi orang yang terlanjur tersakiti akibat perbuatan kita dan meminta maaf darinya. Dengan meminta maaf, kita sebenarnya sedang menyelamatkan diri kita dan berusaha menghapus kesalahan yang telah terjadi.

Kegiatan ini diakhiri dengan pembacaan Surat Yasin dan Tahlil. Semoga Allah membimbing kita agar senantiasa bersegera meminta maaf dan memberi maaf kepada orang lain. Amin…

Kapolsek Kedung Pimpin Apel Konsolidasi Pengamanan Kegiatan Masyarakat

IMG-20160804-WA0016Tribratanewsjepara.com – Persoinil gabungan dari Perintis Polres Jepara dan Polsek Kedung melaksanakan apel konsolidasi pengamanan kegiatan masyarakat di Desa Wanusobo dan Desa Dongos, Rabu (03-08-2016) malam. Apel Konsolidasi dilaksanakan di halaman Mapolsek Kedung yang diikuti oleh seluruh personil pengamanan baik dari Perintis maupun Polsek Kedung dipimpin oleh Kapolsek Kedung AKP Sukarmo SH.

Kapolsek Kedung AKP Sukarmo menerangkan kegiatan apel konsolidasi ini adalah kegiatan yang sangat vital, karena dengan apel konsolidasi ini kita cek kekuatan yang ada dan penyampaian analisa dan evaluasi dari kegiatan yang telah dilaksanakan. Selain itu merupakan implementasi dari program Promoter Kapolri Jendral Polisi M Tito Karnavian PhD yang masuk dalam program ke sembilan yaitu penguatan Harkamtibmas.

“Dari kegiatan pengamanan tersebut, petugas pengamanan melaksanakan operasi cipta kondisi agar pertunjukan dapat berjalan dengan aman dan lancar. Operasi cipta kondisi dengan melakukan razia minuman keras (Miras) di sekitar lokasi hiburan masyarakat baik di Desa Wanusobo maupun di Desa Dongos, petugas pengamanan berhadil mengamankan beberapa botol Miras berbagai jenis. Barang bukti Miras diamankan di Polsek Kedung untuk kepentingan Tipiring,” terangnya.

IMG-20160804-WA0015 IMG-20160804-WA0014 IMG-20160804-WA0013

KH. A. Hasyim Muzadi Imbau Kepada Tokoh Bangsa Agar Berpihak Kepada Keselamatan Negara Daripada Menuruti Isu-isu

Rilis tentang hukuman mati terhadap bandar Narkoba, Rabu 03 Agustus 2016
Oleh: KH. A. Hasyim Muzadi
=======================
1. Keputusan negara tentang hukuman mati terhadap 14 terhukum sudah benar, kecuali kalau ada novum baru yang bisa membatalkan proses pengadilan yang sudah inkracht. Saya sebut sebagai keputusan negara karena sebelumnya sudah melalui proses penyidikan, pengadilan sampai tingkat yang tertinggi, kemudian dilanjutkan dengan keputusan presiden. Jadi tidak semata-mata keputusan eksekutif tapi keputusan negara. Dengan demikian, siapapun secara sendiri-sendiri tidak mempunyai hak hukum untuk menganulirnya.

2. Sedangkan tinjauan dari pendekatan keselamatan negara, narkoba merupakan bahaya tertinggi di Indonesia di samping terorisme, korupsi, dan demoralisasi. Jumlah penduduk indonesia yang terserang narkoba mencapai angka 5,6 juta orang. Dan yang mati karena narkoba dengan seluruh penderitaan hidupnya semenjak terkena narkoba mencapai jumlah 54 orang setiap harinya. Narkoba juga telah melakukan penghancuran sebagian moralitas dan disiplin penyelenggara negara.

3. Sehingga hukuman mati sesungguhnya bukanlah semata-mata mematikan terhukum, namun menjaga kelangsungan kehidupan manusia itu sendiri. Bagi manusia hukuman mati adalah bentuk menjaga kehidupan.

4. Ada perbedaan sikap sebagian negara-negara asing terhadap masalah terorisme dan narkoba di Indonesia. Terhadap terorisme yang melanda Indonesia, banyak negara lain yang ikut membantu pemberantasannya baik berupa pelatihan, support moral, dan hukum internasional. Tetapi kepada bahaya narkoba yang juga melanda Indonesia dengan kapasitas bahaya yang lebih tinggi, mereka cenderung untuk mempersoalkan keputusan hukuman mati dan membela terhukum, baik melalui isu HAM, tidak efektifnya hukuman mati, atau gerakan Amnesty Internasional.

5. Isu HAM digunakan seakan-akan yang mempunyai HAM hanyalah terhukum, tidak dihitung jumlah korban yang dirampas hak hidupnya oleh serangan narkoba itu. Padahal hak hidup adalah Hak Asasi Manusia yang paling mendasar. Sedangkan dugaan bahwa hukuman mati tidak mengurangi kuantitas peredaran narkoba disebabkan karena yang terhukum belum lah sampai kepada inti sumber perdagangan internasional narkoba.

6. Sangat disayangkan, kalau sebagian bangsa sendiri terpaku dengan isu-isu yang melemahkan perdagangan narkoba di Indonesia. Bahkan berita yang menyatakan bahwa Freddy Budiman pernah melakukan penyuapan terhadap pejabat negara, mengapa disampaikan setelah Freddy meninggal. Namun masalah ini harus tetap diusut tentang benar atau tidaknya. Kalau benar, harus ada koreksi besar-besaran terhadap jaringan yang terkena. Apabila tidak, ini merupakan fitnah yang harus juga dipertanggung jawabkan. Karena pelemahan terhadap gerakan anti narkoba bisa saja dilakukan dari berbagai macam cara seperti advokasi hukum, intervensi intelijen, pembentukan opini publik, dan lain sebagainya.

7. Saya menghimbau kepada tokoh-tokoh bangsa agar berpihak kepada keselamatan negara daripada menuruti isu-isu yang secara beruntun dan berangkai dialamatkan ke Indonesia yang memang sengaja untuk mempersulit negara dari luar Indonesia.