BANSER Jepara Menyatakan Sikap “Mengutuk Bom Bunuh Diri Di Polresta Surakarta, Aksi Terorisme dan Paham Radikal”

IMG-20160722-WA0096
Kasat Intelkam sedang memberikan sambutan pada acara pernyataan sikap Banser Kabupaten Jepara

IMG-20160722-WA0094 Tribratanewsjepara.com – Kasat Intelkam Polres Jepara AKP Hari Jatmiko mengikuti acara pernyataan sikap Banser Kabupaten Jepara di rumah makan Watu Pawon Desa Mulyoharjo Kecamatan Jepara, Kamis (21-07-2016) pukul 14.30 Wib. Banser Kabupaten Jepara menyatakan sikap “Mengutuk bom bunuh diri di Polresta Surakarta, Aksi Terorisme dan Paham Radikal”.

Dalam sambutannya Kasat Intelkam Polres Jepara menyampaikan beberapa hal diantaranya adalah Kondusifitas wilayah di Kabupaten Jepara harus selalu kita jaga, Paham yang sifatnya bersebarangan dengan NKRI ( Radikalisme) tidak dibenarkan di Indonesia, Segala macam bentuk Teror yang dilaksanakan oleh kelompok tertentu harus kita lawan bersama, BANSER adalah salah satu dari beberapa target atau musuh yang akan di perangi oleh kelompok Radikal, BANSER dan Polri Bersatu padu dalam memberantas paham Radikalisme di Indonesia karena paham tersebut tidak dibenarkan di Indonesia.

Selain Kasat Intelkam, pernyataan sikap dihadiri oleh Ketua Banser Kabupaten Jepara Sholihin dan perwakilan Banser dari masing-masing Kecamatan se Kabupaten Jepara. Selesai sambutan dilanjutkan dengan penandatanganan pernyataan sikap.

Polres Jepara Kawal Aksi Damai Forum Warga Jepara Di Kejaksaan Negeri Jepara

IMG-20160722-WA0075 IMG-20160722-WA0071 IMG-20160722-WA0072Tribratanewsjepara.com – Ratusan personil Polres Jepara dikerahkan untuk mengawal dan mengamankan aksi damai Forum Warga Jepara di depan Kantor Kejaksaan Negeri Jepara, Jum’at (22-07-2016). Seribuan masyarakat yang tergabung dalam Forum Warga Jepara bertujuan untuk menanyakan kepada Kajari Jepara mengenai keluarnya status tersangka Bupati Jepara KH. Ahmad Marzuki, SE dalam kasus tindak pidana korupsi Dana Bantuan Parpol PPP tahun 2011-2012 di Kabupaten Jepara.

Dalam orasinya di depan Kantor Kejaksaan Negeri Jepara, dari perwakilan Forum Warga Jepara menyampaikan orasi dan tuntutan kepada pihak Kejaksaan Negeri Jepara diantaranya adalah Stop kriminalisasi oleh Kejaksaan, Hentikan praktek KKN di institusi Kejaksaan, Tegakkan Hukum secara profesional, Jangan gunakan institusi Kejaksaan untuk kepentingan pribadi, Patuhi 5 butir Instruksi Presiden kepada Kejaksaan.

Dua spanduk besar dibentangkan yang bertuliskan “Ojo Dumeh Nduwe Jaksa Agung”. Selain spanduk massa juga membawa poster-poster yang diantaranya bertuliskan “Pak Kajati tolong kasus Dana Banpol di SP3, Kami Diam Bukan Berarti Takut, Kejari Kejati Jangan Bungkam!!!, Selamatkan Jepara dari Sontoloyo, Jangan Cari-cari BRoth, Kejari adili yang Harus diadili, Stop arogansi wewenang Banpol = politisasi kriminal intervensi, Yen Wani Ojo Intimidasi, Kasus Banpol Purworejo, Salatiga, Demak tidak terbukti ada apa dengan Banpol PPP Jepara, Hukun bukan mainan, Jangan permainkan hukum Bro!, Kue Dua jaksa agung kene duwe Maha agung, Marzuki harga mati, Marzuki Guruku Marzuki Kyaiku, Save Marzuki, Usut Tuntas Kasus Tambak, Kami tak rela bupatiku di penjara, Kasus banpol = kriminalisasi, Aku tak mau jeparaku di pimpin orang sontoloyo”. Selain itu massa juga mengenakan ikat kepala yang bertuliskan “Marzuki”, terang Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono.

Lebih lanjut, Kapolsek Jepara menerangkan setelah massa mendapat tanggapan dari Kepala Kejaksaan  Negeri Jepara Jaksa Madya Yunindaru Winarsih SH MHum didampingi para Kasi Kejaksaan Negeri Jepara selanjutnya meninggalkan lokasi Kantor Kejaksaan Negeri Jepara menuju ke depan Pendopo Kabupaten Jepara untuk memberikan dukungan moril kepada Bupati Jepara. Dan sekitar pukul 10.00 Wib massa meninggalkan lokasi depan Pendopo Kabupaten Jepara dan melanjutkan konvoi menuju jalan Pemuda, dan di depan kantor BRI Cabang Jepara para massa membubarkan diri menuju rumah masing – masing dengan tertib dan aman. (AS)

Kapolres Jepara Larang Keras Anggotanya Bermain Game Berbasis GPS

DSC_0036
Kapolres Jepara sedang memeriksa Gadget milik anggota Sat Sabhara

DSC_0011 Tribratanewsjepara.com – Demam permainan Pokemon Go yang akhir-akhir ini ramai diberitakan dan sudah merambah diberbagai lapisan masyarakat. Oleh karena itu, untuk setelah adanya instruksi dari Mabes Polri dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara & Reformasi Birokrasi (Menpan RB)  tentang larangan bermain game virtual berbasis GPS di lingkungan Instansi Pemerintah. Untuk itu Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH melarang anggotanya untuk memainkan game ini.

Dikhawatirkan kinerja anggota Polres Jepara terganggu manakala bermain game “Bukan permainan Pokemon Go saja namun semua permainan yang dilakukan pada saat jam kerja dilarang oleh Kapolres Jepara “Kita dibayar oleh Negara bukan untuk berman game! namun untuk memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada masyarakat”, tegas Kapolres Jepara AKBP M Samsu Arifin SIK MH pada saat memberikan arahan pada apel pagi pada Jum’at (22-07-2016) di halaman apel Polres Jepara.

Kapolres Jepara juga menegaskan kepada seluruh personil Polres Jepara bahwa pimpinan tertinggi kita sudah melarang, bila ada anggota yang tidak patuh akan ditindak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Disamping melarang menggunakan permainan berbasis GPS, Kapolres juga menginstruksikan agar area Mapolres streril dari perburuan Pokemon. “Larangan keras bagi siapa saja yang sengaja datang ke Mapolres Jepara hanya untuk mencari Pokemon. Jika ada, akan kami tindak tegas,” tegas AKBP M Samsu Arifin SIK MH.

Selesai pelaksanaan apel pagi, Kapolres Jepara bersama pejabat utama melakukan pengecekan terhadap handphone milik anggota untuk mengecek apakah ada anggota Polres Jepara yang sudah mengunduh permainan tersebut di gadget mereka. (AS)