Antisipasi Gangguan Kamtibmas, Kapolres Jepara Ajak Semua Komponen Masyarakat Nalumsari Bersinergi

IMG-20160621-WA0126 IMG-20160621-WA0120Tribratanewsjepara.com – Kapolres Jepara Ajun Komisaris Besar Polisi M. Samsu Arifin SIK MH memberikan pengarahan “Antisipasi Gangguan Kamtibmas Menjelang Hari Raya Lebaran Di Wilayah Kecamatan Nalumsari” di Pendopo Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara, Selasa (21-06-2016) pukul 09.00 Wib. Kapolres Jepara memberikan arahan kepada komponen masyarakat se Kecamatan Welahan.

Kapolsek Nalumsari AKP Karman, SH menerangkan Kapolres Jepara memberikan pengarahan kepada semua komponen masyarakat Kecamatan Nalumsari diantaranya Muspika, seluruh Petinggi (Kepala Desa) dan perangkat Desa se Kecamatan Nalumsari, tokoh masyarakat, tokoh pemuda dan tokoh agama. Selain itu Bhabinkamtibmas dan Babinsa juga melekat mengikuti desa binaannya masing-masing.

Camat Nalumsari yang di wakili oleh Sekertaris Camat Nalumsari dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal diantaranya mengacu kejadian tahun 2015 untuk kegiatan pawai takbir pelaksanaanya dalam keadaan kondusif namun pelaksanaan pawai takbir sebaiknya dilaksanakan antara desa masing-masing untuk mengantisipasi perselisihan antar desa. Dan di tahun 2016 ini, juga akan di selenggarakan lagi Pos Pam Terpadu di Desa Bendanpete Kecamatan Nalumsari Kabupaten Jepara.

Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin SIK MH dalam sambutannya menyampaikan Nalumsari menjadi daerah yang memerlukan perhatian bersama karena kejadian tahun lalu yang cukup menyita tenaga dan pikiran. Sebelum ibadah puasa Ramadhan dilaksanakan Polres Jepara telah melaksanakan operasi Pekat yang hasilnya melebihi target Miras.

“Berawal dari menenggak Miras banyak sudah kejahatan yang ditimbulkan, untuk itu Polres Jepara bersama dengan Stakeholder membuat mekanisme atau rumusan untuk mengantisipasi potensi gangguan Kamtibmas diantaranya
dengan banyaknya hiburan musik melayu atau dangdut di wilayah Kabupaten Jepara menjadi potensi tinggi untuk peredaran Miras sehingga Miras tumbuh subur. Untuk itu kami (Forkopinda) memutuskan untuk memperketat perijinan disini jam tayang tidak sampai larut malam hanya dibatasi sampai pukul 22.00 Wib, penyanyi tidak boleh goyangan erotis dan tampilannyapun kita evaluasi agar berpenampilan yang sopan serta musiknya diatur tidak boleh menggunakan DJ Remix atau sejenisnya,” terang Kapolres Jepara.

“Masyarakat Nalumsari sebagian besar bekerja sebagai TKW dan TKI, pulang ke daerah asal menyelenggarakan hiburan. Sebagai evaluasi bersama pada tahun lalu telah terjadi kericuhan antar Desa Muryolobo dan Desa Ngetuk Kecamatan Nalumsari, hal ini dapat diredam bila terjadi kerjasama antara Polisi, TNI dan masyarakat saling bekerjasama. Untuk mengantisipasi kejadian tersebut terulang kembali maka di akan bagun Pos Pengamanan Terpadu yang berada di Desa Bendanpete dengan melibatkan Personil dari Polres Jepara, Polsek Nalumsari dan TNI serta petugas kemananan dari kecamatan,” imbuh Kapolres Jepara.

Kapolres Jepara juga menghimbau karena arak-arakan takbir keliling banyak yang tidak sesuai dengan peraturan karena mobil barang yang dipergunakan untuk mengangkut barang tapi dipergunakan untuk mengangkut manusia, untuk para perangkat desa agar menyampaikan kepada warganya pada saat takbir keliling tidak diperbolehkan menggunakan angkutan barang. Lebih baik jalan kaki membawa obor/lampion agar lebih kondusif dan untuk mengantisipasi tingkat fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Polsek Batealit Tindak Tegas Pengusaha Karaoke Yang Membandel

IMG-20160621-WA0006Tribratanewsjepara.com – Polsek Batealit melaksanakan operasi Pekat di Rembulung Indah Cafe & Karaoke Desa Bantrung Kecamatan Batealit Kecamatan Jepara, Senin (20-06-2016) malam. Beberapa pemandu karaoke, minuman keras dan beberapa peralatan karaoke diamankan Polsek Batealit.

Kapolsek Batealit AKP Hendro Asriyanto menerangkan operasi Pekat ini merupakan tindak lanjut dari laporan informasi dari LSM Cakra Pelangi. Dalam informasi yang diberikan kepada Polres Jepara yang salah satunya menyebutkan ada tempat karaoke di wilayah Batealit yang masih beroperasi selama bulan Ramadhan. Selain membandel, tempat karaoke tersebut juga telah mengabaikan himbaun atau surat edaran dari Pemerintah Kabupaten Jepara mengenai pelarangan beroperasi selama bulan Ramadhan.

“Dilokasi, kami mengamankan 7 (tujuh) orang pemandu karaoke, 2 (dua) unit VCD Player dan 29 (dua puluh sembilan) piringan VCD. Kesemuanya dibawa ke Polsek Batealit guna keperluan proses Tipiring,” imbuhnya.

IMG-20160621-WA0007 IMG-20160621-WA0005

Polres Jepara Terjunkan Puluhan Personil Pengamanan Ngabuburit & Dialog Budaya Pembangunan dan Kebudayaan “Menuju Masyarakat Yang Kreatif”

IMG-20160620-WA0126 IMG-20160620-WA0121Tribratanewsjepara.com – Delapan puluhan Personil Polres Jepara melaksanakan pengamanan Ngabuburit & Dialog Budaya pembangunan dan kebudayaan ” Menuju Masyarakat yang Kreatif ” di Pantai Kartini Jepara, Senin (20-06-2016) sore. Ngabuburit dan Dialog Budaya pembangunan dan kebudayaan dihadiri oleh musisi nasional Ahmad Dhani.

Kapolsek Jepara Kota AKP Sriyono sebagai perwira pengendali pengamanan menerangkan petugas pengamanan diploting sesuai dengan standar operasional pengamanan untuk konser, karena mendatang public figure atau musisi nasional Ahmad Dhani. Hanya saja jumlah personil ada sedikit penyesuaian karena pelaksanaan kegiatannya pada siang atau sore hari sehingga kerawanannya berbeda.

“Acara yang prakarsai oleh Wakil Bupati Jepara disaksikan oleh seratusan penonton tersebut, Alhamdulillah selama pelaksanaan kegiatan berjalam dengan aman dan kondusif tidak terjadi hal yang menonjol,” imbuhnya.

Polsek Pakis Aji Lakukan Pengamanan Kegiatan Masyarakat Orgen Tunggal

IMG-20160620-WA0001
Petugas Pengamanan sedang memberikan himbauan Kamtibmas

IMG-20160620-WA0002 Tribratanewsjepara.com – Polsek Pakis Aji melaksanakan pengamanan kegiatan masyarakat orgen tunggal Lovansa di desa Lebak Kecamatan Pakis Aji Kabupaten Jepara, Minggu (19-06-2016) malam. Petugas dari Polsek Pakis Aji melaksanakan razia Miras disekitar lokasi hiburan.

Kapolsek Pakis Aji Ipda Sumardi menerangkan pengamanan kegiatan masyarakat ini tentunya adalah untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat baik pihak penyelenggara maupun masyarakat yang menonton atau menikmati hiburan orgen tunggal. Untuk mendukung keamanan dan kenyamanan di lokasi pertunjukan, personil gabungan dari Polsek, Koramil dan Sat Pol PP Kecamatan Pakis Aji melaksanakan razia atau sweeping Miras di sekitar lokasi. Kami juga memberikan himbauan kepada para penonton untuk turut mendukung situasi Kamtibmas yang kondusif selama hiburan berlangsung.

“Kami berhasil mengamankan minuman keras (Miras) berupa Bir sebanyak 4 (empat) botol, 4 (Empat) botol ukuran 1,5 liter ciu, 1 (satu) botol anggur dan 5 (lima) botol ukuran 600ml ciu. Miras-miras tersebut diamankan di Polsek Pakis Aji,’ imbuhnya.

Nekat Beroperasi, Pemilik Karaoke Di Tipiring Polsek Kalinyamatan

IMG-20160617-WA0097
Kapolsek Kalinyamatan Iptu Edi Purwanto sedang memberikan pembinaan kepada pengunjung dan pemilik karaoke

Tribratanewsjepara.com – Polsek Kalinyamatan melaksanakan razia Pekat di tempat karaoke di Desa Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan, Jum’at (17-06-2016) pukul 13.30 Wib. Polsek Kalinyamatan berhasil menindak pengkonsumsi Miras dan penyelenggara usaha karaoke.

Kapolsek Kalianyamatan Iptu Edi Purwanto menerangkan razia tempat karaoke ini adalah informasi masyarakat yang peduli terhadap situasi di lingkungan sekitarnya. “Peduli dan peka terhadap situasi dan kondisi Kamtibmas yang ada disekitar”, sehingga segera menginformasikan kepada Polsek sebelum menimbulkan kerawanan atau dampak yang lebih besar.

“Kami melaksanakan  kegiatan Operasi Pekat di rumah Ngatminah, Desa Pendosawalan Rt  23 / 08 Kalinyamatan yang membuka usaha karaoke di bulan Ramadan dan lebih parahnya lagi menyediakan minuman keras (Miras) bagi pengunjung karaoke. Kami berhasil menindak 10 (sepuluh) orang pengunjung karaoke yang kedapatan mengkonsumsi Miras dan 1 (satu) orang penyelenggara usaha karaoke,” tuturnya.

“Kesepuluh orang tersebut adalah Sumarni Bin Hutoyo (31), Desa Kalipucangkulon 006/002 Welahan Kabupaten Jepara, Suherman Bin Suprapto (32) Desa Ketileng singolelo 001/002, Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Agus Tri Wijayanto Bin Surojo (27), Desa Kalipucang Kulon 007/004 Kecamatan Welahan Kabupaten Jepara, Ahmad Zaeni Bin Samian (35), Desa Balerejo Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, Muhammad Zaelani Bin Bakir (36), Desa Balerejo Kecamatan Dempet Kabupaten Demak, Ahmad Arifin Bin Sunaryo (37) Desa Mayong Lor, Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Mujiyono Bin H. Samudi (31) Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Nor Anas Meylani Binti Masrukan (alm) (27), Desa Mayong Lor Kecamatan Mayong Kabupaten Jepara, Defi Rosiana Binti Ngatmin (18), Desa Purwogondo Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara, Sa’diyah Binti Kahsan (31) Desa Damarjati Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara dan pemilik usaha karaoke Ngatminah Binti Temu (alm) (45) Perum Asabri  Desa Pendosawalan Kecamatan Kalinyamatan Kabupaten Jepara. Kesemuanya kami lakukan proses Tipiring yang akan di sidangkan di Pengadilan Negeri Jepara pada tanggal 22 Juni 2016 nanti,” imbuhnya.

Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Pecangaan Melaksanakan Patroli Di Pemukiman

IMG-20160620-WA0015Tribratanewsjepara.com – Anggota Patroli Polsek Pecangaan melaksanakan patroli dan sambang dialogis di Desa Gerdu Kecamatan Pecangaan Kabupaten Jepara, Senin (20-06-2016) dini hari. Patroli dan sambang memberikan himbauan-himbauan Kamtibmas di Pos Kamling kepada masyarakat yang sedang melaksanakan ronda.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri menerangkan anggota melaksanakan patroli di pemukiman dan obyek vital yang ada di desa Gerdu untuk meminimalisir tindak kriminal di bulan Ramadhan. Selain itu juga melaksanakan sambang dialogis di tempat-tempat ronda yang terlewati jalur patroli di desa tersebut.

“Sambang dialogis untuk memberikan motivasi atau semangat kepada warga yang sedang ronda di pos Kamling. Selain itu, kami memberikan himbauan dan pesan-pesan Kamtibmas kepada mereka. Khususnya terhadap keamanan lingkungan sekitar, rumah-rumah kosong yang sudah ditinggal pemiliknya mudik untuk terus dipatroli untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan bersama seperti kebakaran, pencurian dan lain sebagainya,” imbuhnya.