Maling Motor Babak Belur Dihajar Massa

IMG-20160525-WA0064 IMG-20160525-WA0065Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Tahunan mengamankan pencuri sepeda motor honda beat milik Sdr. Muka bin Buak (41 Th) warga desa Ngabul kecamatan Tahunan pada hari Rabu (25/05).

Pelaku berniat menggasak sepeda motor yang sedang parkir di trotoar depan toko Makmur turut desa Ngabul kecamatan Tahunan, namun nahas perbuatan pelaku diketahui oleh pemilik sepeda motor tersebut.

Korban memarkir motor honda beat miliknya di trotoar dalam keadaan terkunci stang dan ditinggal tidak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP), tidak lama kemudian datang seorang laki-laki tak dikenal (pelaku) langsung menaiki motornya. Kemudian korban terus mengawasi gerak gerik pelaku, setelah itu korban melihat pelaku mengeluarkan sebuah kunci “T” dari saku celananya dan memasukkannya ke lubang kunci motor dan ketika pelaku berusaha memutar kunci “T” tersebut korban menghampiri pelaku dan langsung menangkap pelaku bersama temannya yang sedang berada di toko tersebut, tutur Kapolsek Tahunan AKP Budi Santosa, SH.

Setelah dilakukan pemeriksaan di Mapolsek Tahunan, Pelaku adalah M A (30 Th) warga Mantingan kecamatan Tahunan, dari tangan tersangka diamankan barang bukti berupa kunci leter “T” sebanyak dua buah dan satu unit sepeda motor honda beat warna putih K3743PQ.

Puluhan Kendaraan Diperiksa Petugas Polsek Pecangaan

IMG-20160523-WA0178 IMG-20160523-WA0176 IMG-20160523-WA0177Tribratanewsjepara.com – Belasan Personil Polsek wilayah rayon selatan yang terdiri dari Polsek Welahan, Nalumsari, Mayong, Kalinyamatan dan Pecangaan melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor di jalan raya Jepara-Kudus Km. 17 depan Polsek Pecangaan pada hari Senin (23/05) sore.

Kapolsek Pecangaan AKP Bajuri yang memimpin kegiatan tersebut menjelaskan kegiatan razia ini menyasar pada pergerakan para pelaku kejahatan seperti Curranmor, Narkoba, Handak dan Sajam serta pelaku terorisme. Anggota kami menghentikan kendaraan yang melintas dan melakukan pemeriksaan baik kelengkapan surat-surat kendaraan bermotor, pemeriksaan terhadap pengemudi dan petugaspun melakukan pemeriksaan terhadap kendaraan bermotor itu sendiri seperti memeriksa barang bawaan yang ada di bagasi.

Setidaknya enampuluhan kendaraan bermotor berbagai jenis telah diperiksa oleh petugas Polsek rayon selatan selama satu setengah jam pelaksanaan kegiatan tersebut, tutup AKP Bajuri.

Puluhan Botol Miras Diamankan Polsek Mayong Saat Jaga Orkes

IMG-20160523-WA0152 IMG-20160523-WA0063 IMG-20160523-WA0151Tribratanewsjepara.com – Kapolsek Mayong AKP Sutono, SH bersama anggota melaksanakan pengamanan hiburan musik Orkes di desa mayong Kidul pada Senin (23/05) siang.

Setibanya di lokasi hiburan musik Orkes, AKP Sutono, SH bersama anggotanya melaksanakan sweeping / razia minuman beralkohol (Miras) di sekitar lokasi hiburan musik.

Saat petugas sedang berpatroli, petugas menemukan beberapa remaja yang sedang kedapatan mengkonsumsi Miras tak jauh dari panggung hiburan musik Orkes. Remaja tersebut langsung diberikan pembinaan oleh petugas Polsek Mayong agar tidak mengulangi untuk mengkonsumsi Miras karena tidak baik untuk kesehatan dan Mirasnya langsung diamankan oleh petugas Polsek Mayong.

Dari hasil sweeping di lokasi hiburan musik tersebut anggota kami berhasil mengamankan belasan botol Miras Jenis Ciu, Gingseng dan oplosan serta anggur cap orang tua. Miras tersebut selanjutnya kami bawaa ke Polsek Mayong untuk diamankan, tutup AKP Sutono, SH.

Ratusan Warga Tempur Ikuti Upacara Penutupan TMMD

IMG-20160523-WA0058  IMG-20160523-WA0057Tribratanewsjepara.com – Komandan Kodim 0719 Jepara Letkol Ahmad Basuki. S.i.P menjadi inspektur upacara penutupan TMMD Sengkuyung I tahun 2016 di lapangan desa Tempur kecamatan Keling pada Senin  (23/05) pagi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Jepara, Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH, Muspika Keling, Petinggi se kecamatan Keling dan warga masayarakat dan pelajar sekitar 500 orang.

Setelah selesai upacara dilanjutkan dengan pemotongan pita tanda selesainya TMMD dan mengecek hasil TMMD oleh Dandim Jepara beserta unsur Forkopinda, berupa pembuatan Pos Kamling serta lokasi pembuatan jalan (Pengecoran) Dk. Karang Rejo sepanjang 300 M.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH mendapat kehormatan untuk membuka peresmian Pos Kemanan Lingkungan (Kamling) dengan memukul kentongan yang ada di sebelah pos Kamling yang terletak di depan SD N 01 Tempur.

Puluhan Kendaraan Dinas Menjalani Perawatan Berkala

IMG-20160523-WA0029 IMG-20160523-WA0034Tribratanewsjepara.com – Enam puluhan kendaraan dinas Polres Jepara menjalani pemeriksaan rutin atau perawatan berkala pada Senin (23/05).

Kepala Sub Bagian Sarana dan Prasarana (Kasubbag Sarpras) Bagian Sumber Daya Manusia Polres jeapra Ajun Komisaris Polisi Karman, SH menjelaskan pelaksanaan perawatan berkala ini meliputi pemeriksaan mesin-mesin, kaki-kaki termasuk sistem pengereman dan kelistrikan kendaraan termasuk lampu penerangan.

Bengkel pelaksana perawatan berkala mobil dinas dilaksanakan oleh bengkel Monte Calo yang berkedudukan di Solo. Pelaksanaannya selama kurang lebih satu minggu kedepan untuk melakukan pemeriksaan atau peratan berkala kendaraan dinas Polres Jepara baik kendaraan roda dua, roda empat maupun roda enam seperti bus dan truk dinas, tutur AKP Karman, SH.

Pemerintah Perberat Sanksi Pidana Bagi Pelaku Kekerasan Seksual Terhadap Anak

Konpres_Perppu_Kebiri_1Tribratanewsjepara.com – Pemerintah RI mengeluarkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Perppu ini memperberat sanksi bagi pelaku kejahatan seksual, yakni hukuman mati, penjara seumur hidup, maksimal 20 tahun penjara dan minimal 10 tahun penjara.
Perppu juga mengatur tiga sanksi tambahan, yakni kebiri kimiawi, pengumuman identitas ke publik, serta pemasangan alat deteksi elektronik.
Perppu ini mengubah dua pasal dari UU sebelumnya yakni pasal 81 dan 82, serta menambah satu pasal 81A. Berikut ini isi dari Perppu Nomor 1 Tahun 2016:

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA
PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang:

a. bahwa negara menjamin hak anak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

b. bahwa kekerasan seksual terhadap anak semakin meningkat secara signifikan yang mengancam dan membahayakan jiwa anak, merusak kehidupan pribadi dan tumbuh kembang anak, serta mengganggu rasa kenyamanan, ketentraman, keamanan, dan ketertiban masyarakat;

c. bahwa sanksi pidana yang dijatuhkan bagi pelaku kekerasan seksual terhadap anak belum memberikan efek jera dan belum mampu mencegah secara komprehensif terjadinya kekerasan seksual terhadap anak, sehingga perlu segera mengubah Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;

d. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, huruf b, dan huruf c, perlu menetapkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak;

Mengingat :

1. Pasal 22 ayat (1) dan Pasal 28B ayat (2) Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

2. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan:

PERATURAN PEMERINTAH PENGGANTI UNDANG-UNDANG TENTANG PERUBAHAN KEDUA ATAS UNDANG-UNDANG NOMOR 23 TAHUN 2002 TENTANG PERLINDUNGAN ANAK.

Pasal I

Beberapa ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 109, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4235) sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 297, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5606) diubah sebagai berikut:

1. Ketentuan Pasal 81 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 81

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah).

(2) Ketentuan pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berlaku pula bagi setiap Orang yang dengan sengaja melakukan tipu muslihat, serangkaian kebohongan, atau membujuk Anak melakukan persetubuhan dengannya atau dengan orang lain.

(3) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(4) Selain terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (3), penambahan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana juga dikenakan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D.

(5) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76D menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pelaku dipidana mati, seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 10 (sepuluh) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun.

(6) Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1), ayat (3), ayat (4), dan ayat (5), pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku.

(7) Terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (4) dan ayat (5) dapat dikenai tindakan berupa kebiri kimia dan pemasangan cip.

(8) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (7) diputuskan bersama-sama dengan pidana pokok dengan memuat jangka waktu pelaksanaan tindakan.

(9) Pidana tambahan dan tindakan dikecualikan bagi pelaku Anak.

2. Di antara Pasal 81 dan Pasal 82 disisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 81A yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 81A

(1) Tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (7) dikenakan untuk jangka waktu paling lama 2 (dua) tahun dan dilaksanakan setelah terpidana menjalani pidana pokok.

(2) Pelaksanaan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di bawah pengawasan secara berkala oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum, sosial, dan kesehatan.

(3) Pelaksanaan kebiri kimia disertai dengan rehabilitasi.

(4) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan tindakan dan rehabilitasi diatur dengan Peraturan Pemerintah.

3. Ketentuan Pasal 82 diubah sehingga berbunyi sebagai berikut:

Pasal 82

(1) Setiap orang yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E dipidana dengan pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah)

(2) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan oleh orang tua, wali, orang-orang yang mempunyai hubungan keluarga, pengasuh anak, pendidik, tenaga kependidikan, aparat yang menangani perlindungan anak, atau dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(3) Selain terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (2), penambahan 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana juga dikenakan kepada pelaku yang pernah dipidana karena melakukan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E.

(4) Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 76E menimbulkan korban lebih dari 1 (satu) orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya fungsi reproduksi, dan/atau korban meninggal dunia, pidananya ditambah 1/3 (sepertiga) dari ancaman pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

(5) Selain dikenai pidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) sampai dengan ayat (4), pelaku dapat dikenai pidana tambahan berupa pengumuman identitas pelaku.

(6) Terhadap pelaku sebagaimana dimaksud pada ayat (2) sampai dengan ayat (4) dapat dikenai tindakan berupa rehabilitasi dan pemasangan cip.

(7) Tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (6) diputuskan bersama-sama dengan pidana pokok dengan memuat jangka waktu pelaksanaan tindakan.

(8) Pidana tambahan dikecualikan bagi pelaku Anak.

4. Di antara Pasal 82 dan Pasal 83 disisipkan 1 (satu) pasal yakni Pasal 82A yang berbunyi sebagai berikut:

Pasal 82A

(1) Tindakan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 82 ayat (6) dilaksanakan selama dan/atau setelah terpidana menjalani pidana pokok.

(2) Pelaksanaan tindakan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) di bawah pengawasan secara berkala oleh kementerian yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang hukum, sosial, dan kesehatan.

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pelaksanaan tindakan diatur dengan Peraturan Pemerintah.

Pasal II

Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang ini dengan penempatannya dalam Lembaran Negara Republik Indonesia.

Hari Kelima Operasi Patuh Candi, 670 Pelanggar Lalin Ditindak

 

Jpeg

Tribratanewsjepara.com – Memasuki hari ke 5 (Lima) Pelaksanaan Operasi Patuh Candi – 2016 yang dilaksanakan serentak di seluruh Indonesia. Satuan Lalu Lintas Polres Jepara menggelar razia kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten Jepara baik lokasi yang menjadi target operasi (TO) maupun yang tidak menjadi target operasi.

Sampai dengan hari ini (hari kelima) pelaksanaan Operasi Patuh Candi – 2016, personil Polres Jepara yang terlibat dalam pelaksanaan operasi secara bersinergi melaksanakan kegiatan preemtif, preventif, dan represif.

Personil satuan Lalu Lintas yang tergabung dalam Satgas V dibawah pimpinan langsung Kasat Lantas AKP Andhika Wiratama, SH, SIK sebagai kepala satuan tugas V penegakkan hukum (represif) melaksanakan razia kendaraan dengan hasil menindak pelanggar dengan tilang sebanyak 670 (Enam Ratus Tujuh Puluh) pelanggar yang di dominasi kendaraan roda dua yang pengendara kebanyakan pelajar SMP, SMA dimana pelangggaran yang ditemukan diantaranya tidak memakai helm, tidak memiliki dokumen kendaraan dan pengemudi (SIM dan STNK) dan kelengkapan kendaraan lainya.

Kegiatan Preemtif berupa Penyuluhan Lalu Lintas, Kampanye Keselamatan, Himbauan melalui Media baik Cetak, Elektronik, Siaran radio, Media Sosial serta melaksanakan kegiatan Preventif berupa Pengaturan Arus Lalulintas, Penjagaan, dan Patroli juga sudah dilaksanakan.

Pelaksanaan Ops Patuh Candi-2016 yang dilaksaksanakan selama empat belas hari sampai dengan tanggal 29 Mei mendatang, dan sampai dengan saat ini berjalan dengan lancar. Ujar AKP Andhika W.

Kami menghimbau kepada masyarakat bila akan bepergian menggunakan kendaraan bermotor untuk selalu cek dan ricek kondisi dan kelengkapan berkendara semisal kendaraan selalu dalam kondisi prima, kelengkapan kendaraan dalam keadaan standart pabrik. Jangan lupa juga SIM dan STNK, helm SNI bagi pengendara sepeda motor dan patuhi peraturan berlalu lintas yang berlaku.

Pelanggaran adalah awal dari kecelakaan, untuk itu patuhilah aturan berlalu lintas dan jadilah pelopor Keselamatan berlalu lintas serta budayakan keselamatan sebagai kebutuhan, himbau Kasat Lantas.

Kapolsek Welahan Tindak Kendaraan Yang Melebihi Batas Muatan

IMG-20160517-WA0088
Apel Sebelum Pelaksanaan Razia
IMG-20160517-WA0086
Kapolsek Welahan Menghentikan kendaraan yang melintas

Tribratanewsjepara.com – Kepala Kepolisian Sektor Welahan, Ajun Komisari Polisi H. Usman Jumaidi memimpin pelaksanaan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan cara melakukan pemeriksaan kendaraan bermotor yang melintas di jalan raya depan terminal Gedangan Welahan pada hari  Selasa (17/05) sore.

Pemeriksaan kendaraan bermotor tersebut melibatkan anggota dari Polsek Rayon Selatan diantaranya Polsek Welahan, Pecangaan, Kalinyamatan, Mayong, Nalumsari dan Anggota Satlantas dengan jumlah sebanyak 19 personil.

Kapolsek Welahan AKP H. Usman Jumaidi menjelaskan sebelum pelaksanaan pemeriksaan di jalan terlebih dahulu melaksanakan apel, personil sudah saya berikan arahan dan instruksi diantaranya agar dalam pelaksanaan tugas selalu mempedomi standar operasional prosedur (SOP) yang berlaku.

Kegiatan selesai sekitar pukul 16.45 Wib dengan hasil telah memeriksa kendaraan truck sebanyak 11 unit, kendaraan pribadi sebanyak 3 unit, kendaraan boks sebanyak 7 unit dan kendaraan bermotor roda dua sebanyak 25 unit.

Kami juga melakukan penindakan terhadap 10 pengendara yang tidak tertib berlalu lintas diantaranya penindakan Tilang kepada pengemudi kendaraan angkutan barang (truk) yang melebihi batas muatan, tutup AKP H. Usman Jumaidi.

AKP Usman juga menambahkan kegiatan ini selain untuk meminimalisir ruang gerak pelaku kejahatan juga untuk mendukung pelaksanaan operasi kepolisian “Patuh Candi – 2016” yang sedang berlangsung sampai dengan tanggal 29 Mei 2016 mendatang.

IMG-20160517-WA0087
Menindak Truk yang melebihi batas muatan
IMG-20160517-WA0085
Petugas melakukan pemeriksaan terhadap pengendara SPM

IMG-20160517-WA0080

 

Puluhan Liter Ciu Diamankan Polsek Pecangaan

IMG-20160513-WA0101Tribratanewsjepara.com – Kepala kepolisian sektor Pecangaan, Ajun Komisaris Polisi Bajuri bersama anggota Sabhara Polsek Pecangaan melaksanakan kegiatan cipta kondisi pada hari Jum’at (13/05) minggu lalu.

Dalam kegiatan cipta kondisi tersebut Kapolsek Pecangaan menyasar kepada peradaran minuman beralkohol (Miras) di wilayah Polsek Pecangaan. Selain itu juga untuk menindaklanjuti informasi-informasi yang telah diberikan masyarakat baik melalui SMS, telepon maupun melalui media sosial kepada kepolisian.

Dari hasil pelaksananaan kegiatan cipta kondisi ini, kami mengamankan minuman keras jenis ciu yang dikemas dalam botol minuman kemasan ukuran 1500 ML sebanyak 47 botol, 3 botol ciu dalam kemasan botol ukuran 600 ML, 8 botol Anggur Kolesom cap Orang Tua, 4 botol Bir Anker, 2 botol bir Prost, tutur AKP Bajuri.

Empat puluh tujuh botol ukuran 1500 ML kalau di kalikan sedikitnya 70 liter telah berhasil kami cegah peredarannya ke masyarakat, terang Kapolsek Pecangaan.

Keseluruhan minuman keras tersebut diamankan dari toko milik Sdri. Sudarwati desa Pulodarat, selanjutnya dilakukan penindakan berupa Tipiring.

Sudarwati terancam melanggar peraturan daerah (Perda) kabupaten Jepara nomor 2 tahun 2013 tentang larangan minuman beralkohol dengan ancaman pidana kurungan selama 3 (tiga) bulan dan/atau denda paling banyak Rp 50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah), tutup AKP Bajuri.

IMG-20160513-WA0103

Binmas Polres Jepara Gelar Apel Kaposkamling

IMG-20160519-WA0024 IMG-20160519-WA0023Tribratanewsjepara.com – Kaposkamling secara langsung maupun tidak langsung dapat berperan dalam upaya mewujudkan kamtibmas yang kondusif. Untuk itu jadikanlah pos kamling sebagai sarana komunikasi dan tempat pelayanan bagi warga masyarakat dalam peran sertanya menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Kegiatan Apel Kaposkamling dilaksanakan pada hari Kamis 19 Mei 2016 pada jam 08.00 Wib, dipimpin oleh Kapolres Jepara AKBP M. SAMSU ARIFIN S.I.K., M.H., diikuti seluruh personel polres dan jajaran, Bhabinkamtibmas dan  Para Kaposkamling.Kapolres Jepara AKBP M. SAMSU ARIFIN S.I.K., M.H. menyampaikan amanat Seiring berkembangnya teknologi, maka dituntut untuk bisa mengimbangi lajunya perkembangan teknologi. Apel Kaposkamling ini perlu segera dilaksanakan mengingat banyak persoalan di masyarakat yang dapat menimbulkan potensi konflik sehingga perlu untuk dicegah, ditangkal, kewaspadaan agar tidak menjadi persoalan yang besar.

Sesuai Peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 23 Tahun 2007, Polmas yang mengatur tentang sistem keamanan lingkungan, berkaitan juga dengan Undang-undang RI nomor 2 tahun 2002 tentangKepolisian Negara Republik Indonesia pasal 3 mengatur pengamanan swakarsa terdapat unsur budaya, gotong royong, tradisional sistem keamanan lingkungan (siskamling).
Siskamling itu sendiri mempunyai tujuan :
1.      untuk membuat kewaspadaan terhadap kejahatan.
2.      Mendorong masyarakat lebih waspada dengan kehadiran orang tidak dikenal atau yang mencurigakan.
3.      Saling mengawasi keamanan rumah dan tetangga.
4.      Memberikan Informasi kepada warga tentang peran masyarakat dalam menanggulangi kejahatan.
5.      Memberikan informasi kepada warga tentang pencegahan kejahatan, terorisme/ isis dalam bentuk penyuluhan, selebaran dan lain-lain.
Kapolres Jepara AKBP M. SAMSU ARIFIN S.I.K., M.H. menambahkan, pengamanan dari lapisan masyarakat yang paling bawah ini membantu POLRI dalam mencegah berbagai tindak kejahatan. Pihaknya akan berupaya membantu mengintensifkan pengamanan.
Selesai APEL KAPOSKAMLING Kapolres AKBP M. SAMSU ARIFIN S.I.K., M.H.bersama peserta apel melakukan foto bersama