Polres Jepara Gelar Operasi Patuh Candi 2016

DSC_0188
Kapolres Jepara menyempatkan pita tanda operasi Patuh Candi 2016.

DSC_0184 Tribratanewsjepara.com – Senin (16/05), Kepolisian Resor Jepara melaksanakan apel gelar pasukan Operasi Patuh Candi tahun 2016 di halaman apel Polres Jepara.

Apel gelar pasukan dipimpin langsung oleh Kapolres Jepara AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH selaku Pimpinan Apel. Hadir dalam kegiatan tersebut Waka Polres Jepara, para Kabag, para Kasat, para Kapolsek jajaran Polres Jepara, para Perwira dan Seluruh peserta Apel baik dari Kodim 0719 Jepara, Sat Sabhara, Sat Lantas, Gabungan Staf, Gabungan Sat Reskrim, Intel dan Narkoba, Satpol PP kabupaten Jepara, Dishub kabupaten Jepara.

Kepala Kepolisian Resor Jepara AKBP M. Samsu Arifin, SIK, MH dalam amanatnya membacakan amanat dari Kakor Lantas Polri, dalam amanatnya Kakor Lantas Polri menyampaikan bahwa permasalahan di bidang lalu lintas, dewasa ini berkembang dengan sangat cepat dan dinamis. Hal ini sebagai konsekuensi meningkatnya jumlah kendaraan bermotor dan populasi penduduk, yang memerlukan alat transportasi sebagai sarana mobilitas dalam memenuhi kebutuhan hidupnya.

Sehingga menimbulkan berbagai permasalahan diantaranya seperti tingginya pelanggaran lalu lintas, yang menyebabkan kecelakaan dan kemacetan serta berakibat fatalisasi korban jiwa dan luka berat maupun kerugian material. Sehingga memerlukan upaya penanganan secara profesional dan konprehensif, agar tercipta Kamseltibcar Lantas sebagaimana yang diharapkan.

Kita menyadari bahwa dalam menghadapi permasalahan dibidang lalu lintas tersebut, dibutuhkan peran serta seluruh stake holder, agar mampu meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, juga diperlukan koordinasi bersama antar instansi terkait lainnya yang bertanggung jawab dalam pembinaan Kamseltibcar Lantas, dimana selama ini dirasakan masih perlu ditingkatkan.

Apabila tingkat koordinasi tersebut tidak optimal, maka akan berdampak pada kurang maksimalnya ketersediaan sarana dan prasarana lalu lintas jalan, regulasi angkutan umum, serta rendahnya tingkat kesadaran dan disiplin masyarakat, dalam mematuhi aturan maupun ketentuan perundang-undangan di bidang lalu lintas.

Pelaksanaan operasi ini akan berlangsung selama 14 hari, yang dimulai sejak tanggal 16 s.d. 29 Mei 2016, secara serentak di seluruh Indonesia, guna menciptakan Kamseltibcar Lantas, dalam rangka mewujudkan situasi lalu lintas yang kondusif, baik menjelang maupun pada saat bulan Suci Ramadhan.

“Operasi patuh ini juga merupakan operasi rutin dilaksanakan setiap menjelang hari raya idul fitri guna menjaga kamseltibcar lantas dalam menyambut bulan suci ramadhan 1437 H tahun 2016,”.

Untuk mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, maka operasi ini dilaksanakan dengan mengutamakan kegiatan preemtif dan preventif, serta didukung dengan upaya penegakan hukum yang terukur terhadap pelanggar lalu lintas melalui penyelenggaraan operasi patuh ini, maka diharapkan akan tercapai beberapa tujuan sebagai berikut :

  1. Meningkatnya disiplin masyarakat dalam berlalu lintas;
  2. Terciptanya situasi kamseltibcar lantas secara optimal, serta menurunnya kecelakaan lalu lintas;
  3. Terciptanya kepercayaan masyarakat terhadap polri, dengan terbentuknya opini positif dan citra tertib dalam berlalu lintas.
  4. Menurunnya tingkat fatalitas korban kecelakaan lalu lintas;
  5. Menurunnya tingkat pelanggaran dan kemacetan;
  6. Terwujudnya situasi dan kondisi kamseltibcar lantas, pada bulan suci ramadhan dan hari raya Idul Fitri tahun 2016 (1437 H).

Kepada seluruh jajaran agar selama pelaksanaan operasi, utamakan faktor keamanan dan keselamatan personel, khususnya pada saat melakukan penertiban pelanggaran lalu lintas. Oleh karena itu, pedomani standar operasional prosedur yang ada, tutup Brigadir Jenderal Agung Budi Maryoto dalam amanatnya.