Polres Jepara Persempit Ruang Gerak Pelaku Terorisme

IMG-20151202-WA062Tribratanewsjepara.com – Rabu (02/12) pukul 21.30 s/d 23.00 Wib di jalan Jepara – Bangsri KM 3 depan gudang Kota Jati Ds. Mulyoharjo Kota Jepara, Polres Jepara gelar kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dalam rangka mengantisipasi dan mempersempit ruang gerak para pelaku teror termasuk masuknya paham radikalisme di wilayah Jepara.

IMG-20151202-WA060Personil Polres Jepara yang dipimpin oleh AKP Karman, SH menghentikan dan memeriksa secara ketat kendaraan yang akan masuk ke wilayah Jepara Kota. Kegiatan ini melibatkan siaga personel bila ada yang mencoba kabur untuk mengantisipasi hal yang tidak diinginkan.

IMG-20151202-WA056Dalam razia tersebut sedikitnya memeriksa 40 kendaraan pribadi, 25 sepeda motor, 2 bus, 15 monil boks dan 3 truk. Hingga selesai kegiatan petugas tidak menemukan barang-barang yang menjadi sasaran seperti Sajam, Senpi, Handak dan pelaku teror.

IMG-20151202-WA059Kegiatan seperti ini akan terus dilaksanakan setiap hari oleh Polres Jepara beserta jajarannya dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan. Selain itu kegiatan kepolisian yang ditingkatkan ini merupakan bentuk Operasi Imbangan dalam rangka antisipasi gangguan Kamtibmas sebelum, pada saat dan paska Pemilukada Serentak 2015. (AS/MAR)

Polres Jepara Amankan Pemakai Narkoba

Picturew1JEPARA– Sat Resnarkoba Polres Jepara melaksanakan penangkapan terhadap tersangka tindak pidana Narkoba di kamar kost dengan tersangka “FH”, Rabu 25 November 2015.

Berbekal informasi dari masyarakat adanya pesta narkoba, Kasat Resnarkoba AKP Supardiyono S.Pd beserta anggota segera menuju ke tempat Kost yang lokasinya berada di belakang Salon “Yanti” turut Kel.Bulu, Kec. Jepara Kota, Kab.Jepara.

Sesampainya di kamar kost, petugas kepolisian tidak menemukan adanya pesta narkoba, namun didapati seseorang yang duduk di lantai kamar dan seseorang lainnya sedang ada di kamar mandi. Setelah melakukan penggeledahan di dalam kamar kost ditemukan 2 (dua) bungkus paket narkotika golongan I jenis sabu-sabu, yang disembunyikan di lubang ventilasi dan di atas ternit kamar mandi.

Atas ditemukannya barang bukti tersebut, tersangka dibawa ke Polres Jepara untuk dilakukan penyidikan lebih lanjut.

Dari hasil pemeriksaan petugas pelaku terancam pidana penjara paling singkat 4 ( empat ) tahun dan paling lama 12 ( duabelas ) tahun, dan pidana denda paling sedikit Rp 800.000.000,- ( delapan ratus juta rupiah ) dan paling banyak Rp 8.000.000.000,- ( delapan milyar rupiah ) berdasarkan Pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Selain itu Kasat Resnarkoba Polres Jepara AKP Supardiyono S.Pd menerangkan bahwa Polres Jepara selama periode Januari s/d November 2015 telah mengungkap sebanyak 16 kasus penyalahgunaan Narkoba dengan jumlah total 21 orang tersangka dan barang bukti total 3,3411gram, tuturnya.

Latihan Bersama, Penanganan Laka Lantas Terpadu Guna Mencapai “Golden Periode” Sebagai Upaya Mencegah Fatalitas Korban Laka Lantas di Wilayah Kab. Jepara

foto 2(3) foto 3(3)Image-1Image-1(2)JEPARA – Peristiwa kecelakaan lalu lintas di wilayah hukum Polres Jepara belum genap setahun dari data yang diperoleh dari Unit Laka Sat Lantas Polres Jepara meningkat dari tahun 2014 lalu. Hal itu disampaikan Kasat Lantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama. Menurut dia, laka lantas terjadi karena beberapa faktor, termasuk human error maupun infrastruktur yang tidak memadai.

“Dari data yang ada, sejak 1 Januari sampai 1 Desember 2015, sudah ada 291 kejadian lakalantas. Dengan korban meninggal dunia 92 orang, luka berat 3 orang dan luka ringan 317 orang. Selain itu, kerugian materiil mencapai Rp 300 jutaan,” ujar Andhika kepada Tribratanewsjepara.com, Selasa (1/12/2015).

Lebih lanjut dia mengemukakan, jika dibanding tahun 2014 lalu cukup meningkat. Sebab, di tahun 2014 lalu ada 240 kejadian dengan korban meninggal dunia 78 orang dan kerugian materiil sekitar Rp 186 jutaan. Dari data tersebut,nampak jelas bahwa laka lantas di tahun 2015 ini meningkat meski baru memasuki bulan Desember.

“Melalui berbagai kegiatan termasuk simulasi penanganan lakalantas, diharapkan peran semua pihak terutama Satlantas Polres Jepara, polsek dan Puskesmas dapat selalu kompak memanfaatkan GOLDEN PERIODE atau Periode Emas dalam penanganan kecelakaan lalu lintas adalah waktu terbaik dalam memberikan pertolongan kepada korban kecelakaan lalu lintas yaitu selama 10 menit pertama sejak terjadi kecelakaan lalu lintas. Sehingga apabila korban mendapatkan pertolongan dengan baik dalam waktu kurang dari 10 menit sejak terjadinya kecelakaan maka peluang untuk tidak terjadi fatalitas atau dapat terselamatkan menjadi lebih besar namun sebaliknya, jika korban baru mendapatkan pertolongan diatas dari 10 menit maka peluang untuk terjadi fatalitas atau tidak terselamatkan menjadi lebih besar.,” ungkapnya.

Sementara itu kegiatan simulasi dilaksanakan di kawasan Pasar Ngabul Baru, Tahunan, Jepara, pada Selasa (1/12/2015). Satu korban tewas dan satu terluka parah hingga dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) RA Kartini Jepara.

Peristiwa bermula, ketika korban diketahui mengendarai sepeda motor dengan ugal-ugalan kemudian menyalip kendaraan didepannya, namun dari arah berlawanan ada mobil yang melintas hingga korban terserempet dan terjatuh.

Setelah terjatuh, salah seorang saksi menghubungi Polsek Tahunan. Kemudian, anggota Poslek Tahunan menuju ke tempat kejadian perkara. Selain itu, mereka berkoordinasi dengan Puskesmas terdekat untuk meminta bantuan, karena diketahui korban ada yang meninggal dan terluka parah. Tak berselang lama, dari Puskesmas Tahunan langsung datang ke lokasi menggunakan mobil ambulan. Tak hanya itu, petugas dari unit Lakalantas Polres Jepara juga mendatangi lokasi lengkap dengan mobil yang digunakan untuk mengevakuasi.

Tak berselang lama petugas dari PT Jasa Raharja mendatangi lokasi untuk mengecek kejadian laka lantas. Korban yang terluka parah telah dirujuk ke RSUD RA Kartini dan berhasil diselamatkan. Sementara korban tewas di lokasi langsung di bawa ke rumah duka.

Namun peristiwa ini hanyalah rentetan simulasi penanganan Laka lantas Terpadu. foto 2(4) foto 3(4)Kapolres Jepara AKBP Samsu Arifin dalam Sambutannya mengatakan, simulasi tersebut digelar dengan tujuan Mencegah fatalitas korban dengan percepatan penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas dengan memanfaatkan ambulance beserta tenaga medis dari puskesmas tiap kecamatan serta peran Polsek; Mempermudah dan mempercepat proses penyidikan/ mengungkap penyebab kecelakaan, untuk kepastian hukum dalam proses penyelesaian perkara; Memperlancar proses pelayanan hak korban atau ahli waris yang benar-benar berhak atas santunan kecelakaan lalu lintas jalan di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara; Serta adanya suatu wadah koordinasi yang mengintegrasikan mekanisme pelaksanaan fungsi teknis instansi pemerintah yang mempunyai kepentingan yang saling berkaitan dalam penanganan korban kecelakaan lalu lintas dan angkutan jalan di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara; Kemudian meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah atas kepastian, keadilan, dan kemanfaatan penerapan hukum dan sebagai sarana pemerintah dalam mewujudkan tanggung jawab serta perlindungan bagi warga negaranya; Serta agar korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara segera mendapat pertolongan/ perawatan dan dibebaskan dari urusan pembayaran biaya rawatan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan jumlah sesuai dengan ketentuan yang berlaku..

“Seperti data yang ada, kasus kecelakaan lalu lintas di Jepara masih cukup tinggi, baik dari segi kuantitas maupun kualitasnya. Harapannya dengan simulasi ini dapat meningkatkan kualitas penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas di wilayah kecamatan se kabupaten Jepara melalui pengintegrasian kegiatan yang bersifat teknis antara fungsi-fungsi pemerintahan yang mempunyai kepentingan yang saling berkaitan dan saling membutuhkan yaitu melalui pemanfaatan ambulance puskesmas beserta tenaga medisnya serta peran Polsek sebagai percepatan mendatangi TKP serta penanganan terhadap korban kecelakaan lalu lintas guna mencapai GOLDEN PERIODE sebagai upaya untuk mencegah fatalitas korban kecelakaan lalu lintas oleh karena itu diharapkan terjadi sinkronisasi tindakan dan terwujudnya efisiensi dan efektivitas kinerja secara sinergistik antar fungsi-fungsi pemerintah yang terkait.

Polsek Kedung Gandeng Koramil dan Pol PP Lakukan Patroli Balap Liar

IMG-20151201-WA026

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Sektor Kedung melaksanakan kegiatan cipta kondisi dengan sasaran aksi balap liar di wilayah kecamatan Kedung, adapun lokasi balap liar di jalan desa Tanggultlare dan desa Sowan Kidul, Senin (30/11).

Kepala Kepolisian Sektor Kedung (AKP) Hendrik Irawan, SH yang memimpin operasi mengatakan, pelaksanaan patroli balap liar akan terus gencar kami lakukan hampir setiap sore hari karena sudah sangat meresahkan masyarakat karena menganggu keamanan dan keselamatan berlalu lintas. Operasi balap liar ini kami lakukan bersama dengan Koramil Kedung dan Satpol PP Kec. Kedung.

IMG-20151201-WA023

Alhamdulillah sudah bisa menekan dan mengurangi balap liar karena langsung saya koordinasikan dengan Lantas untuk ditilang biar ada efek jera, dan giat patroli balap liar ini kadang juga kami lidik dulu pake Ranmor preman biar dapat menghasilkan barang bukti motor balap liar, terang Hendrik.

IMG-20151201-WA027

Selain itu Hendrik juga mengungkapkan bahwa para pelaku balap liar telah dilakukan pembinaan dan Kapolsek juga mengingatkan kegiatan tersebut akan dapat diancam dengan Pasal 297 UULAJ, mengemudikan kendaraan bermotor berbalapan di Jalan dipidana kurungan satu tahun atau denda paling banyak Rp. 3.000.000,-.

IMG-20151201-WA017

selain itu juga orang tua pelaku balap liar di datangi untuk diberikan pengertian dan himbauan agar orangtua lebih bijaksana dalam memberikan izin kepada anak yang masih belum cukup umur untuk berkendara kendaraan bermotor. Beri pengertian kepada putra putrinya tentang bahaya kecelakaan bila berkendara belum pada waktunya.

IMG-20151201-WA021

Kapolsek juga memberikan imbauan kepada  guru di sekolah agar dapat mengontrol anak didiknya yang memakai  motor ke sekolah, kapan perlu lakukan razia mendadak dengan berkoordinasi kepada Kepolisian.

Selai kepada guru, Kaposlek Kedung juga melakukan koordinasi dengan petinggi (kepala desa) yang menjadi lokasi balapan liar, tutup Hendrik.

Pengamanan Jepara Road Race 2015 Piala Bupati, Polres Jepara Terjunkan 163 Personel

Tribratanewsjepara.com – Kepolisian Resor Jepara terjunkan 163 personel untuk melakukan pengamanan jalannya kegiatan Jepara Road Race 2015 Piala Bupati di arena Road Race Stadion Bumi Kartini (SGBK) kabupaten Jepara, dalam pengamanan tersebut Polri dibantu oleh 10 personil Kodim 0719 Jepara dan 10 Petugas Sat Pol PP Kab. Jepara.

DSC_0290

 

163 personel dibawah pimpinan Kapolres Jepara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M. Samsu Arifin, SIK, M.H dan dipimpin langsung Kabag Ops, Komisaris Polisi (Kompol) Slamet Riyadi, S.S., M.H. ditempatkan pada titik-titik yang mempunyai kerawanan tinggi seperti di pintu masuk, tempat penjualan tiket, garis start/finish, tikungan-tikungan arena dan lokasi yang terdapat cukup banyak penonton serta di pintu escape ambulance.

DSC_0593

Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Jepara tersebut dari awal hingga akhir kegiatan lomba yang memacu adrenalin untuk memperebutkan piala Bupati tersebut berjalan lancar tanpa adanya gangguan yang berarti.