Ops Pekat, Polsek Keling Amankan Pasangan Mesum

Keling MesumTribratanewsjepara.com – Polsek Keling melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan dengan sasaran Premanisme, Miras dan Prostitusi pada Kamis (05/11) malam, adapun lokasi yang disasar adalah terminal kelet, terminal sambung oyot dan pasar hewan Keling.

Mahendra mengungkapkan di kios pasar hewan Keling petugas mendapati beberapa pasangan yang sedang berbuat mesum, adapun pasangan mesum yang berhasil diamankan diantaranya adalah berinisial A R, N dan T.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Keling AKP Mahendra juga mengamankan lima (5) unit sepeda motor yang ditinggal lari pemiliknya selanjutnya kelima sepeda motor tersebut diamankan di Polsek Keling.

Kepada para tersangka akan dilakukan proses Tipiring dan akan disidangkan di Pengadilan Negeri Jepara, imbuh Mahendra.

Audiensi KPUD Jepara Bersama Kapolres

KPU AudiensiTribratanewsjepara.com – Jelang pelaksanaan Pemilukada Serentak tahun 2017, Komisioner KPUD Jepara melaksanakan audiensi bersama Kapolres Jepara. Rombongan KPUD Jepara sebanyak 10 orang diterima Kapolres Jepara di ruang kerjanya pada Kamis (05/11) lalu.

Adapun tujuan pelaksanaan audiensi dimaksud adalah dalam rangka koordinasi terkait persiapan – persiapan yang dilakukan KPUD Kab. Jepara dalam rangka mempersiapkan diri dalam pelaksanaan Pilkada Kabupaten Jepara tahun 2017 mendatang.

Selain Komisioner KPUD dan rombongan, kegiatan tersebut juga di hadiri oleh pejabat utama Polres Jepara diantaranya Kabag Ops, Kasat Intelkam, Kasat Reskrim dan Kasat Lantas. (AS)

Jalin Kerja Sama Dalam Bidang Kamtibmas Polsek Kedung Laksanakan Patroli Dialogis

Kedung Patroli dialogisTribratanewsjepara.com – Petugas piket jaga Polsek Kedung melaksanakan patroli dialogis pada Jum’at (06/11) dini hari.

Dalam patroli dialogis tersebut petugas memberikan himbauan kepada pemuda yang masih kongkow-kongkow di jalan, petugas mengajak generasi muda untuk ikut dalam menjaga situasi Kamtibmas yang kondusif di lingkungan tempat tinggalnya serta memberikan himbauan agar tidak mengkonsumsi Miras.

Selain untuk memberikan informasi / himbauan Kamtibmas juga untuk memantau situasi Kamtibmas di wilayah Polsek Kedung. Ujar Kapolsek Kedung AKP Hendrik Irawan, SH. (AS)

Belasan Truk Bermuatan Tanah di Jepara Diamankan Polisi

 

JEPARA – Belasan truk pengangkut tanah hasil tambang galian C di Kabupaten Jepara, diamankan Satuan Polisi Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jepara, Kamis (5/11/2015) sore kemarin. Salah satu sebabnya adalah karena masalah terpal/tanpa ada penutup muatan tanah sehingga debunya bertebaran.

Titik yang dijadikan lokasi razia adalah di perempatan Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara. Sebanyak 15 truk pengangkut tanah, berhasil terjaring dalam razia tersebut.

Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama melalui KBO Lantas Iptu
Suyitno mengatakan, kali ini pihaknya mengamankan 15 truk pengangkut tanah hasil aktivitas pertambangan galian C yang ada di wilayah Kecamatan Mayong dan Nalumsari.

Razia ini, juga dilakukan berdasarkan laporan dan keluhan dari masyarakat, yang menilai bahwa truk-truk atau kendaraan pengangkut tanah tersebut sangat membahayakan pengendara lain.

”Dari laporan masyarakat, truk pengangkut tanah itu mengganggu pengendara lain karena tidak memenuhi standar. Mereka memuat tanah, tapi tidak diberi penutup yang maksimal. Sehingga sangat rentan muatannya jatuh dan mengenai pengendara lain,” ujar Suyitno kepada TribratanewsJepara, Kamis (5/11/2015).

Menurut dia, truk bermuatan tanah itu juga melanggar aturan lainnya. Seperti melebihi batas tonase, termasuk juga dari hasil pemeriksaan, ada beberapa truk yang tidak memiliki surat kendaraan yang lengkap.

Jumlah 15 truk yang berhasil diamankan itu, rinciannya adalah pada pagi hari
ada lima yang diamankan, dan sore tadi bertambah 10. Sehingga jumlah total ada 15 truk.

Pelanggaran Kendaraan Truck Pengangkut Tanah
Pelanggaran Kendaraan Truck Pengangkut Tanah

Suyitno mengatakan, jumlah tersebut diakuinya memang sedikit dibanding
dengan banyaknya jumlah truk pengangkut tanah yang lalu lalang di jalanan sekitar lokasi.

”Tapi karena ini ada razia, mereka kemungkinan sudah memberi tahu rekan-rekannya yang lain, supaya jangan melintas di lokasi razia. Sehingga truk yang lain menghindar,” katanya.

Dari pantauan yang dilakukan, setiap hari jalan di wilayah Kecamatan Nalumsari dan Mayong, sering dilintasi kendaraan bermuatan tanah hasil tambang galian C.

Bahkan tak jarang truk-truk itu tanpa penutup muatan atau terpal, sehingga banyak tanah yang berceceran saat truk melintas di antara pengendara lainnya. Akibatnya, ketika kemarau menjadi debu yang menganggu dan ketika penghujan membuat jalan licin dan membahayakan pengendara lain.

Barang Bukti Truck yang diamankan di Mapolsek Mayong
Barang Bukti Truck Sementara diamankan di Mapolsek Mayong Sampai menunggu sidang di Pengadilan Negeri Jepara

Banyak Pelanggaran Dilakukan Truk Pengangkut Tanah

Bukan tanpa alasan jika kemudian Polres Jepara dalam hal ini Sat Lantas Polres Jepara bersama Polsek Mayong mengadakan razia terhadap truk-truk pengangkut hasil tanah tambang galian C, di perempatan Kecamatan Mayong, Kamis (5/11/2015).

Satu alasan terpenting adalah laporan masyarakat, yang merasa terganggu dengan adanya truk pengangkut tersebut. Apalagi muatan tersebut memang akan sangat mengganggu kalau mengenai pengendara jalan lainnya.

Alasan lainnya adalah karena truk pengangkut tanah tersebut tidak menaati aturan lalu lintas yang ada. ”Mereka tidak memenuhi standar kendaraan bermuatan. Sehingga terpaksa kami amankan,” kata Kasatlantas Polres Jepara AKP Andhika Wiratama melalui KBO Lantas Iptu Suyitno.

Menurutnya, aturan yang dilanggar adalah melebihi batas tonase kendaraan bermuatan, kemudian bak truk yang bermuatan tanah tidak dilengkapi dengan penutup yang baik. Atau tidak ada terpalnya.

Selain itu juga ada beberapa sopir truk yang tidak mampu menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan. Dengan tidak adanya penutup muatan tanah itu sangat membahayakan.

”Karena jika jatuh muatan tanahnya, dapat mengenai kendaraan lain, dapat membuat jalan semakin kotor dan bahayanya lagi kalau hujan, tanah yang jatuh membuat aspal menjadi licin,” ungkapnya.

Dia menambahkan, sebanyak 15 truk ditilang dan diamankan lantaran memang terbukti melanggar aturan lalu lintas. Yakni pasal 307 Jo pasal
169 ayat 1 Undang-Undang Lalu Lintas tentang Tata Cara Pemuatan dan
Daya Angkut atau Dimensi.

”Sebagian di antaranya sementara ditahan di Mapolsek Mayong, lantaran tidak memiliki kelengkapan surat dan dokumen. Kami berharap mereka bisa melengkapi semua aturan yang ada,” imbuhnya.

Kapolri : Hate Speech Bukan Perintah Penekan Hukum, tapi Lebih Mengarah Pada Mengupayakan Pencegahan

kapolri_saat_menjelaskan_hate_speechTribratanewsjepara.com, Jakarta – Mengenai Surat Edaran Kapolri Nomor: SE/6/X/2015 tentang Penanganan Ujaran Kebencian Kepala Kepolisian Republik Indonesia, Jenderal Polisi Drs Badrodin Haiti menegaskan bahwa sesungguhnya ditujukan untuk internal Polri, bukan perintah untuk menekan hukum. Tetapi lebih mengarah pada mengupayakan pencegahan.
Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Badrodin pada acara silaturahmi tentang penanganan ujaran kebencian atau hate speech di Gedung Rupatama Mabes Polri, Kamis (5/11/15).
Dijelaskan oleh Kapolri, Surat Edaran itu adalah pemberitahuan mengenai tata cara yang berlaku atau ketentuan yang harus dilaksanakan (Vide pasal 12 ayat (1) perkap No 15 tahun 2007 tentang naskah dinas dilingkungan Polri).
Jadi, Surat Edaran ini bukan regulasi atau peraturan. Artinya, tidak memuat norma baru (pasal 8 UU No 12 tahun 2011 tentang pembentukan peraturan perundang-undangan.
“Surat Edaran Kapolri ini hanya bersifat pemberitahuan mengenai ketentuan yang harus dilaksanakan dalam penanganan ujaran kebencian oleh alamat dari surat edaran tersebut. Yaitu distribusi A, B, C dan D Mabes Polri,” kata Kapolri.
Dijelaskan oleh Kapolri, penanganan Hate Speech telah lama didiskusikan dan atas dorongan sejumlah LSM pada tahun 2012. Waktu itu diadakan seminar tentang Hate Speech untuk menampung masukan dari pakar dan masyarakat.
Bahkan, Kompolnas sendiri telah melakukan lakukan penelitian di 4 kota besar di Indonesia (Bandung, Surabaya, Makassar dan Banten) tentang penanganan kasus terkait ujaran kebencian oleh aparat Polri di daerah.
Hasil dari penelitian tersebut, anggota Polri kurang memahami tentang ujaran kebencian, adanya kegamangan (keraguan) anggota Polri dalam menangani ujaran kebencian.
Dari situ, Kompolnas merekomendasikan pada Kapolri agar dibuat sesuatu produk naskah dinas tentang tata cara penanganan ujaran kebencian.
“Setelah dikaji, produk yang tepat adalah naskah dinas dalam bentuk Surat Edaran (bukan dalam bentuk peraturan ataupun keputusan), mengingat sifat dan tujuan SE untuk memberitahukan mengenai tata cara yang berlaku atau ketentuan yang harus dilaksanakan (perkap No 15 tahun 2007 tentang naskah dinas di lingkungan polri),” jelas Kapolri.
Bahwa, ujaran kebencian (Hate Speech) dapat dilakukan melalui berbagai media. Dalam orasi atau kegiatan kampanye, spanduk, banner, jejaring media sosial, penyampaian pendapat di media umum (Demonstrasi), ceramah keagamaan, media massa cetak maupun elektronik dan pamflet.
Jadi Substansi dari SE No: SE /6/X/2015 adalah pemahaman umum dan bentuk-bentuk ujaran kebencian, serta penjelasan mengenai dampak negatif yang akan muncul apabila terjadi pembiaran terhadap dugaan atau terjadinya ujaran kebencian yang ditujukan pada suatu komunitas tertentu.
Hate Speech juga semakin mendapat perhatian masyarakat seiring dengan meningkatnya kepedulian terhadap perlindungan HAM. “Perbuatan Hate Speech memiliki dampak yang merendahkan harkat martabat manusia dan kemanusiaan,” kata Kapolri.
Hate Speech juga bisa mendorong terjadinya kebencian kolektif pengucilan, diskriminasi, kekerasan dan bahkan pembantaian etnis atau bahkan genosida. “Masalah Hate Speech harus dapat ditangani dengan baik, karena dapat merongrong prinsip berbangsa dan bahkan bernegara Indonesia,” kata Kapolri.
Pemahaman dan pengetahuan atas bentuk-bentuk Hate Speech, merupakan hal penting yang harus dimiliki oleh personil Polri. Sehingga dapat diambil tindakan pencegahan sedini mungkin, sebelum timbulnya tindak pidana akibat dari Hate Speech.
Jadi, norma-norma penegak hukum yang diberitahukan dalam SE dimaksud, diambil dari hukum positif di Indonesia, yaitu KUHP, UU No 11 tahun 2008, UU No 40 tahun 2008 serta tindakan ketika ujaran kebencian telah menyebabkan terjadinya konflik sosial.
“Bentuk ujaran kebencian yang diatur dalam KUHP dan UU lain di luar KUHP, meliputi penghinaan, pencemaran nama baik, penistaan, perbuatan tidak menyenangkan, memprovokasi, menghasut, menyebar berita bohong,” kata Kapolri.
Ujaran kebencian ini, bertujuan untuk menghasut dan menyulut kebencian terhadap individu dan atau kelompok masyarakat dalam berbagai komonitas, yang dibedakan berbagai aspek.
1. Suku, agama, aliran Keagamaan.
2. keyakinan/kepercayaan.
3. Ras, antar golongan, warna kulit, etnis, gender, kaum difabel (cacat), orientasi seksual.
Bila tindakan preventif sudah dilakukan tidak menyelesaikan masalah, maka dilakukan penegakan hukum.
(Kemal Fasha) (Tribratanews.com)

 

Blue Light Patrol Berikan Rasa Aman Kepada Masyarakat

Blue Light PatrolTribratanewsjepara.com – Jum’at (6/11) dini hari Polsek jajaran Polres Jepara melaksanakan blue light patrol pantau situasi Kamtibmas di Pemukiman, Pertokoan dan Obyek Vital serta lokasi rawan gangguan Kamtibmas.

Patroli yang dilaksanakan ini dalam upaya meningkatkan keamanan dan memberikan rasa aman kepada masyarakat yang beraktivitas pada malam hari / dini hari. (AS)

Bandel, Truck Pengangkut Tanah di Kandangkan Polsek Mayong

Mayong truck angkut tanahTribratanewsjepara.com – Kamis (05/11) Kapolsek Mayong AKP Sutono, SH melaksanakan patroli di wilayah Pancur Mayong masih menemukan truck pengangkut tanah yang tidak menutup muatannya dengan terpal sehingga banyak tanah yang berceceran di jalan selain itu juga debunya beterbangan sehingga membahayakan pengguna jalan lainnya terutama pengendara sepeda motor dan sepeda kayuh serta pejalan kaki.

Bagi pengendara yang membandel tidak mau menutup muatannya dengan terpal, truck beserta muatannya dikandangkan oleh petugas di Polsek Mayong. Tindakan tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera bagi pengemudi maupun pemiliknya, ujar Kapolsek Mayong.

Mayong truck angkut tanah (1)Himbauan sudah sering dilakukan oleh Sat Lantas Polres Jepara bahkan sudah sejak lama. Diantaranya himbauan tersebut kepada pengusaha / pemilik trucknya untuk menutup muatan dengan terpal bila mengangkut tanah, namun hal tersebut tidak diindahkan, jadi petugas kami bertindak tegas, tutup Tono. (AS)

 

Rayonisasi Polsek Wilayah Selatan Di Welahan

Welahan, rayon 05112015Tribratanewsjepara.com – Kamis (5/11), Sebanyak 21 Personil gabungan Polsek Rayon Selatan (Polsek Welahan, Kalinyamatan, Mayong, Nalumsari dan Pecangaan) melaksanakan kegiatan kepolisian yang ditingkatkan di wilayah hukum Polsek Welahan dengan sasaran Sajam, Peredaran Miras & Narkoba, Handak, serta Curranmor.

Kegiatan yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Welahan AKP H. Usman Jumaidi memeriksa kendaraan yang melintas di jalan raya depan terminal gedangan Welahan. Diantaranya memeriksa kendaraan pribadi sebanyak 22 unit, kendaraan box 1 unit, truck 15 unit dan sepeda motor sebanyak 30 unit.

Welahan, rayon 05112015 (3)Selain itu kegiatan tersebut juga untuk mempersempit ruang gerak pelaku kejahatan, ujar H. Usman. (AS)